
"Lepasin Elvan Vi! Elvan ga peduli! Papi udah buat hidup Elvan hancur di acara ulang tahun Elvan yang harusnya menjadi acara bersejarah dalam hidup Elvan!" ucap Elvan.
"Owh jadi kamu berani melawan papi kamu demi wanita itu?" ujar Papi Adrian dengan berapi-api. Dia merasa tak terima dengan sikap anaknya.
Elvan tak peduli dengan papi nya. Tujuannya hanya satu yaitu, menemui Alana. Tekadnya sudah bulat. Elvan tidak peduli, jika papinya nantinya akan besar kepadanya.
Elvan meraih kunci mobilnya, dan langsung melajukan kendaraannya. Elvan sempat menghubungi Wita untuk menanyakan keberadaan Alana dan dirinya. Ternyata Alana sedang bersama Wita di rumahnya. Alana memilih tidak langsung pulang ke rumah. Untungnya saat ini Wita sedang sendiri, karna kedua orangtuanya dan adiknya sedang pergi ke Jawa untuk menghadiri acara pertunangan tantenya.
"Maafkan gw Lan, gw terpaksa memberi tahu keberadaan Lo sama Elvan. Gw ingin permasalahan Lo sama Elvan segera selesai." gumam Wita dalam hati. Dia bisa merasakan apa yang di rasakan Alana saat ini. Rasanya tak sanggup jika dirinya harus mengetahui tentang perjodohan pacarnya.
Ternyata Andre sudah ada di rumah Wita juga. Tak lama Alana dan Wita pulang, Andre pun memilih pulang. Karna situasi acara sudah tidak seru, dan bahkan berantakan.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Teman-teman yang berada di sana merasa kasihan dengan Alana. Karna harus merasakan kesedihan yang mendalam. Mereka sangat tau bagaimana perjuangan Alana dulu mengejar cinta Elvan, dan mereka juga sangat tahu bagaimana keromantisan Elvan kepada Alana.
"Lagian aneh si Misella, udah tau Elvan udah sama Alana masih aja ngejar-ngejar. Kasihan Alana. Gw lebih setuju Elvan sama Alana." ucap salah seorang teman yang pro kepada hubungan Alana.
"Rasain Lo! Lagi jadi orang susah ga tau diri banget! Ga punya kaca kali ya si Alana? Harusnya dari dulu ngaca dulu sebelum mengejar cinta Elvan, dari pada ngerasain sakit hati karna di tolak sama papinya Elvan. Harusnya sadar kalau dia sama Elvan seperti langit dan bumi yang ga pernah bisa bersatu." ucap salah satu orang yang kontra.
Misella terisak tangis karna merasa malu, Elvan tetap meninggalkan dirinya dan mengejar Alana. Padahal Elvan itu sudah di jodohkan sama dia. Dan kini dia harus menjadi bahan gunjingan orang yang pro dengan Alana dan kontra dengan dirinya.
"Maaf ya Misel! Tapi om yakin lama kelamaan Elvan juga akan menerima kamu! Kamu harus sabar, soalnya Elvan memang agak keras. Nanti kamu kan kuliah di sana bareng, kesempatan untuk kamu bisa menaklukan hati dia!" ucap Papi Adrian membuat Misella merasa tenang. Karna mendapatkan dukungan dari papi nya Elvan. Papi Adrian juga meminta maaf kepada kedua orang tua Misella.
"Papi ini gimana sih? Kondisi udah begini masih bilang santai aja! Kasihan Misella pasti malu di depan teman-temannya. Semua itu karna wanita miskin itu." ujar maminya Misella membuat mami Dianti merasa kaget mendengar perkataan maminya Misella yang berkata kasar tentang Alana.
"Maaf jeng, ga sebaiknya berkata seperti itu! Maaf banget, bagaimanapun selama ini Alana sudah berperan penting untuk Elvan. Dialah yang membuat perubahan di hidup Elvan." ujar mami Dianti.
__ADS_1
"Alah itu mah akal-akalan aja jeng, biar meraih simpati Elvan sama keluarganya. Mana ada cewek zaman sekarang. Pasti tujuannya biar bisa di jadiin menantu orang kaya, banyak model cewek begitu. Saya juga ga yakin cewek itu masih virgin, jangan-jangan udah nyerahin sama Elvan makanya si Elvan ga bisa lepas dari nya. Ya sekarang aneh aja coba di pikir deh jeng? Misella lebih cantik, asal usulnya juga sudah jelas, kita udah berhubungan baik sejak dulu dan bahkan Elvan dan Misella sudah berteman sejak kecil, masa Elvan bisa menutup mata begitu? Kalau menurut saya si aneh. Sampai-sampai dia rela melawan orang tuanya demi wanita itu!" ujar maminya Misella. Dan sepertinya papi Adrian merasa terpancing dengan ucapan maminya Misella. Kalau mami Dianti tetap membela Alana, karna dia pernah bertemu Alana meskipun belum dekat dengan Alana, dan menurut dia sejauh ini Alana anak yang baik dan memberi efek yang baik untuk anaknya.
Meninggalkan dua orang tua yang berbeda pendapat, kini Alana dan Elvan sedang bersama. Membicarakan tentang hubungan mereka selanjutnya.
"Aku siap Han, jika aku di usir papi aku dan di hapus dari alih warisnya. Aku rela, asalkan aku masih bisa sama kamu! Aku akan tetap berjuang keras untuk bisa hidup bersama kami." ucap Elvan. Elvan benar-benar serius ingin menjalani hubungan sama Alana. Sampai-sampai dia terpikir untuk menarik semua uang tabungan dia sebelum papinya akan memblokir nomor rekening tabungan dia.
"Kamu tunggu sini! Aku keluar dulu sama Andre! Wit, gw pinjam Andre dulu ya!" Elvan langsung mengajak Andre paksa. Sampai-sampai Andre dan Wita di buat bingung.
"Wit, menurut Lo gw harus gimana? Gw bingung." ucap Alana terisak tangis saat Elvan dan Andre pergi meninggalkan mereka berdua.
Wita menyarankan agar sahabatnya mencoba memikirkan perasaannya dulu ke Elvan. Baru memikirkan plus minusnya. Dan ternyata Alana masih mencintai Elvan.
"Kalau menurut gw sih Lo jalanin aja, kan kita ga pernah tau ke depannya. Lo tetap jalani kehidupan Lo di sini! Lo harus tetap buktikan kepada keluarga Elvan, kalau Lo mampu menjadi orang yang berhasil! Gw yakin seiring waktu, papinya Elvan pasti bisa berubah kok! Percuma kalau Elvan ngotot sekarang, perjalanan hidup kalian masih sangat panjang, sayang kalau masa depan kalian harus terhenti terlebih Elvan yang harus berhenti kuliah dan bekerja karna ga ada biasa untuk bayar kuliah untuk menghidupi Lo! Lagi pula kasihan Elvan juga kalau dia jadi anak yang pembangkangan. Gw sebagai sahabat ingin melihat hubungan kalian baik-baik saja meskipun di awal terasa berat karna tanpa restu orang tua Elvan. Kalian harus sama-sama menguatkan! Kita harus cari titik lemah Misella yang bisa membuat papinya Elvan ga respect sama Misella dan menyesal telah mati-matian membela Misella! Lagian emang Lo mau nikah muda?" ucap Wita dan Alana mencoba memahami ucapan sahabatnya.
__ADS_1
Dan benar saja Elvan membuktikan keseriusan dirinya kepada Alana. Elvan langsung menguras uang tabungannya dan memberikan kepada Alana. Dia hanya memegang uang 500 ribu. Alana di buat melongo karna dia tak menyangka tabungan pacarnya bisa sebanyak itu.