
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
" Ram,tunggu sebentar ihh..capek...!! " aku menyeka keringatku , pagi ini setelah shalat subuh Rama mengajakku melihat sunrise dari atas perbukitan
" mau kugendong ???" tawarnya
aku menggeleng " engga ..malu..." jawabku
dengan nafas yg hampir tersengal akhirnya kami sampai di puncak bukit ,kuhirup nafas dalam-dalam.. kesejukan yg begini nih... membawa aura positif dalam diri ...
" punteun bu /permisi bu...." kami mengucap permisi pada setiap ibu ibu pemetik teh yg kami lewati ,pagi sekali mereka sudah hendak bersiap siap , sepertinya senyum ,salam dan sapa diterapkan dengan baik disini...
Rama membersihkan bekas batang pohon yg sudah ditebang sebagai tempatku untuk duduk
" duduk ...." pintanya
" Ra ...!! " panggilnya,aku menoleh seraya tangannya merapihkan anak rambutku yg mencuat keluar dari ikatan.
" aku ga bisa kasih bulan madu mewah layaknya cerita di novel...atau kasih kamu kehidupan yang glamour, tapi aku bakalan berusaha untuk membuat kamu hidup layak ,kamu mau kan mendampingi aku dari nol," pintanya
udah kaya slogan station pengisian bahan bakar saja ....
tak tau sejak kapan Rama ku ini menjadi seseorang dengan sejuta ketakutan ,kini semua ucapannya hanya takut aku akan meninggalkan nya.
aku membawa tangannya dan menggenggamnya " Ram...kalau aku menerima laki laki hanya karena harta mungkin bukan kamu sekarang yg ada disampingku,jangan pernah meminta agar aku tetap mendampingimu disaat kamu sedang berjuang ,karena memang itu sudah kewajiban ku ...aku menerimamu karena aku mencintai semua kekurangan mu ...."
sinar kemerahan menyorot sempurna berbarengan dengan Rama yg menyatukan keningnya di keningku
" makasih..."
" Ram...sejak kapan sih kamu jadi melow gini ??" tanyaku
" sejak aku terlalu takut kehilanganmu...."keluar juga gombal recehnya .
" kalau gitu buang rasa itu jauh jauh , Ram...jadilah Rama ku yg dulu,yang sudah membuatku jatuh cinta, Rama dengan segala kekurangannya..."
Rama tertawa " Ramadhan yg bandel???" tanyanya ,aku mengangguk sambil tertawa
" Ramadhan yg tak tau malu ???" aku kembali mengangguk dan tertawa
" Ramadhan yg suka gombal ???dan usil ???"
" iya....". aku mengangguk " Ramadhan yg sedikit gila..." tambahku ,wajahku ditangkupnya dihadiahi kecupan di semua permukaan wajahku
" asal gombalnya cuma sama aku doang..." jawabku ,kembali ia mengecup ku
" Ram...jangan kaya gini.. nanti kita digerebek..dianggap pasangan mesum... " ucapanku mengundang tawa renyahnya
" kalo gitu dengan bangganya bakal kutunjukan buku hijau ku..." jawabnya
" terus kata mereka bilang..... kamu sombong....!!!" tantangku lagi
" aku bakal bilang gini..... jelas... istri saya cantik...anaknya bapak Farhan Yudhistira...."
" kalau mereka bilang ,kalian bukan contoh yang baik ,ga boleh mesra mesraan di depan umum...." tantangku lagi
tangan yg masih menangkup wajah ku beralih mengapit pipiku menekan nya hingga bibirku terlihat monyong seperti mulut ikan.
__ADS_1
" kalo gitu aku bakal bilang ,ya udah sayang.. yuu kita ngamar..." jawabnya
aku tergelak lalu seketika terdiam " NGGA..!!!" aku lalu pergi meninggalkannya,
" honey....!!!" Rama mengejarku
.
.
.
" hari ini kita pulang...,bereskan semua barang-barang mu..." ucapnya "pulang kerumah Abah..." tambahnya lagi.
" iya..." dibalik kata iya ku tersimpan perasaan rindu yg teramat untuk keluarga ku ,mamah, papah,bang Akhsan...
.
.
.
.
.
" Ra...ambu mau melaksanakan acara ngunduh mantu.." ucap Rama saat kami sudah sampai kembali di villa
" kapan ???"
" sepertinya seminggu setelah acara pernikahan kita kemaren deh " jawab Rama
sebenarnya aku malas sekali harus melaksanakan acara yg menguras keringat lagi tapi apa boleh buat ,permintaan perdana mertuaku...
" hemmm oke deh...." aku celingukan melihat lihat isi dapur
" kamu ngapain, Ra??"
" aku mau nyiapin sarapan Ram...mau liat ada apa di sini..." jawabku tanpa melihat Rama yg berdiri di ambang dapur
"emang kamu bisa masak ???" tanya Rama meremehkan
" jangan panggil chef Nara kalau masak aja ga bisa .." ucap ku penuh keyakinan sambil menguncir rambut ku membentuk cepol satu diatas
" hemmm??"aku menoleh
ia menarikku pinggangku memeluknya posesif " kamu kalo diiket gitu ,yang bawah bangun..." ucapnya pelan
" hilih...aa ustadz nya aja yg mesum..." aku melepaskan pelukannya" daripada liatin terus leher aku ,meningan bantuin aku masak...sini.." aku menarik tangannya ,dan menyuruhnya mengiris bawang dan sayuran .
" oke sebagai suami idaman ,aku bantu..." ucapnya jumawa.
" gini gini juga aku dulu pernah ikutan ajang masak di TV, Ra..." ,aku mengulum senyum " iya deh percaya ...." jawabku
.
.
.
.
.
" hiks...hiks....!!" Rama mengusap sudut matanya,
" sayang kenapa ???" tanyaku
" ga apa-apa, Ra..." aku melirik apa yg dikerjakan oleh Rama,
" bwahahahahahah...." aku menahan perutku yg mulai sakit karena tertawa ,aku mengambil ponsel
" jeprett...!!!"
seorang Rama yg sedang mengiris bawang dan berurai air mata ,kukirimkan foto itu di story Ig ku
" preman pasar vs bawang merah...." seraya cekikikan
sontak saja ribuan balasan netizen memenuhi kolom komentar..
Gilang _029 : wah besok besok keamanan pasar bakal diganti sama bawang merah...😲si Nara tega...
__ADS_1
Rid one : Ram...miris mata gue liat predikat loe disandingkan dengan bawang...😣😣
aa Bay : astaga naga idola kampus suami suami takut bawang ....😂😂
Vina_Lang : susis....😃
banyak juga yg mengasihani Rama dan terpesona dengan yg dilakukan oleh Rama terkhusus perempuan, kebanyakan menambahkan emoticon love dan menyebut Rama calon suami idaman termasuk Airin yg bilang kalau Rama suami idaman ....aku menutup ponselku lalu kembali berkutat dengan kompor
kini aku mulai menumis bumbu dan memasukkan sayuran ,namun mataku menyipit melihat wortel berbentuk love...
" ini apa ??" tanyaku
" kangkung...! ya wortel atuh sayang..." jawabnya
" bukan maksudku ini motongnya........"
" dibentuk love...biar unik yang...kan aku potong dengan cinta... "
aku menggelengkan kepala dengan kelakuan Rama lagipula kalau sudah masuk perut wortel itu tak akan berbentuk lagi , Rama..... ya sudahlah tak mau memperpanjang aku masukkan saja wortelnya ke dalam masakanku
.
.
.
" emmmhhh wangi, Ra...." Rama membawa aroma masakanku menuju hidungnya
" kalau tau dari dulu kamu bisa masak , udah kulamar dari masih janin..." ucap absurdnya disampingku
aku mendelik " mana bisa.. Ram...jangan ngaco ,udah mateng yuu makan..."
Rama menyendoknya dan memasukannya ke dalam mulutnya " emmhhh enak , Ra...besok besok aku mau kamu masakin aku..." ia menyendokkan lagi nasi beserta lauknya
" nggeh ndoro..." jawabku
.
.
.
.
aku menatap lurus kearah kebun teh ,tapi pikiranku jauh menembus itu , melamunkan kebimbangan yg kurasa , semilir angin siang yg menghembuskan kesegaran dedaunan teh menerpa kulitku
seketika mataku menjadi gelap ,tanpa harus berpikir atau menerka nerka aku sudah tau ini siapa ,aku sangat hafal aroma tubuhnya ditambah hanya ada aku dan Rama saja disini
" Rama...! ga usah so so an adegan sinetron deh..." jawabku ia terkekeh lalu memelukku , menumpukkan dagunya di pundakku
" lagi ngelamunin siapa hayooo ???" tanya nya ,aku tidak berontak atau mengubah posisiku,menikmati suasana alam dan kondisi ini ,kini aroma yg kucium bukan hanya udara sejuk alam namun ditambah dengan aroma yg sangat membuatku candu...
" bukan siapa tapi tepatnya apa ???" ralatku
" oke ngelamunin apa ??"
" Ram...kalo nanti aku ikut kamu ke rumah abah , apa aku masih bisa ketemu mamah sama papah..???" tanyaku sendu
" boleh dong masa iya aku larang ,kamu mau tiap hari kesana juga aku ijinin ,,,asal inget aja kalau kamu punya suami..." jawabnya ,senyumku mengembang
" kalo nginep ???" tanyaku lagi
" boleh lah..asal sama aku...,aku ga mau ya Ra tiba tiba kamu tinggal jadi duda sehari..gara gara kamu kangen mamah..." ucapnya memanyunkan bibirnya,tampak lucu seperti tokoh kartun si paman donald....
" tas udah diberesin kan ??ada yg ketinggalan ga ??udah jam 11 nih nanti keburu sore ....kita kan mau beres beres barang kamu di rumah biar nanti malam kita udah bisa pulang ke rumah Abah,besok kan udah ngampus lagi..." Rama membalikkan tubuhku
" udah ko...ga ada yg ketinggalan...." jawabku
"kalo gitu ,yu...kita pulang....nyai juga sudah nunggu di depan..."
aku memakai jaket dan mengambil tas selempang ku menatap ranjang itu lalu tersenyum geli...
Rama memasukkan tas kedalam bagasi lalu kami berpamitan dengan nyai ,
sepanjang jalan aku tertidur karena jujur saja sejak datang kesini aku jadi sering bergadang ....
.
.
.
__ADS_1
.
.