Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Merajut kembali


__ADS_3

"Ayo kita turun! Kita nikmati pemandangan dan udara di luar!" ajak Elvan. Elvan sudah menepikan mobilnya. Dia memberikan switer untuk Alana untuk menutupi seragam sekolahnya, dan Elvan memilih mengganti seragamnya dengan kaos oblong. Alana menutup matanya, karna Elvan tiba-tiba saja hendak membuka bajunya di dalam mobil.


"Lihat-lihat donk, jangan main buka di sini! Merusak mata perawan aku aja!" gerutu Alana namun hal itu membuat Elvan tersenyum. Karna akhirnya pacarnya mau bicara kembali.


Alana dan Elvan sudah turun dari mobil, Elvan langsung menarik tangan Alana untuk membawanya mengelilingi perkebunan teh yang terlihat indah dan segar. Elvan membawa Alana ke sebuah saung yang ada di sana. Agar mereka bisa duduk bersantai sambil menikmati pemandangan.


"Gimana kabar kamu selama aku sakit?" tanya Elvan membuka obrolan.


"Baik, insyaallah selalu baik-baik saja!"sahut Alana.


"Eemm, berarti ga merasa kangen sama aku donk?" ujar Elvan kembali. Alana menggeleng lemah. Mungkin memang sebaiknya jawaban ini yang dia jawab, agar Elvan tak berharap kembali kepadanya.


Elvan merangkup kedua pundak Alana, dan kini kedua netra mereka saling menatap. Elvan tak mampu menahan air matanya, dia meneteskan lebih dulu dan mengungkapkan bahwa dirinya tak bisa jika harus berpisah dengan Alana.

__ADS_1


"Aku harus bisa Van! Kita harus sama-sama kuat menjalani hidup masing-masing! Tenang aja, kita masih bisa kok menjadi teman meskipun ga bisa sedekat dulu!" ucap Alana. Alana mencoba menahan rasa sesak di hatinya sejak tadi. Dia tak ingin Elvan merasa berat berpisah dengannya.


Elvan langsung memeluk Alana, menumpahkan kesedihannya. Hingga akhirnya Alana pun ikut terhanyut dalam kesedihannya, air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya tumpah juga. Dan kini keduanya sedang menumpahkan kesedihannya. Namun hal itu tak berlangsung lama, Alana merenggangkan pelukannya, dan menghapus air mata di wajah Elvan.


"Please ku mohon jangan tinggalkan aku! Mami sama papi aja bisa, masa kita kalah! Aku yakin mereka tak setega itu memisahkan kita, kakek pun akhirnya dulu merestui mereka, karna kekuatan cinta mereka! Aku ingin kita berjuang bersama!" ucap Elvan yang kini bersimpuh di kaki Alana yang tentu saja membuat Alana merasa bingung. Karna dia pun sebenarnya masih sangat menyayangi Elvan.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Apa aku merajut kembali saja sampai tiba waktunya kami benar-benar harus terpisah? Mungkin jika sudah kelulusan dan berpisah negara, ga akan terasa berat seperti ini." gumam Alana dalam hati. Bibirnya terasa kelu untuk bicara.


Alana mencoba berpikir sejenak tentang apa yang harus dia lakukan. Ada perasaan tak tega di hati Alana saat melihat wajah Elvan yang penuh harap. Dan dengan di awali tarikan nafas panjang, akhirnya Alana menerima Elvan kembali menjadi pacarnya. Tentu saja membuat Elvan merasa bahagia. Dia langsung menggendong tubuh Alana dan mengajaknya berputar-putar, hingga akhirnya tawa riang keluar lagi dari bibir keduanya. Mereka resmi merajut kembali jalinan asmara yang sempat terputus.


"Ya Allah terima kasih karna engkau telah mengembalikan Alana ke dalam pelukan aku kembali." ucap Elvan dalam hati. Dia sangat bersyukur karna bisa kembali menjadi pacar Alana Liora Gantari.


Setelah puas meluapkan perasaan bahagia mereka, kini mereka mencari bubur ayam Cianjur untuk sarapan pagi. Karna tadi Elvan belum sempat sarapan di rumah. Meskipun hanya sekedar duduk berdua, Selfi bareng, dan berjalan di perkebunan teh tapi mereka sangat bahagia. Sampai tak terasa kini jam menunjukkan pukul 11.00 siang, mereka memutuskan untuk kembali pulang.

__ADS_1


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang. Alana meletakkan kepalanya di bahu pacarnya. Suasana terasa romantis, di iringi lagu kesukaan mereka yang menjadi pengantar perjalanan mereka.


"Kita mampir makan siang dulu, setelah itu kita baru pulang!" ucap Elvan dan Alana hanya menganggukkan kepalanya. Mereka menjatuhkan pilihan kepada restoran yang menjual ayam kriuk. Setelah selesai makan dan sholat Zuhur, mereka melanjutkan untuk pulang ke rumah Alana. Kali ini Elvan ikut turun, untuk mengobrol dengan ibunya Alana. Untuk mengisi kekosongan Elvan. Dan baru pukul 15.30, Elvan pamit pulang ke rumah.


Terlihat sekali raut kebahagiaan dari keduanya. Saat Alana mengantarkan Elvan sampai pergi. Mereka seperti dulu lagi, sebelum badai menerpa mereka.


Elvan kini sudah sampai di rumah, di memilih langsung mandi dan sholat ashar. Dan setelah itu baru membaringkan tubuhnya di ranjang sambil menatap foto-foto kebersamaannya dengan Alana tadi.


"Assalamualaikum. Hai, cantik. Terima kasih ya untuk hari ini! Aku bahagia banget. I Love You Alana Liora Gantari 😍😘❀️❀️" tulis Elvan di pesan chat. Tapi pesan itu tak langsung di balas, karna Alana sedang membantu sang ibu memasak di dapur. Dan baru menjelang magrib dirinya membalasnya. Mendengar ponselnya berbunyi Elvan langsung melihatnya, dan ternyata pesan dari pacarnya yang menyatakan kalau Alana baru selesai membantu ibunya memasak.


"Nanti kalau aku sudah menikah dengan kamu, aku ingin kamu masakin aku. Jadi pengen cepat-cepat lulus kuliah terus nikah sama kamu.πŸ˜πŸ€£πŸ˜„" balas Elvan.


"Lulus kuliah? Lulus SMA aja belumπŸ˜β˜ΊοΈπŸ€£πŸ˜„" balas Alana. Dan akhirnya pesan chat mereka di akhiri tawa riang.

__ADS_1


__ADS_2