Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
melayang


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


assalamualaikum gengs..!! buat readers dibawah umur kalau mimin bilang warning berarti stop ya langsung skip saja ...tapi sebelumnya ada penjelasan dulu siapa itu Miftah..


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


" assalamualaikum......samawa Rama...." suara tegas nan dingin itu ....,aku mendongak


" loe...!!!!!" aku memicingkan mata melihat kedatangan laki-laki yg terakhir kutemui malah beradu argumen denganku di kampus ,kemeja hitam yang ia pakai sesuai dengan aura yg dibawanya


ya Allah..ini tuh pernikahan..hari bahagia bukan rumah duka....


" kang Miftah....!!! Alhamdulillah syukron kang ,sudah hadir di acara Rama...." Rama memeluk laki laki dingin ini ,namun ada yg beda darinya , senyuman yg jarang keluar kini terpancar dari pemilik rambut sedikit gondrong ini ,


" Miftah....!!" bang Akhsan mendekat...


" hai brad...pantes saja undangannya sama ,rupanya kalian berdua mengundang gue ke acara yg sama.. padahal gue pikir gue ga bisa hadir di salah satunya..." jawabnya


tunggu .....!! kalau bang Akhsan aku sudah tidak aneh lagi tapi Rama???


" Ra, kenalkan ini kang Miftah dia kakak senior ku di Dojo ,aku sudah menganggap dia abangku sendiri , Ra..." jelas Rama


mulutku membentuk o ,begitu rupanya ,aku mengatupkan kedua tanganku di dada ,kata Rama dilarang bersentuhan dengan yg bukan makhrom...


" gue kira istrinya Rama bukan adek loe san...??" ka Miftah pun sedikit terkejut dengan kenyataan ini


" iya sama gue juga ga ngira loe kenal adek ipar gue..."


" terus loe kapan???? takut si Annisa keburu dilamar Satria????" goda nya


bang Akhsan meninju ka Miftah " si*alan loe...!!" dikekehi ka Miftah


" gue fikir...bukan loe Ra ..orangnya ,untung saja belum terlalu dalam,dan gue harus buang rasa ini jauh jauh..." benaknya sambil memandangku


acara demi acara sudah dilewati resepsi pun telah usai siang berganti malam,rumahku sudah seperti istana baru dihantam ombak tsunami ,keluarga Rama sudah pulang ba'da isya , setelah melaksanakan sholat isya berjamaah dan makan mereka pulang....


tek...tok...tek...tok...


suara detakan jam dinding memecah kesunyian,karena lelah..., mamah ,papah dan bang Akhsan sudah tepar di ranjangnya masing-masing...


rambutku yg masih terlihat basah kusisir dan ku keringkan ,gugup kembali melanda bagaimana tidak satu kamar dengan laki laki dan itu suamimu sendiri rasanya warbiazah..... Rama muncul dari arah luar kamar, tepatnya dari kamar mandi, nampak fresh dengan rambut yg masih basah namun acak acakan ,aku menggelengkan kepala ,kenapa malah otakku yg traveling... sungguh demi apapun kadar ketampanan seorang pria berkali-kali lipat dalam kondisi yg hawt begitu....


" sini kubantu..." Rama mengambil handuk dan mengeringkan rambutku yg panjangnya sepinggang ...


" cantiknya istri gue...." kekehnya membalikkan badanku dan menatapku lekat


" gantengnya suami gue... " balasku.. kami tertawa bersama


" capek ??pegel ???" tanyanya ,aku mengangguk


" sini aku pijitin ..."


" bener nih ???" tanyaku menyipitkan mata


" tapi bayar ya..." jawabnya cepat menggendongku ala bridal style ke ranjang pengantin ,mulai dari betis hingga ke tumit kaki... Rama memijitku.


aku dan Rama terlalu lelah untuk melakukan apapun saat ini terang saja prosesi pernikahan yg panjang menguras tenaga ,


"Ram..." aku memainkan jari jariku ,tak enak hendak bicara,tapi Rama malah membawa kepalaku untuk bersandar di dadanya ,kini kami berbaring dalam satu selimut yg sama dengan aku dalam dekapannya,detak jantungnya terdengar begitu syahdu ....


" apa sayang ??"

__ADS_1


aku mendongak semakin gugup saja aku


" kalo malam ini kita skip dulu malam pertama nya kamu keberatan ga ???aku capek banget..."


Rama tersenyum,ia menatapku dengan lekat dibawah temaram lampu tidur ,kenapa senyumnya begitu menggoda, pandangan turun pada sesuatu milikku yg merekah tapi bukan kelopak bunga ,pink segar tapi bukan buah yg baru matang...


ditariknya daguku..., aku terbius suasana yg diciptakan dan menutup mata , kurasakan benda kenyal nan basah menyentuh bibir , kecupan manis mendarat mulus ....lama kucecap rasa manisnya bi*bir yg tak pernah terlihat merokok di depanku , ataupun meneguk minuman beralkohol...kecupan itu berubah menjadi gigitan kecil ,lidah memang tak bertulang namun berhasil menyusup masuk ke dalam susunan rapi gigi ku, mengabsennya satu persatu , Rama mengajakku melayang di atas lautan bunga yg tak berujung...


aku tak ahli dalam hal seperti ini , Rama pun begitu, hanya mengandalkan insting naluriah saja dengan berbekal kata orang... ,ia melepaskan pagu*tan nya


"manis..." ucapnya ,ibu jarinya mengusap bi*birku yang basah karena ulahnya .


" aku juga cape , Ra...yuu tidur besok aku mau ngajak kamu jalan jalan..." ucapnya ,tubuhnya merosot mengambil posisi nyaman


" sini...!! bobo bareng daddy..." ia menepuk-nepuk posisi dalam dekapannya ... aku tertawa


" oke daddy...." jawabku sambil masuk ke dalam pelukannya


drrttt... drrttt....


baru saja aku dan Rama akan menutup mata ponsel kami saling bersahutan , Rama mengambilnya ,itulah dia teman teman tersayang


" dasar otak mesummm...." decihku melihat rentetan pesan yg dikirimkan ,bahkan dengan fulgarnya Andi mengirimkan sebuah video yg haram untuk dilihat... Rama tergelak melihat begitu banyaknya pesan yg dikirimkan


" niat banget mereka keponya..." gumamnya ,sebentar ia menjawab pesan di grup wa kelas


" nikmeh...!!!!rasanya warbiazah...!!! memasuki ronde ke 5 "


aku melotot dengan jawaban Rama


membuat mereka semakin heboh saja menjawabnya termasuk teman teman perempuan yg tak mau kalah ,ia lalu menyimpan ponselnya ,mematikannya lalu kembali menarik selimut


" do'a dulu baru bobo...." ucapnya ,aku mengangguk


degupan jantung nya normal,hembusan nafasnya teratur tenang itu tandanya Rama sudah masuk ke alam mimpi. .


" have a nice dream daddy..." aku mengecup pipinya lalu ikut menyusul


.


.


.


" kyaaaaa.....!!! Rama...!!!" Rama sontak langsung membuka matanya dengan muka bantalnya yg lucu ia terduduk


" yang...ga ada apa??? cara yg lebih mesra bangunin nya..."


" tangan kamu , Ram.. megang ini ku.. " aku menyilangkan kedua tangan di dada ,ia terkekeh


" terus kenapa ?,lagian itu sudah ku beri akte kepemilikan Ra kemaren ,kamu lupa??? ...." Rama langsung beranjak menuju ke luar kamar


aku masih mengumpulkan kepingan kepingan otakku " benar juga..." gumamku


" ayo gantian ke toilet , shalat subuh setelah itu siap siap.... "jawabnya dari ambang pintu


aku membereskan dulu kasur setelah itu mempersiapkan baju ganti untuk ku, kulirik koper Rama di pojok kamar ,


tok..tok..tok....


" Rama!!!kamu ga bawa handuk ??" ketukanku mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi


"aku lupa, Ra..bisa tolong bawakan..." pekiknya dari dalam, aku kembali ke dalam kamar dan membawakan handuk milikku


" nih...!!" tidak ada jawaban dari Rama ,aku menempelkan telinga di pintu kamar mandi pada saat yg berbarengan juga Rama membuka pintunya


" braakkkkk "


aku terperosok ke dalam kamar mandi ,melihat tubuh toples Rama ,aku yg menutup mata,


" Rama...!!!"


hendak mencari pegangan namun aku malah meraih putaran shower hingga mengucurkan air ke tubuhku dan Rama, aku ikut basah...


" huhhh basahhh....!!!" Rama segera memakai handuk dan menjauh dari guyuran shower


" kalo gitu..mau aku mandiin sekalian ???" Rama menaik turunkan alisnya


" Rama ihhh kalo mau buka pintu ngomong dulu..." wajahku memerah sambil menyeka air yg membasahi wajah


" ya udah ntar aku ambilin handuk ...." tawanya melihatku marah tapi menahan malu..

__ADS_1


"ini apaan sih pagi pagi udah ribut di kamar mandi,bikin geger aja..." bang Akhsan yg mendengar keributan ikut nimbrung,


"astaga....!!!pagi pagi udah basah basahan aja..."


aku memicingkan mata " awas awas...aku mau mandi...!!" aku mendorong Rama dan bang Akhsan keluar


" Ra...!!aku ambilin handuk ya...."


.


.


.


.


.


Rama menelfon Gilang menyuruhnya membawa mobilnya ke rumahku ,hari ini Rama mengajakku pergi setelah berpamitan dengan orang rumah ,mobil melaju membelah kota ,semakin menjauhi pusat kota ,memasuki jalanan berkelok ....perkebunan teh terlihat di samping kanan kiri ,aku membuka kaca jendela melihat pemandangan di luar yg sejuk dan hijau kutarik nafas dalam dalam ....


" Ram...kita mau kemana ???" tanyaku ,Rama menoleh dan mengusap kepalaku " liat aja ntar..."


mobil memasuki sebuah villa yang tidak terlalu besar namun cukup asri dan letaknya pun strategis berada di dekat kebun teh namun tidak jauh juga dari pemukiman warga...


aku turun dari mobil , menyapa beberapa warga yg melintas ,melihat lihat sekitar ,tanaman kebun yg memang sudah biasa berada di perkarangan rumah seperti bunga mawar merah yg sedang merekah merekahnya,dan beberapa bunga bakung ,dan tanaman warung hidup seperti tomat dan cabe...tersusun rapi di dalam rak berpot ,cat villa bernuansa putih dan coklat ,mataku mengedar sekeliling rumah yg memang membentang kebun teh yg sangat luas


" Ram...ini rumah siapa ???" tanyaku


Rama mengeluarkan tas berisi baju dari bagasi " rumah orang ..." jawabnya " kamu suka ??" aku mengangguk cepat


" ini villa milik teman Abah ,,,kalo kamu memang suka do'akan saja supaya rejeki kita mengalir dan mempunyai satu yg seperti ini..." jawabnya menurunkan kacamata hitamnya , Rama membuka pintu rumah yg dijaga seorang paruh baya


" ini den Rama???"


" iya nyai..."


" oh iya bapak bilang aden mau kesini ,ini kuncinya nyai pulang dulu ..semua sudah disiapkan dan di bersihkan ,bahan makanan sudah di dapur..." jelas si ibu lalu ia pamit


" nuhun nyai (makasih)...."


aku mengedar mencari kamar


" ceklek...."


mataku membuka selebar dunia mendapati pemandangan di depanku


ranjang dengan taburan kelopak bunga mawar ,satu ranjang penuh....!!! di tengah tengah hanya satu bunga mawar putih dengan tangkai jangan lupakan view jendela yg balkonnya langsung menghadap ke arah perkebunan teh membuatku berdecak kagum ...


" masyaallah ......"


apa semua ini Rama yg menyiapkan sampai lengan kekar memelukku dari belakang...


" kamu suka ???" bisiknya


" suka...pake banget..." jawabku berbalik badan


" cup..." Rama mengecup bibirku


" biar malam pertamanya lebih semangat 45..." kekehnya...


" aku sengaja bawa kamu kesini takut bang Akhsan nguping..." tambahnya...


Rama menggendong ku lalu menaruhku di ranjang ,ia berada di atasku namun tidak meni*ndih


" Ram..." panggilku sedikit gugup dan takut melihat tatapan nya yg sudah mengelam...


.


.


.


.


.


eeaaaaa.....!!!!!


scroll nya cepet banget .. penasaran ya....???


maaf maaf readers.....maafkeun mimin yg kurang aj*ar....ini biar kalian lebih gemes sama mimin .....janji part selanjutnya adegan MP no skip deh...awokawokawok....!!!!

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak....


__ADS_2