Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Cintaku Tak Semanis Es Cream


__ADS_3

Setelah Misella keluar, Elvan, Alana, Wita, dan Andre ikut keluar. Bahkan Alana melupakan dirinya yang ingin buang air kecil. Melihat mereka datang secara bersamaan tentu saja menjadi pusat perhatian mami Dianti dan Papi Adrian. Bahkan mereka melihat Alana yang masih terlihat sedih. Sepanjang jalan sampai duduk, Alana terus berlindung di tubuh pacarnya membuat Misella semakin murka.


"Alana kenapa Van?" tanya mami Dianti yang menghampiri Elvan dan Alana.


Elvan menceritakan tentang kejadian yang di lakukan Misella kepada Alana di kamar mandi. Bahkan Elvan sempat mengancam untuk membatalkan keberangkatannya ini. Dia tak peduli orang tuannya sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk dirinya kuliah di Inggris. Dia merasa khawatir dengan Alana nanti jika dirinya tak ada. Tapi Alana tak mengizinkan, dia yakin kalau dirinya akan baik-baik saja di sini. Alana menyakinkan Elvan untuk tetap berangkat. Melihat hal seperti itu tentu saja membuat mami Dianti semakin menyukai Alana, karna bisa menuntun Elvan ke jalan yang baik.


"Elvan ayo kamu siap-siap! Kamu harus segera berangkat!" ucap papi Adrian.


Mami Dianti langsung memeluk erat anak semata wayangnya, doa terbaik selalu dia panjatkan untuk sang anak. Air matanya akhirnya menetes juga, berat sekali dirinya melepas sang anak.


"Jaga diri kamu baik-baik! Jika kamu ada masalah di sana, segera hubungi mami dan papi! Jaga kesehatan, jangan lupa makan!" serentetan pesan di ucapkan oleh mami Dianti untuk sang anak. Elvan hanya menganggukkan kepalanya.


"Semangat son! Papi yakin kamu pasti bisa menjadi orang yang lebih sukses dari papi! Selamat berjuang!" ucap papi Adrian sambil memukul pundak dan memeluk sang anak. Elvan adalah anak satu-satunya harapan dirinya, dia ingin anaknya menjadi orang yang sukses.


Setelah berpelukan dengan kedua orang tuanya. Kini Elvan beralih memeluk Alana. Wanita yang membuat dirinya berat meninggalkan Indonesia.


"Aku berangkat. I Love you, tunggu aku kembali! Jaga hati kamu selalu untuk aku! Aku akan selalu merindukan kamu!" ucap Elvan sambil memeluk erat Alana, dia tak peduli jika apa yang dia lakukan menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"I Love You too. Aku akan menunggu kamu! Jaga juga hati kamu untuk aku!" sahut Alana.


Setelah itu Elvan memeluk sang sahabat dirinya sejak lama. Elvan menitipkan Alana kepada Andre. Elvan juga pamit kepada Wita dan menitipkan Alana kepada Wita.


"Van, Tante sama om titip Misella di sana ya! Hanya Elvan yang bisa melindungi Misella di sana!" ucap papi Emir.


Sakit sungguh sakit rasanya hati Alana saat melepas kepergian orang yang di cintai ya bersama wanita lain yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya Elvan. Lantas apalagi yang harus dia tunggu? Hanya luka dan kesakitan yang dia rasakan. Akankan cinta mereka akan tetap kuat di saat terpisah nanti? Mereka akan menjalankan Long distance relationship.


Elvan melambaikan tangannya. Hanya doa dan harapan yang bisa dia panjatkan di saat mereka terpisah. Tak dapat lagi di hitung berapa banyak tetes air mata yang menetes dari pelupuk mata Alana. Entahlah apa yang harus dia lakukan untuk ke depannya tanpa pria impiannya. Pria populer yang sangat dia impikan dulu. Pria yang selama ini telah mengisi relung hati dan hari-harinya.


Elvan telah menghilang dari pandangan matanya. Papi Adrian menarik tangan Alana. Dirinya di tatap seperti narapidana yang tertangkap karna mencuri. Tatapan papi Adrian dan maminya Misella seperti ingin membunuhnya, mereka sangat membenci kehadiran Alana di hidup Elvan.


"Katakan apa yang ingin om katakan padaku?" ucap Alana tegas. Tentu saja hal itu membuat papi Adrian semakin tertantang. Padahal mami Dianti sudah mencoba menenangkan sang suami, agar tak membuat keributan dan menggangu Alana. Biar waktu yang menjawab semuanya. Lagi pula Elvan baru saja berangkat, dan Elvan baru selesai 4-5 tahun lagi. Masih sangat panjang. Mungkin saja nantinya Elvan akan berubah pikiran.


"Saya minta kamu tinggalkan Elvan! Lupakan Elvan! Karna saya tak akan pernah Sudi menjadikan kamu menantu saya!" ucap papi Adrian dengan sombong. Tentu saja hal itu membuat maminya Misella tersenyum bahagia. Tepatnya bahagia di atas penderitaan Alana.


"Sangat mudah bagi saya! Saya rasa itu tidak sulit untuk saya! Tapi saya tegaskan pada anda! Jangan pernah menyesal di kemudian hari, jika anak anda akan hancur setelah saya meninggalkan dirinya! Karna yang sangat mencintai dan memohon untuk mempertahankan hubungan ini dirinya, dan saya hanya mengikuti alurnya!" ucap Alana tegas.

__ADS_1


"Oh ya satu lagi pesan untuk anda! Sampaikan pesan saya untuk anak anda! Jangan pernah hubungi saya kembali, dan jangan pernah mencari saya! Saya rasa semua sudah jelas, hubungan saya dengan anak anda telah selesai!" ucap Alana. Dan tentu saja membuat semua yang berada di sana tercengang. Andre dan mami Dianti tak percaya, wanita selembut Alana bisa melakukan yang sangat berani kepada papi Adrian. Berbeda halnya dengan Wita yang hanya tersenyum puas, dia sudah sangat mengenal sosok Sahabatnya. Yang memiliki keras kepala dan tak mau di tindas, meskipun terkadang masih ada sisi lemahnya.


"Sombong sekali kamu, bisa bicara seperti itu." ujar maminya Misella.


"Oh ya? Lagi pula wajar donk jika saya berbuat sombong. Karna saya di posisi yang benar, berbeda dengan anak anda. Yang tak patut menyombongkan diri karna telah memaksa Elvan masuk dalam perangkap anda! Saya justru merasa kasihan dengan anak anda, yang menjual harga dirinya menjadi wanita murahan demi mengejar obsesinya mengejar cinta Elvan." ujar Alana. Membuat maminya Misella hampir saja melayangkan tamparan ke wajah Alana, namun papi Emir menarik tangan maminya Misella. Melarang untuk melakukannya.


"Saya rasa perbincangan kita kali ini sudah selesai! Pembahasannya telah selesai! Kalau sudah tidak ada yang kita bicarakan lagi, saya permisi!" ucap Alana lagi.


"Dasar wanita sombong, jangan pernah kau menaiki mobil anak saya! Andre jangan bawa wanita itu ke mobil Elvan! Saya tak sudi, wanita hina itu mengotori mobil Elvan!" ucap papi Adrian.


"Saya tidak masalah, lebih baik saya jalan kaki dari pada harus melakukan perbuatan yang hina! Oh ya Tante Dianti pasti sudah sangat tahu donk apa peranan saya di hidup Elvan? Tapi saya tak akan mengungkitnya, karna saya tak ingin hitung-hitungan di sini. Saya sudah sangat senang Elvan bisa mengalami perubahan di hidupnya. Saya hanya ingin pesan lewat Tante, Elvan tetap semangat untuk meraih mimpinya meskipun tanpa saya di sisinya! Semoga kelak dia akan menjadi anak kebanggaan kalian!" ujar Alana.


Alana kini beralih ke Andre. Dirinya bilang ke Andre kalau dirinya akan naik taksi online, dan karna Andre merasa khawatir dengan kondisi Alana. Andre menyuruh Wita untuk mendampingi Alana. Alana melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kedua orang tua Elvan dan Misella. Dia pergi membawa luka yang begitu dalam. Lika liku perjalanan cintanya bersama pria populer yang menjadi impiannya telah dia lalui. Tawa riang pernah dia rasakan, Elvan pernah memberikan bahagia dan cinta dalam hidupnya. Tapi hal itu tidak terlepas dari caci maki dan hinaan yang bertubi-tubi menyakiti hati dan perasaannya.


"Ternyata Cintaku Tak Semanis Es Cream. Cinta rasanya begitu pahit tak seperti rasa es cream yang begitu manis. Aku benci es cream, menyukai kamu tak menjadikan kisah cintaku semanis rasamu!"


Hai...hai para readers sebenarnya kisah cinta Alana dan Elvan telah selesai. Tapi author masih mau lanjut tentang kehidupan selanjutnya Elvan dan Alana. Sebenarnya author merasa tak tega juga kalau melihat Elvan hancur, karna dia ga salah. Author ingin menghukum papi Adrian yang sombong dan memberi pelajaran kepada Misella bahwa tak selamanya yang kita inginkan belum tentu indah di akhirnya

__ADS_1


Yuk berikan dukungan untuk karya ini, biar author tambah semangat.


__ADS_2