
Kini Alana dan Reynaldi sedang dalam perjalanan pulang. Sejak Keluar dari rumah sakit, Alana masih merasa tak enak hati terlebih dia melihat sang suami yang lebih banyak diam.
"Mas...Mas kok aku lihat dari tadi lebih banyak diam sih? Mas marah ya sama aku?" ucap Alana sambil memperhatikan sang suami, menatap ke arahnya.
"Enggak kok. Aku hanya ingin fokus menyetir saja." sahut Reynaldi yang memang fokus menyetir, namun hatinya memang masih merasa panas dan dia lagi berusaha menetralkan. Alana menarik nafasnya panjang, dia yakin jika suaminya sedang menutupi sesuatu dari dia.
Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam, kini mereka telah sampai di rumah, Alana berjalan masuk ke dalam rumah lebih dulu karna Reynaldi harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Meskipun dirinya orang kaya, tapi Reynaldi tak pernah menggunakan jasa supir pribadi. Baru kali ini dirinya memiliki supir pribadi, dan itu khusus untuk sang istri karna Alana belum bisa menyetir mobil.
"Aku mandi duluan ya mas, aku merasa lengket tubuhku." ujar Alana dan Reynaldi hanya mengangguk.
Sambil menunggu sang istri selesai mandi, Reynaldi memilih mengecek ponselnya. Membaca pesan chat dan email yang masuk.
"Untuk apa Rossa mengirimkan pesan inbox di email aku?" gumam Reynaldi sambil mengerutkan keningnya. Dia akhirnya membuka isi pesan chat itu yang berisi, Rossa meminta nomor ponsel Reynaldi yang baru dan meminta maaf.
Seperti diketahui Rossa adalah mantan kekasih Reynaldi. Mereka putus tiga tahun lalu karna Rossa mengkhianati cinta Reynaldi, padahal Reynaldi sangat tergila-gila kepada Rossa. Rossa adalah cinta pertamanya.
"Kamu kira aku akan merespon pesan dari kamu? Tidak akan! Bagiku kamu sudah mati di hidupku, dan aku sudah memiliki wanita baru yang aku cintai. Meskipun dirinya belum..." ucapan Reynaldi terhenti. Rasanya begitu sesak untuk melanjutkan jika dirinya saat ini masih merasa ragu dengan cintanya sang istri kepadanya.
"Mas, kamu mandi dulu sana! Aku akan menyiapkan makan malam dulu untuk kamu!" panggil Alana, namun sang suami tak diam tak bergeming, sepertinya dia tak mendengar ucapan sang istri.
Akhirnya Alana menghampiri sang suami, yang terlihat diam terpaku. Wajahnya terlihat mendung. Tentu saja hal itu membuat Alana merasa bersalah.
Alana menepuk pundak sang suami, menyadarkan Reynaldi dari lamunannya. Reynaldi menoleh ke arah sang istri.
__ADS_1
"Mas, kenapa? Aku merasa mas berubah sejak kita tadi pulang dari rumah sakit. Apa mas merasa tak suka aku menemui dan mengobrol dengan dia? Kalau mas merasa seperti itu, aku janji ga akan pernah lagi menemui dia." ucap Alana, dan Reynaldi membalasnya dengan senyuman dan mengusap lembut rambut sang istri. Reynaldi juga memberikan kecupan di pipi kiri sang istri.
"Maafin aku, kalau sikap aku membuat kamu seperti ini. Aku ga mau mas seperti ini!" ucap Alana sambil memeluk tubuh sang istri.
Reynaldi tersenyum bahagia, meskipun dirinya tak yakin sang istri mencintai dirinya sepenuhnya, tapi paling tidak sang istri menyadari jika dirinya telah menjadi miliknya.
Reynaldi melepaskan pelukan sang istri dan meraup kedua pipi sang istri, membuat kedua netra mereka saling bertemu dan wajah mereka sangat dekat.
"Mas janji ga akan pernah seperti ini lagi! Maaf kalau tadi mas ada perasaan tak terima kamu dekat dengannya, mas takut jika kamu akan kembali kepadanya. Tapi mas kan ga bisa marah, karna mas sendiri yang sudah mengizinkan kamu untuk bertemunya." ungkap Reynaldi sambil terkekeh. Dan akhirnya suasana hangat kembali lagi.
" Ya udah mas mandi dulu sana, aku mau siapkan makanan buat kita makan malam!" ujar Alana. Meskipun di awal pernikahan mereka belum ada cinta, namun Alana selalu berusaha menjadi istri yang baik. Yang membuatkan makanan untuk suaminya dan untuk menyiapkan semua keperluan sang suami.
Untungnya Alana sudah terbiasa membantu sang ibu memasak di rumah, jadi dirinya sudah tidak merasa canggung untuk menggunakan alat-alat untuk memasak. Dan untuk menu masakan agar lebih bervariatif, Alana memilih browsing resep di google.
Reynaldi sudah selesai mandi, dan dia langsung mencari keberadaan sang istri yang sedang sibuk memasak. Di saat hari libur, Reynaldi selalu memberikan waktunya untuk sang istri.
"Sayang...kamu lagi masak apa?" ucap Reynaldi sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan meletakkan dagunya di pundak sang istri. Dia tak malu jika ada pembantunya yang melihat.
Alana melepaskan lingkaran tangan suaminya dan membalikkan badannya hingga kedua netra mereka saling bertemu.
"Kalau kamu seperti ini? Aku masaknya gimana? Yang ada aku semakin lama masaknya." gerutu Alana membuat sang suami membuat tersenyum karna membuat kesal istrinya.
Dan akhirnya Reynaldi memilih untuk duduk di ruang tv sambil menunggu sang istri selesai masak. Dirinya teringat kembali akan sang mantan yang menghubungi dirinya.
__ADS_1
"Mau apalagi dia? Meskipun kamu hadir kembali, aku tak akan pernah berpaling kepadamu lagi. Karna hanya Alana yang aku cintai." ujar Reynaldi dalam hati.
Lamunannya terhenti, saat Alana menghampiri dirinya dan mengajaknya untuk makan. Alana pun merasa bingung, dia jadi merasa curiga dengan sikap suaminya yang aneh. Yang lebih banyak bengong, seperti lagi ada masalah yang di pikirkan.
"Kamu memang istri aku yang luar biasa. Masakan kamu selalu enak, kamu selalu memanjakan lidah aku dengan masakan kamu." puji Reynaldi membuat Alana tersenyum. Dirinya merasa senang.
Dan akhirnya mereka menikmati makan malam bersama. Reynaldi makan sangat lahap sekali. Menu makan malam kali ini ayam goreng mentega, cumi saus Padang, cah kangkung.
Kini mereka sudah berada di kamar mereka, menikmati keromantisan mereka berdua di ranjang.
Alana membaringkan tubuhnya, dan Reynaldi pun ikut berbaring di sebelah sang istri.
"Yang, kapan kamu akan siap memiliki anak dari aku? Usia aku semakin bertambah, aku ingin segera memiliki keturunan." ujar Reynaldi sambil mengelus perut istrinya dan kini dirinya justru bangkit dan mencium perut sang istri.
"Semoga kamu segera hadir di perut bunda ya sayang... Ayah ingin sekali Allah segera mengabulkan doa ayah!" ungkap Reynaldi.
Namun Alana mengatakan jika dirinya belum merasa siap, karna sebentar lagi dirinya harus menyusun skripsi dan pastinya akan sangat sibuk sekali dan merasa ga nyaman jika harus melakukan skripsi dalam keadaan hamil. Jadi dia meminta sang suami untuk bisa memahami dirinya, dan sebagai Reynaldi mengabulkannya. Dia memilih untuk mengalah harus memakai APD dalam berhubungan suami istri.
"Kamu memang suami yang luar biasa mas, aku ga nyesel menikah sama kamu!" ucap Alana sambil memberikan kecupan sekilas di bibir sang suami. Dan di akhiri dengan pertempuran di ranjang.
Jangan lupa terus beri dukungannya πππππ·β
Mampir yuk di karya author yang baruπππ
__ADS_1