Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
cinta ditolak preman bertindak


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


Mataku memicing ,tanganku bersidekap bertumpu diatas perut buncitku


" jadi ???!!" sorot mata yang menginterogasi melucuti pertahanan Airin .


" iya ,maaf Ra...abisnya gue belum bisa publikasiin hubungan gue juga !!" senyumnya bisa dikatakan seperti kuda apabila sedang nyengir .


kebersamaan memang selalu bisa meluluhkan hati yang beku ,kalo peribahasa jawa bilang witing tresno jalaran soko kulino ,artinya cinta tumbuh karena terbiasa .


" gue temen loe bukan sih ??" tanyaku .


" iya,iya sorry deh !" ia memelukku ," gue malu, Ra !!" gumamnya .


" iya aunty ,lain kali jangan ngumpet ngumpet kaya pasangan kumpul ke *bo aja yang takut ketauan satpol PP " jawabku .


" ehhh !!" Airin segera melepas pelukannya " ponakan aunty nendang !!" serunya saat bayi dalam kandungan ku membuat gerakan menendang .


"abisnya aunty peluknya erat sih !!" jawabku menirukan suara anak kecil,kami berdua tergelak.


.


.


.


.


" prikitiww....cewek !! cantik banget sih !!" godanya memeluk dari belakang .


dress brokat berwarna ungu tampak cocok untukku ,dengan rambut yang ku gulung hingga Rama dengan bebas menyesap dan mencium tengkuk dan area leherku.


Aku berbalik " aa juga ganteng ! " ucapku mengalungkan tanganku di leher Rama.


Rama mengecup bibirku ,sontak aku tergelak membuat Rama kebingungan " kenapa sih ??" tanya nya. Otak jahilku sinkron ,aku mengecup bibirnya sekali lagi ,kini warnanya semakin memerah bukan merah menyala tapi merah muda.


" godain dong neng Rama !!" colekku ,ia malah mengernyitkan dahi, kutinggalkan Rama dengan kebingungannya sendiri.


" cepet a...yang lain pasti udah pada siap di bawah !" malam tadi aku dan Rama sengaja bermalam di rumah mamah. ,agar tak perlu bolak balik .


Rama turun ke lantai bawah ,mamah menggelengkan kepalanya geli papah pun sama , mereka berfikir tak mungkin dengan sengaja Rama menggunakannya seperti laki laki serong.


" anak muda ....ckck..!! semangat muda ya , Ram ..!harus selalu mesra sampai tua !!" ucap papah , Rama awalnya terheran maksud papah tapi ia mengangguk saja .


" semangat sih semangat , Ram...tapi ga usah di pamerin juga ,kasian yang jomblo nanti !!" ucap bang Akhsan yang baru keluar kamar ,sedangkan aku yang kerjaannya bolak balik kamar mandi karena intensitas buang air kecil yang semakin sering baru saja keluar kamar mandi.


" astagfirullah,!!" aku menutup mulutku,ku kira sebelum keluar kamar Rama bercermin dahulu ,tapi ternyata tidak .


" a ...itu !!" tunjukku ,untung saja hanya keluargaku yang melihat,oma masih berada di kamar sedangkan om tante ku lebih memilih menginap di hotel.


" pfffttt ...." mamah dan bang Akhsan menahan tawanya .


Aku menarik tangan Rama lalu membawanya bercermin " aa kenapa ga ngaca dulu sebelum keluar kamar !!" kekeh ku.


" astagfirullah!!" ucapnya yang menertawakan dirinya sendiri " pantes aja barusan papah sama yang lain ngomong gitu !!" tambahnya.


Matanya memicing ke arahku " kamu sengaja ya ??" menarik tanganku dan menggelitikiku


" ampun a..!! aku kira kamu bakal ngaca dulu !!" pekikku.


" gak apa-apa lah a...seksi !!" pekikku lagi


" hey pasangan kocak ,udahan becanda nya ,udah telat nih !!" teriak calon pengantin sambil mengetuk ngetuk arlojinya ,dengan segera kuambil tisu dan mengelap lipstick,untung saja masih basah kalau tidak akan susah dibersihkan.


Semuanya sudah berkumpul di depan rumah beberapa membawa kotak kotak seserahan sebagai bentuk lamaran ,hanya tengah menunggu para orangtua keluar rumah terutama oma yang harus di bantu ,inilah yang membuatku berdecak kagum ! aku tau luar dalam mereka seperti apa ,tapi giliran ada acara formal seperti ini para badboy yang biasanya tampil nakal seketika jadi pasukan berbatik rapi walaupun tak meninggalkan jejak ke badboy an mereka ,ternyata pikiranku satu paham dengan bang Satria.


" wuihhh !! ckckckck ga nyangka gue cowok cowok badboy seketika berubah jadi kaya petugas catring !!" ledeknya mendapat pukulan telak di bahunya oleh kang Miftah ,aku tergelak sambil memegang perutku , Airin hanya diam meringis pacar baru nya itu dianiaya atas kesalahannya sendiri.


" aduduh perut gue ngilu !! loe kalo ngomong disaring dulu bang ..sat..gue aja ga berani !! kalo petugas catring nya ganteng gini gue mening mojok aja di stand mie kocok!!" kelakarku , sepertinya otakku sedang satu kubu dengan bang Satria.


Rama menggelengkan kepalanya " jadi kalo cakep kamu mau serong ??" tanya nya mengangkat kedua alisnya


" engga gitu ,a...!!" gelengan kepalaku .


" nah...!!! hukum aja Ram ...!!" hardik bang Akhsan


" sat,ikutan stand up comedy sana, cocok !!" sarkas ka Maria.


" dia mah pantesnya ikutan geng emak emak rempong !!" tambah ka Titus, kami melirik ke arah Airin yang berada di samping bang Satria, sebab kata emak emak rempong ini memang tercetus dari mulutnya untuk pacarnya ini.

__ADS_1


" yuu !!! langsung jalan aja !!" pekik papah yang baru keluar dari dalam rumah membawa kunci mobil.


.


.


.


Rumah ka Nisa pun sama halnya dengan Rama masuk ke dalam perkampungan,semua rombongan disambut dengan hangat oleh keluarga ka Nisa ,ka Nisa pun tampil cantik dan anggun .


Di tengah tengah acara suara ribut di luar membuat gaduh ,hingga kami kepo dan melongok keluar ,pemilik rumah mencoba menenangkan


" maaf pak ,bu ada sedikit gangguan !!" ayah ka Nisa berujar tak enak hati lalu menyuruh kerabatnya mengurus keadaan di luar rumah.


" tak apa pak !! silahkan !!" jawab papah .


" ada apa sih a ??" bisikku mengeratkan pelukanku pada lengan Rama,aku selalu paranoid jika ada keributan .


" ga apa-apa ,ga usah takut !" ucap Rama menenangkan mengusap rambutku dan beralih mengusap perutku.


Masalah bukannya usai malah semakin gaduh dan ramai belum lagi suara pekikan beberapa orang laki-laki dengan nada mengancam , Rama dan kang Miftah akhirnya merasa terusik, Rama mengangguk pada kang Miftah ,aku yang melihat itu menahannya .


" a ! ini kampung orang , jangan macem macem !" tahanku di lengannya, Rama tersenyum ia merogoh ponsel dan memutar lagu lagu klasik seperti Beethoven dan Mozart ,yang sengaja ia download khusus untukku memasangkan headset di kupingku .


" sayang dengerin ini aja ya ,jangan dicopot sebelum aku balik ,tunggu sama yang lain di dalem ,jangan keluar !" ucapnya sarat akan peringatan. Aku mengangguk ..lalu Rama dan kang Miftah permisi keluar bersama bang Akhsan didampingi juga pihak keluarga ka Nisa .


Mamah merangkulku dari samping , beberapa kali mamah mengurut dadanya sambil melongok ke arah luar namun karena tersumpak headset jadinya aku tak mendengar suara apapun selain lagu yang diputar , sebenarnya aku penasaran dengan apa yang terjadi tapi aku ingat betul pesan Rama yang melarangku untuk tak melihat keluar atau bahkan hanya sekedar melepas headset yang ia pasangkan.


Sekitar setengah jam aku menunggu , beberapa lagu juga sudah habis terputar ,satu persatu orang yang tadi keluar kembali ke dalam .


Rama kembali duduk di sampingku sedangkan kang Miftah dan bang Akhsan tampak ngobrol dengan pihak keluarga ka Nisa sejenak,lalu kembali ke tempat masing-masing.


Setelah dirasa cukup tenang kembali , Rama mencopot headsetku , terlihat Rama yang sedikit berkeringat dengan baju batik bekas lintingan dibagian lengannya.


" abis ngapain ? keringetan gini ?" tanyaku mengambil tissue dan mengelap keringat di kening dan pelipisnya .


" abis olahraga !" kekehnya ,tak ingin memanjangkan masalah ,aku tak lagi bertanya ,dan sang pembicara meneruskan acaranya hingga akhirnya bang Akhsan dan ka Nisa saling bertukar cincin.


.


.


.


.


" a !! tadi ada apa sih ??" tanyaku ,rasa penasaran masih menggantung menggelayuti hatiku .


" ada masalah sedikit yang !" jawabnya


Malam yang bertabur bintang sayang untuk di lewatkan begitu saja tanpa dinikmati keindahannya, gazzebo belakang kupilih untuk moment itu bersama Rama,posisi favoritku kini duduk di pangkuan Rama dengan Rama yang mengusap perut buncitku dan bibirnya yang tak mau diam menyusuri tengkuk pundak dan bahuku .


" masalah ?? " aku mengerutkan dahiku membalikkan wajahku menatapnya .


" iya , ada pihak yang ga suka kalo ka Nisa di lamar abang ! " jawabnya ,alisku hampir saja menyatu


" hah ??! siapa? perasaan waktu mereka pacaran baik baik aja " aku menimang nimang ucapan ku mengingat masa pacaran keduanya.


" iya masih orang situ ,satu kampung ,nah mereka mau mengacaukan acara ,bawa beberapa preman sambil mabuk mabuk !" jawabnya .


" ya Allah !!! ckckckck kurang kerjaan ,ga gentle tuh orang !!" celaku , kini Rama yang mengernyit


" cinta ditolak preman bertindak " tawaku renyah.


" kalo kamu yang ada diposisi si cowok itu apa yang bakal kamu lakuin ,a ??" tanyaku .


" emmhhh apa ya ?? mungkin sama !" jawabnya membuatku memundurkan wajahku.


" engga deh bukan cuma waktu tunangannya aja ku ganggu tapi tiap hari kukacaukan harinya biar ga tenang !!" ucapnya jumawa.


" ihhhh !!" decih ku menggidikan bahu , Rama malah tertawa dengan respon ku.


" iya kamu emang kaya gitu dulu ! ga pernah biarin aku hidup tenang dari awal masuk ke sekolah ,ganggu !! rese !! tengil !!" jawabku , Rama semakin tergelak


" biar diperhatiin kamu !" jawabnya mencolek hidungku.


Malam ini kuhabiskan dengan obrolan tentang masa lalu betapa sebalnya aku pada sosok Rama.


Esoknya Airin bersungut-sungut menceritakan betapa kerennya Rama,kang Miftah dan yang lainnya membasmi preman kampung kemarin


" emang Rama ga cerita , Ra ??" tanya Airin


" cerita ,tapi cuman garis besarnya aja !" jawabku


" ihhh laki loe keren banget, Ra padahal itu si preman bawa botol pecah, Ra yang satu bawa golok !!" seru Airin ,ia bercerita seperti sedang menceritakan film superhero dengan aksi menegangkan.


" masa sih?? gue ga tau !" jawabku santai ,sudah mulai terbiasa dengan kehidupan Rama yang begitu , meskipun selalu ada rasa takut dan khawatir.


" terus,pacar loe ??" tanyaku balik .


" bang Satria juga ikutan , Ra...gue juga ga nyangka doi bisa keren " pujinya menyunggingkan senyum kagum.


" hari ini terakhir gue di kampus, Rin ...soalnya besok gue udah mulai cuti " lirihku pada Airin


" gue bakal kangen loe , Ra..." ia memelukku dari samping .


" kalo kangen kan loe bisa main ke rumah gue, Rin !" jawabku .

__ADS_1


" pasti ! pasti gue kesana !" ia mengangguk cepat.


.


.


.


.


Hari ini aku sudah mulai cuti dari kampus ,ambu dan Abah hari ini pulang , walaupun rumah tak pernah sepi , selalu ada Wawan dan beberapa orang asisten lainnya tapi tetap saja aku merindukan ketiga orang kesayangan ku di rumah ini,mertua dan adik iparku.


"sayang ! mumpung masih pagi jalan santai yu !! aku temenin ,kata dokter usia kandungan mu harus banyakin jalan " ucap Rama.


Sebenarnya aku malas sekali , perutku semakin membuat aku serba kesulitan ,tapi kata memangnya harus dilakukan, mau tidak mau aku harus lakukan.


" mau jalan kemana ,a ??! panas ??"


"panasnya jam segini sehat ,yang !!" ajak Rama.


Aku membuka lemari dan memilih baju yang cocok ,sebuah training beserta t-shirt plus jaket sudah kupakai


"lihatlah perutku yang seperti badut ini ! jelas terlihat seperti mau meletus saja " batinku seraya bercermin dan mengikat rambut.


Dengan langkah malas aku mengekor di belakang Rama keluar rumah tujuannya berkeliling kampung ,ia tampak asyik menemani bumil jalan santai,nah bumil yang ditemaninya cemberut malas malasan.


" a..! jangan cepet cepet ,nafas aku dibagi bagi !!" nafasku ngos-ngosan


Rama terkekeh " bumil harus semangat, ayo bunda semangat !!" serunya mensejajarkan jalannya denganku ,aku tidak berlari hanya berjalan cepat saja. Baru setengah perjalanan aku sudah minta berhenti,peluhku yang keluar sebesar besar biji jagung yang dipipil mengalir deras.


" a , istirahat dulu , pegel kaki aku ,ga kuat !" ucapku tersengal ini capeknya sama dengan olahraga malam 3 ronde dengan Rama,semenjak kejadian kontraksi palsu, Rama belum meminta haknya lagi sebagai seorang suami ,katanya ia hanya paranoid ,ketakutan kalau ia akan menyakiti aku dan anakku.


Aku duduk di pinggiran jalan dengan tekstur tanah dan rerumputan liar.


" capek ??" Rama berusaha menghalau sinar matahari yang menyorot langsung ke mataku.


" banget !" jawabku mengipasi wajahku, Rama berjongkok dan mengelap peluhku menggunakan handuk kecil. Bila dulu aku langsung melompat ke atas punggung Rama ,lain halnya dengan sekarang ...


" a , pulang aja yu!' ajakku ,ia melirik jam tangannya dan mengangguk ,


Setelah selesai sarapan aku belum langsung mandi ,masih ingin menyelesaikan acara cuci piringku ,bekas barusan agar tak menumpuk pekerjaan ,aku membawa piring kotor dan gelas menuju wastafel di belakang letaknya dekat dengan kamar mandi sedikit memojok dan tertutup


bocil harap skip😄😄 18 +


____________________________________


greppp ...


sepasang tangan melingkar di perutku seperti biasa..


" a..ga usah diendus endus,kaya dogy aja geli ! aku belum mandi masih bau acemm !!" jawabku


" ga apa apa justru wangi ,bikin candu !" jawabnya dengan suara berat ia menempelkan tubuhnya ke dalam tubuh bagian belakangku,terasa ada yang mengeras di bawah sana dan aku tau itu sangat menyiksa Rama, namun ia tak berani meminta .


Aku menghela nafas


" aa pengen ??" tanyaku ,ia tersenyum menggigit kupingku lembut


" kalo memang iya , insyaallah aku ga keberatan a..aku ga apa apa..." jawabku .


" kalo aku minta disini ,gimana ??" tanya nya membuat mataku membola .


" hah ??! disini ?" tanyaku mengulang ,ia mengangguk ,


" takut ada orang ! masih pagi juga !" jawabku .


" engga ada ! Wawan sama yang lain lagi ke RPH sedangkan yang suka bantu dirumah kusuruh ke pasar.." jawabnya entah sengaja atau tidak ,tapi jelas aku tetap khawatir.


aku mengiyakan walau sedikit ragu , Rama menutup pintu dapur ,


"janji pelan pelan,ga akan sampe nyakitin kamu sama mboy..." ucapnya .


aku mengeratkan cekalan ku di pinggiran wastafel ,saat Rama memasukan milik si 'empu gandring nya ' lewat belakang , ingin melenguh tapi kutahan ,aku masih sadar saat ini ada dimana ...


" emmhhhh , enak ..yang !!" ucapnya serak.


suara suara indah yang biasanya mengiringi pelepasan sedikit tertahan ..." ternyata suasana baru ,enak juga yang !!" jawabnya


" pelan a....!" ucapku yang hampir tersengal,cekalanku mengerat hingga buku buku kuku ku memutih ,menahan lenguhan sambil menggigit bibir bawahku.


Hingga akhirnya saus vanilla itu menyembur deras di dalam .


" aku nyakitin kalian ngga ???" tanyanya membalikkan badanku ,wajahku yang merona menggeleng .


" ya udah cepet pake lagi celana kamu ,terus mandi sebelum pada balik , kamu mandi aja di atas aku bakal mandi di bawah ...!" ucap Rama memungut celananya.


.


.


.


Gila saja aku ,dibawah guyuran shower aku tersenyum sendiri mengingat kejadian barusan , bisa-bisanya aku dan Rama begitu seperti tak ada kamar saja.


" daddy mu dek ....!" gumamku


misi misi...aa Rama dah ga tahan ,mau puasa soalnya...😄😄

__ADS_1


__ADS_2