
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
" drrttt....drrrttt.....
ponsel Rama bergetar , mereka kini tengah berada di ruang tengah bercanda sekaligus bernyanyi nyanyi bersama ,
" Lang,gantian gue mau angkat telfon dulu..." Rama menyerahkan gitarnya pada Gilang lalu pergi keluar karena berisik
"eh Rama ,kemana ??" tanyaku yg baru kembali dari dapur menyeduh mie kemasan
" keluar ngangkat telfon..." jawab Vina kembali bernyanyi
" Ta,nitip dulu jangan ada yg makan yang makan dido'ain .....matinya berdiri.." kekeh ku
" naudzubillah, Ra amit amit...." Mita dan Rika mengetuk ngetuk tangan ke kepala dan meja
aku menyusul Rama niatnya sih hendak mengagetkannya namun malah aku yg terkejut mendengar obrolan Rama dengan si penelepon
" sukses ...bang...hatur nuhun alias makasih banyak abang udah bantuin Rama ,,,,tapi Nara ga tau kan kalo abang bohong...dimintain Rama???" ucapnya
" whatttt???? jadi ,bang Akhsan boong dan itu semua permintaan Rama.....jadi sebenernya yg adenya tuh aku apa Rama sih....
aku menghentak hentakkan kakiku mendekat ke arah Rama saat ia membalikkan badannya dan mengakhiri panggilannya
"duuarrrrr....."
" Nara..." ucapnya terkejut
aku menatap tajam seakan Rama adalah mangsaku ,lava di dalam diriku sudah mendidih dan siap siap menyembur....
" Rama....!!" pekikku
Rama berlari menghindari ku "aku bisa jelasin .... Ra..tunggu..." bela nya
" ga perlu dijelasin ....kamu jahat Ram..." aku mencoba mengejar Rama dia malah balik menggoda ku
namun karena tak hati hati kakinya tersandung batu dan
" bruukkk....."
ia jatuh ke rerumputan
"hahahhaha" aku tertawa puas sangat puas
" rasain itu tuh karma nya buat pacar dzalim tukang boong...."
aku malah menambahnya dengan beberapa pukulan
" buk...buk...buk..."
"awwww sakit ,,, Ra.......udah cukup oke aku salah Ra.."Rama menahan kedua tanganku dengan mudahnya menghentikan pukulan pukulanku.
" ahhh kiss juga nih... gemes..." ucapnya tiba tiba membuatku membulatkan mataku , pipiku menghangat sebelum Rama melihatnya aku segera masuk ke dalam villa
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
" bruukkk...."
aku menaruh tas ranselku yg terasa sangat membebani tulang punggung dan pundakku si pojokan kamar lalu menjatuhkan tubuhku ke ranjang kesayangan.. melepaskan rasa penat yg menghuni tubuhku ,mataku menatap langit langit kamarku namun pikiranku menerawang kejadian saat di pabrik teh .
Rama , Willy, Kirana saling mengenal namun mereka berpura pura tidak saling mengenal ,sebegitu parah kah masalah diantara mereka ,,,,
.
.
.
.
.
" dasar tukang boong....." ketusku sambil menyendokkan nasi ke dalam mulutku namun pandanganku tak lepas dari orang yg berada di hadapanku siapa lagi kalau bukan si tembok Berlin ,bang Akhsan..
mamah dan ayah yg tak tau apa-apa hanya bisa saling melempar pandang...dam menggidikan bahu .
" anak kecil...." jawab bang Akhsan tak kalah ketus .
" yang ade lo tuh gue apa Rama sih bang...." tanyak yg mulai mempertanyakan kebenaran KK dan akte kelahiran ku ,
" dasar abege labil...marah dikit minta dijemput..." jawabnya .
" ini ada apa sih...?? tanya mamah
" dia tuh mah...makhluk itu...tukang boong " ucapku asal mata bang Akhsan membola .
"wahhh wahhh sekate kate ...makhluk ???seenak udel ngomongnya nih....minta di gelitikin ini mah..."jawab bang Akhsan mulai beranjak dari kursinya...
mamah dan ayah yg mulai terganggu dengan tingkah kami ,menggeleng kepalanya .
" apa perlu mamah ambilin piso di dapur sama gunting rumput biar bisa lebih rame lagi???" mamah berkacak pinggang seketika membuat kami ciut .
" enggak mah..." aku menggeleng kuat .
" maaf....."aku kembali duduk .
.
.
.
.
.
berhubung hari ini libur ,aku memutuskan untuk seharian penuh berada di rumah sepertinya istirahat lebih kubutuhkan dibanding hangout,,pagi pagi seperti biasa aku bersiap berlari pagi dengan harapan bisa bertemu Kirana ,namun sudah hampir dua putaran hasilnya nihil batang hidungnya pun tak nampak sedikit pun ,membuatku frustasi dan akhirnya kembali ke rumah .
" hofff hofff udah lah gue nyerah ....terserah deh...dia mau nongol mau ngga ..."
.
.
.
.
.
kulirik jam dinding waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam untuk mengajakku makan di luar ,sesekali ku tengok ponselku , sebelum nya Rama menghubungi ku kalau malam ini ia akan datang ke rumah aku sudah bersiap siap namun sampai detik ini ia belum juga datang ,aku memutuskan menunggunya di luar ,sudah sepuluh menit aku menunggu nya ,sampai sampai aku celingukan di pintu pagar rumahku untuk mencari sosok yg kutunggu ,tapi sepanjang mata ku melihat hingga ujung jalan Rama dan motornya tak ada aku kembali duduk dengan rasa cemas, sedikit kesal .
"ihhh mana sihh tumben banget ngaret ...." cebik ku
sesekali menghentakan kaki ku ke lantai
mataku menyipit saat sebuah mobil berbentuk mini bus berhenti tepat di depan rumahku ,betapa terkejutnya aku dari mobil itu keluar lah beberapa sosok yg kukenal ...
__ADS_1
" Popy..... Karin.....!!!" gumamku mereka tersenyum lebar kearahku
" Sheila....!!!"pekik mereka aku langsung menghampiri mereka dan membuka pintu pagar,mobil pun kupersilahkan masuk...
kami berpelukan layaknya anak kecil yg merindukan teman teman nya ...
" kalian ko ga bilang sih mau kesini???" aku sangat senang teman temanku dari Jakarta jauh jauh datang ke Bandung untuk mengunjungiku .
aku membawa mereka duduk .
" ya elah Sheila.....ada tamu tuh disuruh duduk dulu kek ,minum dulu kek ..."cibir Popy
"iya nih...kita tuh aus loh jauh jauh dateng ke Bandung cuma buat di teriakin sama ditanyain doang mah meningan gue pulang lagi deh...." ucap Karin.
"hahhaha " aku tergelak.." iya maaf abisnya gue seneng banget ada kalian disini... kaget gue...ga nyangka..."
dari dalam mobil keluar lagi 3 orang laki laki yg sangat kukenal bahkan salah satunya pernah mengisi hatiku tapi itu dulu .
" Robin...." gumamku , menghentikan pelukan manja ku dari kedua sahabat ku ....
ia tersenyum manis masih sama tetap terlihat tampan dan kalem dengan stelan kemeja dan celana panjangnya.
" hay Sheila....apa kabar..??"
" baik..."jawabku singkat.
" ekkhhemm jangan jangan bakalan terjadi CLBK nih.."goda Vian dan Martin.
sedangkan Robin hanya mengulum senyum tersipu malu .
kedatangan mereka hampir membuatku lupa kalau aku memiliki janji dengan Rama bahkan ini sudah pukul 9 tapi Rama tak nampak ...pikirku ya sudah lah mungkin Rama sibuk tapi setidaknya ia mengabariku....ini sama sekali tidak ada chat satu pun darinya .....
teman temanku memutuskan bermalam di rumah , sebenarnya tujuan mereka kesini untuk memberiku kejutan ulang tahun untukku walaupun sudah terlewat,bahkan tak tanggung-tanggung Robin memberiku hadiah berupa sebuah boneka Teddy bear yg besarnya hampir sama denganku yg kini menjadi penghuni baru kamarku ....
.
.
.
.
.
.
.
paginya aku masih dengan rutinitas yg sama,teman temanku sudah pulang tadi subuh ,karena kebetulan hari ini sekolah memberikan libur tambahan seusai acara tempo hari,katanya sih untuk dipergunakan istirahat..
entah memang sedang beruntung atau memang dewi Fortuna yg datang padaku....hari ini kulihat seorang gadis tengah berlari kecil dengan handuk kecil yg dikalungkan di lehernya.
" Kirana...!!!" pekikku memanggilnya
Kirana berbalik dan tersenyum namun belum semua pertanyaan yg sudah kusimpan lama kusampaikan padanya ,Kirana sudah speak duluan yg membuatku mengatupkan bibirku.
" Ra,,,gue lupa sekali lagi bilangin thanks ya buat Rama kemaren malem udah mau nolongin gue sekaligus jadi temen curhat gue...." sontak ucapan Kirana membuatku mendidih ,lebih lebih lagi kecewa yg kurasakan,sungguh aku tak berniat lagi untuk bicara atau bahkan mengutarakan semua pemikiranku lagi .....aku mengangguk lemas dan tersenyum getir " iya nanti aku bilangin...."
"oh iya loe mau bilang apa tadi...??" tanya nya berbalik.
" hah.???oh tidak aku cuma mau nyapa aja..." ucapku yg langsung pamit.
kenapa ????hanya itu yg menjadi pertanyaan ku saat ini .....tanpa terasa sepanjang jalan menuju rumah air mataku terus mengalir .....hingga masuk ke rumah pun aku masih menangis.
mamah ,ayah dan bang Akhsan yg melihat tentu saja merasa heran ,pasalnya aku keluar dengan wajah yg seperti biasanya malah terlihat lebih ceria tapi kini aku pulang dengan wajah yg sebaliknya....
" Nara kenapa ???" tanya ayah mamah menggidikan bahu hendak mengikutiku ke kamar ,namun lengannya ditahan bang Akhsan .
" biar abang saja mah..." ia beranjak dari kursinya lalu mengikuti ku sampai ke kamar...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1