
happy reading all 😍
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" aku siap....kapanpun kamu mau halalin aku "
Rama terkesiap ,secepat itu aku memutuskan ternyata usahanya menyindirku tiap waktu membuahkan hasil ..., do'a di setiap sujud malamnya di dengar oleh Allah, refleks Rama memeluk dan mengangkatku " Alhamdulillah....!!!"
aku kaget bukan main sambil memukul mukul pundaknya
" Rama...turunin ga ???! maluuu...ih....!!" malam malam berteriak dan gendong gendongan tak ayal akan memancing tetangga berhamburan keluar ,bisa bisa kami dinikahkan dan diarak malam ini juga oh...tidak itu bukanlah pernikahan impianku...
" makasih Ra...makasih honey..."
" tapi Ram....aku bingung..." Rama berangsur menurunkanku " kenapa ???" tanya nya, tak peduli walau ia masih memelukku
" ga mungkin kan kita nikah biayanya minta papah atau abah...aku ga mau..lagian nanti aku mau dikasih makan apa setelah nikah..." aku merengut..
" dikasih makan nasi lah masa daun...nanti kamu jadi kambing..." kekehnya
"maaf ya,aku belum kasih tau kamu sebelumnya.. sebenarnya sudah lama aku bekerja...aku nyambil jadi karyawan desain grafis di salah satu perusahaan percetakan...awalnya aku hanya karyawan infal membantu teman, tapi ternyata kemampuan ku mumpuni dan memuaskan pihak perusahaan...aku juga membantu menjalankan usaha Abah, Ra..."
pantas dulu terkadang Rama selalu menghilang dengan alasan memiliki urusan ,seusai ngampus Rama juga sering menyuruh Bayu menjemputku atau tidak bersama bang Akhsan ,yg kutau ia hanya membantu Abah saja ..
" ko gak bilang..." jawabku
" Ra..sejak memutuskan melamarmu, aku tau akan ada tanggung jawab yg menunggu ku di depan sana...menikahi seseorang bukan hanya sebatas hidup bersama dan menikmati sentuhannya tapi lebih dari itu tanggungjawab lahir batin ,dunia akhirat nya..." jelas Rama
" so ???"
" aku sampaikan kabar ini pada Abah dan ambu....tunggu kabar dariku ..." jawabnya ia menyatukan keningnya ke keningku ,hawa nafas menyegarkan menerpa wajahku " makasih Ra..."
tatapan itu...selalu berhasil menyihirku , Rama melihat arlojinya" ya udah ...aku pulang ini sudah jam setengah sembilan...abah pasti sudah pulang dari masjid..." Rama mengurai pelukannya berpamitan pada orang rumahku lalu pulang
" mah..." aku duduk di sofa meringsek ke dalam pelukan mamah yg sedang menonton ,sikapku mengundang tatapan dari papah dan bang Akhsan
" kenapa dek ??"
" Nara siap...." menghirup aroma menenangkan tubuh mamah memberi kenyamanan untukku
" siap apa ???" tanya mamah mengernyit ,matanya yg fokus pada tontonan emak emak generasi z mulai serius menghadapku
" iya loe dek..maen siap siap aja..." tanya bang Akhsan ,mereka tau kalau sikap ku yg sudah seperti kucing rumahan yg sedang bermanja-manja pada mamah itu berarti aku sedang menguatkan diri dan pasti obrolannya serius..
__ADS_1
" ngomong yang bener Nara..!!" papah yg keseriusannya menghitung laba rumah makan sedikit terusik ..dan menutup pembukuannya.
" Nara siap kapanpun Rama mau ijab qabul..." cicitku
" Alhamdulillah....." ucap mamah , beda dengan dua pria di depanku yg melongo ..
" loe yakin Ra???"
" kamu yakin ???bukannya kemarin kemarin kamu masih kekeh bilang ga mau cepet cepet??" tanya papah
" insyaallah pah..." aku melepaskan pelukanku di perut mamah ,beringsut turun menunduk di depan lutut mamah ,sekejap suara televisi mendadak mengecil , iya lah bang Akhsan menurunkan volumenya...
aku bersimpuh di lutut mamah " mah...ijinin Nara menikah dengan laki-laki pilihan Nara...ijinin Nara untuk melepas tanggung jawab papah sama mamah dan menyerahkannya pada Rama..." tak terasa air mata sudah sampai di ujung hidung dan menetes di celana bahan mamah...ku taruh kepalaku di paha mamah sesenggukan,bang Akhsan berdehem mengusir rasa harunya ...dan beranjak dari tempatnya ke sebelah mamah mengusap usap punggung ku..
mamah menyeka air yg menggenang di pelupuk matanya " iya...mamah ijinkan..." suaranya bergetar aku mendongak, mata yg sudah memerah kini beradu pandang dengan mamah yg sudah berurai air mata ,mamah menarikku ke dalam pelukan hangatnya ,pelukan hangat ini...yg nantinya akan sangat aku rindukan lututku bergeser menghadap abang kesayangan ku
" sungkem yang bener...." serunya menghibur diri
" bang... Nara minta ijin...buat merit bang...makasih karna udah jagain Nara selama ini,udah jadi abang Ter the best buat Nara...ijinin Nara..." suaraku semakin tenggelam dalam keharuan dan kesedihan tak sanggup melanjutkan..
" udah.. Ra...udah... jangan bikin abang nangis buat perdana karena bakal kehilangan adek di rumah dan bikin abang jadi jadi bungsunya mamah sama papah..." ucapnya menghentikan ucapanku yg sudah berubah sesenggukan yg mendalam...
" abang rela , Ra...loe langkahi..yg penting loe bahagia.. bahagia loe bahagia gue...yg paling penting gue rela nyerahin loe sama Rama...gue yakin Rama bisa bertanggungjawab atas diri loe..."
" bang...hiks...hiks ..." aku mengelap air mata dan ingus yg membasahi pipi dan hidung
" jorok loe Ra..ihhh" decih bang Akhsan
aku berpindah ke papah " pah...ijinin Nara dipersunting Rama pah..." papah mengusap pucuk kepalaku dan menciumnya seolah aku masih lah gadis kecilnya
" papah ijinkan...selesai sudah tanggung jawab papah membimbing Nara...kini papah limpahkan semuanya pada Rama..."
aku berdiri lalu duduk di samping papah " kapan adek memutuskan ???" tanya papah
" apa yg bikin adek berubah pikiran ???"
" Nara mau mencoba berfikir positif pah dan mempercayai Rama...lagipula Nara tak mau nantinya Nara ataupun Rama berbuat khilaf dan tergelincir pada jurang maksiat.."
" baguslah kalo pikiran adek sampe ke situ..."
" loe udah ngomong ke Rama??"
" udah bang...katanya Rama juga mau kasih kabar dulu ke keluarganya.." jawabku
panjang umur , begitu orang bilang baru saja dibahas orangnya sudah menelfon....
.
..
tanganku semakin gemetar mengingat ucapan Rama barusan kalau besok siang Rama beserta keluarga akan datang ke rumah ,astaga!!! mataku tak bisa terpejam...
baju apa yg harus kupakai???
apa yg harus kulakukan??
bagaimana aku harus tersenyum???
_________________
" assalamualaikum....."
__ADS_1
" wa'alaikumsalam......"
kudengar dibawah sudah sangat ramai ,itu artinya Rama sekeluarga sudah datang ,mamah dan papah menyambut , begitupun bang Akhsan yg sudah membawa ka Annisa turut serta kesini ,biar ga dikatain kalah sama adik
" dek , Rama udah sampe...!!" pekik bang Akhsan sambil mencomot kacang di depannya ,sontak saja mendapat pukulan dari mamah dan ka Annisa...
aku menghela nafas dan turun ,hari ini aku memakai dress putih selutut dengan rambut yg ku ikat satu ,terlihat Rama yg tampak tampan dan lebih dewasa ,terlintas di pikiranku Rama yg selalu pecicilan dan konyol yg masih memakai seragam putih abunya dan jaket levis kesayangannya,kini berganti tampilan menjadi Rama yg tampak cool dan dewasa memakai kemeja lengan panjang.
perbincangan alot nan santai tercipta di ruang tamu , para orangtua sibuk memilih tanggal pernikahan dan merinci setiap budget yg harus dikeluarkan... Rama mengangguk saja,karena urusan uang sudah ia serahkan pada ambu tinggal bagaimana kebijakan orangtua saja untuk mengaturnya , aku bersama Rama, Gilang,dan Nia berada di halaman belakang
" teh..teteh yakin mau nikah sama aa ???" tanya Nia
Rama ikut mengernyit mendengar pertanyaan adiknya ,jangan sampai keyakinanku goyah lagi karenanya
" yakin.. emangnya kenapa ??" tanyaku " iya bocil ga usah ikut ikutan..." sarkas Rama.. Gilang malah asyik dengan dunia game onlinenya sendiri katanya itu adalah pekerjaan sampingannya setelah membantu abah dan Rama ...
" teteh ga serem sama aa...."
" kenapa sih ??aa kamu emangnya kenapa ??" Rama juga semakin bingung dibuatnya
" aa kan...kalo bulan purnama berubah.." tawa Nia pecah melihat ekspresi ku ,tapi Rama sepertinya sudah biasa
aku menyipitkan mataku " jadi berbulu gitu ???" tanyaku mengimbangi candaan Nia
" bukan siangnya Ramadhan malemnya Rahmiati..." gelaknya , Rama menyumpalkan kue yg ada di piring ke dalam mulut Nia
aku ikut tertawa " Ra...kamu ga keberatan kan klo seandainya nanti kita tinggal di rumah Abah ...??" tanya Rama aku mengangguk " iya.."
" do'akan saja aku , Ra...agar rejeki ku lancar bisa menabung untuk membeli gubuk yg layak buatmu..buat keluarga kita..."
" asiikkk !!! Nia ada temennya dong..kapan kapan kita bobo bareng ya teh...kadang aa tuh suka lembur sampe malem teh ,kalo lagi kerja..."
Nia saja mengetahui Rama bekerja,kenapa aku tidak ....
" ga bisa...!!! ga boleh...!!" sarkas Rama
" dihhh belum juga nikah ,udah pelit..." decih Nia...
" Ra...aku minta sama orangtua kita untuk mengucapkan ijab qabul di hari ulangtahun kamu..." ucap Rama ,aku menoleh itu artinya hanya tinggal dua mingguan lagi...
" hah ???! cepet banget??" jawabku
" kenapa ???katanya siap kapan aja ??"
" i...iya sih...tapi kan aku belum siap siap juga Ram..nikah tuh banyak banget yg harus disiapin" jawabku
" biayanya ???apa kamu udah siap ???"
" kamu ga usah khawatir, Ra...kamu ga keberatan kan kalo pernikahan kita ga mewah ??' tanya Rama
aku bukanlah tipikal wanita matre ataupun senang hidup bermewah-mewah ,aku hanya khawatir Rama akan terbebani akan hal ini .... setidaknya walaupun sederhana tapi tetap membutuhkan biaya yg tidak sedikit...
" insyaallah, Ram...aku bersedia...selama itu sama kamu..."
.
.
.
.
__ADS_1
.
.