Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Cinta sesakit inikah?


__ADS_3

" Om, Tante boleh kan Elvan mendampingi aku selama acara? Aku ingin acara ulang tahun aku menjadi sangat berkesan!" ucap Misella tanpa rasa malu. Tentu saja hal ini membuat Elvan menolaknya, karna dia tak ingin menyakiti hati pacarnya.


" Lo jangan macam-macam deh! Gi*la lo ya! Gw ke sini sama pacar gw! Dan Lo tuh ga ada hubungan apa-apa sama gw! Lo ajak aja sana cowok lo!" ucap Elvan geram, tak peduli di sana ada kedua orang tua Misella dan juga orang tua dia.


" Elvan, kamu ini kasar banget sih jadi cowok! Ga pantas kamu seperti ini! Apa karna wanita ini, kamu jadi berani bersikap seperti ini!" ujar papi Adrian. Dan tentu saja membuat Misella bersorak gembira.


" Nyesel gw dateng ke sini, kalau akhirnya seperti ini!" ucap Elvan lirih dalam hati.


Dan melihat pertengkaran Elvan dan papi nya, Alana merasa tak enak hati. Meskipun dirinya harus merasakan sakit yang luar biasa, tapi dia terpaksa merelakan Elvan untuk bersama Misella.


" Aku ga bisa Han, aku ga mau nyakitin kamu meskipun aku hanya mendampingi dia! Hanya kamu yang aku cinta! Lagi pula kalau aku mendampingi Misella, pasti anak-anak mengira aku menjalani dua hubungan. Cinta segitiga. Aku ga mau!" ucap Elvan lirih. Mami Dianti dan Alana pun merasakan apa yang Elvan rasakan. Tapi Alana bisa apa? Papi nya lebih berhak atas Elvan. Alana hanya seorang pacar. Walaupun hati nya terasa sangat sakit, bahkan dirinya ingin sekali menumpahkan perasaannya.


" Baguslah sadar diri! Lo itu ga sepadan dengan kita! Lo lihat penampilan Lo sekarang, norak banget!" ujar Misella dengan senyum puas.


Melihat hal itu, mami Dianti hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia merasa iba dengan anaknya, tapi dia juga sangat tahu sifat suaminya yang paling tidak suka di bantah dan di tentang.


Mendapat lampu hijau dari papi nya Elvan, tentu saja hal itu membuat Misella bersorak gembira. Dia tidak peduli saat ini Elvan menatap dirinya tajam, dan menatap para tamu dengan tatapan tak bersahabat.


" Wah parah sih Elvan, tadi datang sama Alana sekarang malah gandengan sama Misella." ucap salah satu teman sekolah mereka. Elvan berusaha untuk melepaskan tangan Misella. Jangankan Alana yang merasa sakit, Elvan pun merasa sangat sakit karna telah membuat Alana bersedih. Cinta sesakit inikah?

__ADS_1


Tapi ada juga yang mengatakan, cocokan sama Misella lah sepadan sama-sama orang kaya. Keluarganya juga sudah saling kenal. Rata-rata mereka tak menyukai hubungan Elvan dengan Alana. Padahal Alana tak pernah berbuat salah sama mereka, hanya karna status sosial mereka menghina Alana.


" Kamu harus kuat Alana! Jangan tunjukkan kelemahan kamu! Jangan buat mereka puas mengejek kamu!" ucap Alana lirih, dia berusaha untuk menguatkan hatinya.


Elvan dan Misella sudah berdiri di depan. Mereka di apit kedua orang tua Misella.


" Mata kamu fokus dulu! Jangan melihat hal yang ga penting!" bisik Misella. Membuat Elvan merasa tambah geram. Mendengar Misella berkata urusan perasaan hati Alana tidaklah penting. Elvan tak kuasa memandang wajah Alana. Tega memang dirinya sangat tega. Berdiri dengan wanita lain di hadapan Alana langsung. Terlebih Misella berusaha mencari kesempatan, bermanja-manja dengan Elvan.


" Maafin aku Lan, harus menjadi cowok pecundang! Yang ga bisa melindungi kamu dan memberontak perbuatan yang salah!" ucap Elvan lirih dalam hati.


Tanpa sengaja Alana mendengar papi nya Elvan mengatakan jika Elvan dan Misella sangat serasi. Dari pada dengan dirinya. Oh begitu sakitnya hati Alana saat itu. Kedua orang tua Elvan tak menyadari jika Alana berdiri di belakang mereka.


" Kalau mami sih lebih setuju Elvan sama Alana. Memang dia orang biasa, tapi..." ucapan mami Dianti harus terhenti karna papi Adrian sudah memotongnya.


" Bukankah status sosial sangat penting? Aku pun dulu merasakan seperti itu saat mengejar kamu dulu! Udah ga usah protes, belain wanita yang belum jelas asal usulnya! Kita sudah mengenal Misella sejak kecil dan kedua orang tua nya pun kita sudah mengenal tidak seperti Alana yang masih burem." cerocos papi Adrian.


" Papi mah aneh ga mau berkaca dari pengalaman sendiri, harusnya papi menyadari berada di posisi Alana. Hanya karna status sosial, kesempurnaan dirinya tertutupi. Pikir pi! Harusnya papi mendukung Alana yang kisahnya sama dengan kamu dulu!" sahut mami Dianti ketus. Namun tetap saja tak di pedulikan papi Adrian.


Sejak tadi Alana berusaha untuk menahan perasaannya, berusaha untuk yakin bahwa cinta mereka kuat. Dan yakinlah cinta akan menyatukan cinta mereka. Namun melihat Misella menyuapi Elvan kue ultah dan mengatakan dirinya bahagia karna bisa di dampingi orang yang sangat dia sayang, lama-lama Alana merasa geram. Dan memutuskan untuk pulang tanpa sepengetahuan Elvan. Karna Elvan lebih banyak menunduk dan diam.

__ADS_1


Hanya beberapa orang yang melihat, Alana ingin beranjak pergi. Dan anehnya bukan merasa kasihan dengan apa yang di rasakan Alana. Mereka justru merasa puas.


" Emang enak ngerasain sakit hati? Sakit kan rasanya cinta kita di abaikan, tak terbalaskan! Rasaian lo Alana!" ucap salah satu fans Elvan yang terabaikan oleh Elvan.


Alana berjalan kaki keluar dari rumah Misella. Dia memilih seperti itu, untuk mengatur rasa sakit dan sedihnya. Air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya tumpah juga.


" Cinta sesakit inikah?" ucap Alana lirih.


Air mata terus mengalir membasahi wajahnya, hingga akhirnya dia memilih untuk duduk dulu di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari rumah Alana. Dia harus menetralkan dirinya dulu sebelum pulang ke rumah, karna dia tak ingin menunjukkan rasa sedihnya di hadapan kedua orang tua nya.


Alana tak menyadari jika, sejak tadi ada yang terus memperhatikan dirinya. Dan merasa senang Alana merasakan hal itu. Ya orang itu Dion. Melihat Alana keluar rumah, Dion mencoba mengikuti Alana.


" Hei...kamu kenapa menangis?" ucap Dion yang duduk di sebelah Alana. Mencoba mendekati Alana, berpura-pura menjadi pahlawan kesiangan.


" Emm..ga ko! Mata aku cuma kelilipan aja." ucap Alana sambil menghapus air matanya.


" Ga usah bohong! Aku tau kok apa yang kamu rasakan saat ini! Kamu tau ga, sejak tadi di sana aku terus memperhatikan kamu, aku tau kejadian apa yang terjadi sama kamu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti kamu dan berada di sini sekarang." ungkap Dion membuat Alana mengerutkan keningnya. Mengapa Dion seperti ini kepadanya.


Jangan lupa dukungannya ya kakak 🙏😘😍

__ADS_1


__ADS_2