Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
So what gitu Loch ???


__ADS_3

Pujian dari para fans dan teman-teman sekolahnya silih berganti untuk Elvan. Elvan selalu menjadi pahlawan untuk timnya, meskipun ada juga beberapa anggota di tim itu yang suka andil memberikan kemenangan dalam pertandingan. Tapi hari ini murni Elvan yang melakukannya.


Alana berusaha menahan perasaannya untuk tidak merasa cemburu. Alana harus sadar jika dirinya kini berpacaran dengan cowok paling populer di sekolah nya, tentu saja dirinya harus mengerti suka dukanya.


" Honey..." Ucap Elvan membuat para wanita yang mengerubungi dirinya menengok semua ke arah Alana.


" Bisa minggir ? Kalian menutupi gw untuk lewat ! " Ujar Alana membuat semua pasang mata menatap tajam ke arah matanya. Tapi Alana tak peduli. Karna dia berusaha untuk tahan mental, yang terpenting baginya Elvan mencintai dan menyayangi dirinya.


Tentu saja mereka langsung membully Alana. Seharusnya Alana sadar diri jika Elvan tak pantas bersamanya.


" Van, kenapa sih kamu memilih Alana ? Jelas-jelas di antar kita kan lebih cantik dan ok ? " Sahut Vivia di setujui para fans lainnya.


" Itu menurut Lo semua ya ! Tapi bagi gw Alana adalah wanita yang sempurna. Bukan hanya cantik luarnya tapi juga hatinya. Alana juga pinter dan yang terpenting dia bisa buat gw hidup bahagia ! Jadi itu bukan urusan kalian jika gw milih Alana jadi kekasih gw ! " Sahut Elvan tegas. Tentu saja hal itu membuat Alana tersipu malu karna mendapat pujian dari kekasihnya.


" Lo pake guna-guna kali ya Lan ? Masa Elvan yang sempurna gitu bisa tergila-gila sama Lo ! Lo sadar donk ! Jahat banget jadi cewek Lo ! Lo juga sadar Van ! Kalau Alana itu menggoda Lo ! " Sahut Angel membuka omongan.


Elvan memuji Alana dalam hati, jika Alana sebenarnya sempurna juga dalam hal fisik dan wajah. Hanya saja Alana selalu memakai baju longgar menutupi payu*daranya yang besar dan Alana memang tak suka makeup. Tapi Elvan pernah merasakan semuanya. Bibir, payu*dara Alana. Dia juga pernah melihat Alana makeup meskipun natural dan memakai dress menambah kesempurnaan bagi Alana. Yang memang dirinya tergoda, tapi karna memang itu kenyataan bukan rekayasa.


" Mending Lo semua sadar diri ya ! Bukan gw yang Lo suruh sadar diri ! Justru Elvan lah yang beruntung dapetin gw ! Lagi pula ini semua kan urusan gw sama Elvan, gw yang menjalankan hubungan ini ! Kenapa jadi Lo semua yang heboh sih ? Lo semua bener-bener ga tau mau malu ya jadi cewek ! Situ bilang lebih cantik dan ok, ya udah sana cari cowok jangan malah jadi bibit pelakor ! Elvan ini pacar gw ! " Sahut Alana .

__ADS_1


Elvan menggelengkan kepalanya, beginilah kalau cewek lagi bertengkar bikin kepala pusing ga mau kalah. Terlebih dia lah yang jadi target mereka.


" Han, udahlah ga usah di tanggapi ! Cape-cape tenaga aja dan bikin kamu emosi ! Percuma juga dia mau ngoceh sampai tujuh hari tujuh malam, aku ga peduli ! Karna yang jalani hubungan ini aku, aku yang sudah pilih kamu sebagai kekasih aku ! So what gitu Loch ??? " Ujar Elvan. Elvan langsung pamit pada tim basketnya untuk pulang. Dan Elvan langsung menarik tangan Alana pergi dari para ulat keket. Wita pun mengekor dari belakang.


Elvan membuka pintu mobilnya tempat duduk Alana dan menyuruh Alana untuk masuk.


" Kamu belain mereka ? Kenapa sih kamu malah bawa aku pergi ? Biar aja sih aku ngeremes-remes mulut mereka ! Apa kamu takut terjadi sesuatu di antara mereka ? " Ucap Alana yang memberi tatapan tajam ke arah Elvan.


Elvan langsung meraih tangan Alana.


" Han, please dengerin aku ! Kamu salah paham ! Aku ga bermaksud seperti itu honey ! Apa semua yang aku lakukan selama ini ke kamu, belum membuktikan rasa cintaku padamu ? Aku seperti itu karna aku ga mau kamu meladeni yang tak jelas, karna sudah sangat jelas kalau aku ga peduli dengan ucapan mereka, yang jalani aku ! So what gitu Loch ! " Ucap Elvan. Dan akhirnya Alana mengerti terlebih Wita juga ikut menenangkan sahabat nya itu. Memberi pengertian bahwa yang di katakan Elvan benar.


" Woy...ada gw di sini ! Mesra-mesraan nya tar aja ! " Sindir Wita membuat Alana melepaskan pelukan Elvan dan mereka berdua terkekeh karna membuat Wita merasa seperti obat nyamuk.


Dan sebagai permintaan maafnya kepada Wita, Elvan mengajak Alana dan Wita makan baso.


" Wit, gw minta tolong banget sama Lo ! Ingatkan terus ya kalau Alana udah mulai merasa jenuh menjalani hubungan sama gw ! Gw berharap dia selalu mengerti kalau cowoknya itu cowok populer pastinya banyak ulat keket yang berusaha nempel ! " Ujar Elvan sambil terkekeh membuat Alana melayangkan Capitan seperti biasanya.


" Ingat ya honey...kalau aku ga pernah sekalipun membedakan kamu ga selevel dengan aku ! Karna yang kaya itu orang tua aku, bukan aku ! Justru level kamu itu lebih tinggi di banding aku ! Kamu itu cewek populer karna kepintaran kamu, yang ga akan ada yang bisa menggantikan kepopuleran kamu termasuk Wita. " Ungkap Elvan.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Elvan langsung melajukan mobilnya kembali untuk mengantarkan Wita terlebih dahulu. Karna jarak rumah Alana lebih jauh dari sekolah.


Wita hanya meminta Elvan mengantarkan sampai depan gerbang saja. Dan menyuruh mereka melanjutkan perjalanan kembali, karna jarak rumah Wita dengan Alana 30 menit.


" Udah ya ngambeknya ! Aku tuh jadi bingung tau kalau kamu ngambek ! Mendingan kamu ngomel-ngomel terus ke aku ! " Sahut Elvan.


" Bener ni ga apa aku ngomel-ngomel terus kaya nenek-nenek ? " Goda Alana sambil mengerlingkan matanya.


" Ya ga gitu juga sih, paling ga ada suaranya ! Kalau aku ajak ngomong, jawab ! " Sahut Elvan sambil terkekeh.


" Yach...itu mah ga konsisten sama omongan ! " Sindir Alana. Membuat Elvan tertawa geli. Memang susah kalau punya pacar yang tegas, keras kepala, dan selalu bilang omongan pertama itu yang jujur.


Tak terasa mereka telah sampai di rumah Alana.


" Han, aku langsung pulang ya ! Ga enak ketemu ibu sama ayah kotor begini berkeringat ! " Sahut Elvan


" Ketemu ayah sama ibu malu, giliran dekat aku pede aja tuh ! " Sindir Alana.


" Bedalah honey, kata orang kalau kita udah jatuh cinta sama pasangan kita bau ketiak aja di bilang wangi. Itu kata yang pacaran Loch, apa lagi yang udah menikah ! Pasti nanti kamu pengennya tidur di ketiak aku terus ! " Goda Elvan membuat Alana wajahnya memerah. Tak pernah terbayangkan olehnya. Bisa berpacaran aja seperti mimpi, apalagi menikah. Alana belum mau berharap banyak, memilih menjalankan seperti air mengalir saja.

__ADS_1


__ADS_2