Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Kebiasaan yang sama


__ADS_3

"Aku Alana kak." ujar Alana sambil melambaikan tangannya.


Siapa ya waktu masih remaja seusia Alana,pernah ngerasain seperti ini? Ketemu cowok ganteng cengengesan, salah tingkah. Apalagi cowok itu usianya lebih tua dari kita? Anak kuliahan. Pengalaman author nya.😍😘😄


"Aku Reynaldi. Biasa di panggil Rey atau Aldi, terserah kamu mau memanggil aku apa. Owh ya kamu ke sini sendiri?" ucap Reynaldi.


Reynaldi mengajak Alana duduk, kebetulan ada bangku yang kosong untuk mereka duduki. Dan Alana mengikuti saja, seperti terhipnotis begitu saja.


"Gimana kalau aku panggil kak Rey aja? Iya aku ke sini sendiri kak. Tadinya aku sempat ngajak sahabat aku, tapi dia mau nengok pacarnya yang sakit. Ya udah aku putusin pergi ke sini sendiri." sahut Alana.


Entah mengapa Reynaldi merasa senang mengobrol dengan Alana, meskipun jarak Alana saat ini masih seusia adiknya. Reynaldi terus memperhatikan wajah Alana yang terlihat masih sangat polos. Gayanya pun sangat berbeda jauh dengan nya. Karna Alana merasa nyambung dengan Reynaldi, sampai-sampai dia lupa dengan tujuan awalnya untuk membaca buku gratis. Sedangkan Reynaldi baru saja pulang membeli buku.


"Oh ya kalau kakak sendiri ke sini sama siapa? Adik kakak ga ikut?" ucap Alana sambil melihat sekeliling, mencari keberadaan adiknya Reynaldi yang menyebalkan itu.


"Aku ke sini sendiri. Kebetulan aku ada buku yang aku ingin beli, dan kebetulan hari ini hari libur jadi aku putuskan ke sini sekarang. Kalau hari libur begini, Handi pasti lagi pergi sama ceweknya.


Tanpa terasa mereka telah banyak mengobrol. Reynaldi menanyakan tentang keberadaan Alana waktu itu di Universitas Indonesia. Reynaldi juga menanyakan rumah Alana. Karna dia merasa bingung sama dengan Alana, mereka bertemu di tempat yang cukup jauh dari kampus tempat Alana kuliah nanti. Dan ternyata rumah Reynaldi dan Alana tidak terlalu jauh masih satu daerah. Hanya saja tempat kerja Reynaldi tak jauh dari kampus sang adik. Dia sengaja memilih kampus itu, agar dirinya bisa memantau sang adik.

__ADS_1


"Ternyata kita jodoh ya, setelah kita bertemu di kampus yang sama ternyata kita tinggal di daerah yang sama juga." ujar Reynaldi tanpa sadar membuat jantung Alana tak karuan.


Dan karna tersadar, akhirnya Reynaldi mengklarifikasi. Dia tak ingin Alana salah persepsi. Dia sadar Alana terpaut jauh dengannya, dan usia Alana sama seperti adiknya. Dia hanya merasa nyambung saja dan ternyata memiliki kebiasaan yang sama yaitu membaca buku.


"Oh ya kamu mau beli buku apa emang? Mau aku antar?" tanya Reynaldi.


"Aku cuma mau baca buku gratisan kak." sahut Alana sambil nyengir.


"Gimana kalau aku beliin buku yang kamu mau, hitung-hitung sebagai hadiah perkenalan kita. Lagi pula aku salut sama kamu, di mana anak seusia kamu lebih suka bermain Tik*tik dan sosmed lainnya, kamu tetap hobi membaca. Adik aku aja susahnya minta ampun kalau di suruh baca. Menurut dia membaca itu sangat menjenuhkan, dia lebih memilih main game online. Bahkan demi main game online, dia rela begadang." ungkap Reynaldi.


Alana menerima tawaran itu. Kini mereka sudah berada di restoran yang menjual es cream dan ayam kriuk.


"Kamu mau makan apa? Tenang aja hari ini kakak yang traktir, nanti kalau kamu sudah lulus dan bekerja giliran kamu yang terakhir kakak!" ujar Reynaldi membuat Alana tersenyum.


Senyum manis Alana menusuk hingga ke relung hati Reynaldi yang paling dalam membuat jantung Reynaldi berpacu dengan cepat. Entah apa yang di rasa dirinya saat ini kepada Alana, tapi yang pasti dia merasa nyaman di dekat Alana.


"Jika teringat es cream, aku jadi ingat sama Elvan. Aku ga boleh seperti ini. Sama saja aku mengkhianati Elvan kalau seperti ini." gumam Alana dalam hati.

__ADS_1


"Kamu mau es cream? Biasa cewek seusia kamu suka es cream." ucap Reynaldi sambil membolak-balikkan daftar menu.


Alana tak ingin momen kebersamaan dirinya dengan Elvan terhapus dengan orang lain. Alana hanya ingin makan es cream dengan pacarnya. Dan akhirnya Alana memutuskan memesan fanta float. Tapi Reynaldi tetap membelikan Alana paket nasi ayam kriuk, hingga mau tak mau akhirnya Alana memakannya.


Kelak mereka akan sering di pertemukan. Karna sang adik satu jurusan dengan Alana. Tapi mendengar cerita Alana Reynaldi sangat salut mendengarnya. Alana bercerita tentang cita-citanya yang bagi Reynaldi sangat luar biasa. Terlebih saat Alana menceritakan kalau dirinya sebenarnya mendapatkan tawaran kuliah di Singapura karna memenangkan olimpiade matematika di Singapura. Dan dia pun masuk di kampus ini karna beasiswa. Tapi Reynaldi menutup identitas dirinya sebagai pemilik sebuah perusahaan besar di Jakarta. Dia juga memiliki sejumlah saham di banyak perusahaan. Dia mengaku kepada Alana hanya seorang pekerja kantoran biasa, hanya sebagai pegawai staf. Karna bagi Reynaldi semua itu bukan miliknya murni. Perusahaan itu milik orang tuanya yang di kelola dirinya karna sang adik belum waktunya dan Handi juga tak ingin mengurus perusahaan yang baginya sangat memusingkan. Namun Reynaldi telah berhasil melebarkan sayap perusahaan orang tuanya. Perusahaan milik ayahnya menjadi berkembang pesat.


"Setelah makan, dan membaca buku kamu mau ke mana lagi?" tanya Reynaldi kepada Alana di sela-sela mereka makan.


"Pulang. Tapi sepertinya ga jadi deh bacanya. Aku takut ibu nyariin. Soalnya sekarang udah mau magrib juga. Soalnya aku ga boleh pulang malam." sahut Alana. Dan Reynaldi menawarkan Alana untuk di antar pulang.


"Nanti kakak ada yang marah ga? Aku kan ga enak kalau nanti ada yang salah paham sama aku." ujar Alana.


"Hehehehe. Aku masih jomblo. Meskipun usia aku lebih tua 6 tahun dari adikku, tapi kalau urusan pacaran aku kalah jauh. Lagi pula aku masih fokus sama karier aku dulu, sambil nunggu jodoh yang di kasih Allah nanti." ucap Reynaldi sambil terkekeh.


Tapi sayangnya Reynaldi tak menanyakan balik ke Alana, dia tak menanyakan kepada Alana apa Alana sudah memiliki pacar atau belum. Lagi pula memang mereka saat ini tidak berniat menjalin hubungan, hanya sekedar mengobrol dan ternyata mereka banyak memiliki kebiasaan yang sama. Alana menganggap Reynaldi seperti kakaknya. Karna sang kakak usianya tak jauh dari Reynaldi.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Beri dukungan untuk karya ini.🙏😃😄

__ADS_1


__ADS_2