
Bismillah happy reading all 😘
.
.
.
.
.
.
"Yank, ini mboy udah dipakein pampers?" tanya Rama yang menggendong anaknya.
"Udah a..!!" pekikku dari dalam kamar mandi, beginilah nasib seorang wanita berbuntut, mau ke mall aja ribetnya setengah mati, ngurusin suami terua anak. Diri sendiri nomer ke berapa puluh, dua laki laki ku sudah tampan dan i kece, sedangkan aku baru saja selesai mandi. Jika orang orang, di permukaan kulitnya di hiasi tatto bertuliskan nama pasangan atau gambar sesuai keinginannya, tapi jika tatto ku adalah cap bibir Rama berwarna merah keunguan. Mesum?? sudah biasa.
"Tutup matanya mboy !!!" Rama menutup mata Azka dan membalikkan tubuh gemoy bujangku itu saat aku baru saja keluar dari kamar mandi.
"Jangan lihat ya mboy ! ada cewek sexy, tapi muhrimnya daddy itu nak," aku menggelengkan kepalaku melihat kelakuan Rama. Ada ada saja kelakuan ayah anak satu itu.
Celana levis dan atasan blouse pendek cukup sopan dirasa cocok untuk kupakai. Kurapihkan penampilan hanya tinggal sentuhan liptin selesai.
"Ga usah cantik cantik, nanti bukannya jalan jalan malah jadi berantem di mall !!" ucap Rama. Aku menautkan alisku.
"Karena kamu cantik nya kebangetan sampe banjir, cowok cowok pada lirik, akhirnya berantem sama aku !!" jelasnya.
"Harus cantik dong, kan mau jalan sama dua cowok ganteng !!" seruku. "masa iya mau pake daster, dikira mbaknya mboy dong, kamu yang ganteng sendiri. Nanti bukannya jalan jalan tapi aku yang jambak jambakan sama cewek lain !!" jawabku membalas ucapan Rama.
Tiada hari tanpa apel, itulah Rama. Ia menyebutnya begitu... katanya nikah rasa pacaran, padahal dulu kita bertemu dan menikah bukan karena ta'aruf.
.
.
"Mboy mau es krim rasa apa nak?" tanyaku pada bocah gemoyku yang sedang belajar bicara, ia meracau tak jelas pada daddynya.
"Mamaaa...daddaa...!!"
Gerai es krim yang kupilih bersama Rama, kata Rama biar hubungannya makin sweet dan creamy kaya rasa es krim.
"Yank, mau beli baju mboy dulu apa gimana?" tanya Rama.
" Iya a...cari warna senada, soalnya Tasya ma Tian kasihnya warna tosca," jawabku.
Yupp !! akhirnya si boncel dan hulk nya kelas MIPA 3 menikah juga. Hubungan yang sempat di sembunyikan dan backstreet dari semuanya akhirnya sampai di pelaminan, entah kutukan atau semacamnya benci jadi cinta seperti mengutuk para penghuninya. Dimulai dari aku dan Rama, Vina dan Gilang, sekarang Tasya dan Tian, belum lagi yang masih sedang berjuang selain di medan perang tapi di medan percintaan adalah cupid alias Yusuf.
Kami berdua masuk ke dalam store baju bayi ternama dan mencari cari pakaian untuk bayi gemoy kami, memang anak sholeh. Azkara Wisesa tidur dalam strollernya yang di dorong Rama. Sementara aku memilih milih baju untuk unyuku ini.
__ADS_1
Rama yang duduk sambil menunggui anak gemoynya merogoh ponsel, dan membaca chat chat absurd dari teman temannya. Grup chat MIPA 3 tetap ada dan akan selalu ada.
"A..yang ini bagus ngga?" tanyaku.
Rama mengangguk, ia setuju setuju saja. Toh apapun yang dipakai Azka akan selalu cocok di bayi gemoynya ini.
"Lagi liat apa sih? ketawa tawa sendiri?" tanyaku.
"Ini chat MIPA 3, " jawabnya.
"Yank, kita mau ngadain party bujang buat Tian," ucap Rama, meminta ijin.
Aku mengangguk mengiyakan, tentu saja boleh...anak anak MIPA 3 akan gila jika tidak ada papanya dan lebih gila lagi jika ada papanya.
"Tapi kayanya aku ga akan ikut acara pesta gadis buat Tasya, paling ikutan tapi streaming aja via video call !" jawabku.
Aku menyadari aku bukanlah seorang gadis yang bebas lagi, bagaimana pun aku seorang ibu, dan Azka lebih membutuhkanku, bukan karena aku yang tidak solid, tapi acara pesta gadis yang akan diadakan untuk Tasya sampai larut malam, aku tau batasan sebagai seorang istri. Seorang istri sholeha tidak mungkin keluar di malam hari, apalagi saat suami tak ada, istri sholeha adalah yang menjaga harga diri suami dan rumahnya.
"Naam honey !!" (baiklah sayang). Bahkan di tempat umum saja lelaki ini tak malu mengecup keningku. Bukan aku ataupun Rama yang merasa malu tapi karyawan yang kebetulan melirik kami berdua yang blushing sendiri, andai saja ia memiliki pacar. Seketika jiwa jomblonya meronta ronta pingin dihalallin.
Rama pamit, sepeninggal Rama pintu gerbang dikunci. Artinya tak ada yang boleh keluar lagi dari rumah. Palingan nanti abah yang akan mengecek kios di pasar yang sudah beranak pinak cabangnya. Abah sudah tidak lagi segiat dulu sampai ikut turun tangan berdagang di pasar, waktunya kini tersita banyak di satu ruangan penuh berbagai macam jenis mainan khusus untuk anak laki laki, tiada lain dan tidak bukan untuk menghabiskan waktu dengan cucu kesayangan Azkara Wisesa.
Aku merosot dari ranjang, meminta Nia menjaga Azka yang sudah terlelap,untuk menerima panggilan vi-call dari Tasya.
"Daripada pacaran mulu, mening jagain Azka, tapi awas jangan digangguin, teteh mau terima dulu telfon!" pintaku.
.
.
Pekik makhluk makhluk tak berakhlak ini. Yusuf yang sedang bebas tugas kebetulan ikut hadir di acara pernikahan sang sahabat.
"Pa, kasih om Tian kiat kiat dong pa, biar bisa cetak langsung gol !!" ucap Andi.
"Saravvv loe kira maen bola !!" jawab Gilang.
"Noh bocah ilang juga ahli tuh !!" ujar Vian.
"Loe doang yang jomblo Vian !" desis Rio.
"Sesama jomblo ga usah saling menghina !!" jawab Vian.
"Kaya kata Ari lasso, sentuhlah dia tepat dihatinya maka dia kan jadi milikmu selamanya, sentuh dengan sepenuh hati, buat hatinya terbang melayang !!" jawab Rama.
"Kamvrettt si papa malah nyanyi !!" jawab Fajar.
"Emang iya jar, coba deh loe pahami lagunya !!" jawab Tama.
"Ughhhh !! kaka pertama kayanya udah siap halalin Dian!!" seru yang lain mendorong dorong Tama si ketkel.
__ADS_1
"Tapi jangan grusukan ian, jangan mentang mentang dah halal loe seenak jidat, badan loe sama Tasya beda jauh, yang ada si Tasya engap duluan !!" jawab Abay.
"Saravvvv om abay, obrolannya sangaddhh dewasa...!!!" ucup ikut berkomentar, jika di luaran ia akan menunjukkan sikap patriotnya sebagai seorang tentara, tapi jika sedang bersama MIPA 3, maka ia akan menjadi ucup yang dulu.
"Gue cuma mau bilang, setelah nikah salah paham dan masalah pasti selalu ada, ga menutup kemungkinan sampe pertengkaran hebat pun ga bisa di hindari, tapi biasanya ntar kita yang ngalah !!" kekeh Rama ditertawai Gilang dan Abay yang sudah menikah.
Semuanya membeo melongo termasuk calon manten, seketika seperti anak ayam be*go,
"Kenapa pa?? tapi emang bener sih, emak emak memang selalu terdepan !!" decak Rio.
"Hooh kaya emak gue di rumah, babeh gue kalah telak !! panci penyok semua !!" keluh Rifal ditertawai semuanya.
"Loe ga akan kuat men...buat marah lama lama ma bini !!" jawab Gilang, terlihat seperti ia yang sering merasakan. Rama tertawa merasakan penderitaannya.
"Sabar bro, Nara sih ga segarang Vina, ga tau kalo si Tasya !" Rama tertawa renyah.
"Apaan sih pa, dede ucup ga ngerti !!" beonya, dilempari bungkus kacang oleh yang lain.
"Love after war, biasanya bakalan ganas deh, sprei udah berantakan kaya abis perang dunia ke 3 !!" jawab Abay. Seketika semua diam, tapi tak lama merek tergelak. Memang para barisan lelaki absurd.
"Loe ga akan tahan marah lama lama dari bini bruhh, jatah loe di ujung tanduk!!" jawab Gilang.
"Saravvv njirrr ko gue jadi tegang !!" jawab Abay.
" Loe nya aja yang mesum !!!" toyor Rama.
"Gue jadi pengen buru buru nikah kalo gitu !!" ucap Rifal.
"Gue kagak mau ahhh, kayanya kalo denger cerita loe pada, kaya dijajah bini !!" tambah Andi.
"Menikah itu penyempurna agama, jika seorang hamba menikah maka ia sudah menjalankan separuh agamanya, maka takutlah pada Allah SWT untuk separuh sisanya," jelas Rama.
Acara pesta bujang ini diselingi dalil yang membuka mata para lelaki absurd ini.
"Papa dari dulu loe panutan gue !!!" ujar Vian.
"Oke pa, thanks, ntar ntar kalo Tasya marah gue pasti nelfon loe, pa. Dan loe harus angkat telfon gue !!" jawab Tian.
"Hooh, mama aja jadi jinak !!" jawab Andi.
"Saravvv dikira mama Nara singa betina !!" jawab ucup.
"Ko gue jadi kangen bini ya, pasti lagi baringan nyamping nih bikin ngiler !!" ujar Rama.
"Kamvrettt si Rama !!" dorong Abay.
.
.
__ADS_1
.