Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Kencan ???


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Elvan selalu menyempatkan waktunya untuk menjemput sang kekasih di rumahnya. Namun berhubung pagi ini hujan rintik-rintik, Elvan memilih menggunakan mobil Honda city nya yang baru di belikan papi nya saat dirinya masuk SMA. Karna Elvan masih SMA sang papi belum berani membelikan mobil di atas 500 juta.


Alana sudah menunggu di teras, menunggu sang kekasih menjemputnya. Dan saat sudah hampir dekat, Elvan langsung menghubungi kekasihnya memberi tahu jika dirinya naik mobil dan akan segera sampai.


Elvan melajukan kembali mobilnya menuju sekolah.


" Tumben bawa mobil ? " Ucap Alana membuka pembicaraan pagi ini.


" Habisnya tadi pas aku mau pergi, agak gerimis. Aku ga mau kamu kehujanan. Masa bidadari aku harus merasakan kehujanan" Sahut Elvan.


" Gombal. Bukan nya justru hujan-hujanan lebih romantis. " Cetus Alana sambil terkekeh.


" Ih...bukan gombal ini namanya, tapi karna aku sayang kamu. Wah padahal ide kamu bagus juga ya, sayang tadi aku ga kepikiran. " Ujar Elvan sambil meraih tangan Alana dan menggenggam nya. Dan tatapan mereka sempat beradu.


Tak terasa mereka telah sampai di sekolah. Dan saat itu Misella juga baru memarkirkan mobil nya yang letaknya tak jauh dari mobil Elvan.


" Gw bingung sama Lo, kenapa Lo bisa suka dengan wanita model begitu. Padahal dia sama gw beda banget. Mendingan gw ke mana-mana. " Gerutu Misella saat melihat Elvan yang sudah berjalan beriringan dengan Alana.


" Gw harus pakai cara apa sih buat menaklukkan hati Lo, Van ? Masa gw harus menjebak lo untuk tidur sama gw, agar Lo mau tanggung jawab sama gw ? " Ucap Misella lirih. Misella tuh benar-benar wanita yang aneh. Masih saja mengejar pria yang tak pernah mencintai dirinya dan bahkan telah memilih wanita lain di hidupnya. Padahal ada beberapa pria yang berusaha mengejar hatinya.

__ADS_1


Alana dan Elvan sudah masuk ke dalam kelas. Alana duduk dengan WITA dan Elvan duduk dengan Andre. Semenjak berpacaran dengan Alana, Elvan menjadi anak yang rajin dan pintar. Dia selalu duduk di depan agar lebih fokus menangkap pelajaran yang di terangkan guru nya. Bukan hanya Elvan, Andre pun ikut berubah. Sebenarnya mereka berdua pintar, hanya saja tak ada yang support mereka dalam belajar hingga akhirnya mereka malas dan sekolah hanya main-main.


" Alana coba kamu kerjakan yang nomor tiga ! " Titah Mis Putri. Mis Putri adalah guru mata pelajaran Matematika. Tentu saja Alana benar menjawabnya. Dengan cepat Alana menjabarkan perhitungan jawaban itu.


Elvan memberi kode jempol kepada kekasihnya saat Alana melintas di hadapannya. Alana dan Wita duduk di barisan kedua dari sebelah kanan dan duduknya di bangku deretan ketiga. Alana membalas dengan senyuman.


" Elvan sekarang giliran kamu, kerjakan nomor empat ! Ayo kerjain, jangan mau kalah sama cewek kamu ! " Ujar Mis. Putri. Pihak guru dan teman-teman satu sekolah sudah mengetahui jika Alana dan Elvan berpacaran. Sejauh ini sih para guru tak merasa keberatan justru mereka memuji hubungan Alana dan juga Elvan. Bahwa tak selamanya pacaran berakibat buruk, seperti hal nya yang di jalankan Alana dan Elvan. Mereka saling support satu sama lain. Alana sering kali mengajarkan Elvan jika Elvan kesulitan dalam memahami pelajaran. Tak ada lagi masalah Elvan tak mengumpulkan tugas, dapet nilai 0.


" Hebat kamu sekarang Van. Alana kamu berhasil mendidik Elvan ! " Ujar Mis Putri membuat Alana tersipu malu dan Elvan mengucapkan terima kasih kepada Mis Putri. Elvan yang sekarang benar-benar telah berubah. Bukan lagi Elvan yang pemalas, Elvan yang urakan, dan Elvan yang bodoh. Meskipun dia tetap masih sukses menjadi ketua tim basket, namun Elvan tetap memperhatikan masalah pendidikan.


Semoga kedua orang tua Elvan menyukai dan menerima Alana. Karna Alana adalah orang yang memiliki peranan yang sangat penting bagi kesuksesan dan perubahan besar Elvan.


" Makasih honey...kamu yang membuat aku menjadi orang yang membanggakan ! " Ucap Elvan sambil mencubit pipi kekasihnya sang selalu menggemaskan.


" Ih kata siapa. Semua ini karna kerja keras kamu sayang. Karna Elvan yang sekarang adalah bukan Elvan yang dulu. Semangat ! " Ujar Alana sambil nyengir menunjukkan barisan gigi rapi dan putih nya.


" Sebagai ucapan syukur aku, aku traktir kamu makan ! " Sahut Elvan membuat Alana tertawa geli. Padahal bukan hari ini aja Elvan mentraktir dirinya, setiap hari Elvan yang selalu membayarkan dirinya makan.


Alana bergelayut manja ke Elvan. Elvan tak pernah merasa sungkan. Karna memang tak ada lagi yang perlu di tutupi. Satu sekolah pun sudah tau.

__ADS_1


" Aku mau makan somay aja yang sama es tee. " Sahut Alana dan tentu saja Elvan akan memesankan nya.


Mereka berempat makan bersama dengan di iringi canda dan tawa. Terlihat sekali masa muda ceria mereka. Alana dan Elvan tak peduli dengan orang yang bersikap iri dan tak suka dengan hubungannya.


Setelah istirahat, mereka melanjutkan pembelajaran kembali hingga sampai saatnya bel pulang berbunyi.


" Han, Nanti malam aku jemput kamu ya di rumah ! Boleh kan aku izin ke ibu dan Ayah ngajak kamu main ya sekalian aku mau ngasih kamu sedikit surprise. " Ujar Elvan.


" Surprise ? Emang dalam rangka apa ? Aku ga ultah kok ? Ceritanya kita kencan ni ??? " Sindir Alana.


" Ya bisa di bilang begitu. Sekalian merayakan hari jadian kita yang ketiga bulan. " Sahut Elvan membuat Alana terpanah. Dia tak menyangka kekasihnya mengingat momen hubungan kebersamaan mereka. Padahal Alana sendiri pun tak ingat. Elvan berada di sisi nya saja, dirinya sudah merasa senang.


So sweet banget sih. Ternyata Elvan bisa bersikap romantis. Malam ini Alana akan meminta izin pada orang tua nya untuk pergi dengan Elvan. Ini hal pertama kalinya yang mereka lakukan, karna sebelumnya mereka tak pernah keluar bersama saat malam hari.


Rencananya Elvan akan menjemput Alana jam 19.00 di rumahnya. Sehabis sholat magrib Elvan akan berangkat menjemput Alana di rumahnya. Rencananya malam ini Elvan akan membawa mobil, dia tak ingin kekasihnya sakit karna masuk angin.


" Bu, Elvan ngajak Alana pergi malam ini. Boleh ga ?" Tanya Alana ragu-ragu. Dia takut jika sang ibu tak mengizinkan dirinya. Tapi ternyata ketakutan nya tak beralasan. Sang ibu mengizinkan nya.


Alana sudah bersiap-siap menunggu Elvan jemput. Malam ini dia memakai dress berwarna peach memberi aksen feminim. Sedangkan Elvan seperti biasa memakai pakaian casual namun kaos nya berkerah.

__ADS_1


Setelah mengantar Alana pulang, Elvan langsung menghampiri restoran tempat mereka akan dinner. Dia meminta pihak restoran untuk mendekor seromantis mungkin. Elvan juga sudah menyiapkan buket bunga mawar untuk kekasihnya. Dan tak lupa Elvan sempat mampir ke sebuah toko mas. Dia membeli sebuah cincin mas putih bermata satu yang akan dia berikan untuk kekasihnya malam nanti.


__ADS_2