Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Menyakitkan


__ADS_3

Serangkaian kelulusan sudah terlewati. Dan kini mereka sedang sibuk mencari kampus tempat mereka melanjutkan pendidikan. Alana mencoba tes di sejumlah perguruan tinggi. Karna rata-rata beasiswa yang di tawarkan dari sekolah hanya untuk jenjang D3. Sedangkan Alana ingin langsung ke jenjang S1. Dan akhirnya dia menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan ke Universitas Indonesia jurusan hubungan internasional. Meskipun dirinya memiliki kemampuan dalam matematika, namun Alana kelak menginginkan bekerja menjadi dubes perwakilan dari Indonesia. Sebuah tantangan buat dirinya, karna tak semudah itu meraih cita-cita itu.


"Han, lusa aku akan berangkat ke Inggris. Kemungkinan aku ke sana selama tujuh hari. Kamu jaga diri baik-baik ya!" ucap Elvan


"Emm.. seharusnya ucapan itu cocok untuk kamu deh! Kan kamu ke sana sama Misella. Enak donk bisa berdekatan." sindir Alana.


"Aku tuh ga cinta sama dia Han, meskipun dia mengejar dengan cara apapun. Pilihan aku tetap jatuh ke kamu." ujar Elvan sambil mencubit hidung pacarnya.


"Yakin? Ga jamin aku kalau Misella nanti menggoda kamu. Cowok kan paling cepat jatuh ke pelukan wanita, kalau udah nyobain adegan iya...iya." sindir Alana lagi.


"Ga juga tuh. Buktinya aku masih setia sama kamu, meskipun fans aku banyak. Aku jamin kalau aku minta plus-plus, pastinya mereka akan melakukannya dengan sukarela. Tapi aku kan cuma mau nya sama kamu, orang yang aku cinta." sahut Elvan tak mau kalah.


Dan akhirnya obrolan mereka terhenti, karna pesanan mereka sudah datang. Elvan juga tak ingin membahas lagi. Dia ingin mengganti topik lain. Bagi Elvan intinya saling menjaga kepercayaan pasangan dan berusaha mengerti. Hubungan jarak dekat aja bisa sering salah paham apalagi nanti long distance relationship ( LDR ), pastinya akan lebih terasa berat.


"Huhft rasanya aku berat banget ninggalin kamu, meskipun cuma tujuh hari. Apalagi nanti kalau bertahun-tahun ya? Bisa sakit terus aku karna menahan rindu." ujar Elvan.


"Gombal! Nanti juga kalau udah dekat sama cewek bule, lupa sama yang di Indonesia." sindir Alana.


Bagi Elvan rasanya tak mungkin. Setelah perjuangan yang mereka rasakan sangat sulit, rasanya tak mudah untuk berpisah begitu saja. Dirinya sudah merasa cocok dengan Alana dan keluarga Alana. Oleh karena itu, Elvan sangat berharap lebih dengan hubungan ini.


"Kamu mau nganter aku?" tanya Elvan.


"Aku lihat kamu dari jauh aja ya, aku takut ga kuat kalau mengantar kepergian kamu! Lusa kamu sampai bandara jam berapa? Di terminal berapa?" ujar Alana.

__ADS_1


"Ya udah, kalau ga kuat ga usah! Aku nanti malah ga tega ninggalin kamu. Apa kamu ikut aja sama aku?" sahut Elvan.


Tentu saja Alana tak mungkin bisa ikut, karna tak ada persiapan. Lagi pula Alana juga masih mengurus kuliahnya. Dan akhirnya Elvan berjanji akan mengajak Alana ke sana nanti kalau dia pulang ke Indonesia dan akan kembali ke Inggris.


Waktu yang tak di harapkan akhirnya terjadi juga. Elvan sudah bersiap-siap untuk segera berangkat ke Bandara bersama maminya. Papi Adrian saat ini sedang keluar kota sehingga tak bisa mengantar kepergian istri dan juga anaknya. Elvan dan sang mami akan di jemput oleh keluarga Misella. Mereka akan berangkat ke Bandara bersama. Papi Emir hanya mengantar mereka sampai Bandara. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Bandara.


"Aku bahagia banget, akhirnya aku bisa dekat sama Elvan. Aku ga akan menyia-nyiakan kesempatan ini." ucap Misella dalam hati sambil melirik ke arah Elvan. Namun Elvan tak mempedulikan keberadaan Misella, sejak tadi dirinya lebih memilih untuk berkomunikasi dengan Alana. Diam-diam Alana juga sudah dalam perjalanan ke Bandara, dia ingin memberikan kejutan kepada pacarnya.


"Terus aja diemin, cuekin aku seperti ini! Aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan bertekuk lutut sama aku." ucap Misella dengan percaya diri.


Ternyata Alana telah sampai lebih dulu di Bandara, dia mencari tempat duduk terlebih dulu sambil memantau kedatangan Elvan beserta rombongan.


"Elvan bilang, dia udah mau sampe. Aku sebaiknya ngumpet dulu, agar Elvan tak melihat." gumam Alana. Alana mencari tempat yang tidak terlihat saat datang.


Jantung Alana berdegup kencang, hatinya terasa sakit saat melihat kedatangan Elvan dengan Misella. Tetap saja Alana merasa cemburu meskipun Elvan hanya bersikap biasa saja dengan Misella.


"Tenangkan hati kamu Alana! Ingat kamu jangan cemburu berlebihan! Sejak awal Elvan sudah membicarakan hal ini dengan kamu! Apa Elvan tak akan pernah tergoda, meskipun mereka selalu akan bersama di sana?" gumam Alana yang sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Elvan semakin mendekat. Dan ternyata Elvan pamit kepada sang mami untuk ke toilet. Dan menemukan sang pacar yang sedang meneteskan air mata.


"Honey? Kamu di sini? Sejak kapan? Kenapa kamu menangis? Pasti kamu sedih karna melihat aku datang bersama Misella kan? Aku kan sudah bilang, kalau kamu merasa ga kuat, lebih baik kamu jangan melihat kepergian aku!" serentetan pertanyaan terlontar dari bibir Elvan.


"Aku ke toilet dulu sebentar, dan aku minta tolong hapus air mata kamu! Dengar ya! Aku ga mau lihat kamu menangis!" ucap Elvan sambil meraup kedua pipi pacarnya. Elvan menghapus air mata yang menetes membasahi wajah pacarnya.

__ADS_1


Elvan sudah selesai dari toilet, dia menunggu Alana di luar. Setelah Alana keluar, dia langsung menarik tangan Alana ke lorong. Untungnya keadaan di sana terlihat sepi.


"Aku mohon jangan seperti ini ya! Ingat aku ga lama ke sana, aku pasti kembali! Aku mohon kamu bersabar ya! Aku sayang banget sama kamu!" ucap Elvan sambil membawa Alana dalam dekapannya. Rasanya begitu berat untuk mereka berpisah, padahal mereka hanya akan berpisah selama tujuh hari. Lalu bagaimana jika nanti bertahun-tahun. Sungguh sangat menyakitkan.


Elvan mengajak Alana untuk bergabung dengannya. Elvan tak peduli, meskipun di sana ada Misella dan juga maminya. Mereka hanya baru akan di jodohkan. Bisa saja nanti dirinya membatalkan perjodohan itu. Alana memilih untuk tidak ke sana, karna dia yakin pasti maminya Misella dan Misella akan menghujat dirinya. Meskipun Elvan akan melindungi dirinya, namun Alana tetap tak mau. Dia hanya ingin melihat kepergian Elvan dari jauh.


"Ya sudah, aku pamit dulu ya! Kalau terlalu lama, nanti mami pasti kebingungan dan akan mencari aku. Jaga diri kamu baik-baik ya Honey! Maaf jika aku meninggalkan diri kamu sendiri! I Love You Honey." ucap Elvan sambil mencium kening dan punggung tangan pacarnya.


Elvan telah kembali berkumpul dengan mami dan keluarga Misella. Alana melepas kepergian pacarnya dari jauh.


"Aku akan mencoba mengerti yang, kalau ini untuk kebaikan dan masa depan kamu! Terus semangat! Doaku akan selalu menyertai langkah kamu! Semoga kamu bisa menjadi orang yang sukses, meskipun kelak kamu ga bisa bersama aku. Tapi paling tidak kita pernah memperjuangkan cinta kita bersama." ucap Alana lirih. Dia tak sanggup menahan air matanya untuk tidak jatuh. Perpisahan sangatlah menyakitkan, meskipun hanya sementara saja.


Jangan lupa dukungannya ya kak🙏🙏


Like


Vote


Comment


Hadiah 🌷☕


Terima kasih ya sudah mendukung 😃😄😍😘

__ADS_1


__ADS_2