
Hari ini Alana sudah mulai masuk sekolah, kembali ke rutinitasnya sebagai pelajar. Alana sudah terlihat sehat kembali.
" Kamu sudah sehat kembali Alana? Maaf Mis dan teman-teman belum sempat menengok kamu!" ucap Mis Eva yang kebetulan hari ini ada jam pelajaran di kelasnya.
" Alhamdulillah sudah Mis. Ga apa Mis, lagi pula aku cuma kecapean doank kok Mis." sahut Alana dengan wajah ramahnya.
Lagi pula mana ada yang mau teman-teman kelasnya menengok dirinya, yang hanya orang biasa. Padahal Alana tak pernah bersikap sombong meskipun memiliki kepintaran yang luar biasa dan dia juga selalu bersikap ramah. Tapi Alana memiliki sifat keras. Apabila ada menyenggol dirinya, pasti dia akan lebih galak dari orang itu. Terlebih saat dia mengejar cintanya Elvan.
Jam istirahat telah berbunyi, murid-murid satu persatu keluar dari kelasnya menuju kantin. Sama halnya dengan Alana, Elvan, Wita, dan Andre yang langsung menuju kantin.
" Pasti kalau aku udah lulus nanti, pasti aku akan merasa kangen makan makanan di kantin sini. Bagiku makanan di sini enak-enak." ucap Alana sambil memakan baso nya.
" Emang Lo mau melanjutkan ke mana Lan?" tanya Andre.
" Entahlah masih bingung. Kemarin sih gw dapat beasiswa kuliah di Singapura. Menang dari kejuaraan olimpiade matematika. Tapi gw juga mau coba di ITB, UI, dan UNPAD juga sih." sahut Alana dan Elvan hanya mendengarkan pacarnya bicara.
" Berarti kalian harus terpisah donk? Yakin lo berdua bisa jalanin LDR. Kalau gw sama Wita udah putusin kuliah di Jakarta. Wita mau coba di UNJ, mau jadi guru." sahut Andre dengan bangganya.
__ADS_1
Elvan tak mampu berkata-kata, rasanya ingin nangis dan memeluk Alana saat itu juga untuk mengatakan kalau mereka memang harus terpisah. Meskipun rasa cinta Elvan sekarang lebih besar kepada Alana, hingga dalam hal ini Elvan terlihat lebih lemah.
" Tumben lo, dari tadi diem terus mirip patung Pancoran." sindir Andre. Karna tak biasanya sahabatnya ini jadi pendiam seperti ini.
" Jiah...gw bawel kaya emak-emak salah, sekarang gw diem di bilang mirip patung Pancoran." gerutu Elvan yang tak terima julukan untuk dirinya.
" Lo suka ngerasa ga sih, kalau masa remaja kita tuh indah banget? Kalau gw sih bersyukur banget masa remaja gw di lewati bersama orang-orang terhebat di hidup gw, gw bisa ngerasain momen pacaran ala anak Abege, bisa ngobrol becanda sama kalian. Karna bagi gw, remaja yang hidupnya di club malam, cafe-cafe gaul hanya untuk saling menunjukkan kekayaan, dan parahnya mereka itu dengan bangga nya memakai narkoba dan ngesek* bebas, mereka itu persahabatannya ga tulus dan bagi gw ga asyik." ungkap Alana dan di setujui Elvan, Wita, dan Andre.
" Eh btw, lo berdua datang ga ke acara ulang tahun Misella? Waktu Alana ga masuk, dia sempat ngasih tau gw dan nyuruh gw Dateng ke acaranya. Dia juga ngundang kamu Han untuk datang. Dan kebetulan mami papi aku juga di undang, sekalian nanti aku kenalin kamu sama mereka! Kamu datang ya yang temani aku!" ujar Elvan dan membuat Alana merasa deg-degan. Baru mendengar saja dirinya merasa takut, apalagi bertemu. Terlihat sekali wajah panik Alana.
Jam istirahat sudah selesai, mereka masuk kembali ke kelas melanjutkan pelajaran berikutnya. Saat sekolah Alana pasti akan serius untuk memperhatikan, fokus memperhatikan guru yang menerangkan. Kadang hal itu membuat Elvan merasa gemas melihat tingkah pacarnya dengan ekspresi lucu dengan keseriusannya. Mereka satu kelas, hingga membuat Elvan sering melirik dan memperhatikan pacarnya.
Murid-murid bersorak gembira, karna bel pulang telah berbunyi. Alana dan Elvan berjalan sejajar. Dan di belakangnya ada Andre dan Wita.
" Gemes banget gw lihat si Alana. Kenapa sih cowok tampan, populer kaya Elvan milih Alana yang cuma cewek miskin." gerutu salah satu fans Elvan. Dan tak hanya Misca saja yang mengumpat Alana, tapi hal itu juga di lakukan Misella, Sarah, Sella, dan banyak lagi fans Elvan lainnya. Bahkan mereka membuat sebuah fans club dengan nama Elvan lovers.
" Gw kalau kita kerja sama?" ucap Dion.
__ADS_1
" Maksudnya?" tanya Misella yang merasa bingung maksud ucapan Dion.
Dion menceritakan jika dirinya menyimpan hati sama Alana, tapi sepertinya sangat sulit untuk mendapatkan Alana kalau Alana masih menjalin hubungan dengan Elvan. Dan dia berniat untuk bekerja sama dengan Elvan Lovers untuk memisahkan Alana dan Elvan.
" Gimana kalau rencana ini kita mulai jalankan di acara ultah gw?" ucap Misella dan mereka bertujuh langsung menyimak omongan Misella.
Mereka bertujuh langsung berkerumun. Misella rencananya ingin meminta bantuan kedua orang tua nya untuk menjodohkan dirinya dengan Elvan. Jika mami nya tak berhasil, Misella ingin mencoba ke papi nya. Secara hubungan papi mereka lebih dekat. Pastilah mau hubungan mereka lebih dekat lagi. Bukan hanya sekedar berteman atau rekan bisnis, tapi juga akan menjadi besan.
Dion setuju. Tapi kelima orang itu tentu saja merasa tak terima, karna ini sangat tidak sportif. Dia ikut berjuang, tapi Misella lah yang akan menang. Dan akhirnya mereka memilih mundur dan langsung pergi meninggalkan Misella dan juga Dion berduaan.
" Kamu yakin yang, mau mengenalkan aku sama orang tua kamu? Aku takut banget kalau nanti nya aku harus menerima kenyataan kalau mereka menolak aku, karna perbedaan aku dan kamu. Aku takut kecewa, rasanya aku belum siap merasakan hal itu." ucap Alana yang kini sudah terisak tangis. Dirinya tak kuasa menahan rasa yang menusuk di hatinya. Selama ini dirinya berusaha untuk ikhlas tapi nyatanya sebuah ikhlas sangatlah sulit terlebih ada hubungannya dengan sebuah cinta. Ya Alana sangat mencintai Elvan, namun apa mungkin perbedaan di antara mereka akan memisahkan mereka berdua, memutuskan tali percintaan yang mereka telah bina selama ini.
Elvan menepikan mobilnya, dan langsung membawa Alana dalam pelukan. Hingga akhirnya mereka berdua menangis bersama.
" Aku pun merasakan hal itu Han, hati aku terasa sangat sakit kala mengingat waktu begitu cepat berlalu, hingga membuat sebentar lagi kita akan berpisah. Tapi aku akan berusaha terus untuk mempertahankan hubungan kita! Waktu 4-5 tahun bukanlah waktu yang sebentar, tapi kita harus kuat! Ingat cinta kita, agar kita selalu kuat menghadapi rintangan! Aku yakin kalau kita melakukannya bersama-sama, pasti kita bisa! Jadi kamu harus kuat ya! Kita harus yakin, kalau cinta kita ini kuat!" ungkap Elvan membuat Alana sangat terharu.
Tinggalkan jejak kalian ya 🙏 Author ucapkan terima kasih kepada yang telah mendukung karya ini.😍😘😄🙏
__ADS_1