
Tepat pukul 19.00 Elvan sudah sampai di rumah Alana. Elvan memarkirkan mobilnya di depan rumah Alana.
" Assalamualaikum. " Ucap Elvan memberi salam.
Alana langsung berjalan menghampiri kekasihnya.
" Hai...cantik. " Ujar Elvan membuat Alana tersipu malu.
Tak lama kemudian sang ayah keluar dari dalam! rumah. Elvan dengan percaya dirinya menghampiri ayah dari Alana.
" Maaf om. Saya mau minta izin mau ngajak Alana pergi keluar. " Sahut Elvan. Keluarga Alana sudah dekat dengan nya, hal itu yang membuat Elvan tak lagi merasa sungkan dengan keluarganya. Meskipun ini adalah hal pertama kali baginya mendatangi kekasihnya. Alana adalah cinta pertama Elvan, hal yang sama dengan Alana bahwa Elvan adalah cinta pertama nya.
" Ya om izinkan. Yang penting pulangnya jangan terlalu malam ya ! Dan ingat jangan berbuat melewati batas ! " Pesan ayah Andi. Elvan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Alana dan Elvan mencium tangan sang ayah dan ibu nya secara bergantian sebelum berpamitan pergi.
" Honey...kamu cantik banget sih. " Ujar Elvan sambil mengelus rambut kekasihnya lembut. Sungguh mereka merasa bahagia.
Setelah melakukan perjalanan 30 menit akhirnya mereka sampai di restoran yang di tuju. Elvan memilih di rooftop cafe.
Elvan menggandeng tangan Alana dengan mesra menaiki anak tangga. Mata Alana terpanah melihat dekorasi yang begitu indah di kelilingi dengan lilin bertulis kan I Love You Alana dan juga sudah tersedia buket bunga mawar yang begitu indah di meja mereka.
" Ya Allah yank...sampe sebegini sih ? " Ucap Alana. Dirinya merasa terharu bahkan tanpa sadar dirinya meneteskan air mata.
Elvan meraih buket bunga mawar dan berlutut di kaki kekasihnya.
" Bunga mawar ini sangat indah, namun bagiku kamu lah yang terindah di hidupku. "
" Kamu tau bedanya kamu sama daun ? Kalau daun jatuhnya ke tanah, kalau kamu jatuhnya ke hatiku. "
" Di atas langit masih ada langit ! Di bawah langit masih ada aku yang tulus mencintai mu. "
Alana tak mampu berkata-kata, semua terasa mimpi. Elvan mampu membuat dirinya terbang melayang ke atas langit. Bagi Alana, Elvan so sweet banget.
Alana membantu kekasihnya untuk bangkit. Namun surprise belum selesai. Elvan mengeluarkan 1 kotak merah yang berisi cincin.
" Ya ampun yank...ini apa lagi sih ? Aku tuh ga butuh seperti ini. Kamu udah sayangin aku dan setia sama aku, semuanya udah cukup. " Ucap Alana sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
" Aku ingin memasangkan ini sebagai tanda kamu adalah milikku. Semoga kamu ga menolaknya. " Ujar Elvan dan Alana menganggukkan kepalanya.
" Semoga cincin ini bukan hanya sebagai pengikat hubungan kita, tapi dia juga sebagai pengingat saat dirimu akan berpaling dari ku. " Sahut Elvan sambil memasangkan cincin itu di jari manis kekasihnya. Tidak, Alana tidak akan pernah berpaling dari Elvan. Elvan ada pangeran impiannya. Tapi bagaimana jika kata-kata ini sebenarnya untuk Elvan ?
Sekarang kini mereka sedang menikmati makan malam romantis. Saling bertukar menyuapi pasangannya.
" Alhamdulillah ya cincinnya pas. Padahal aku tadi belinya kira-kira Loch. " Ujar Elvan terkekeh.
" Eemmmm...cantik lagi. Makasih ya sayang atas surprise malam ini. Aku sangat bahagia. I Love You." Ungkap Alana. Elvan juga tak pernah menyangka jika dirinya bisa melakukan seromantis seperti ini. Elvan yang dulu tak menyukai pacaran karna baginya wanita itu sangat merepotkan dan akan menggangu hidupnya, tapi Alana membuktikan jika hidupnya lebih berwarna dan lebih bahagia.
Makan malam telah selesai. Elvan dan Alana memilih langsung pulang. Dan kini sudah berada di dalam mobil.
Elvan berniat memasangkan sabuk pengaman kekasihnya dan bertepatan Alana yang menengok hingga bibir mereka bertemu. Mata mereka saling menatap dan tanpa sadar bibir mereka semakin mendekat. Entah siapa yang memulainya. Mereka melakukan ciu*man pertama. Elvan menarik tengkuk kekasihnya agar memperdalam ciu*man itu. Awalnya Alana tak merespon. Dia merasa kaget Elvan menciu*m dirinya, tapi lama-kelamaan Alana terhanyut dengan permainan bibir kekasihnya. Dan kini mereka saling lu*mat dan bermain lidah. Elvan tak ingin terlalu jauh hingga akhirnya dirinya menghentikan aktivitas itu.
" Maaf, aku khilaf. Aku telah mencuri cium*an pertama kamu. Dan asal kamu tau, ini juga ciu*man pertama aku. Karna sebelumnya aku tak pernah melakukannya dengan wanita mana pun. I Love You. " Alana tersenyum bahagia. Ini bukan sepenuhnya kesalahan Elvan, dia pun terbawa perasaan.
" Aku berharap cinta kita abadi. Aku ingin menikah denganmu ! Kita lewati semua nya bersama. Jangan pernah lelah untuk mempertahankan cinta kita. Kita berjuang bersama ! " Ungkap Elvan. Dan Alana menganggukkan kepalanya.
Elvan melajukan mobilnya. Dia tak ingin orang tua Alana menunggu anak gadisnya.
Mobil Elvan telah sampai di depan rumah Alana. Demi sopan santun, Elvan memilih turun untuk menemui orang tua Alana. Gentle banget Elvan.
" Ya ga apa-apa. Ya udah nak Elvan langsung pulang aja ya, takut kedua orang tua nak Elvan juga sudah menunggu. " Ujar Ayah Andi. Dan akhirnya Elvan langsung pamit pulang.
Alana mengantar Elvan sampai depan pagar dan menunggu sampai mobil kekasihnya pergi.
" Aku pulang ya ! Nanti aku telpon kamu, kalau aku udah sampe rmh. " Sahut Elvan dan Alana menganggukkan kepalanya.
Tin
Elvan memberi klakson sebagai tanda dirinya pergi. Alana melambaikan tangannya melepas kepergian kekasihnya.
Setelah itu Alana masuk ke dalam. Kedua orang tua Alana sudah memberi kepercayaan pada Elvan untuk menjaga anak gadisnya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya Elvan Sampai di rumah nya.
" Siapa bilang orang tua ku menunggu ku, bahkan saat aku pulang pun mereka tak menyambut ku. Papi aku belum pulang, dan mami ku mungkin sudah pulang dan tidur. Tak mencari tau aku ke mana. " Ucap Elvan lirih saat masuk ke dalam rumah tak menemui kedua orang tua nya.
__ADS_1
" Sungguh Alana sangat beruntung. Mempunyai orang tua yang begitu menyayangi dirinya dan sangat peduli padanya. Tak seperti aku yang semuanya hanya di nilai dengan uang. " Ujar Elvan. Elvan menarik nafasnya panjang, sungguh hatinya terasa sesak saat terlintas pemikiran seperti itu. Tapi sekarang dirinya telah memiliki Alana, yang membuat hidupnya lebih berarti.
🍀🍀🍀🍀
Alana dan Elvan sudah sampai di sekolah. Mereka memasuki sekolah dengan berjalan berdampingan. Sungguh masa remaja masa yang sangat indah bila berada di samping orang yang menyayangi kita.
Jam pelajaran sudah di mulai. Semua murid fokus memperhatikan guru yang menerangkan dan mengerjakan tugas yang di berikan guru.
" Yuk, ke kantin ! " Ajak Elvan pada kekasihnya.
Dan ternyata sudah ada Misella dan genknya di kantin. Mereka memperhatikan sejak Elvan dan Alana memasuki kantin.
" Mis, itu kayanya si Alana pake cincin deh di jari manisnya. Model cincin tunangan. Coba deh Lo perhatiin tangannya ! " Ujar Nita memanasi Misella. Misella menoleh ke arah Alana dan memperhatikan jari tangan nya dari jauh dan ternyata benar apa yang di katakan sahabat nya.
" Elvan bener-bener keterlaluan ! Aku ga akan tinggal diam, kalau benar Elvan dan Alana bertunangan. " Gumam Misella dalam hati.
Misella dengan percaya diri menghampiri Alana. Hatinya merasa cemburu dengan apa yang di lakukan Elvan pada Alana. Tiba-tiba saja Misella datang dari arah belakang dan menarik tangan Alana.
" Lepasin ga cincin ini ! " Misella mencoba membuka cincin yang di pakai Alana bahkan sampai-sampai Alana terjatuh.
Melihat hal itu tentu saja Elvan merasa sangat marah.
" Lo ini apa-apaan si Sel ? Lo gila ya ? Berani-beraninya Lo menggangu pacar gw, bahkan membuat dia jatuh. Lo ga pernah merasa jera ya, berapa kali gw peringatkan sama Lo ! " Ucap Elvan dengan berapi-api. Elvan menatap Misella tajam. Sebenarnya dia ingin memberi pelajaran pada Misella, memberi tamparan. Tapi dia mengurungkan niatnya, dia tak ingin melakukan kekerasan pada wanita.
" Gw cemburu Van ! Kenapa sih Lo seperti ini sama gw ? " Ucap Misella lirih. Misella tak mampu lagi menahan tangisnya.
" Cemburu ? Emang Lo itu siapa gw ? Gw kan sering ngomong sama Lo ! Kalau gw itu ga ada perasaan lebih sama Lo, gw cuma menganggap Lo sebagai teman. Dan Lo harus tau, kalau cinta gw cuma hanya untuk Alana seorang. " Ucap Elvan tegas.
Sungguh hati Alana merasa bahagia mendengar penuturan kekasihnya, tapi tidak dengan Misella yang merasa sangat kecewa. Sungguh Misella cemburu.
Jangan lupa dukungannya ya kakak semua
Like
Vote
Comment
__ADS_1
Hadiah 🌷☕
Terima kasih untuk para readers setia 😄😍😘🙏