
Hari ini Elvan sudah mulai masuk sekolah dan seperti biasanya dia selalu menjemput sang putri terlebih dahulu. Dan hari ini Elvan memilih membawa mobil.
" Gimana keadaan kamu sekarang ? Udah enakan ? " Tanya Alana membuka obrolan di dalam perjalanan menuju sekolah.
" Udah donk ! Kan kemarin pangeran di tengok putri cantik. " Sahut Elvan membuat Alana tersipu malu mendapat pujian dari pangeran tampannya.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam akhirnya mereka sampai di sekolah. Elvan turun dari mobil begitu juga Alana. Dan berjalan beriringan menuju kelas mereka.
Misella yang sejak tadi sudah menunggu Elvan di depan kelas tentu saja langsung berteriak. Letak kelas Misella berada di sebrang kelas Elvan dan juga Alana. Alana dan Elvan beruntung saat di kelas 2 mereka tetap satu kelas.
" Eeeeemmm..." Elvan menarik nafas panjang karna merasa males menanggapi Misella.
" Kamu udah sehat Van ? Aku dengar kemarin kamu ga masuk karna sakit. " Tanya Misella basa basi padahal dia cuma ingin berpura-pura memberi perhatian dan ingin melihat wajah tampan pria pujaannya.
" Ya... seperti yang kamu lihat sekarang. Kalau aku sakit, ga mungkin donk aku sekolah ? Lagi pula mana bisa aku berlama-lama ga sekolah, bisa-bisa penyakit aku bertambah karna menahan rindu ga ketemu Alana.
Nyes
Seperti tertusuk pisau belati, terasa sakit namun tak berdarah. Itulah perasaan hati Misella. Lagi-lagi Elvan dan Alana bermesraan di depan matanya.
" Jadi cewek makanya jangan kegatelan ! Udah tau cowoknya udah punya cewek, masih aja nguber ! Kaya ga laku aja ! " Ucap Alana sinis.
Alana langsung menarik tangan Elvan meninggalkan Misella.
" Alaannaaa..." Ucap Misella geram sambil meremas tangannya.
Jam pelajaran di mulai, Murid-murid belajar dengan serius termasuk Alana dan juga Elvan. Hingga akhirnya bel istirahat telah berbunyi, murid-murid berhamburan keluar kelas. Tapi tidak dengan Misella dan Genk centilnya.
" Benci banget gw sama si Cinderella merindukan pangeran itu ! Gw udah ga sabar pengen buat perhitungan sama dia ! Kira-kira apa ya balasan yang pantas untuk cewek sok kecantikan itu ? Bisa-bisanya dia tadi mempermalukan gw di depan Elvan ! " Ucap Misella geram. Julukan yang di berikan Misella dan teman-temannya untuk Alana, Cinderella merindukan pangeran.
__ADS_1
Sarah mencoba membisikkan Misella dan teman satu Genk nya satu-satu agar tak terdengar teman lainnya. Gimana kalau Alana di kurung di gudang saja. Memberi pelajaran untuk nya. Misella dan teman lainnya setuju.
Mereka akan memantau Alana dan mencari kesempatan saat Alana terpisah dari Elvan dan juga sahabatnya Wita.
" Mepet terus si Alana. Semoga ada saatnya dia terpisah sama si Wita dan Elvan. " Ucap Misella dendam saat melihat Alana dan Elvan nempel terus seperti lem dan perangko.
Berhari-hari dia mereka gagal melancarkan aksinya, karna tak ada kesempatan.
" Heran gw sama si Elvan kenapa seleranya rendahan banget ya ? Mau aja dekat sama orang susah. Malahan nempel terus kaya perangko. " Gerutu Misella kepada Genk nya.
" Mata nya siwer kali cuy, apa katarak ? " Sahut Sarah dan langsung membuat teman genk nya tertawa terbahak-bahak. Tapi tidak dengan Misella yang sedang merasa rasa kesalnya.
Mereka tidak melihat saja sisi cantik Alana. Alana menang tidak gaul, tidak makeup, dan cara berpakaian nya pun sederhana. Tapi aslinya Alana itu cantik, Elvan pun mengakuinya. Justru sekarang Elvan sangat tergila-gila dengan Alana. Alana bukan hanya cantik, pintar, tapi dia memiliki hati yang tulus dan baik seperti malaikat. Alana sempurna bagi Elvan. Meskipun Elvan bisa mendapatkan wanita seperti apapun yang dia inginkan.
" Yang, aku ke toilet dulu. Nanti aku nyusul ke kantin ya ! " Ujar Alana.
" Mau gw anter ga ? " Tanya Wita.
Tiba-tiba saja Alana merasa tak tenang. Hatinya merasa ketakutan. Memang Alana termasuk anak yang penakut di keluarga nya. Karna Alana memiliki sifat manja dengan kakak dan kedua orang tua nya.
Letak kamar mandi memang bersebelahan dengan gudang. Terlebih gudang di sebelah kamar mandi adalah gudang yang tak terpakai hanya menyimpan barang-barang yang tidak terpakai ga akan di musnahkan. Jadi suasana mistis terasa.
" Tenang Alana, masa siang begini ada setan' sih ! Tumben banget ni kamar mandi sepi banget. Ih serem. " Ucap Alana yang berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri.
" Eee..mmmm...pppp.." Alana mencoba berteriak namun mulutnya di bekap dengan sapu tangan saat dirinya hendak keluar. Ternyata ada dua orang yang mengumpat di kamar mandi yang lain. Yaitu Sarah dan Jeslyn. Mereka langsung membawa paksa Alana ke gudang dan menguncinya.
" Kalian mau apa ? Lepaskan gw ! " Teriak Alana. Sayangnya gudang itu kedap suara jadi tak akan ada yang mendengarnya.
Misella memasuki gudang bersama dua orang teman lainnya.
__ADS_1
Pok pok pok
Misella menepuk-nepuk tangan di depan Alana.
" Halo Alana akhirnya kita bertemu juga di sini. " Ucap Misella dengan mengejek.
" Misella, apa yang Lo mau ? Lepasin gw ! " Tanya Alana sambil berusaha melepaskan ikatan tangannya.
" Lo tanya gw mau apa ? Yakin lo mau menyanggupi apa yang gw inginkan ? " Sahut Misella.
Alana meludahi Misella. Alana juga bilang mereka semua pengecut yang berani nya keroyokan. Alana juga mengancam mereka akan melaporkan pada pihak sekolah. Karna ini termasuk penculikan, dan bisa terjerat kasus hukum.
" Owh ya ? Gw pengen tau kekasih tercinta Lo akan datang menemui Lo apa ga ? " Ucap Misella dengan gaya sombongnya.
" Selamat menikmati di tempat ini ! " Ujar Misella.
Misella dan Genk nya langsung keluar dari gudang dengan mengendap-endap takut ada yang ke toilet. Mereka mengunci Alana dari luar.
" Lepasin gw Misella ! Hiks...hiks.." Alana berteriak dan menangis meminta Misella membuka ikatan dan membebaskannya.
Sedangkan Elvan dan Wita sejak tadi merasa kebingungan karna Alana tak kunjung datang padahal jam istirahat telah selesai.
" Wit tolong Lo cari Alana di toilet ya ! Gw khawatir kalau dia pingsan di kamar mandi ! " Ujar Elvan khawatir. Dia menyuruh Wita masuk ke dalam toilet.
" Semua kamar mandi kosong. Alana kemana ya ? " Ujar Wita yang merasa bingung karna sahabat nya tiba-tiba saja menghilang.
" Ga ada Van ! Kamar mandi semuanya kosong ! Alana ga ada. " Sahut Wita menambah rasa panik yang di rasa Elvan. Karna Alana tiba-tiba saja menghilang.
Wita tak mengetahui keberadaan Alana. Mereka bertiga sempat mencari Alana ke kelas dan menanyakan teman-teman nya semua tapi tak ada satu pun yang melihatnya.
__ADS_1
" Kamu kemana honey ? Tas kamu ada lengkap semua isinya. Aku khawatir sama kamu ! " Ucap Elvan lirih.
Jangan lupa dukungannya kakak😄😃🙏