Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
ngidam rujak


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


kata kata Rama yang mengiyakan untuk memenuhi keinginan ngidamku terus saja terngiang di otakku bersamaan dengan bayangan segarnya mangga yang belum sepenuhnya matang, sepertinya akan cukup membuat otakku refresh kembali karena penatnya mata kuliah yang cukup membuat otakku menjerit melambaikan tangan ke kamera,aku ingin segera pulang...mau itu diijinkan si pemilik ataupun harus dengan cara lain seperti Rama dulu yang penting aku mau mangga itu.


sudah beberapa hari aku tak menemui Airin dan yang lain seusai kegiatan kuliah karena mereka yang tengah sibuk dengan kegiatan BEM .


Rama sepaket dengan senyuman manisnya sudah nangkring di parkiran bersama si Jagur kesayangan,terkadang aku masih risih dengan tatapan mahasiswa lain yang belum mengetahui kalau aku memang sudah menikah ,mungkin jarang atau bahkan tak ada yang statusnya sama denganku , kondisi perut yang membuncit sudah bukan lagi rahasia, toh aku juga sudah kehabisan akal untuk menutupinya ,menurutku ini bukan sebuah aib yang harus ditutupi dari khalayak umum ,semenjak Rama melarangku memakai celana jeans ke kampus kini kebanyakan pakaianku dress dibawah lutut bermodelkan baby doll dan sepatu flatshoes ataupun sneaker yang tak cukup menambah tinggi badanku.


senyumku cerah kala pandangan kami bertemu ,kalau tidak segera ingat mungkin aku sudah berlari.


" hay dede..??!! gimana pelajarannya?? " tanya Rama mengusap usap perutku , sebelum akhirnya memasangkan seatbelt


" Alhamdulillah luar biasa Allahuakbar..." jawabku semangat lalu terkekeh...


" a..jadi kan hari ini minta mangganya pak Ranu???" tanyaku dengan mata puppy..ia berdehem mengusir rasa tak nyaman, sedikit ragu untuk menjawab kenapa semua yang berhubungan denganku harus berhubungan juga dengan pak Ranu..ia mengeratkan tangan di stir mobil lalu tersenyum getir


" insyaallah..." jawabnya.


sekali lagi ia harus kembali ke jaman itu..


mobil sampai tepat di depan rumah pak Ranu seperti pondok yang asri berikut pohon buah buahan yang memanjakan mata ,apalagi bagi bumil yang sedang ngidam seperti aku.


oke ! salahkan Mita yang menceritakan kisah unfaedah itu padaku , seharusnya ia skip saja adegan curi mencuri buah mangga yang malah menjadi boomerang untuk Rama khususnya.


aku mengusap usap lembut perutku " de..yang sabar yah ,semangatin aja daddynya dari dalem sana..." ujarku , Rama meringis


" de...lain kali mintanya jangan yang aneh aneh .." ucapnya ke arah perutku.


.


.


" udah buruan a..." aku mendorong dorong Rama menyuruhnya masuk ke pekarangan rumah pak Ranu yang terkenal killer ,wajahnya saja sudah ditandai oleh sang pemilik rumah sebagai salah satu wajah pemuda dalam daftar hitamnya.


" yang... ijin dulu sama yang punya...jangan kaya dulu ,,aku ga mau anak kita makan buah mangga hasil curian..." jawab Rama.


" iya udah kaya Robin hood ,keren a...." ucapku yang malah memuji tindakan tak terpuji di hadapan Tuhan dan negara itu , entah kenapa aku malah menyukai sifat badboy suamiku dulu , walaupun sekarang aku menolaknya dengan keras..jangan sampai nanti anak yang ku kandung satu frekuensi dengan ayahnya ,kalau itu terjadi bisa mati muda aku dibuatnya,aku memberi 20 jempol buat Abah dan ambu bisa kuat menghadapi kelakuan Rama selama ini.


" sekeren kerennya Robin hood tetep aja nyuri judulnya yang...." merutuki kelakuannya dulu yang sudah seperti kurang ajaran.


" iya amit amit jabang bayi jangan sampai dede kaya daddy nya ya..." jawabku mengelus elus perut bulatku dikekehi Rama " kalau ga mirip aku mau mirip siapa ,yang ???kalo laki harus seganteng aku yang.. masa mau kaya abay..." tambahnya.


" aamiin..." gumamku.


" assalamualaikum....!!"


" wa'alaikumsalam.....!!!" terdengar suara berat dari arah dalam rumah.


peci hitam yang miring dan kain sarung melorot yang ia betulkan ciri khasnya dari dulu, ia keluar dari dalam ruang tamu menyambut siapa yang datang


wajah sangarnya mengenali sosok Rama yang nyengir lebar ,seakan tau kalau ia adalah buronan lama yang susah ditangkap dan kini malah menyerahkan dirinya sendiri ,alis pak Ranu menekuk tajam


" ini anak bah haji yang dulu sering nyolong mangga saya kan ???!!!" kata nyolong itu seolah melucuti semua pertahanan Rama yang tersenyum getir


kesan pertama yang buruk ,aku menahan tawa yang hampir meledak melihat suami nakal ku ini,lihat lah wajah nya yang mati kutu,bukannya malu tapi aku semakin kagum padanya , Rama bukan takut pada seorang pria tua macam pak Ranu yang kuyakin dengan perawakannya yang terlihat kurus tak bisa disandingkan dengan Rama soal berkelahi ,tapi senakal nakalnya Rama,sebadboy badboy nya ia , Rama masih menghargai orang yang lebih tua darinya,entah jika itu bukan Rama ,,berapa orang gengster bisa ia taklukan hanya dengan tangan kosong tapi tidak dengan orangtua...


" pak.. istri saya lagi ngidam ,kepingin makan buah mangga yang ada disitu " tunjuk Rama sopan


" bisa dituker sama uang pak??atau yang lain, apa boleh ???" tanya nya lagi


pak Ranu menghela nafasnya sambil mengamatiku " tapi ada syaratnya..." jawab pak Ranu ,aku dan Rama mengangkat alis

__ADS_1


" apa pak ???" tanya Rama.


" saya tak butuh uang ..saya cuma mau aa ustadz mengimami shalat fardhu ..saya sangat merindukan dan mengagumi anak anak muda yang mengimami shalat di masjid ..." jawabnya...


aku terbengong dengan jawaban dari pak Ranu , ternyata pak Ranu ini adalah salah satu fans jajaran terdepan dari Rama,lalu kenapa Rama harus takut dengannya ???satu hal yang kupelajari seseorang menjadi takut karena dosanya sendiri..


Rama berkaca memang sudah lama ia jarang lagi mengimami shalat berjamaah di masjid karena kesibukannya,selalu para sesepuh kampung saja yang umurnya sudah uzur yang rajin berjamaah, sepertinya pr untuk nya dan para forum remaja masjid untuk menemukan bibit bibit calon imam dan muadzin masjid yang kini sudah mulai langka karena tergerus jaman ,menjadikan para pemuda sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurusi duniawi dan hiburan semata yang justru akan menjerat mereka pada kemalasan yang haqiqi...


pak Ranu tak seseram kedengarannya, setelah mendapat lampu hijau dari sang pemilik , Rama dan aku di arahkan menuju halaman oleh pemiliknya,sampai dibawah pohon mangga yang buahnya bergelantungan lebat ,mataku berbinar , Rama mulai membuka kemeja dan sepatunya lalu kupegangi ia memanjat naik ke atas , aku mendongak dari bawah menunjukkan mangga mana saja yang harus ia ambil.. setelah dirasa cukup Rama turun bahkan dengan ijin dan keikhlasan pemiliknya semut pun enggan mengganggu Rama


" awas ati ati a...." seruku.


" pak makasih ya.." jawabku gembira menggelantungkan beberapa buah mangga yang dipetik dengan tangkainya.


" sama sama....aa ustadz ditunggu kehadirannya di masjid kampung..." ucap pak Ranu, Rama mengangguk " insyaallah pak diusahakan sebisa mungkin...." jawabnya pak Ranu tersenyum ia pun tau kesibukan Rama seperti apa , pak Ranu ini sering berkumpul dan bercengkrama bersama Abah haji.


" tuh kan a...beliau orangnya baik kok..aa aja yang punya dosa jadinya takut..." ocehku.


" iya...masuk ! ,kita pulang.." jawabnya.


.


.


.


.


sesampainya di rumah masih ada tugas yang menunggu untuk Rama,membuat bumbu rujak


" a...mau kemana???" tanyaku menahan lengannya ,baru saja turun dari mobil dan hendak mendudukkan pan*tat nya di sofa ,titah selanjutnya sudah turun.


" apa lagi ,yang...???" helaan nafasnya menandakan lelah yang ditahan


" bikinin bumbu rujaknya..." rengekku .


" ga bisa yang... nanti kepedesan atau keasinan ..!" jawabnya ,bibirku cemberut, sekarang, kalau Rama menolak atau berusaha mendebat refleks bibirku mengerucut ,hingga membuat Rama mau tak mau menuruti permintaanku,


" iya yang..." ia urungkan niat untuk duduk di sofa lalu menuju dapur dan aku mengekor dengan sedikit berjinjit kegirangan menyerahkan beberapa buah mangga .


" yang enak ya mang,ga nerima yang ga enak soalnya..." seruku


aku menumpukkan daguku di kedua telapak tangan memperhatikan si tukang rujak seksi bin hot... Rama menanggalkan kemeja nya


" mang rawitnya 4 ya..." request an ku...


" siap neng cantik..." jawabnya memberikan jempolnya


" liat ya yang....tukang jamu profesional mau beraksi..." ucapnya jumawa so jago dengan memainkan ulekan dilempar lempar ke kanan dan ke kiri


" ihh jangan dimainin gitu a...nanti jatoh kena kaki ...." seruku ,namun ia dengan gaya selangitnya bak chef pro... hingga


" tukkk....!!!" ulekan itu jatuh tepat di kakinya,mulutku menganga lalu meringis ikut merasakan ngilu


" aww....!!!" sontak Rama tersentak dan mengangkat kaki yang tertimpa ulekan batu


" ya Allah a.... sakit kan ???apa kubilang!!!" aku segera berjongkok meraih kaki Rama yang memerah dan segera mendudukan Rama mengusap dan meniupi jari jempol kaki Rama tapi tak lama aku tergelak


" pffftt...chef pro nya kejatohan ulekan..." gelak tawaku puas sampai perutku terasa kram


" sayang malah ketawa lagi...yang kamu lakukan itu jahattt...!!!" ucapnya membuatku semakin tergelak


" abisnya kamu so so an sih... pake dilempar lempar segala ..." jawabku mengusap air mata yang keluar karena saking puasnya tertawa


" masih sakit ga ???" tanyaku meniupi jempol kakinya


" mesti di sun dulu biar ga sakit..." jawabnya


" kaki kamu kotor ,a..." jawabku menolak dengan menjauhkan kakinya dan berdiri


" jangan dikaki tapi disini..." tunjuknya pada bibirnya sambil memonyongkan bibirnya seperti ikan.


" modus...!! ga nyambung yang sakit kakinya yang pengen di sun bibirnya..." mataku menyipit dengan bibir melengkung seperti bentuk pelangi,sudah tau dan hafal betul dengan akal akalan lelaki buayaku.


aku mendekatkan wajahku ke wajah Rama , Rama yang sudah bersiap menatap lekat pada bibir merahku terlihat menggemaskan tapi bukannya mencium Rama bibirku maju ke arah kuping Rama


" aku nunggu bumbu rujak ,a...dede udah demo nanyain bumbu rujak..." bisikku lalu menjauhkan wajahku menatap dengan memelas dan senyum seindah bidadari khayangan...


.


.

__ADS_1


.


kucolekan potongan buah mangga yang masih berwarna putih itu ke dalam bumbu rujak ,sampai sampai wajah Rama meringis dan menahan salivanya yang lumer saking ngilunya ,sudah pasti rasanya masam " gimana yang ??enak ???" tanya nya jangankan merasakannya langsung, melihatnya saja Rama sudah bergidik ngilu


" emhhh..." aku mencicipi dan merasai bumbu buatan Rama


" enak...!!" jawabku sambil menarik dan membuang nafas karena rasanya yang cukup pedas, sempat berdebat denga Rama karena jumlah rawit yang kuminta tak masuk di akal ,bukan porsi untuk manusia ucapnya


" yang jangan kebanyakan nanti dede kepedesan kasian..." Rama yang menemaniku sesekali meringis ngilu ,ia mengkhawatirkan nasib anaknya di dalam karena diberi makanan yang kurang layak menurutnya ,baru beberapa potong ,aku sudah merasa puas


" sisanya aa yang abisin ,aku udah kenyang...mau istirahat dulu ke kamar..."


kedua alisnya terangkat " aku yang ???!!!" tunjuknya pada dirinya sendiri,aku mengangguk


" iyalah ,masa aku...nanti dede kepedesan a...mana asem banget mangganya kasian dede..." jawabku mengcopy ucapan Rama


" tapi yang aku ga suka makanan pedes..." jawab Rama ,aku merengut kecewa


" makan a...!! dede pengen liat daddy nya makan makanan yang sama kaya yang dede makan....!!" rengekku kini memaksa Rama untuk membuka mulutnya dan melahap potongan mangga muda yang telah di colek bumbu rujak.


" daddy ga cs nih de...masa daddy ga mau..." aku mencari pembelaan pada janin yang kian hari tumbuh kembangnya semakin menggemaskan.


" sekali aja a...." paksaku , Rama tetap bungkam


" demi aku a...demi dede..." ucapku


" oke sekali aja ya..tapi abis itu diobatin pake cium..." tawar Rama.


"ini bukan di pasar a...ga usah maen tawar menawar..." jawabku


Rama melahap sepotong mangga yabg dilumuri bumbu rujak buatannya,wajahnya memerah karena pedas dan menahan rasa asamnya mangga, Rama segera mengambil minum


" gleukk.. gleuk..."


" yang udah jangan diterusin makannya ,itu mangganya asem banget berasa minum cuka..mana bumbunya asinn banget kaya air laut..." sarkasnya mengelap elap lidahnya.


selera wanita hamil memang di luar nalar bagaimana bisa bumbu seasin dan sepedas ini disebut enak batin Rama.


" udah yang buang . ...nanti kamu sama dede sakit perut..." Rama menepis tanganku yang hendak mengambil lagi potongan mangga muda.


hanya gara gara potongan mangga muda saja heboh nya sampai membuat dapur berantakan, aku yang masih merengek meminta bumbu dan buah mangga muda karena dibawa Rama menjauh dan ingin membuangnya , menurut Rama makanan ini tidak manusiawi..aku menahan lengan Rama ingin mengambil kembali buah beserta bumbunya,tapi Rama lebih kuat dan melarangnya keras


" nanti kubeliin yang mateng..yang pantas kamu makan..."


" drrttt...."


" drrttt....."


ponsel Rama bergetar


" a...pasar diserang orang...!!" pekik seseorang dari ujung telfon,raut wajahnya langsung berubah dingin ,ini dia si badboy yang membuat orang bergidik ngeri menghadapinya , dari roman wajahnya saja sudah terasa sampai ke hati dingin wajahnya


" siapa ??" tanyaku saat Rama menutup telfonnya,ia tersenyum namun senyum itu terasa hanya untuk membuatku tenang.


" Rian..." jawabnya " sayang aku harus pergi sebentar aja ,ada masalah kecil yang harus kuselesaikan..." ucapnya menangkup kedua bahuku lalu mengecup keningku lama.


2 tahun bersamanya ,aku tau sikap ini


" a ga mau...!! jangan bertindak yang aneh aneh ya...!!" ancamku menarik Rama dan memeluknya


" engga yang...aku cuma mau menyelesaikan masalah di pasar...bukan masalah besar ko..." jawabnya menenangkan,aku tetap menggeleng


" yang,please kali ini aja ,,,ga semua tentang perkelahian.... sebenarnya ini masalah lama yang udah berlarut larut...." tatapannya memohon meminta pengertian ku.


" kalo gitu aku ikut..." jawabku ,tetap manja padanya seperti tak mau jauh jauh ,agar Rama tak berbuat yang macam macam.


" jangan,yang ...aku ga mau kamu sama dede kenapa-napa..." jawabnya mengusap lembut rambutku.


" sekali ini aja yang,janji ga berantem..." Rama menunjukkan kedua jarinya meminta sebuah kepercayaan dariku.


" janji ???" tanyaku


" insyaallah...." jawabnya menganggukan kepala agar aku percaya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2