
Semakin hari hubungan Alana dan juga Elvan semakin dekat. Bahkan mereka tak lagi malu menunjukkan kemesraan mereka. Elvan selalu menunjukkan rasa sayangnya pada Alana. Tapi ingat yang di lakukan mereka tak melebihi apa yang dilakukan orang dewasa. Di mana ada Elvan di situ ada Alana. Tentu saja hal itu membuat para fans Elvan patah hati merasa tak suka dengan hubungan Elvan dan Alana.
" Honey...kamu mau makan apa ? Biar aku pesan. Lo juga Wit mau makan apa ? " Tanya Elvan kepada sang kekasih dan juga Wita.
Semenjak Alana berpacaran dengan Elvan, Elvan selalu mentraktir makan Alana setiap hari. Dan kadang dia juga mentraktir Wita.
" Aku mau makan mie ayam baso aja yang ! Kalau gw biar pesen sendiri aja Van. " Sahut Alana dan juga Wita.
Elvan langsung memesan makanan untuk dirinya dan juga sang kekasih. Alana sangat beruntung, kerja kerasnya membuahkan hasil. Pria impian nya kini sudah jatuh hati padanya. Dan menganggap dirinya sebagai tuan putri. Elvan sangat memanjakan Alana.
" Hei...dasar wanita ga tau diri ! Lo itu ga pantes sama Elvan. Lagi pula Elvan itu akan di jodohkan sama gw ! Jadi gw harap, lebih baik Lo bangun dari mimpi panjang Lo, biar Lo ga akan merasa sakit yang luar biasa ! " Ucap Misella yang tiba-tiba saja datang menghampiri Alana yang sedang duduk menunggu kekasihnya memesan makanan.
Melihat Misella mengganggu kekasih nya, Elvan tentu saja merasa tak terima. Dia langsung bergegas menghampiri mereka.
" Gw peringatkan sama Lo, jangan pernah coba-coba ganggu Alana ! Jika Lo ngelakuin itu, Lo akan berhadapan sama gw ! Mending Lo cepat pergi dari sini, sebelum kesabaran gw habis ! Jangan rusak momen kebahagiaan gw ya ! " Ancam Elvan membuat Misella merasa tak terima.
" Van, gw itu sayang sama Lo ! Lo itu ga pantes sama dia ! Lo itu udah di jodohkan sama gw ! " Sahut Misella membuat rahang Elvan mengeras.
" Owh ya ? Kata siapa? Dan harus Lo tau, yang menentukan pantes atau enggak nya itu gw ! Bukan Lo ! Lo harus pahami ! " Ucap Elvan geram. Alana dan Wita terkekeh melihat wajah Misella memerah menahan rasa malu karna mendapatkan penolakan dari Elvan di depan dirinya yang menjadi saingannya.
Akhirnya Misella memilih pergi meninggalkan Elvan dan juga Alana.
" Siala* Lo ! Gara-gara Lo, Elvan seperti ini ! Lihat aja gw akan buat perhitungan sama Lo ! " Ucap Misella dendam dalam hati.
Makanan telah datang. Alana dan Elvan menikmati makan bersama.
__ADS_1
" Ih...udah honey ! Nanti aku ke pedesaan ! " Ujar Elvan karna Alana mengerjai dirinya dengan memasukkan sambel yang banyak ke dalam mangkuk baso nya.
Mereka sering kali becanda. Keduanya sama-sama usil, untuk menarik perhatian kekasih nya. Sedangkan Andre dan Wita hanya bisa terus mengucap kata sabar melihat sikap sahabatnya yang sedang kasmaran.
\=\=\=\=\=
Hari terus berganti. Hubungan mereka semakin manis seperti rasa es cream yang dia makan saat bersama. Seperti saat ini mereka sedang belajar di perpustakaan sekolah.
" Yang...diem dulu donk ! Ke coret ini tulisan aku ! " Gerutu Alana yang sedang menulis tugas sekolah karna Elvan mengganggu dirinya. Mencubit pipi Alana. Dan akhirnya mereka berdua bercanda. Alana membalas dengan memberikan capitan di perut Elvan.
Siang ini mereka tak langsung pulang. Karna Elvan, Alana, Wita, dan Andre belajar bersama.
" Woy...Ini perpustakaan ! Dunia milik berdua yang lain ngontrak. " Sindir Andre.
" Makanya cari cewek jangan jadi jomblo sejati ! " Ledek Elvan.
Dan akhirnya dia memilih ke kantin, dari pada harus melihat kemesraan sepasang kekasih yang akan buat dirinya menjadi baper.
" Bro gw ke kantin dulu ya ! " Ujar Andre yang sejak tadi sudah merasa bete. Dan kini hanya tinggal Wita yang harus jadi sapi ompong.
\=\=\=\=\=
Hari ini akan di adakan pertandingan basket antar sekolah. Sekolah Global Persada, tempat Elvan sekolah akan bertanding dengan sekolah Penabur. Dan tempatnya di lapangan basket sekolah Penabur karna mereka yang mengadakan.
" Semangat ! Aku yakin kamu pasti menang ! " Ucap Alana yang memberi support kepada kekasihnya. Tentu saja hal itu membuat Elvan tersenyum bahagia. Hidup Elvan benar-benar berubah. Dulu dia terkenal sosok yang dingin dan sombong, sekarang berubah menjadi sosok yang ramah kecuali kepada para fans yang selalu mengganggu nya. Dia tak ingin memberikan harapan pada mereka yang tentunya bisa memperkeruh suasana.
__ADS_1
" Wit, jaga istri gw ya ! Honey...aku pindah duduk di sana dulu ya gabung sama anak-anak yang lain ! " Ucap Elvan pada Alana dan juga Wita.
Elvan kini sedang kumpul bersama tim nya, menunggu pertandingan di mulai.
Bukan hanya Alana dan Wita saja yang hadir, banyak teman-teman dari sekolah nya yang ikut menyaksikan pertandingan itu. Misella dan Genk ubur-ubur nya pun hadir. Mereka terdiri dari empat orang centil yang berusaha eksis di sekolah nya. Gayanya seperti tante-tante rempong. Lagi pula Misella ada ketua tim cheeleders di sekolah itu yang memberi semangat dalam pertandingan itu.
Pertandingan di mulai. Elvan sebagai ketua tim basket. Karna diantara teman-teman satu tim dialah yang paling sering membuat tim nya menang. Permainan nya sangat bagus. Membuat tim pelatih memilih dia sebagai ketua tim basket.
" Elvan...Elvan...Elvan..." Teriak teman-teman yang hadir termasuk Alana dan juga Wita saat Elvan sedang memegang bola dan siap di masukkan ke keranjang lawan.
" Yeay..." Mereka bersorak kembali saat Elvan berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang.
Alana tak peduli dengan makhluk-makhluk planet yang sejak tadi menatap dirinya tajam. Tujuan hanya memberi semangat pada kekasihnya.
Waktunya beristirahat dulu. Elvan menghampiri Alana. Dan Alana langsung memberikan minum dan juga menyeka keringat yang mengucur di wajah Elvan. Membuat yang melihatnya menjadi baper tapi tidak dengan Misella dan juga Genk ubur-ubur nya.
" Semangat ! " Ucap Alana sambil memberikan senyum termanisnya untuk sang kekasih.
" Makasih honey. Aku balik ke anak-anak ya ! " Ujar Elvan yang kini kembali ke tim nya.
Pertandingan di mulai kembali, Elvan benar-benar bintang lapangan di pertandingan itu. Suasana pertandingan semakin heboh. Teriakan para cheeleders pun menambah kemeriahan pertandingan itu.
" Yeay...." Teriak semua para murid Global Persada saat tim basket nya berhasil memenangkan pertandingan itu dengan skor 4-1, dan Elvan memberikan 3 poin untuk tim sekolah nya.
" Selamat Elvan. " Elvan langsung di kerubutin oleh para fans nya. Dan Elvan hanya membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1
Alana tentunya tak mau kalah donk dia dan Wita pun menghampirinya.
" Selamat sayang..." Ucap Alana membuat Elvan merasa sangat senang.