Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Rencana kuliah


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang spesial untuk Elvan. Tak seperti dua minggu yang lalu. Padahal papi dan maminya Elvan sudah berjanji akan selalu menyempatkan waktu untuk Elvan anak semata wayangnya, setiap hari Sabtu atau Minggu untuk menikmati sarapan pagi bersama.


Hubungan keluarga Elvan bisa di katakan tidak harmonis. Mereka lebih sibuk dengan urusannya masing-masing. Selain itu kedua orang tua Elvan sama-sama memiliki sifat keras sehingga membuat mereka sering bertengkar. Mungkin itulah yang membuat Elvan dulu menjadi anak broken home, namun semua berubah saat Alana bersamanya.


" An, Elvan mana ? Kenapa dia belum turun ? " ucap Adrian Bagaskara, papinya Elvan. Memanggil pasangannya saja namanya tak ada embel-embel romantis.


" Mungkin masih tidur, semalam dia pulang larut malam. Aku panggil dulu ke kamarnya. " ujar mami Dianti, maminya Elvan. Papi Adrian langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Mami Dianti menaiki anak tangga menuju kamar anaknya. Dan ternyata benar saja, Elvan masih tidur terlelap saat dia membuka kamar anak semata wayangnya.


Mami Dianti berjalan mendekati ranjang tempat sang anak tertidur pulas.


" Nak, ayo bangun ! " mami Dianti mencoba membangunkan sang anak dengan cara mengguncangkan tubuh anaknya.


Perlahan Elvan mengerjapkan matanya, dan ternyata sudah ada sang mami di dekatnya.


" Bangun nak, papi sudah menunggu kamu di meja makan ! " ucap mami Dianti.

__ADS_1


" Mami duluan aja ! Nanti aku nyusul ke sana, aku cuci muka dulu " sahut Elvan. Dan akhirnya sang mami mengikuti permintaan sang anak, dia juga tak ingin jika sang suami menunggu terlalu lama. Dia sangat tahu sifat suaminya itu.


Mami Dianti menuruni anak tangga kembali ke ruang makan tempat suaminya menunggu.


" Mana Elvan ? Lelet sekali jadi anak cowok ! " gerutu Papi Adrian. Papi Adrian tak suka sesuatu yang bertele-tele, dia memiliki disiplin waktu yang tinggi. Mungkin itulah yang menjadikan dirinya sebagai seorang pengusaha sukses.


" Sabar dulu, Elvan lagi cuci muka dulu ! " sahut mami Dianti sambil menyendokkan nasi goreng dan telor mata sapi untuk suaminya.


Papi Adrian paling kesal jika melihat anak cowoknya yang bermalas-malasan. Dia ingin Elvan seperti sosoknya yang bersemangat, karna kelak Elvan yang akan menggantikan posisi dirinya untuk mengurus kerajaan bisnis nya


" Jam berapa ini ? Bangun siang banget ! Makanya jangan kebanyakkan begadang, tak ada gunanya ! " ujar papi Adrian dan Elvan hanya menarik nafas panjangnya saat sang papi terus mengoceh sambil menyantap sarapan pagi.


Elvan tak berani membantahnya. Padahal ini memang baru jam 7 pagi, tadi pagi dia sempat bangun hanya untuk sholat shubuh dan setelah itu tidur kembali. Karna memang hari ini hari libur, dia ingin bermalas-malasan.


" Oh ya...tahun depan kamu kan Lulus, kamu sudah mencari kampus mana yang akan kamu ambil ? " tanya papi Adrian. Dan Elvan hanya menggelengkan kepalanya. Karna memang dirinya belum mencari tempat untuk dirinya berkuliah.


" Jangan begitu, semua harus di persiapkan dari awal ! Mulai sekarang kamu mulai browsing-browsing di google, cari kampus yang kamu inginkan ! Dan jangan lupa cari kampus yang di luar negeri ! Kamu pilih negara mana yang akan menjadi tujuan kamu ! " sahut papi Adrian sambil meraih gelas yang berisi air putih dan menenggaknya. Papi Adrian sarapannya sudah selesai, hanya tinggal Elvan dan mami.

__ADS_1


Elvan terasa lemas, mendengarnya saja sudah membuat dirinya tak karuan. Bagaimana jika dirinya benar-benar harus terpisah dengan Alana untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.


" Pi, kenapa harus di luar negeri sih ? Di sini juga kan banyak kampus yang berkualitas, jadi ga perlu aku jauh-jauh ke sana ! " sahut Elvan protes. Dia hanya berusaha dan berharap papinya akan membatalkan rencananya.


" Tidak ! Papi ingin kamu kuliah di luar negeri ! Masa anak dari seorang pengusaha hebat ga bisa kuliah di luar negeri. Lagi pula ini adalah impian papi sejak dulu. Jika papi merasa gagal karna kakek kamu tak bisa menyekolahkan papi ke luar negeri, maka kamu tak boleh gagal. Semua ini demi kebaikan kamu, agar kamu cepat sukses tak seperti papi yang harus kerja keras dari bawah ! "jelas papi Adrian.


Papi Adrian memang terlahir dari keluarga sederhana, namun dengan kerja keras yang dia lakukan selama ini menjadikan dirinya menjadi pengusaha yang sukses. Papi Adrian menceritakan tentang dirinya dulu. Bagaimana dirinya berjuang untuk meraih kesuksesan seperti saat ini. Bahkan dulu dirinya pernah di tolak mentah-mentah oleh keluarga mami nya. Mami Dianti terlahir dari keluarga terpandang, pertemuan mereka saat mereka kuliah di kampus yang sama. Papi Adrian mendapatkan beasiswa saat kuliah di sana, dia anak yang pintar. Hingga akhirnya dia bisa berkuliah yang sama dengan mami Dianti.


Lambat laut mereka saling mencintai. Setelah mereka lulus, papi Adrian langsung mendapatkan pekerjaan meskipun hanya sebagai staf biasa. Dan dengan modal keberanian, papi Adrian melamar mami Elvan. Dan saat itu dirinya langsung di tolak mentah-mentah, karna dengan alasan tak sederajat. Mereka berniat untuk menjodohkan mami Dianti dengan pria lain, meskipun cintanya mami Dianti hanya untuk papi Adrian. Bagi mami Dianti, papi Adrian adalah sosok yang sempurna. Bukan hanya memiliki wajah yang tampan, papi Adrian juga seorang yang pekerjaan keras. Dengan modal yang dia kumpulkan akhirnya papi Adrian membuka usaha sendiri. Perlahan tapi pasti usaha papi Adrian semakin maju, dan bahkan memiliki dua kantor cabang. Dan setelah 3 tahun berjuang, akhirnya papi Adrian berhasil menikahi mami Dianti.


Elvan hanya menyimak kata demi kata yang di ucapkan sang papi. Dia merasa jika dirinya lebih beruntung dari papi nya, semua hal telah dia miliki. Hanya dia tinggal lanjutkan. Lagi pula keluarga Alana sudah sangat baik dengannya, tentu saja dia tak akan mendapatkan penolakan dari sang papi. Tapi cerita papi Adrian akan di jadikan Elvan sebagai motivasi dalam hidupnya. Meskipun Elvan sudah terlahir dari keluarga kaya raya, tak menjadikan alasan untuk dirinya bersantai. Dia pun ingin seperti papinya, berjuang keras demi sesuatu yang membanggakan hasil kerja kerasnya.


" Makanya papi ingin kamu kuliah di luar negeri, agar kamu bisa mengembangkan perusahaan lebih maju lagi ! " sahut papi Adrian lagi.


Bagaimana dengan kisah cintanya nanti dengan Alana ? Apa Alana akan sabar menunggunya sampai dirinya kembali lagi ? Rasanya begitu berat meninggalkan Alana di sini. Tapi memang benar yang di katakan papinya, jika dirinya ingin menjadi orang yang sukses dia harus bekerja keras. Semua tak ada yang instan, semua butuh proses.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😍😘😄😍🙏

__ADS_1


__ADS_2