
"Kemana ya Alana? Masa dia blokir aku sih? Tapi ada apa?" ucap Elvan. Alana telah membuat bingung. Dan akhirnya Elvan memilih menghubungi Andre sahabatnya.
Benar saja yang di perkirakan Alana dan Andre semalam sempat bahas. Elvan pasti menghubungi dirinya. Dan sangat menyesal akhirnya Andre menjelaskan apa yang terjadi dengan Alana. Mendengar seperti itu tentu saja Elvan sangat marah kepada kedua orang tuanya terutama papi ya. Dia juga sangat marah dengan maminya Misella.
"Sel, sorry! Tadinya gw mau mengurus Lo dengan baik, sesuai amanat nyokap bokap lo tapi saat ini gw berubah pikiran! Lo coba urus sendiri aja deh! Sorry gw kecewa sama nyokap Lo! Gw ga habis pikir sama nyokap Lo, kenapa sih harus terus maksa gw sama Lo? Berkali-kali gw udah ngomong sama Lo, kalau gw cuma cinta sama Alana. Gw ga ada perasaan apapun sama Lo Sel! Gw cuma menganggap Lo sebagai teman gw! Kenapa sih Lo sama nyokap Lo ga ngerti-ngerti? Dan asal Lo tau, bokap gw jadi ikut-ikutan membenci Alana. Padahal Alana itu ga salah. Sorry gw kecewa sama kalian! Gw ga peduli Lo mau ngadu ke nyokap Lo apa ga! Asli gw kecewa banget. Aahhhhh...Alana!" ucap Elvan.
Elvan langsung membantu Misella berjalan untuk kembali ke apartemennya. Dia tak peduli Misella merasa kesulitan apa ga, Misella makan apa nanti, Elvan ga peduli. Misella menangis pun, Elvan ga peduli. Elvan sangat marah.
Tentu saja Misella langsung menghubungi maminya, mengadu apa yang Elvan lakukan kepadanya. Dan maminya Misella langsung menyuruh Papi Emir menghubungi Papi Adrian, mengadu kelakuan Misella kepada anaknya.
"Sudah sampai kamu? Kok baru hubungi papi sekarang?" ucap Papi Adrian.
"Udah deh papi ga usah basa basi yang bikin basi. Elvan merasa kecewa sama papi. Kenapa papi tega berbuat itu sama Alana? Salah Alana apa sih Pi?" ujar Elvan geram.
Papi Adrian tertawa terbahak-bahak, menertawakan sang anak yang sudah mengetahui apa yang terjadi di Bandara. Papi Adrian mengira jika Alana lah yang mengadu. Papi Adrian menjelaskan karna dia tak ingin Alana masih menjalin hubungan dengan Elvan. Dirinya tak Sudi menjadikan Alana sebagai menantunya. Salah Alana karna menjalin hubungan dengan Elvan, padahal mereka tidak sepadan.
Elvan mengancam akan kembali ke Indonesia, dia tak peduli jika harus membatalkan kuliahnya di sini. Elvan tidak peduli dengan uang yang dikeluarkan papinya untuk kuliah dirinya. Papi Adrian pun mengancam Elvan balik, jika dirinya melakukan hal itu. Papi Adrian tidak akan segan-segan menghancurkan Alana. Hingga akhirnya Elvan menuruti keinginan papinya asalkan Alana aman. Karna dia tak ingin terjadi sesuatu dengan Alana. Elvan menutup panggilan telepon dengan kasar karena merasa sangat marah dengan sang Papi.
__ADS_1
"Alana maafkan aku yang saat ini tak bisa mempertahankan kamu. Ku mohon bersabarlah sampai waktunya tiba aku akan kembali!" ucap Elvan lirih.
Elvan langsung menghubungi Andre, meminta tolong kepada Andre agar Alana mau bersabar menunggu dirinya kembali. Tapi Andre tidak bisa berjanji Alana akan menunggu Elvan kembali, karena setiap wanita pasti akan menunggu kepastian dari pacarnya.
Elvan langsung mengacak-ngacak rambutnya karna merasa frustrasi, dia juga melempar barang-barang yang ada di dekatnya.
"Kenapa takdir begitu kejam kepadaku? Cinta begitu menyakitkan." Elvan terjatuh lemas di lantai. Kakinya terasa lemas tak bisa bertumpu.
Tak lama kemudian papinya menelpon kembali, dan langsung memarahi Elvan karena telah menyakiti hati Misella, dan menyuruh Elvan untuk meminta maaf kepada Misella. Elvan hanya bisa menghela nafas panjang dan terpaksa dirinya menghampiri Misella kembali di kamarnya dan memapah Misella ke kamar apartemen Elvan kembali. Dan tentu saja membuat Misella bersorak gembira.
Elvan langsung meninggalkan Misella ke dalam kamarnya.
"Papi tega sama aku, menghancurkan anak sendiri demi kebahagiaan sendiri!"
Elvan langsung menghubungi Wita, dan meminta tolong agar Alana membuka blokirnya kembali. Wita menjelaskan kepada Elvan bahwa Alana sudah merasa sakit hati atas ucapan papinya Elvan kepadanya. Rasanya sangat sulit untuk Alana bisa menerima Elvan kembali di hidupnya. Dan justru Wita menyuruh Elvan untuk melupakan Alana dan melepaskan Alana untuk bahagia bersama yang lain.
"Hiks...hiks... Gw cinta Wit sama Alana, gw ga rela Alana dimiliki siapapun." ucap Elvan sambil terisak tangis, membuat Wita pun ikut merasa sedih. Tapi di sisi lain Wita tak ingin melihat Alana sedih karna percintaan yang begitu rumit.
__ADS_1
Bukan hanya Elvan yang merasa sedih, ternyata Alana pun merasa tersiksa dengan perpisahan ini. Terlebih saat Wita dan Andre menceritakan kesedihan Elvan karna harus berpisah dengan dirinya. Karna Elvan tak pernah salah dalam ini. Elvan sudah berjalan sesuai perannya sebagai pacarnya. Tapi Alana bisa apa? Ini keputusan yang harus dia ambil, dari pada dirinya menjalankan sesuatu yang tak akan pernah menjadi miliknya.
Alana meraih ponselnya dan memandang nomor telepon Elvan. Ingin sekali dirinya menarik ucapannya dan menjilat ludahnya sendiri. Dia ingin sekali membuka blokir nomor Elvan agar dirinya bisa mendengar suara Elvan.
Dan akhirnya Alana memilih untuk menghubungi Elvan, dia ingin membicarakan hal ini langsung agar tak menjadi beban kembali. Dan tentu saja Elvan merasa sangat bahagia saat melihat Alana yang menghubungi dirinya.
"Hiks...hiks...please Han, jangan tinggalkan aku! Aku ga bisa hidup tanpa kamu!" ucap Elvan. Elvan mengalihkan panggilan telepon ke panggilan video dia ingin melihat wajah pacarnya.
Hatinya Elvan bertambah sakit saat melihat wajah Alana terlihat sedih. Bahkan Alana tak mampu menahan air matanya. Alana tak mampu berkata-kata, dia hanya memandang wajah pria pujaannya. Mata Alana terlihat bengkak karna terlalu banyak menangis. Alana tak mampu menjawab pertanyaan Elvan apapun dia hanya ingin terus menatap wajah pria yang masih menjadi bagian terpenting dalam hidupnya hingga sekarang.
"Mungkin Allah menyuruh kita untuk bersabar, aku yakin semua akan indah waktunya. Biarlah waktu memisahkan kita untuk sementara, tapi cinta tak akan pernah memisahkan kita. Jangan pernah buka hati kamu untuk siapapun ya Han! Karna kamu hanya milik aku sampai kapan pun!" ucap Elvan lirih.
Mereka hanya memperlihatkan kesedihan mereka lewat panggilan telepon. Hanya bisa menatap di layar ponsel.
"Please Han, jangan blokir nomor aku! Kita jalani hubungan ini diam-diam. Sampai aku lulus dan kembali lagi ke Indonesia. Toh papi ga akan pernah tau kalau kita masih terus berhubungan. Karna percuma Han tak ada artinya kalau aku marah padanya sekarang. Kamu jauh dari aku, aku tak ingin terjadi sesuatu sama kamu. Biarlah hanya kita, Andre, Wita, dan keluarga kamu yang tahu tentang hubungan kita. Kamu mau kan? Please jangan siksa perasaan kamu! Aku tahu kamu pun pasti berat pisah dengan aku? Aku juga akan merahasiakan hubungan kita dari Misella, agar dia tak mengadu kepada maminya." ucap Elvan dan Alana akhirnya setuju.
Dan akhirnya mereka merajut kembali secara diam. Elvan berusaha bersikap biasa agar Misella tak merasa curiga kalau dirinya telah kembali sama Alana. Dan untuk menjalankan misi yang tersembunyi, Elvan mengganti nama Alana di ponselnya dengan nama Andi. Elvan juga sudah memberi password agar Misella tak semudah itu membuka ponselnya dan melihat isi ponselnya di saat dirinya lengah.
__ADS_1