
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"Nara...!!!" pekik Dea dan Inggrid aku menoleh
" kenapa De???"
" sini..sini...bentar deh ....."
aku menurut , Dea dan Inggrid tersenyum semanis mungkin pasti ada udang di balik tepung deh..
" Ra...kita denger loe kenal sama murid baru ya...???temen loe ??? boleh kalii kita diajakin kenalan..." ucap Inggrid tanpa malu.
ahh..benar rupanya kalau ada pindahan anak rupawan nan tajir selalu menjadi viral dimana-mana.
"Kenzi maksud nya...???" tanyaku
mereka mengangguk" sumpah kaya oppa oppa gitu...gue denger juga anak pejabat ya ... kenalin dong...." pinta manja Dea
" kita bersaing secara sehat ya De..." ucap Inggrid menyipitkan matanya.
" oke...kuy..." jawabnya
" gimana Ra ???"
aku menghela nafas panjang sebenarnya aku malas apapun yg berhubungan dengan Kenzi,justru aku tengah menghindari nya tapi melihat puppy eyes mereka ,siapa tau kan nanti Kenzi kepincut dengan salah satu dari mereka,dan masalah ku teratasi setidaknya aku tidak perlu lagi mencari cari cara untuk menghindari Kenzi .
" oke deh...ntar aku kenalin " jawabku malas malasan
di kantin Rama mencari cariku ,matanya mengedar ke seluruh pojokan kantin " Vin... Nara mana ???"
" tadi sihhhh ke toilet dulu tapi sampe sekarang ko belom balik aja...." jawab Vina yg sama sama mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
" ya udah gue titip ini dulu ,,," Rama menaruh piring batagornya dan segelas es jeruk di meja dekat Vina
" bukk..."
karena sama sama tak fokus Rama bertubrukan bahu dengan seseorang, keduanya saling menatap penuh kekesalan.
" sorry..." Rama meminta maaf duluan ...
dengan congkaknya Kenzi menepuk-nepuk bahunya yg tadi bertubrukan dengan Rama,lalu menelisik Rama dari atas hingga bawah, Rama menautkan alisnya , bingung dengan apa yg dilakukan si anggota boyband kW ini.
Kenzi tertawa meremehkan " jadi ini cowo yg sering nempelin Nara .. .." ucapnya sinis , Rama hanya terkekeh geli mendengar kata nempelin....
__ADS_1
" ga kebalik tuh ...harusnya gue yg ngomong gitu ini dia cowok yg sering nempelin pacar orang..." ucap Rama tak kalah dingin. sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
Kenzi terlihat mengepalkan tangannya,rahangnya pun sudah mengeras , wajahnya mulai memanas terlihat dari urat urat yg tegang...
" satbang.......!!!" pekiknya ,namun Rama tak mendengarkan ia lebih memilih pergi meninggalkan Kenzi dan kemarahan nya.
" loe liat aja ..Nara cuman punya gue apapun yg gue mau harus jadi milik gue..." ia meninju ninju tembok dihadapan nya meluapkan amarahnya.
" Nara..." aku menoleh ke arah suara , senyumku terbit
" hey...lama ya ??maaf ya...barusan abis dari toilet dulu..terus ada yg ngajak ngobrol..."
Rama mengacak rambutku " iya ga apa-apa ,yu ke kantin ...emang siapa yg ngajak ngobrol...??"
Rama meraih tanganku dan menggenggamnya " Inggrid sama Dea..." jawabku jujur.
Rama sedikit mengubah ekspresi nya ke mode waspada" ohh...tumben..."
" iya mereka minta dikenalin sama Kenzi..." jawabku lagi , Rama tiba-tiba menghentikan langkahnya membuatku ikut berhenti " berhenti ko ga bilang bilang sii .."
Rama tersenyum getir" maaf ....sakit ga ???" tanya nya melihat aku mengusap keningku yg menubruk punggungnya .
" dikit...kenapa sih...??" tanyaku .
" ga apa-apa yu batagornya nanti keburu dimakan Vina..."
----------------------
hari ini aku menemani Rama ke pasar ,
" assalamualaikum abah...." sapaku sambil hendak meraih telapak tangan Abah yg jemarinya dipenuhi cincin Ali beraneka warna apalagi pada jari tengahnya yg tampak paling besar kurasa hampir menyerupai biji jengkol....
" wa'alaikumsalam.. eh...ada calon mantu Abah....jangan salam dulu ,neng...tangan Abah bau daging nanti jidatmu bau amis..." jawab Abah yg menarik tangannya ke belakang.
aku mengangguk setuju
" ehh si abah dianya sendiri yg mau ikut...biarin bah biar nanti terbiasa kan calon istri harus tau kerjaan suami..."
" istri..istri....sakola heula nu bener (sekolah dulu yang bener)..!!" sarkas Abah , kami tergelak....
" assalamualaikum...punteun ..... A'a ... A'a Rama bukan ???" tanya seorang pria berumur sekitar 20 tahunan berpakaian kaos namun rapi,sontak mata kami tertuju padanya .
Rama mengangkat alisnya sebelah " iya betul saya Rama ada apa ya ???"
" bisa ngobrol sebentar...??" tambahnya. Rama menoleh pada Abah dan padaku bergantian , Abah mengangguk lalu Rama pergi bersama laki laki itu.
sekitar 15 menit Rama kembali namun sendiri
" kenapa A...???" tanya Abah yg sudah penasaran
" itu ,bah...kayanya itu timses salah satu caleg....mau ijin nempel poster disini ...." jelas Rama menggigit timun dari kios sebelah yg ia comot sambil meminta ijin si pemilik dagangan " buu...nyungkeunnya (minta ya)....
" mangga ..." jawab si ibu
aku menatap nya dengan melotot " ihh kebiasaan..." ia hanya cengengesan sambil tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yg rapi dan putih sedang mengunyah timun.
sedangkan aku duduk di samping Abah sambil menyimak hanya manggut-manggut dengan pembicaraan ayah dan anak ini .
" nih..." Rama menyodorkan kertas berfotokan calon pemimpin daerah berdasi yg siap mengemban tugas sebagai wakil rakyat di meja anggota dewan dengan mata yg berkantung bukti lelahnya ia bertugas sehingga untuk tidur pun sulit hingga terkadang saat rapat paripurna sering tertidur....
" apa ???" kata Abah dengan polosnya
" kalau kalau Abah penasaran dan mau coblos...." kata Rama " Rama kasih buat Abah gratis ....." semakin memajukan kertasnya .
Abah menerima " hahhhh buat apa paling sama si Ambu dibikin buat bungkus bala bala /bakwan...." tambah Abah dengan wajah tak berdosa nya...
sungguh terbayang kalau berjodoh aku menjadi mantu Abah haji ,tiada hari tanpa tertawa....
__ADS_1
" ihhh ulah gitu atuh bah...(jangan gitu atuh bah...)" wajahnya terlihat jelas menahan tawa, memang sungguh terlalu abahnya ini.
aku penasaran dengan foto caleg yg seperti nya tak asing buatku .
" coba Nara liat bahh...." dengan senang hati Abah memberikannya padaku,dan benar saja mataku menyipit untuk memastikan nya
" ini kan ayah Kenzi...." gumamku
" masa ,coba liat ???" ucap Rama
" ohhh...." Rama hanya berohria sambil tersenyum getir melihat nya ...
" ya sudah,, A...tolong bilang sama kang Jajang ,Abah butuh 20 kg lagi untuk hari ini ,dan nanti antarkan kesini...." pinta Abah
" oke siap bah laksanakan..."
aku dan Rama keluar dari pasar menuju tempat jagal milik Abah kebetulan dekat dengan rumah Rama ,,,
" Ra... sekarang aku antar kamu ke tempat les dulu ya baru ke tempat jagal..." ucapnya ,aku mengangguk saja , selama bersama Rama aku senang senang saja ,bahkan semua kegiatannya kini kusukai menurutku Rama unik tidak seperti kebanyakan remaja pada umumnya dia tidak pernah malu dengan semua yg dilakukannya ,aku semakin kagum ...
" jaketmu mana ???" tanya Rama sebelum pergi ,aku menggeleng
" tadi kesiram jus sama Mita..." jawabku
Rama melepaskan hoddie nya lalu memberikannya padaku ,,aku mengangkat alis sebelah
" pake... dingin...." ucapnya
aku menerimanya lalu memakainya aku sedikit tenggelam didalamnya ... Rama tergelak " ga apa-apa...bagus ko.." ucapnya
____
" jangan nakal...kalo ada yg gangguin kamu panggil namaku 3 kali..." ucapnya datar ,justru membuatku tertawa
" kaya syaitan...!! dateng ga ???" tanyaku
" dateng dong kan panggilan hati....." jawabnya
" dihh... dihhh... gombal..."
" ya udah masuk...nanti kujemput..." aku mengangguk , Rama memberikan punggung tangannya ,aku mengerti maksudnya sambil tersenyum aku meraih tangannya dan mengecupnya
" assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam...."
---------------
" hay Ra..." Kenzi ternyata sudah duduk di tempatnya aku mengedarkan pandangan ku mencari tempat duduk kosong tapi tak ada lagi selain di sebelah Kenzi ,nasib Ra...
" hay Ken..." ucapku malas
" kamu ko telat...??" tanya nya
mataku memutar bola mata malas " iya aku jalan dulu bareng Rama..." jawabku
seketika ekspresi Kenzi langsung berubah giginya menggertak tangannya mengepal " Ra..." wajahnya terlihat memerah mendengar kata Rama
" sebenarnya kamu dan Rama ada hubungan apa ???"
ya Allah Kenzi udah segitu lama kamu sering liat aku bersama Rama baru nanya sekarang aku kira kamu sudah tau...
aku menghela nafas panjang ,mungkin aku harus banyak banyak sabar
" Rama itu pacarku ...." jawabku sambil mengeluarkan alat tulis dari dalam tasku tak begitu peduli pada Kenzi
" brraakkkk....!!!!"
__ADS_1