
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
aku senang bercampur khawatir,senang karena akhirnya aku tidak mengecewakan siapapun , khawatir karena Rama di luar sana ,dan aku tau apa yang akan terjadi kalau tidak lebam ya...amit amit....aku menggelengkan kepala
" ihhh...aa minta dihajar...!!!" gumamku marah .
aku memegang perutku yang masih rata ,terlintas bagaimana wajah kedua mertuaku barusan ,hari hari mereka akan sangat bahagia ke depannya begitu pula wajah kedua orangtua ku nantinya saat kabar ini kuberitahukan
drrttt....drrttt.....
" Rika ??!" aku mengernyit ,tumben sekali si karyawan toko seksi ini menelfonku malam malam... Rika memang bekerja di sebuah toko sepatu di Bandung .
" assalamualaikum, Ra..."
" wa'alaikumsalam,sist...??!" ucapku ,senyumku melengkung ,rasanya aku kangen sekali pada Rika sudah lama tak jumpa.
" Ra... apa Bayu sudah pulang ???apa dia singgah dahulu ke rumah Rama???" tanya nya ,sontak membuat keningku berkerut , Rama memang berucap kalau ia pergi dengan ketiga temannya , tapi kemananya aku pun tak tau.
" engga ,ka emang kenapa ???mereka belum pulang..."
oh ya aku sampai lupa Bayu akhirnya menembak Rika yeeyyyy..... sudah beberapa bulan mereka berpacaran.
suara Rika tampak sangat mengkhawatirkan, sepertinya Rika tau sesuatu yang aku tak tau...hatiku makin cemas memikirkan nasib calon ayah dari anakku .
" ka... sekarang loe dimana ???loe tau sesuatu yang gue ga tau ???" tanyaku ,namun Rika diam ia seperti bingung ,aku bukan wanita naif ,mendengar kebingungan nya aku bisa menyimpulkan ada yang tidak beres disini ,aku mematikan sambungan telfon ku,bergegas keluar sampai aku lupa dan balik lagi untuk memakai celana panjang ,aku mengetuk ngetuk keningku sambil tergesa
" neng...., mau kemana ,malem malem ??!" tanya ambu yang menghadangku ,tentu saja akan susah meminta ijin pada kedua mertuaku ini terlebih pada malam hari , sepertinya setelah tau aku mengandung calon cucu mereka , keduanya akan berubah seposesif Rama...alasan apa yang harus aku lontarkan agar mendapat restu kedua mertuaku tersayang.
" ambu...dede pengen beli martabak keju..." bohongku
" ya sudah suruh saja Wawan ya..."
" Wan....!!!! " pekik ambu pada salah satu karyawan abah yang juga merangkap asisten rumah tangga.
" ambu...!!ambu ga usah Nara pengen beli sendiri ...pengen liat cara bikinnya...." ucapku kembali bohong,mohon ampun ambu....
" tapi neng....wanita hamil tak boleh pergi keluar malem malem...wangi buat dedemit. " ucap ambu..
" please....ijinin Nara mbu..." aku mengiba.
" kenapa ambu ???" tanya Abah keluar dari kamarnya ,makin sulit saja untukku mendapatkan ijin ,aku terpaksa mengeluarkan jurus terakhir ku si air mata buaya... aku sesenggukan ,mudah sekali untuk ku akhir akhir ini untuk menangis
" eleh eleh kenapa malah nangis neng.. ??" tanya Abah
" si neng kepengen martabak bah..."
" ya sok atuh belikan ,bilang mau berapa banyak ???" tanya Abah " semua rasa satu satu ???"
sungguh tak tega aku melihat kedua mertuaku begitu menyayangiku sedangkan niatku saja sudah ingin berbohong .
" suruh wawan saja...bilang belinya yang di jalan xxxx itu martabak paling enak ,kasian atuh cucu abah mau martabak.."
aku semakin terisak bukan karena susah untuk keluar tapi karena rasa bersalahku pada keduanya.
" si neng pengen beli sendiri bah.. pengen liat bikinnya.. " sela ambu
" jangan atuh neng sudah malam...." jawab Abah ,namun keduanya tak tega melihatku menangis dan mengiba,mereka saling berpandangan
" kalau begitu bawa ini ..." ambu memberikan aku sejenis bumbu dapur apa namanya ya?? kalau di Sunda orang orang menyebutnya panglay ,bawang putih beserta gunting kuku kecil .
aku mengernyit kan dahi " ini apa ,mbu ??"
" itu panglay buat jaga jaga..." ucapnya
" Wan...!!!!" pekik Abah
" ya bah..." sahut Wawan
" temani neng Nara membeli martabak,pake mobil saja...takut kenapa-napa,awas jangan sampai ngebut....neng Nara lagi hamil cucu Abah..." titah Abah
" siap bah...!!" ucap Wawan yang diberikan mandat
" Alhamdulillah...."
Wawan mengambil kunci mobil milik Rama berplatkan namaku.
" eh...ko itu plat nomernya kaya namaku ya Wan ??" ucapku mengekor Wawan
" emang iya teh...kan aa sengaja mesen sama temen Abah yang polisi itu...katanya nama calon istri... padahal aa masih kelas 2 SMA deh kayanya teh..." aku mengangkat kedua alisku tak percaya lalu menggelengkan kepalaku
" bucin..." gumamku sambil tersenyum
__ADS_1
" Wan... stop stop..." pintaku pada Wawan saat melihat Rika sedang bersama Vina
" kenapa teh ???"
" tunggu sebentar ...." aku turun dan menghampiri keduanya ,mereka tampak terkejut dengan kedatangan ku
" Nara ?!!"
" Rika , Vina please jelasin ke gue ada apa ini ???" tanyaku berharap mendapatkan sedikit pencerahan ,mereka saling berpandangan hingga akhirnya Vina buka suara
" Ra,tapi loe jangan panik dulu ya..." ucapnya yang malah semakin membuatku panik.
" tadi Gilang bilang mau ke arena trek di jl.xxxxxx" ucapnya ,aku mengerutkan kening tak mengerti
" trek apa ???" tanyaku
" balapan liar ...."
" apa ??!"
" katanya mereka mau reunian..." ini dia kata yang tak kumengerti , kenapa reunian saja mereka khawatir
" reunian yang dimaksud mereka mau cari seseorang yang udah ganggu ,terus duel...kadang ujung ujungnya berantem , Ra.. " ucap Vina hati hati...
aku baru ingat tadi sore aku membicarakan seseorang dan itu juga jawaban Rama, hatiku semakin tak tenang saja
" mereka bukannya biasa berantem ya ??" aku masih positif thinking saja .
" iya Ra..tapi kalo bareng Raymond cs..." mereka saling beradu pandang
siapa Raymond??? aku bergumam sendiri
" memangnya loe ga tau Ra ???" tanya Vina balik
apa yang aku tak tau tentang suamiku ??
" dulu Rama sama yang lain masuk geng motor barengan kang Miftah...tau kan geng geng motor yang sering berulah....kaya di tv tv atau film film..." ucap Rika mengadukan jari jarinya.
aku mencerna setiap perkataan mereka lalu menggelengkan kepalaku tak percaya semakin kudengar semakin aku terkejut ,banyak yg tak kutau tentang masa lalu Rama,itu kenapa dulu teman teman kompleks ku sering menjuluki Ramadhan si preman selain di pasar memang Rama dulu seorang berandalan.
" mencuri,minum alkohol,balapan liar,tawuran ,bikin rusuh jalanan ,mereka pernah coba Ra..." ucap Vina
" sampai akhirnya entah apa yang bikin Rama insyaf dan meninggalkan itu semua bareng yang lain..bahkan dia merangkul anak anak jalanan buat diajak buat jaga pasar ataupun berkarya..." sambung Vina lagi...
aku melirik jam tangan belum lagi Wawan sudah memanggil...
" bentar wan...!!!" pekik ku
" Vin...ka..kita susul mereka " ucapku,aku tau akar permasalahan hari ini bermula dariku.
mereka mengangguk dan masuk ke dalam mobil " Wan , sorry bisa bawa kita ke suatu tempat..." pintaku pada Wawan yang kebingungan.
" bukannya teteh lagi mau martabak kan ??katanya ngidam pengen liat bikin martabak " jawab Wawan
" hah ???!ngidam ???!!!" pekik Rika dan Vina,aku mengangguk
" hah ???!!tokcer....!!!" ucap mereka
Wawan pasrah saja , walaupun ia tau sepulang dari sini Abah pasti akan murka.
.
.
.
.
" teteh yakin ??? aduh teh jangan deh... Wawan khawatir teh bukannya apa apa nanti bisa bisa Wawan yang di kaitkan di mesin penjagal sama Abah..." ucap Wawan meringis,melihat keriuhan suasana malam ,para berandal jalanan sudah berkumpul banyak diantaranya gadis gadis muda dengan pakaian tak jelas mereka.
inilah sarangnya berandalan jalanan ..
" ckckckckck naudzubillahimindzalik..teh ,Wawan takut eung...teteh mah jauh cantik kemana mana dari yang ada disini... nanti jadi santapan lezat disana atuh teh..paling bening..." akui Wawan jujur
" heuhhh tau aja yang bening... lagi bunting nih..." Rika menoyor Wawan yang terkekeh ,aku mencari cari sesuatu akhirnya menemukan topi Rama lalu memakainya dan melepaskan seatbelt
" teh... Wawan temani..." ujarnya aku mengangguk akhirnya kami berempat turun
salah prediksi...!!! bukannya menutupi tapi para laki laki disini semakin melihatku menggoda dan merayu ku ,aku merangkul lengan Wawan
" kan...!! Wawan sudah bilang sama teteh " aku menunduk
" Wan...liat aa ngga??" tanyaku
Rika dan Vina mengedarkan pandangannya
" hah...itu Abay....!!!" pekik Rika yang bermulut toa ,aku mendongak sontak ingin berlari namun terhenti karena perutku yang kram kalau berlari...
" kenapa , Ra ???" tanya Vina
" engga , perutku kram..."
" hati hati deh...jangan sampai debay nya kenapa-napa..." mereka melindungiku , seperti sudah terlatih oleh Rama.
" bay...!!!" pekik Rika melambaikan tangan pada kekasihnya itu ,sontak Bayu menoleh termasuk beberapa dari mereka mata mereka jatuh padaku .
" Nara..." gumam Bayu ,ia berlari ke arah Rika
" by....ngapain pada disini ???" tanya Bayu " kenapa Nara ikut ???" Bayu berdecak ,masalah buatnya
" justru Nara yang bawa kita kesini...dia sampe bohong sama abah sama ambu...ngidam martabak..padahal mau nyusul Rama kesini " jelas Rika
" hah ???!!!ngidam ???!!!" pekik Bayu terkejut , Rika mengangguk
" astagfirullahaladzim.. yang ada Rama makin murka ini..."
__ADS_1
" si Raymond kan ngincar Nara by..." ujar Bayu.
" bay... Rama mana ??" tanyaku pada Bayu
" Ra...loe ngapain disini..." Bayu menggaruk cuping kupingnya
" mau nyusul laki..." jawabku
di sisi lain...
" si*alan....!!!" pekik Raymond memukul motornya.
Rama yang sudah menang masih saja tertahan oleh Raymond.
" gue mau taruhan sama loe Ram...taruhan kali ini cewek loe..." tawa Raymond
" cewek gue bukan barang...stop ganggu dan ikuti dia ,gue masih punya belas kasihan buat loe Ray, lagipula mau berapa puluh kalipun loe bakal tetep kalah..." tak ada senyuman di wajah Rama,ia sudah muak Ray selalu mengikutiku ,ia tau itu beberapa hari ini Rama selalu memantau ku semenjak pertemuan dengan Raymond...
" awalnya gue cuma mau main main sama loe,,tapi jujur gue tertarik sama cewek loe..."
" jangan pernah berharap ,gue sama Rama masih punya hati , bersyukurlah loe masih beruntung bisa menghirup udara kota Bandung ,mening loe tobat sebelum gue jeblosin loe ke penjara sama kaya kaka loe Sami, hentikan kelakuan kekanakan loe ..." ternyata kang Miftah pun ada disini
.
.
" Ra,tetep di belakang Ridwan sama Wawan..." ucao Bayu
" meningan kita pulang aja...loe tenang aja Ra insyaallah Rama akan baik baik aja..." ucap Bayu,namun saat di ujung dekat parkiran , beberapa orang menghadang
" Bay...sorry kalian diminta buat nonton sama yang punya acara..."
" sh***iittttt...!!!" ucap Bayu
" Wan , Rama perlu tau..." ucap Bayu pada Ridwan, Ridwan mengangguk
" biarin gue bawa nih cewek cewek keluar dulu.." ujar Ridwan
" minggir...!!!"bentak Ridwan pada beberapa orang itu , pertengkaran tak terelakkan ,hal ini memancing keriuhan , Rama yang sudah malas meladeni Raymond yang terus saja meminta tanding ulang mendengar perkelahian di area depan begitupun Raymond, aku bersama Rika dan Vina berlindung di balik Wawan
" kang ,Ram...yang berkelahi di depan si abay ...." ucap Gilang yang langsung menyusul Bayu ,dilihatnya ada Vina dan Rika ,juga Wawan ia yakin yang ditengah sedang memakai topi adalah aku
" Nara !!!" pekik Rama,melihat keadaan yang chaos, Rama berlari ke arahku menarikku dan memelukku aku sempat terkejut , Rama segera membawaku menjauh bersama Wawan
" kang..bisa tolong urus ini ,biar mereka gue yang bawa.." ucap Rama pada kang Miftah dengan bergegas membawa aku dan kedua gadis itu memakai mobil menjauhi tempat sedangkan Wawan masih disana membantu yang lain ,disana juga ada dari pihak kubu Rama,anak anak berandal yang sampai sekarang masih pro pada kang Miftah dan Rama.
" kamu ngapain disini ???" bentak Rama sedikit marah
" harusnya aku yang tanya ,kamu ngapain disini ??? apa susahnya sih bilang kalau kamu mau balapan???apa sih artinya aku buat kamu???kenapa orang lain lebih tau kamu dibanding aku??" tangisku pecah , hatiku benar benar kacau ada banyak alasan yang membuatku sehisteris ini ,baru kali ini dadaku terasa begitu panas oleh amarah yang menggebu pada laki laki di depanku ini yang malam ini kembali lagi menjadi seorang berandal di mataku .
" mabok??balapan liar??berantem??nyuri??ngobat??bikin rusuh ?? senjata tajam ??" aku mengabsen satu persatu ulahnya dulu sambil menangis .
" apa lagi ???hamilin anak orang ????!!!!!" bentakku saking marahnya bicaraku pun sampai tak ku kontrol
" stop Nara !!!!!!" bentaknya " senakal nakalnya aku hanya kamu wanita yang pernah tidur sama aku...." jelasnya ,inilah kali pertama kami bertengkar di depan kedua temanku , Rama memelukku walaupun aku berontak sambil menangis ,tak lama yang lain menyusul
" maafin aku...maafin aku...yang belum bisa jujur semuanya..aku takut kamu pergi..." bisiknya,aku tetap berontak dengan memukul mukul dadanya
" kamu bentak aku Ram...lepasin ....aku benci kamu Rama..." sedu ku namun aku sudah tak melawan Rama dan menangis di pelukannya.
" maafin aku... Ra.. " kecupnya di pucuk kepalaku .
" kamu boleh benci aku untuk saat ini, tapi please jangan tinggalin aku..." ucapnya .
" aku mau pulang...ke rumah mamah..." jawabku
" aku ga akan biarin kamu pulang tanpa kata maaf buatku..." jawab Rama
" sebut aku posesif, sebut aku sakit,aku breng*sek dan baj*ingan tapi aku cinta kamu , Nara..." pelukannya tak mengendur
tiba tiba perutku kram....
" awssshhhh....." aku meringis
" perutku...." tanganku memegang ke arah perut , Rama melepaskan pelukannya aku melihat ke arah bawah terasa hangat ,ditambah celana yang kupakai berwarna putih.
" Nara...!!!" Rika dan Vina memekik menghambur lari ke arahku
" Ra.. !!" ucap Rama saat pandangan ku mulai kabur dan badanku lemas..aku terhuyung dan ditangkap Rama walaupun masih sadar
" Ra...itu dar*ah..." semua yang ada di situ panik
" Ra...hey....sadar!!! tetep sama aku disini..." ujar Rama panik ,dan membawaku ke dalam mobil .
" Ram.. ada yang harus loe tau...." ucap Bayu...
" Nara lagi hamil anak loe..." ucap Bayu kembali
" apa ??!!" Rama tersentak kaget ," Nara hamil ???" diangguki Vina dan Rika,lalu matanya menatap tajam pada Wawan.
" iya a...teh Nara hamil..." ujar Wawan hati hati
" si*al...!!!!kenapa loe bawa kesini....!!!" bentak Rama
" Ram... kita harus bawa Nara ke RS... segera..." seru kang Miftah ,mereka tancap gas menuju RS....
.
.
.
.
.
__ADS_1
harap bertenang guys....!!!!jangan dulu panik ....!!!jangan dulu marah ya di part ini... Nara sama debay insyaallah....biar kita kasih aa Rama pelajaran yang berharga dulu..biar kapok...😆😆..