Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Gw bukan wanita murahan dan gw bukan perebut cowok orang!


__ADS_3

"Maaf, mungkin lebih baik kita hidup masing-masing dulu! Aku ingin fokus ujian kelulusan dulu! Agar nilai aku bagus dan bisa masuk perguruan tinggi negeri." tulis Alana di pesan chat.


Tentu saja hal itu membuat Elvan merasa frustasi, karna harus break dengan Alana. Padahal ini kesempatan dirinya untuk dekat dengan Alana, sebelum akhirnya mereka harus terpisah 4-5 tahun karna harus menuntut ilmu ke Inggris. Elvan sudah memutuskan untuk melanjutkan ke London Business School jurusan bisnis. Elvan memilih universitas ini, karna universitas ini merupakan universitas yang menduduki posisi pertama di Inggris dalam jurusan bisnis.


Elvan langsung menghubungi Alana, dia ingin bicara langsung kepada Alana. Meluapkan apa yang dia rasa. Namun sayangnya Alana enggan mengangkat telepon darinya.


"Please Han, jangan buat aku menderita seperti ini! Maafkan aku! Aku janji ga akan bertindak bodoh lagi! Aku butuh kamu untuk mensupport aku, agar aku bisa lulus! Kalau kamu meninggalkan aku, aku akan benar-benar hancur. Apa kamu tega buat aku ga lulus ujian dan harus tinggal kelas?" ucap Elvan penuh iba. Dan akhirnya Alana memaafkan Elvan, tapi dia tetap akan mengurangi aktivitas bermainnya.


Alana dan Elvan selalu datang bersama, tetapi setelah pulang sekolah mereka akan langsung pulang. Mereka selalu belajar bersama di rumah Alana. Bukan hanya Elvan, tapi Andre dan Wita pun ikut bergabung juga. Mereka setiap hari membahas soal-soal ujian bersama. Namun belajar mereka terhenti karna Alana menerima pesan chat dari nomor telepon yang tak di kenal.


"Jauhi Elvan! Elvan itu milik gw! Dasar cewek murahan, perebut cowok orang! Gw akan buat perhitungan sama lo, kalau lo masih menggoda Elvan!" ancam Misella.


"Ini no telepon siapa ya?" tanya Alana kepada Elvan, Wita, dan Andre. Dan untungnya Elvan menyimpan nomor Misella, jadi dia tau jika yang menghubungi Alana adalah Misella.

__ADS_1


"Yang seperti ini yang bikin males dan jadi mengganggu." gerutu Alana. Dan tentu saja membuat Elvan merasa kesal dengan Misella, karna mengganggu Alana. Hingga membuat Alana merasa kesal dengan Elvan.


Andre, Wita, dan Elvan menyuruh Alana untuk mendiamkan saja. Ga usah pedulikan ucapan Misella. Misella seperti itu karna merasa iri dengan Alana. karna Alana berhasil mendapatkan Elvan dan lebih beruntung darinya.


"Lebih baik kamu urus tuh fans kamu! biar tak mengganggu aku! Bilang sama dia, aku bukan wanita murahan dan aku bukan perebut cowok orang! Yang murahan itu dia, selalu berusaha menggoda kamu! Dan aku tak pernah merebut kamu dari dia karna kamu bukan pacarnya!" ujar Alana. Hatinya merasa panas dengan apa yang di ucap Misella kepadanya.


"Aku akan mengurusnya sekarang di hadapan kamu!"sahut Elvan. Elvan merasa sangat marah dengan Misella, karna telah berusaha mengacaukan hubungan dirinya dengan Alana.


"Dengar ya! Gw peringatkan sekali lagi sama Lo! Jangan pernah ganggu Alana! Gw kasih tau sama Lo, Alana bukan wanita murahan dan perebut cowok orang! Karna Alana tidak pernah merebut gw dari siapapun, dan dia tidak menggoda gw! Justru yang murahan dan perebut cowok itu lo! Udah tau gw udah pacaran sama Alana, masih aja Lo ganggu gw!" ucap Elvan. Membuat Misella merasa geram, mengepalkan tangannya karna Elvan membela Alana.


"Selalu saja kamu membela wanita murahan itu di bandingkan aku!" gerutu Misella.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Ujian kelulusan telah di mulai, siswa-siswi berusaha untuk menyelesaikan soal-soal ujian dengan baik termasuk mereka berempat. Untuk sementara waktu mereka berusaha untuk fokus. Agar bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus. Ujian di adakan selama lima hari.


Alana berusaha berjuang keras agar dirinya bisa mendapatkan beasiswa pendidikan kembali di Universitas negeri di Jakarta.


"Na, Lo di cariin Mis Eva tadi! Katanya Lo di suruh ke ruangan BK!" ujar Indri.


"Ada apa ya Mis Eva nyuruh gw ke ruangan BK? Perasaan gw ga ada masalah apa-apa?" ucap Alana.


"Ya udah temui saja sana! Mungkin ada hal penting kali, kamu ga perlu khawatir! Lagi pula kamu kan ga ada masalah apa-apa, jadi ga perlu takut!" ujar Elvan.


Kini Alana sudah berada di ruangan BK. Namun dia masih menunggu Mis Eva datang. Alana berusaha untuk menetralkan jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang.


"Maaf Mis datang telat. Kita langsung aja ya, Lan! Pertemuan kita kali ini, Mis ingin menyampaikan selamat kepada kamu karna kamu mendapatkan kesempatan beasiswa di universitas Indonesia, universitas negeri Jakarta, IPB, dan UNPAD. Kamu tinggal pilih saja, kamu mau melanjutkan ke mana! Kamu benar-benar beruntung Alana, kamu memang anak yang hebat! Mis salut banget sama kamu. Orang lain belum tentu bisa seperti kamu! Perjuangan kamu selama ini tidak sia-sia, dan saat ini kamu bisa memetik hasil dari kerja keras kamu selama ini." ungkap Mis Eva membuat Alana merasa terharu bahkan sampai meneteskan air mata bahagianya. Keinginan dirinya terwujud untuk bisa melanjutkan ke bangku kuliah.

__ADS_1


__ADS_2