Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Pasangan idaman


__ADS_3

"Apa kamu mengetahui nomor telepon papi nya Elvan atau nama perusahaan papi nya?" tanya Reynaldi dan Alana menggelengkan kepalanya. Karna dia tak pernah menyimpan nomor telepon papinya Elvan. Dia juga baru terpikir mengapa tadi tak menanyakan nomor telepon dan nama perusahaannya.


"Maaf mas, aku tadi ga kepikiran untuk nanya itu. Soalnya aku tak ingin bicara lebih jauh, aku tak ingin dia merasa kecewa jika mas nantinya menolaknya untuk membantu dia." sahut Alana.


"Ya sudah ga apa. Tapi kamu masih ingat kan rumah Elvan? Sabtu ini kita silahturahmi ke rumahnya, sekalian nengok kondisi Elvan!" ujar Reynaldi lembut. Membuat Alana melongo, suaminya sungguh luar biasa. Padahal dia tahu jika Elvan itu mantan pacar dirinya.


"Kenapa kamu melongo gitu? Tenang aja kalau aku bicara seperti itu, berarti aku ga bermasalah kamu menengok Elvan, kalau perlu kamu sekali-kali main ke rumahnya untuk memberi semangat dia agar bisa segera sembuh.


Alana langsung memeluk suaminya. Dia merasa terharu memiliki suami yang hatinya seluas samudra dan bagai malaikat. Sampai-sampai Alana terharu, air matanya menetes satu persatu.


"Kok kamu jadi nangis gitu sih? Kenapa?" ucap Reynaldi yang merenggangkan pelukannya dan kini menatap sang istri.


"Mas kok jadi suami baik banget sih? Hati mas tulus banget." ucap Alana. Dan Reynaldi tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Loch memangnya aku harus gimana? Aku yakin kamu ga akan selingkuh sama Elvan kok, aku sih percaya aja sama istri dan aku harap kepercayaan aku ga akan di khianati!" sahut Reynaldi dan Alana menganggukkan kepalanya, mengerti ucapan suaminya.


❤️❤️❤️


"Alhamdulillah Minggu depan aku sudah bisa sidang. Semoga nilai aku ga mengecewakan mas Reynaldi yang sudah mendukung aku dan menunda memiliki anak. Ya Allah ku mohon permudahkan aku!" ucap Alana dalam hati. Alana merasa terharu, karna sebentar lagi dia akan menyandang status Sarjana.


Alana berniat menyusul Reynaldi ke kantornya, dia ingin memberikan kejutan kepada suaminya. Dia mampir dulu ke sebuah toko kue untuk membelikan sang suami. Dan kini dia telah sampai di perusahaan suaminya.


"Maaf mba, Pak Reynaldi nya ada? ucap Alana dengan sopan. Alana sangat berbeda dengan Rossa yang memiliki karakter sombong. Ini adalah hal pertama kali bagi Alana menginjakkan kakinya di kantor suaminya.


Alana merasa terpanah saat melihat perusahaan Reynaldi yang sangat mewah. Alana merasa salut dengan sifat suaminya yang tak sombong meskipun memiliki segalanya.

__ADS_1


Tok...Tok


Alana mengetuk pintu ruangan suaminya, dia sengaja meminta kepada sekertarisnya agar tak memberi tahu jika dirinya datang. Merasa pintu ruangannya di buka, Reynaldi menengok ke arah pintu. Mencari tahu siapa yang masuk ke dalam ruangannya.


"Sayang..." ucap Reynaldi sambil bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri sang istri.


Reynaldi langsung memeluk sang istri.


"Sayang...lepaskan dulu! Nanti kue nya jatuh." ujar Alana dan Reynaldi tersenyum dan langsung melepaskan pelukannya.


"Kok kamu ga ngomong sih mau ke kantor aku?" tanya Reynaldi sambil memperhatikan sang istri sedang sibuk memotong-motong kue yang dia bawa menjadi beberapa bagian. Entah buat siapa, Reynaldi pun tak tahu maksud dan keinginan sang istri melakukan hal itu.


"Sengaja. Emang aku mau memberi kamu kejutan! Ga boleh emangnya?" tanya Alana membuat Reynaldi mencubit hidup mancung Alana. Membuat Alana meringis.


Alana meminta sang suami untuk menghubungi sekertarisnya dan membawakan dia nampan agar memudahkan membawa kue yang untuk di bagikan ke bagian staf yang satu lantai dengan suaminya. Sang sekretaris kini sudah datang menjalankan perintah bosnya, membawa yang di minta bosnya.


Kini hanya tinggal Alana dan Reynaldi saja berdua di dalam ruangan. Reynaldi sudah duduk di sofa lebih dulu, dan baru setelah Alana menyiapkan kue untuk suaminya dia baru menghampiri sang suami untuk duduk di sebelahnya.


"Aaaa.." ucap Alana sambil menyendokkan kue ke mulut suaminya. Reynaldi merasa sangat bahagia, mendapatkan perhatian yang luar biasa untuk sang istri.


"Kamu memang wanita luar biasa! Sifat kamu sangat berbeda dengan Rossa! Kamu mempunyai cinta yang tulus untuk aku, bukan mendekati aku karna aku kaya." gumam Reynaldi dalam hati sambil memandang wajah sang istri.


Wajah Alana memerah, dan merasa grogi saat sang suami yang matanya terus mengarah padanya. Untungnya kue untuk sang suami sudah habis, hingga dirinya bisa mengalihkan pandangan suaminya.


"Kamu habis dari sini mau ke mana lagi?" tanya Reynaldi membuka obrolan.

__ADS_1


"Ga kemana-mana! Aku memang sengaja mau ke sini, makanya aku nyuruh pak Ahmad pulang duluan. Karna aku memang sudah berniat ingin pulang bareng kamu. Ga apa kan? Aku ganggu kamu ga?" tanya Alana. Tentu saja Reynaldi sangat sedang namun dia tak bisa menemani sang istri terus menerus, karna pekerjaan dia memang sedang menumpuk.


"Tapi ga apa kan kalau aku sambil kerja? Maaf ya soalnya kerjaan aku memang benar-benar ga bisa di tinggal. Kamu kalau ngantuk tidur aja!" ucap Reynaldi. Tapi Alana tak masalah, karna semua ini salahnya yang datang secara tiba-tiba. Jadi sang suami belum merasa siap.


Alana dengan setia menunggu sang suami, sampai-sampai kini dia tertidur pulas di sofa. Suasana terasa sepi. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.


"Ya ampun kasihan banget sih kamu, sampai tertidur gitu." gumam Reynaldi yang melihat sang istri tertidur pulas.


Reynaldi menghentikan pekerjaannya dan menghampiri sang istri yang tertidur pulas.


"Aku sayang...banget sama kamu! Terima kasih kamu sudah sabar dan mengerti posisi aku! Meskipun usia kamu sangat jauh, tapi kamu sangat dewasa. Tak seperti Rossa yang selalu berkuasa dan seperti anak kecil yang harus di mengerti." gumam Reynaldi dalam hati sambil mengelus rambut istrinya.


Merasa ada yang mengelus rambutnya, Alana perlahan membuka matanya. Dan tersenyum di perlakukan sangat istimewa dengan suaminya.


"Cape ya ngikutin aku kerja? Kasihan kamu harus nunggu aku pulang. Ya udah kita pulang sekarang aja yuk, gampang besok aku bisa lanjut lagi!" ujar Reynaldi.


Reynaldi menggandeng tangan Alana dengan mesra keluar perusahaan. Meskipun dirinya dan Alana baru akad nikah saja, Reynaldi tak ingin menutupi pernikahannya lagi. Selama ini dia menutupinya karna permintaan Alana, Alana ingin menyelesaikan kuliahnya dulu. Dan baru setelah itu mereka akan melangsungkan resepsi.


Like


Comment


Vote


Hadiah 🌷☕

__ADS_1


Rating 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2