
"Ini uang untuk kamu, sebagai bukti cinta aku ke kamu! Kamu manfaatkan sebaik mungkin! Aku ingin kamu bisa menjadi orang yang sukses! Kamu gunakan uang ini untuk biaya kuliah kamu! Meskipun kamu mendapatkan beasiswa, aku yakin kamu tetap membutuhkannya. Jika papi aku mengusir aku, apa kamu masih mau hidup susah sama aku?" ucap Elvan. Dia rela hidup susah asal Alana bisa terus bersamanya.
"Ga perlu seperti ini! Aku ga butuh uang ini! Lebih baik kamu simpan untuk kebutuhan kamu! Dan aku sudah putuskan untuk tetap menjalani hubungan sama kamu, karna aku masih berharap suatu saat nanti papi kamu akan berubah pikiran! Tapi kalau nantinya kita ga akan pernah bisa bersama, mungkin memang kita ga jodoh! Kamu tetap semangat sama kuliah kamu nanti, biar kamu bisa menjadi orang yang sukses! Aku pun gitu, akan tetap jalani hidup aku di sini!" ungkap Alana. Tentu saja Elvan merasa sangat bahagia mendengarnya. Lagi pula dirinya dan Misella baru di jodohkan belum di nikahkan. Bisa aja di persimpangan jalan, semua berubah.
Elvan langsung memeluk erat Alana. Membuat Andre dan Wita merasa senang.
"Udah pelukannya jangan lama-lama, nanti minta yang lain!" ucap Andre keceplosan membuat Elvan memberikan tatapan tajam. Dia tak ingin Alana mengingat lagi kenangan dulu, yang hampir saja kehilangan keperawanannya.
"Eh maksud gw, nanti bikin gw ikut baper. Pengen meluk Wita juga." ujar Andre sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal. Dan akhirnya mereka berempat tertawa bersama.
"Apapun yang terjadi, kamu jangan langsung buat keputusan ya! Aku ingin kamu mengerti, nanti aku di sana akan kuliah bareng sama Misella. Tapi tenang aja, aku janji kalau aku ga akan pernah tergoda. Aku akan mencoba menjaga jarak. Lagi pula nanti kita apartemennya beda kok, hanya satu kampus aja!" ungkap Elvan.
"Iya...aku akan mencoba percaya! Tapi jika sedikit saja kamu mencoba mengkhianati aku, aku ga akan segan-segan untuk meninggalkan kamu!" ancam Alana.
"Siap nyonya Elvan Aska Bagaskara! Tuan Elvan akan laksanakan!" ucap Elvan sambil memberi hormat kepada kekasihnya.
"Oh ya aku belum ngucapin selamat ulang tahun untuk kamu. Selamat ulang tahun sayang aku tercinta. Semoga panjang umur, selalu di berikan kesehatan, sukses dunia akhirat, dan yang terpenting tambah sayang sama aku. Maaf kalau gara-gara aku ulang tahun kamu ga memberikan kesan yang indah." ucap Alana.
"Makasih doanya semoga terkabul doa kamu! Satu lagi donk, semoga aku sama kamu kelak bisa menikah. Bagi aku ulang tahun aku kali ini sangat indah, meskipun sempat ada tragedi yang menguras emosi. Kadonya mana?" sahut Elvan.
Dan dengan lugunya Alana mengatakan jika dirinya tadi sudah meletakkan kadonya di tempat acara. Elvan menyuruh Wita dan Andre untuk tutup mata, takut nanti ikut-ikutan.
__ADS_1
Elvan langsung mendekati bibirnya ke bibir Alana dan netra merek saling bertemu. Dan hitungan kelima, bibir Elvan sudah memainkan bibir Alana. Elvan juga menarik tengkuk Alana agar semakin memperdalam ciu*man itu. Tapi ciu*man itu tak lama, Elvan tak mau Alana akan marah lagi dengannya.
"Udah belum? Nyosor terus loh mirip soang!" ujar Andre.
"Mau nyoba kaya Alana sama Elvan ga yang?" goda Andre sambil menaik turunkan alisnya. Namun bukannya mendapat ciu*man dari Wita, justru Andre mendapatkan cubitan di perut.
Setelah permasalahan selesai, Elvan mengantarkan Alana pulang. Namun sebelumnya dia mengajak Alana makan terlebih dulu. Elvan tetap memberikan uang itu ke Alana. Elvan hanya mengambil satu juta saja dan sisanya di pegang Alana untuk tabungan. Alana sempat menolak, karna dia tak mau menjadi terikat. Namun karna Elvan memaksa, akhirnya Alana mengambilnya. Tapi dia sebisa mungkin tidak akan memakai uang itu.
Setelah mengantar Alana, Elvan kembali pulang. Dia sudah siap, apapun yang akan terjadi dengannya. Suasana rumah sudah terlihat sepi. Para tamu undangan telah bubar, karna jam sudah menunjukkan hampir pukul 22.00. Elvan memarkirkan mobilnya di garasi.
"Emm..sayang, dekorasi yang indah tak membuat pesta ulang tahun aku terasa indah. Justru harus menyimpan luka yang mendalam! Aku sayang sama papi, tapi kenapa papi ga pernah mikir berada di posisi aku? Kenapa papi masih menggunakan istilah ningrat yang harus memperhatikan bebet, bibit, dan bobot." ucap Elvan lirih.
Setelah memarkirkan mobilnya, Elvan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat papinya sudah duduk sambil menyilangkan kakinya, menunggu dirinya di ruang tv. Papi Adrian langsung bangkit menghampiri Elvan dan langsung melayangkan dua tamparan di wajah Elvan.
Untung saja mami Dianti melerainya, dia tak suaminya melukai anaknya. Meskipun hati Elvan kini sudah terluka dengan ucapan papinya.
"Sudah Pi! Elvan itu baru pulang! Lagi pula ini udah malam, malu sama tetangga! Anak papi itu Elvan bukan Misella, kenapa papi justru malah belain dia sih! Udah Elvan masuk saja nak, kamu istirahat saja sana!" ucap mami Dianti kepada suaminya dan beralih kepada anaknya.
Elvan menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia langsung menaiki anak tangga untuk masuk ke kamarnya. Karna percuma jika dia beradu argumen dengan papi nya, dirinya tetap saja akan kalah meskipun di posisi benar. Papi Adrian selalu ingin keinginannya terwujud.
Elvan langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang, dan tak lupa dirinya memberi kabar kepada Alana, bahwa dirinya sudah sampai di rumah. Dan karna merasa lelah, tak menunggu waktu lama dirinya langsung tertidur.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Matahari sudah mulai terbit, Jam menunjukkan pukul 05.30. Namun dirinya baru terbangun. Matanya masih terasa berat, namun hari ini dirinya harus ke sekolah karna harus menandatangani ijazah dan lainnya. Para siswa dan siswi di wajibkan untuk datang ke sekolah pukul 08.09 pagi. Dan seperti biasa Elvan akan menjemput Alana terlebih dahulu.
Dari jarak jauh Misella sudah mengepalkan tangannya, karna melihat Alana yang datang bersama Elvan.
"Heran gw sama cewek ini, kuat banget. Ga tau diri banget sih Lo! Masih aja mau menjalin hubungan sama calon suami gw. Padahal nanti akhirnya Elvan akan menjadi milik gw." gerutu Misella. Misella langsung menghampiri Alana dan Elvan. Misella merasa sudah memiliki Elvan, meskipun mereka belum resmi menikah.
"Heran gw sama Lo, kok jadi cewek ga punya harga diri banget sih! Udah tau ni cowok udah di jodohin sama gw, masih aja mau menjalani hubungan semu. Lebih baik Lo mundur dari sekarang, dari pada Lo harus merasakan sakit hati yang luar biasa lebih dari sekarang!" sindir Misella. Kali ini Alana memilih untuk diam. Dia ingin suatu saat nanti justru akan memberikan kejutan kepada Misella.
"Sorry gw ga bisa! Meskipun nantinya Lo akan di jodohkan sama gw! Tapi hati dan cinta gw akan tetap untuk Alana! Hanya Alana yang gw inginkan jadi pendamping hidup gw nanti!" ucap Elvan membuat Misella melongo. Dia tak percaya jika Elvan masih saja menolak dirinya, meskipun papinya Elvan sudah membicarakan masalah perjodohan dengannya.
"Sorry kedatangan gw ke sini untuk tanda tangan ijazah, bukan untuk meladeni Lo untuk hal yang ga penting!" sahut Elvan. Elvan langsung menarik tangan Alana untuk pergi meninggalkan Misella.
"Elvan...tega banget sih Lo sama gw? Padahal gw cinta banget sama Lo dan mungkin rasa cinta gw lebih besar dari dia!" ucap Misella lirih.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🙏🙏
Like
Vote
__ADS_1
Comment
Hadiah