
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
seakan dihantam dengan sesuatu yg keras hingga hancur, seperti itulah kepercayaan ku saat ini pada Rama....
seperti ini rupanya rasanya kecewa saat kita sedang sayang sayangnya,,,,
tok...tok...tok.....
" Ra....loe ga apa-apa???" pekik bang Akhsan dari balik pintu
tak ada jawaban dari ku " Ra...kalo ada apa apa cerita..." pekiknya lagi.
dengan suara bergetar aku menjawab " ngga ... Nara ga apa-apa bang...."
"dibalik ucapan ga apa-apa seorang wanita itu selalu ada sebuah masalah....."
ceklek
bukan bang Akhsan namanya kalau menyerah begitu saja ,tanpa mendapatkan hasil apapun ,dasar abang ga ada akhlak ....ga tau apa adenya lagi sedih dan ga pengen diganggu..
" dibalik ga papa nya loe pasti ada apa apa deh...mau cerita???" ia duduk di pinggir ranjang mendekatiku yg tengah tertelungkup menenggelamkan kepalaku di bantal.
__ADS_1
sebenarnya aku bingung tapi tidak ada salahnya aku bercerita pada abangku ,ditambah aku tau menolak pun tak ada gunanya doi pasti akan tau entah itu dari mulutku sendiri maupun orang lain,,,,,begitulah abangku yg selalu overprotektif padaku .
" Rama???" tebaknya .
aku mengangguk pelan ,aku bangun dan memposisikan diriku untuk duduk
" kenapa lagi???" tanya nya jengah
aku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir ,dan well sudah dapat ditebak bagaimana reaksinya...
"gue cuman mau kasih saran sama loe ....mening loe obrolin dulu sama Rama jangan main ambil keputu....."
belum ia selesai aku sudah memotongnya
" bang ,bisa ga sih mulai sekarang loe ga usah ikut campur di urusan pribadi gue... loe juga belain terus Rama....gue cape bang .....mening sekarang loe keluar deh...." aku mendorong punggung bang Akhsan untuk segera keluar dari kamarku.
" aduuhhh Ra ga usah dorong dorong juga....ya udah gue pergi gue cuman mau kasih tau jangan sampe loe nyesel ntr..." tak lama bang Akhsan pun pergi.
.
.
.
.
seharian ini aku suntuk modd ku benar benar jatuh...dan buruk .....
" tring...."
ponselku berbunyi kulihat ada notif aku buru buru meraihnya namun semakin mood ku berantakan,itu hanyalah pesan dari Inggrid cs ,yg mengajakku keluar ....aku berfikir kenapa tidak aku keluar...?? mungkin setidaknya akan memperbaiki mood ku , melupakan sejenak masalah antara aku dan Rama...aku membalas mengiyakan ajakan Inggrid,,dan mulai bersiap-siap.
Inggrid,dan yang lain sudah menunggu di bawah , sebenarnya bang Akhsan kurang begitu suka pada mereka sejak kejadian mereka membawaku ke night club... namun untuk kali ini ia akan menerimanya karena aku yg memintanya untuk tidak lagi ikut campur masalah ku..
" yu...." ajakku " mah... ayah Nara pamit ya.... assalamualaikum..."
" iya hati hati...." jawab keduanya
sudah sekitar 2 jam kami keluar ,,,kesana kemari mencari penghiburan diri ,,,,namun pikiranku seolah hanya memikirkan Rama,rasanya saat bersama Robin saja aku tidak seperti ini.
" Ra..loe baik baik aja kan??? tanya Willy saat kami sedang makan di cafe...
aku tersentak dengan sentuhan tangannya " hah...gue ga apa-apa lagi ga mood aja..." ucapku sekenanya seraya melepaskan tangannya dari tanganku ,
" oh iya masalah di villa ,,,,,gue sama yg lain minta maaf ya.... terlihat raut wajah menyesal dari Willy dan aku tak melihat sebuah kebohongan , sebenarnya aku masih kesal dengan sikap jahat mereka yg sudah keterlaluan tapi aku selalu ingat pesan Rama "Allah saja maha pemaaf ,kita sebagai umatnya harus bisa saling memaafkan.."
__ADS_1
cie Nara ketularan sholehnya Rama nih
aku mengangguk pelan dan bergumam sebagai jawaban lalu mengaduk aduk jusku dengan sedotan dan menyeruputnya.
" eh...gimana kalo kita ke club balik dari sini...???" usul Dea membuatku menggeleng cepat ...aku sudah berjanji pada Rama dan juga bang Akhsan kalau aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku ke tempat itu lagi kalau Rama menyebutnya dengan tempat lucknut meskipun aku tengah marah padanya tapi tidak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati kepercayaan nya.
" ohhh ayolah Ra....ini kan sore jadi loe ga akan kena marah nyokap bokap .
aku menggeleng lagi " kalian aja biar gue pulang aja..."tolakku..
" guys jangan maksa yg ga mau napa " ucap Gibran menengahi.
" ga apa-apa kalian duluan aja ke club pake mobil gue ,biar Nara gue yg anter pake taksi ntar gue nyusul " ucap Willy,menatap ku penuh pengharapan meminta jawaban,
" ga usah Will...gue bisa pulang sendiri...."
dengan dalih gadis tidak boleh pulang sendiri akhirnya aku menerima tawaran Willy ,kami berpisah di depan cafe setelah Willy memesan taxi online .
sebuah mobil berhenti di depan kami Willy membukakan pintu mobil unttukku namun belum aku masuk ,sebuah tangan tiba tiba mencekal tanganku dari arah samping aku yg refleks berontak lalu menoleh.
" Rama..!!!!" seruku ....
" sorry Nara balik bareng gue..." tatapannya tetap tenang namun terlihat jelas seperti sebuah ancaman melihat Willy...
tak basa basi ia menarikku .
" Nara pergi bareng gue pulang pun harus sama gue..." ucap Willy aku merasa sikap tenang mereka hanya untuk menutupi amarah yg mereka pendam satu sama lain ,aku merasa ada diantara dua kubu yg tengah bersitegang..
" Nara pacar gue...." balas Rama yg mengeratkan pegangannya di tanganku ,hati ku terasa tergelitik mendengar Rama mengucapkan kalau aku adalah pacarnya entah itu merasa senang atau justru merasa getir .....
" oke ..fine...." Willy mengalah dan menyilahkan kami pergi .
" sorry ya Will..." ucapku tersenyum nanar
" no problem Ra..." dengan rahang yg mengeras, setelah Rama membawaku menjauh terlihat Willy menendang angin untuk melampiaskan kekesalannya.
" lepas...." dengan sekali sentakan aku berhasil melepaskan tanganku dari pegangan tangan Rama yg dilonggarkan nya .
" aku bisa pulang sendiri...." ketusku sambil melipat kedua tanganku .
" cieee marah ya....makin gemesin siii...."
ya Allah...masih saja dia bisa bersikap seolah-olah tidak pernah melakukan kesalahan,,,,,oeyyy peka dikit napa....
" yuu pulang...aku cape ngikutin kamu ampir seharian....." ucap Rama meraih tanganku dan menarikku menuju tempat motornya terparkir ,
__ADS_1
" tu..tunggu...seharian????" aku menautkan alisku