
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
aku mengeratkan selimut yang mulai melorot ,satu kata ..dingin.....!!!! wajahku mendongak menatap wajah tenang laki laki yang selalu membuat gombalan receh namun mampu membuatku menembus langit ketujuh...
kusentuh dada bidang yang polos tanpa sehelai pun benang yang menutupi ,wajahku masih saja bersemu mengingat pergulatan semalam ,mana ada tukang pijat macam ini.
" cup..."
bibir kenyalnya mengecup lembut bibirku ,tangannya menyentuh punggung polosku ,di dalam selimut mengeratkan pelukannya.
" dingin yang ,sini peluknya yang erat..." ucapnya dengan mata terpejam.
" ga usah nempel nempel nanti yang dibawah bangun lagi ,aku capek..." jawabku , Rama terkekeh.
" engga yang..cuma pingin peluk aja...."
" hari ini, aku sama Abah mau ke Pangalengan lagi..." ia mulai membuka matanya.
" oke ....sesuai janji ,aku ikut..." jawabku,ia mengangguk .
.
.
.
.
aku turun dari kamar menuju dapur yang sudah menyuguhkan pemandangan dan aroma yang lezat...duduk di meja makan sambil mencicipi goreng pisang ambu seraya mengobrol di pagi hari memang sungguh nikmat.
" ambu.. Nara mau ikut abah sama aa ke Pangalengan..." ucapku .
" oh neng Nara mau ikut cek peternakan??" tanya ambu,tangannya sudah terbiasa dengan suhu panas dari minyak goreng...hingga terkadang tangan yang mulai ada keriput nya itu memindahkan letak pisang goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan agar tak jatuh dari piring.
Rama turun dari kamar dengan stelan casual , Sabtu Minggu memanglah happy weekend,sebisa mungkin waktunya memang sepenuh nya untuk ku.
jalannya yang sedikit dipercepat di bagian anak tangga membuat rambut basahnya naik turun ,hufft terbayang jika di luaran sana ciwi ciwi pasti akan pingsan dibuatnya.
" cup.."
" pagi ,ambu...!!" emang otak dan hati tak pernah sehati itulah yang terjadi saat ini ,otak nya sih berniat menyapa ambu tapi hatinya menggerakkan bibirnya mengecup pipiku.
ambu tersenyum melihat tingkah putranya itu si preman bucin...aku yang menjadi korban mendelik sinis pada sang tersangka si pemberi ciuman tanpa diminta ini yang sedang menampilkan gigi gigi rapihnya,
" ambu yang disapa ,neng Nara yang disun... bilang aja modus..." protes ambu
" itu mah akal akalannya aa aja mbu..." Nia selalu begitu datang bagai asap tak tau kapan datang tiba tiba langsung terasa ...
" baru liat teh cerita cerita di novel tuh ternyata ga fiktif semua teh...." ucap Nia
" maksudnya???" tanyaku .
" iya kirain kalo tokoh novel itu mustahil adanya.. tapi hari ini aku jadi saksi kalo tokoh novel itu nyata adanya ..." jawab Nia muter muter kaya komedi putar.
aku semakin bingung dengan arah pembicaraan Nia begitupun ambu dan Rama
" interupsi..ga ngerti..." pekik Rama pada adiknya sambil tangannya terampil membuat susu ibu hamil,sudah ahli rupanya ,tanpa fokus penuh pun Rama sudah mahir membuat nya seperti sudah menjadi refleks tangannya untuk mengambil susu sesuai takaran dan juga air yang kadar hangatnya sesuai seleraku.
" aa mah apa yang ngerti atuh...." decih Nia yang kesal ,karena abangnya yang tak pernah mengerti ataupun peka seperti tokoh tokoh di dalam cerita drakor yang sering di tonton nya,maklum saja Rama tak pernah menonton drama yang bisa menguras air mata layaknya di gosok bawang ,ataupun berbunga bunga layaknya berada di taman mawar, yang ia tau bagaimana caranya bertahan diantara semak belukar jalanan.
" aa ngertinya bilang i love you..." kekehnya padaku ,dengan memonyongkan bibirnya ke arahku hendak mengecup lagi pipiku namun tanganku menghalangi ,hingga akhirnya telapak tanganku lah yang ia kecup,
" nah itu... ! cerita novel tuh kaya gini...badboy insyaf terus jatuh cinta dan bucin , jadinya kaya alay bin lebay...judulnya tuh badboy bucin...!! " jawab Nia tak tanggung tanggung mengatai kakanya sendiri.
__ADS_1
" pfffttt...." aku dan ambu mengulum bibir menahan tawa..
" tukkk...."
" aww...."
Rama menjitak kepala sang adik dengan mulut mercon nya yang super blak blakan.
" aa ihh..." aku tertawa sembari mengelus kepala Nia yang diketuk oleg Rama.
" udah nih minum dulu susunya ,sebelum nanti kamu yang aku minum..." Rama menggeserkan gelas susu di depanku sambil tersenyum smirk ,ambu sudah terbiasa dengan keusilan anak anaknya sedari kecil.
.
.
.
.
Rama masuk ke dalam mobil begitupun Abah dan aku ikut masuk , sejam lebih perjalanan menuju Pangalengan,mobil melaju ke daerah perbukitan disini sangat jarang rumah warga ,tapi bukan berarti tak ada hanya saja terhalang oleh kebun yang luas dan tanah lapang yang cukup luas juga , sungai yang masih bersih...jarang jarang jaman seperti ini masih ada sungai yang bersih seperti ini .
" neng... pemandangan sama udara disini bagus buat perempuan hamil...masih seger " ucap Abah memecah fokusku yang melihat keluar jendela.
Rama melirik dari spion depan ke arahku.
hidungku sudah mencium bau bau kotoran sapi ,itu artinya peternakan sudah dekat
suara menggema saling bersahutan dari sapi sapi yang diternakkan disini bagai suara sambutan,disana juga ada beberapa pegawai Abah yang bekerja disini, merawat sapi sapi ...
langsung saja Abah disambut dan dibawa ke peternakan, aku dan Rama mengekor.
sapi yang diternakan disini gemuk gemuk dan sehat,menandakan kualitas daging yang dijual Abah memanglah berkualitas tinggi,
"a apa disini cuma sapi daging aja ,ga ada sapi perah gitu ???" tanyaku pada Rama seraya berjalan sambil menggelayuti lengannya.
" ada yang..! tapi belum banyak...hanya sekedar untuk konsumsi pribadi aja kadang kalo ada yang pesan baru dijual..." jawab Rama " kenapa mau liat ???" tanya nya ,aku mengangguk ,kebetulan disaat yang sama karyawan disana sedang memerah su*su sapi...dengan berbekal ember dan air hangat ,mataku membola melihat cara memerah sapi ,aku sontak menutup mata Rama
" a... jangan liat..!! por*no*aksi....!!" pekikku , Rama tergelak .
" kenapa ??takut dipraktekkin di rumah..??" seraya melepaskan tanganku dari matanya,
" ihhh..." aku menepuk bahunya sedikit mendorong ,si karyawan yang masih muda itu tertawa melihat interaksi ku dan Rama
" teteh mau coba???" tanya nya padaku ,aku menggeleng " engga mau ahhh..." takut saja saat aku meraba raba ,si empunya marah disangkanya aku melakukan pel*ece*han sek*sual.
" si teteh ada ada aja..."
" kamu aja a...aku pengen liat ,kamu merah su*su sapi..." ucapku melihat lihat hasil perahan sebut saja Asep...
" yakin ???ga akan cemburu ,aku gerepehin selain kamu ??? betina loh dia, yang.." kekeh Rama yang seolah olah sapi itu wanita cantik saja.
" iya engga , paling udahnya dia aku labrak udah godain suami orang...." jawabku membalas kelakar Rama ,sambil menunjuk si sapi yang anteng anteng saja walaupun sedang di ghibahin,kasian kamu pi...dimiliki seorang yang memang tingkat kekonyolan nya diatas normal.
Asep menggelengkan kepala nya mendengar ucapan absurd kedua majikan gila nya ini.
aku mendorong dorong Rama," cepet a... tiba tiba dede pengen su*su murni..." ucapku ,akhirnya mau tak mau Rama mencoba memerah demi tak mau melihat anaknya ileran nantinya padahal itu hanya sebuah mitos yang sampai sekarang sering dipercayai semua orang,ia mengambil posisi Asep ,sebelumnya ia mencuci tangannya .
Asep memberi tahukan caranya memerah sapi, tiba saat giliran Rama yang melakukan,aku berada tepat di belakang Rama yang duduk di bangku kecil disamping sapi yang asik mengunyah rumput.
" bismillah...." ucapnya ,aku terkekeh harus kuabadikan kapan lagi seorang idola kampus tertangkap basah sedang melakukan pel*ece*han ...begitu beruntung nya sapi ini bisa disentuh sentuh oleh seorang idola kaum hawa...
" yakin nih ,yang ! ga akan marah ???!!" tanya Rama lagi
" ih bawel banget...engga !" jawabku
" srrootttt...!!!"
" srrootttt....!!!!"
susu keluar....mengisi ember kaleng namun tak sebanyak saat Asep yang melakukan nya,ternyata memang manusia tidak akan ada yang hebat dalam segala hal.
" a...pake perasaan dong kaya Asep..." protesku seperti seorang kritikus.
ia menoleh " jangan pake perasaan yang nanti aku suka dan berpaling..." jawabnya konyol membuat Asep sontak menutup mulutnya
" maaf ya sep...aa emang kurang satu strip..." kesalku menahan malu atas kekonyolan lelakiku ini.
Asep tertawa , " dih sayang nih...kurang satu strip juga kamu cinta mati...." jawab Rama kembali fokus pada aktivitas nya.
" iya iya...biar cepet...." jawabku cepat.
akhirnya dengan penuh perjuangan susu sudah didapatkan ,segera Asep membawa ke dapur dan memanaskannya agar bisa kuminum ,sambil menunggu susu nya siap , aku berjalan jalan mengelilingi sekitaran peternakan , sebenarnya pemandangan disini indah , hamparan kebun yang belum di tanami apapun, masih berupa semak dan beberapa petak kebun teh saja yang rata tingginya, memanjakan mata karena warna hijaunya ,daerah yang berada di perbukitan membuat nya lebih tinggi dari daerah sekitarnya membuat pemandangan di sekitar nya terlihat jelas ,disebelah peternakan sebuah bangunan pengolah biogas dari kotoran sapi masih belum rampung sepenuhnya namun sudah digunakan, terlihat beberapa karyawan juga bolak balik tengah sibuk bekerja ,aku memilih duduk di tempat yang cukup strategis untuk melihat keseluruhan pemandangan....menepuk nepuk batu besar yang ada disana untuk kujadikan tempat duduk
" segelas su"su murni hangat buat dede sama bunda..." segelas sus*u hangat tepat di depan wajahku,aku tersenyum mendongak ke arah si pembawa...
" makasih daddy nya dede...." aku meraih gelas berisi sus*u lalu mencicipinya
" gimana rasanya gerepehin punya yang lain ???" tanyaku tertawa renyah.
__ADS_1
" ga enak...takut dosa...!!" jawabnya aku tergelak dan mengacak gemas rambut Rama.
" lucu banget sih suamiku...." aku meneguk kembali sus*u hingga tandas.
" lebih nikmat pegangin punya kamu..." ucapnya tanpa malu ,memangnya harus malu pada siapa,disini tak ada siapapun hanya ada rumput yang bergoyang tertebak angin, maklum saja obrolan fulgar ini ia ucapkan.
" byurrrr.......!!!" aku menyemburkan sisa su*su yang ada di mulut ku.
" astagfirullah...!!! mulutnya.....!!!" sarkasku memelototi Rama.
" ga ada orang ini yang....." jawabnya
" daddy mu ini ga usah di dengerin,dek..." aku mengusap-usap perut yang mulai terlihat membulat
" yang...aku mau kasih kamu sesuatu...." ucap Rama ,aku menyimpan gelas di sembarang tempat
" apa ???" tanyaku
Rama menyerahkan satu amplop coklat besar- padaku ,aku mengernyit " apa ini ???"
tiba tiba saja otak ku diserang rasa takut yang teramat ,sebuah amplop coklat besar ??? pikiran ku Travelling pada hal yang tidak tidak...apa surat cerai ???!!! ah tidak tidak ...!! tidak mungkin...tapi bagaimana jika iya ??? apa aku akan menjadi janda muda dengan anak yang belum lahir...masa iya cuma gara gara disuruh merah sapi aja sampe mau diceraikan....
" buka aja...!" jawabnya .
" jangan jangan kamu mau menceraikan aku ???" tanyaku
" astagfirullah...!! mikirnya kemana aja...ga mungkin aku ceraikan kamu , Ra ....sampai kapanpun !!,mau kamu yang mohon mohon buat aku ceraikan kamu juga ga akan pernah aku lakuin hal yang dibenci Allah yang satu itu..." jawab Rama sedikit sewot
" maaf ,abisnya itu kaya surat,a..." senduku menyesal sudah mengucapkan kata yang Rama sebut kata terlucknut..dan haram untuk diucapkan...
" jangan sebut kata itu lagi..! ga akan pernah ada kata haram itu diantara kita Ra....!! ga akan ada lagi jalan kamu untuk keluar dari hidup aku , Ra..." Rama menarikku dalam peluknya,dan terdiam sejenak meredakan deru nafas yang naik turun .
"terus itu apa ,a...??" cicitku dalam pelukannya
Rama menyerahkan amplop coklat yang dibelakang nya ada tali yang terlilit ,aku membukanya dan mengeluarkan isinya , melihatnya dengan seksama
" ini....." aku menjeda ucapan ku,saking terkejutnya aku sampai terbengong.
" milikmu... hadiah untuk bunda nya dede ... untuk istri terlove..." jawabnya tersenyum.
mataku mulai berair terharu , bagaimana tidak sebuah surat sertifikat rumah di daerah perbukitan tak jauh dari sini, tepat nya rumah villa dulu yang pernah disewa Rama saat pertama kali nya aku menyerahkan sebuah kehormatan untuknya ...
" punyaku ,a ???" tanyaku , Rama mengangguk ,aku menangis di pelukannya
" maaf belum direnovasi,soalnya uang tabungannya belum cukup , belum lagi masih harus nabung buat dede...." jawabnya ,aku menggeleng..sudah cukup..ini saja sudah cukup untukku tak perlu hadiah apapun lagi ...
" makasih..." ucapku bergetar " ini udah lebih dari cukup,a..aku ga perlu hadiah... cuma butuh kamu ada bersamaku ,buatku udah cukup..." tambahku meringsek masuk ke dalam pelukannya sambil menangis terharu.
"apapun buatmu , Ra..." jawabnya ." i love you,sayang..." tambahnya mengecup kepalaku.
galaksi Bimasakti saja sepertinya tak cukup besar bila dibandingkan dengan besarnya rasa cinta dan sayang Rama..
" a.." panggilku menjauhkan wajahku , Rama mengusap sisa air mataku.
" hemm..."
" weekend nanti liburan di sana yuu...bareng yang lain sebelum Gilang sama Vina nikah..." pintaku
" boleh...." jawabnya ,aku tersenyum semanis madu asli lebah hutan...
" a..jadi beberapa bulan kamu sampe lembur ,cuma buat kasih aku rumah ini..." ucapku merasa terharu.
ia mengangguk " sebenernya memang dapet bonus dari bos sih, Alhamdulillah..rezeki bunda sama dede ,di kantor dapet project dan klien suka " jawabnya .
" dan yang lebih besar itu dari bos yang ini,bonusnya sampe tumpah tumpah..." jawab Rama
" emang aa kerja dimana lagi...??" tanyaku penasaran, sebenarnya berapa banyak pekerjaan yang Rama ambil untuk menafkahiku ,aku tak mau ini sampai membuatnya sakit ...
" mau kukenalin sama bos ku yang kaya raya, adeknya raja minyak dari Arab..." tawar Rama,
" boleh...emang ada disini???" tanyaku .
" ada..." Rama menarikku untuk mengikutinya...alisku bertaut hingga hampir menyatu ,saking penasarannya .
" bah...ada yang mau ketemu sama bos nya aa..." pekik Rama pada Abah ,yang sedang mengecek kondisi sapi sapinya.
" siapa ???!!" jawab Abah tak kalah memekik
" nih..katanya mau kenalan sama bos juragan sapi..." jawab Rama membawaku ke hadapan Abah ,aku tertawa tergelak ,jadi ini bos Rama yang super kaya itu yang katanya adeknya raja minyak dari Arab... yang katanya ngasih bonus gede sampe tumpah tumpah...
.
.
.
.
.
__ADS_1