Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Belajar bersama


__ADS_3

Misella menghentak-hentakkan kaki nya merasa kesal karna Elvan justru membela Alana di depan orang-orang.


" Sabar Mis, seperti nya Elvan benar-benar jatuh cinta sama Alana. Gi*la ya si Elvan bisa berubah begitu. Jangan-jangan Alana pake ilmu pelet lagi buat menaklukkan hati Elvan. Secara Elvan kan dulu menolaknya, dia tak suka dengan Alana.


" Pelet ? " Misella mengernyitkan keningnya mencoba mencerna ucapan salah satu sahabat nya.


Misella yang tadi diam, kini mulai kambuh lagi. Misella langsung berlari mengejar Alana dan mendorong tubuh Alana hingga Alana jatuh tersungkur.


Elvan langsung menolong kekasihnya dan merasa khawatir dengan apa yang terjadi pada kekasihnya. Dia merasa takut jika Alana terluka.


" Lo lagi...Lo lagi ! Kenapa si ga ada puas - puasnya Lo nyakitin Alana ? Lo tau tindakan Lo tadi itu adalah tindakan kriminal, karna Lo bisa aja membunuh Alana. Lo bakal masuk penjara ! Jika terjadi sesuatu sama Alana, gw ga akan segan-segan melakukan hal itu ! " Ujar Elvan. Sungguh hatinya merasa muak melihat sikap Misella yang baginya sungguh keterlaluan. Terlebih bisa melukai orang yang dia sayang.


" Van, dengerin gw dulu ! Lo itu di pelet sama wanita si*alan ini ! " Ucap Misella sambil menunjuk ke arah Alana.


" Hellow...Lo ini hidup di zaman apa sih ? Masih aja percaya begituan ! Lo mau tau kenapa gw seperti ini ke dia ? Gw itu bukan di pelet sama dia, semua ini karna gw mencintai dan menyayangi Alana ! " Sahut Elvan sambil menatap tajam ke arah Misella.


" Van, yang gw omongin itu benar. Apa Lo ga merasa janggal dengan diri Lo sendiri ? Lo dulu menolak Alana, bahkan merasa muak saat Alana terus mengejar Lo. Dan sekarang Lo tiba-tiba berpacaran sama dia. " Misella mencoba memanas-manasi Elvan. Namun lagi-lagi dirinya gagal, Elvan sama sekali tak mendengar ucapan Misella.


Elvan menggandeng tangan kekasihnya menuju kelas. Dia tidak peduli dengan guru BP yang akan menegur dirinya karna menggandeng Alana. Elvan juga tidak peduli dengan Misella yang terus memanggil namanya.


" Honey...apa ada yang kamu rasa ? " Tanya Elvan saat duduk di sebelah Alana. Alana menggelengkan kepalanya. Dia tak ingin kekasihnya merasa khawatir. Mungkin dirinya tadi merasa kaget hingga jantung nya masih berdegup sangat kencang. Dan memang dirinya hanya sedikit luka memar di dengkulnya.


Minggu depan akan di adakan ujian tengah semester. Alana dan Elvan berencana akan belajar bersama di rumah Alana dan Elvan secara bergantian.

__ADS_1


" Gimana kalau belajar nya di rumah aku aja ? Aku yakin ibu ga akan merasa keberatan kok. Malah dia pasti senang melihat kita belajar bersama. " Ujar Alana.


" Aku sih setuju aja, cuma pengen banget aku sekali-kali ngajak kamu ke rumah aku ketemu sama mami aku. Gimana untuk hari Sabtu ini ? Aku ingin mengenalkan kamu sama mami aku. " Sahut Elvan.


Secepat itu ? Sungguh Alana merasa tak percaya diri. Dia harus menyiapkan mentalnya terlebih dahulu.


" Kamu yakin mami kamu akan menyukai aku ? Aku takut, jika dia tak merestui hubungan kita. Kita akan terpisah secepat ini. " Ucap Alana lirih. Dia merasa takut jika harus di pisahkan oleh orang tua Elvan. Karna perbedaan status sosial.


" Ya udah kalau kamu ga mau, aku tunggu sampai kamu benar-benar siap. " Ujar Elvan sambil mengelus rambut wanita yang sangat dia cintai.


Siang ini mereka sudah mulai akan belajar bersama. Sebelum pulang, Elvan mengajak Alana mampir ke rumah makan Padang. Untuk mengisi perutnya dulu sebelum belajar.


Mereka menikmati makan siang bersama. Hubungan Alana dan Elvan di sebut sangat harmonis. Tak pernah sedikitpun mereka bertengkar. Mereka selalu memperlihatkan kemesraan meskipun masih dalam batas kewajaran.


" Assalamualaikum. Bu..." Alana mengucap salam dan mengetuk pintu rumahnya. Ternyata ibu nya saat itu sedang tidur siang, hingga tak mendengar suara motor Elvan.


Alana mengungkapkan bahwa dirinya dan juga Elvan akan belajar bersama, karna Senin depan mereka akan ujian tengah semester. Tentu saja sang ibu tak merasa keberatan, justru merasa senang mereka belajar bersama.


Alana pamit ke dalam untuk ganti pakaian, namun sebelumnya dia membuatkan dulu minuman untuk Elvan.


" Di minum ya ! Tunggu ya, Aku ganti pakaian dulu ! " Ujar Alana dan Elvan menganggukkan kepalanya.


Rumah Alana tak sebesar rumah Elvan. Elvan memiliki rumah yang mewah. Meskipun demikian rumah Alana terlihat nyaman.

__ADS_1


Alana keluar membawa 2 buah buku. Hari ini rencananya dia akan belajar matematika dan fisika.


" Kita belajar apa dulu ni ? Kalau bahasa Indonesia, Agama, bahasa Inggris, biologi , dan TIK kita belajar sendiri aja ya ! Yang kita pelajari fisika, kimia, dan matematika aja ya ! Gimana menurut kamu ? Kamu mulai nyicil kalau malam belajar ya sayang ! " Ujar Alana dan Elvan setuju.


Alana mulai mengajari Elvan satu persatu. Bab demi Bab yang akan di ujian. Alana bersikap layaknya seorang guru mengajari muridnya.


" Ih kamu ko malah senyum sih ? Aku ga pantes ya ngajarin kamu ? " Ujar Alana sambil menatap kekasihnya. Kini mereka duduk bersebelahan.


" Iya emang kamu ga pantes ! Kamu tuh pantasnya cuma jadi pacar aku. " Sahut Elvan membuat Alana tersipu malu.


" Ingat kita itu di sini mau belajar bersama bukan kamu gombalin aku ! " Sindir Alana. Elvan langsung menarik tubuh Alana dan melingkarkan tangannya di pinggul kekasihnya.


Alana berusaha melepaskan. Dia takut jika ibu nya melihat adegan tadi.


" Hayo jangan nakal ! Udah berani ni sekarang ! " Ujar Alana sambil menjewer telinga Elvan. Dan akhirnya belajar mereka di iringi canda tawa seperti biasanya. Elvan itu termasuk usil dan sering banget menggoda Alana.


" Udah ah serius, kalau ga mau belajar kamu pulang aja sana ! Males aku punya murid mesum kaya kamu ! Aku jadi ingat scandal murid sama guru nya." Ujar Alana sambil terkekeh.


Deg


Jantung Alana berhenti seketika saat mata mereka bertemu.


" Kamu itu wanita sempurna. Aku begitu beruntung bisa memiliki kamu ! Bukan hanya cantik dan pintar saja, tapi kamu selalu bisa buat aku tersenyum bahagia. Membuat aku memiliki semangat hidup. Kamu itu motivasi aku agar aku bisa mengikuti jejak kamu. Aku ingin belajar yang rajin, agar aku tak membuat kamu malu. Aku akan berusaha untuk mengimbangi kamu ! " Ungkap Elvan hingga membuat Alana susah payah menelan Saliva nya.

__ADS_1


" Semangat ! Kita sukses bareng ! Kamu itu pinter, cuma dulu kamu males dan ga peduli dengan sekolah. Dan aku harap kehadiran aku bisa membantu kamu ! " Ucap Alana sambil memberikan senyuman semanis mungkin untuk kekasihnya.


Selamat hari Senin, di tunggu vote nya ya kakak😁😄


__ADS_2