
Reynaldi duduk termenung menatap bintang di langit, pikirannya melayang akan kenangannya dulu bersama Rossa. Sampai saat ini Reynaldi masih tak mengerti mengapa Rossa mengkhianati dirinya. Karna selama ini Reynaldi selalu mewujudkan keinginan kekasihnya itu, Reynaldi juga selalu memberikan cinta dan sayangnya hanya untuk Rossa.
"Huhft, jika mengingatmu nafasku terasa sesak. Sudahlah semua itu hanya masa lalu ku, kini aku sudah hidup bersama masa depanku. Tak baik jika aku harus menengok ke belakang! Rossa seorang pengkhianatan, dan Alana telah memberikan aku kebahagiaan.
Alana menghampiri sang suami yang terlihat sedang melamun. Langsung melingkarkan tangannya di pinggang suaminya, dan meletakkan kepalanya di punggung suaminya. Merasakan hal itu, Reynaldi langsung menengok kebelakang dan memberikan senyuman termanisnya.
"Ayo kita tidur! Udara di luar sangat dingin!" ajak Reynaldi lembut, sambil menggenggam tangan istrinya.
Kini mereka sudah berada di ranjang yang sama, Alana langsung memeluk sang suami dengan manja.
"Ternyata menikah muda itu tidak buruk ya, justru bagiku lebih baik." ucap Alana sambil cengengesan.
"Bisa melakukan hal ini dengan halal!" ujar Reynaldi sambil mengukung tubuh istrinya. Hal ini membuat Alana tersipu malu.
__ADS_1
Malam ini mereka melakukan pergulatan panas di ranjang seperti hari-hari sebelumnya. Meskipun mereka sama-sama amatiran, tapi mereka sudah bisa menyesuaikan dengan pasangannya. Membuat sang pasangan merasa terpuaskan.
Pergulatan telah selesai dan kini mereka sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah. Alana memeluk Reynaldi dengan manja. Ini hal yang di suka Reynaldi, istri kecilnya sangat manja padanya.
"Semoga akan segera hadir makhluk kecil di rahimmu!" doa Reynaldi sambil mengelus perut Alana yang masih rata, dan Alana ikut mengamininya. Sebentar lagi Alana akan selesai tugasnya sebagai seorang mahasiswi, dan tugas selanjutnya dia ingin memberikan seorang anak di dalam rumah tangganya.
Berbeda halnya dengan Alana dan Reynaldi yang baru saja melaksanakan tugasnya sebagai pasangan suami istri, dan kini sudah tertidur pulas. Elvan justru sedang termenung mengingat kenangan dirinya dulu bersama Alana di saat hujan.
" Nanti, jika suatu saat kita terpisah karna harus melanjutkan pendidikan di kampus yang berbeda. ingatlah momen ini, di saat hujan turun dengan deras kita dalam kebersamaan. Hujan menjadi pengingat kebersamaan kita!" ucap Elvan dulu dan di iyakan oleh Alana. Ucapan itu masih terngiang di pikirannya.
"Han, aku kangen sama kamu. Apa kamu masih merasakan hal itu padaku atau kamu sudah merasa bahagia dengan suami kamu sekarang?" ucap Elvan lirih.
Elvan yang dulu bukanlah Elvan yang sekarang, masa depannya telah hancur. Hanya rasa sepi yang menemani hidupnya. Hanya Andre yang masih setia menemaninya di kala dirinya libur. Ini sebuah kekuasaan Allah, bahwa tak patut yang bisa kita sombong kan di dunia ini. Dalam sekejap Allah akan menarik nikmat itu. Bagaimana dulu papi Adrian begitu sombong, hingga akhirnya sekarang Elvan lah yang menanggungnya.
__ADS_1
"Han, apa masih ada cinta di hati kamu untukku? Asal kamu tahu, aku tetap mencintai kamu sampai detik ini. Meskipun aku sadar kalau hal ini tak akan mungkin terjadi, karna aku hanyalah pria cacat yang tak ada gunanya. Sedangkan suami kamu sangatlah sempurna." ucap Elvan lirih.
❤️❤️❤️❤️
"Elvan...Jangan tinggalin aku! Hiks...hiks.." teriak Alana di iringi isak tangis. Alana bermimpi tentang Elvan yang pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Mendengar sang istri berteriak Reynaldi terbangun dari tidurnya, dan lebih menyakitkan lagi sang istri sedang bermimpi pria lain. Reynaldi langsung membangunkan Alana, Alana langsung bangkit duduk, dengan keringat yang bercucuran dan air mata yang masih menetes. Dia mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah. Meskipun hanya sebuah mimpi, tapi hatinya merasa tak terima. Padahal mereka baru saja bercinta, dan sekarang istrinya justru bermimpi pria itu.
"Bahkan di saat kamu tertidur saja, kamu memimpikan dia. Apa kamu masih mencintai dia di bandingkan aku yang selalu ada untuk kamu?" ucap Reynaldi lirih.
Alana langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat. Dan mengatakan padanya jika dirinya sudah mencintai Reynaldi, mimpi itu hanya datang secara tiba-tiba, dia sendiri pun tak mengerti.
"Ku mohon maafkan aku jika aku bermimpi masa lalu ku, tapi aku akan hidup bersama masa sekarang aku. Menikmati indahnya dunia. Terima kasih atas kasih sayang yang selama ini kamu berikan kepadaku! Kamu sangat sempurna bagiku, membuat aku tak ingin melirik pria manapun termasuk masa lalu ku." ucap Alana. Alana menatap wajah suaminya lekat perlahan dirinya mendekatkan bibirnya di bibir suaminya dan mencium nya. Alana sedikit menarik tengkuk suaminya untuk memperdalam ciumannya.
Tentu saja hal itu membuat Reynaldi terhanyut, mengingat bibir sang istri sudah menjadi candunya.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, aku janji akan selalu memilih kamu apa adanya! Kamu yang merubah hidupku seperti ini. Di saat orang lain menghina aku, kamu lah yang menjadi pahlawanku! Aku tak akan mungkin melupakan jasa kamu di hidupku! Aku akan menikmati semua proses untuk mencintai kamu sepenuhnya, agar aku menyadari betapa berarti yang kamu di hidupku!" ungkap Alana dan Reynaldi menganggukkan kepalanya.