Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Ulang tahun Elvan


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Elvan. Alana membelikan sebuah topi untuk Elvan, karna Elvan seneng sekali memakai topi, selain itu Alana juga suka melihat Elvan memakai topi. Alana sengaja tidak menyuruh Elvan untuk menjemput nya, dia akan berangkat bersama Wita dengan naik taksi online. Sore ini Alana sudah berdandan sangat cantik dengan riasan yang natural dan memakai dress tangan pendek berwarna pink warna kesukaannya. Acara ulang tahun Elvan akan di mulai jam 16.00. Oleh karena itu, jam 15.00 Wita sudah sampai di rumah Alana. Dia menitipkan sepeda motornya di rumah Alana.


"Assalamualaikum, Han. Kamu udah di mana?"tanya Elvan di panggilan telepon.


"Walaikumsallam. Aku lagi di jalan baru keluar gerbang rumah aku. Tunggu ya yang!" sahut Alana.


" Ya udah kamu hati-hati ya! Tenang aja aku akan mulai acara kalau kamu udah datang ko." sahut Elvan. Karna Alana adalah tamu spesial untuk Elvan.


❤️❤️❤️


Acara pesta ulang tahun Elvan di rayakan sangat mewah. Rumah Elvan di sulap seperti acara pernikahan. Dekorasi yang sangat indah dan banyak bunga-bunga di sekelilingnya. Pesta ini di beri tema pesta kebun. Oleh karena itu, acara ini di adakan di taman belakang, meja prasmanan sudah terisi dengan hidangan beraneka macam makanan, kursi-kursi sudah tersusun rapi di sekitar kolam renang untuk para tamu yang hadir untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Pesta ini bukan hanya di hadiri teman-teman Elvan saja, tetapi papinya juga mengundang teman-teman bisnis dan sahabatnya. Maminya pun mengundang teman-teman kantor dan juga sahabat-sahabatnya.


"Elvan... " panggil papi.


Elvan berjalan menghampiri mami papi nya meninggalkan teman-temannya yang sudah datang. Sebenarnya Elvan merasa malas menghampiri papinya, karna Misella dan kedua orang tuanya berada dengan kedua orang tuanya.


Elvan langsung mencium tangan papinya Misella, hanya sekedar menghormati yang lebih tua. Tentu saja membuat Misella merasa bahagia. Elvan belum tahu, jika papinya hari ini akan memberikan kejutan kepadanya. Papi Adrian akan mengumumkan masalah Perjodohan Elvan dengan Misella. Dia sengaja merahasiakan lebih dulu.

__ADS_1


Memang pertunangan mereka baru di selenggarakan saat mereka akan lulus kuliah, karna pernikahan baru di gelar setelah merek mereka lulus kuliah.


"Van, nanti Misella akan kuliah bareng sama kamu di Inggris!" ucap papi Adrian membuat Elvan membulatkan matanya. Apa-apaan papinya ini, mendekati dirinya dengan Misella.


Tentu saja hal itu membuat Elvan merasa tak suka. Dia yakin jika Misella akan mengganggu dirinya. Bagaimana dengan Alana nanti? Apakah dia bisa menerima kedekatan Elvan dengan Misella?


Berbeda dengan Elvan yang merasa kesal, justru Misella merasa bahagia memandang wajah Elvan. Karna sebentar lagi Elvan akan menjadi milik seutuhnya. Keinginannya tercapai. Dirinya akan di nikahkan oleh Elvan. Menolak? Tentu saja Elvan tak bisa, setiap keputusan papinya tak bisa di ganggu gugat. Elvan merasa bingung dengan apa yang dia harus lakukan. Tapi dia akan tetap terus berusaha agar papinya bisa berubah pikiran dan akhirnya menerima Alana.


"Udah sana kamu ngobrol sama Misella! Mulai sekarang kalian harus saling mengenal, meskipun sejak kecil kalian sudah saling kenal!" titah papi Adrian, dan akhirnya Elvan mengajak Misella ke sebuah tempat duduk yang berada di dekat kolam renang.


"Sel, gw bingung sama Lo. Kenapa sih Lo masih aja bikin gw pisah sama Alana? Gw kan udah sering bilang sama Lo, gw ga cinta sama Lo! Gw hanya cinta Alana. Lo kan bisa Sel, cari cowok lain! Gw yakin banyak kok yang suka sama Lo, yang tulus cintai Lo ga seperti gw yang cintanya untuk cewek lain!" ujar Elvan. Namun Misella tetap pada pendiriannya, dia tetap ingin memiliki Elvan. Dan Misella meminta Elvan untuk putus dengan Alana. Karna Misella merasa sebagai calon istrinya Elvan, tentunya dia ada hak untuk melarang Elvan dengan cewek manapun.


Sejak masuk ke dalam taman, sebenarnya Alana sudah langsung melihat Elvan, tetapi dia berpura-pura tidak melihat. Dan sampai akhirnya Wita yang melihat keberadaan Elvan. Dan di sana sudah ada Andre juga.


"Na, tuh si Elvan? Ngapain dia duduk berdua sama si ulet keket itu? Lo samperin sana, biar sih ulet keket minggir." ujar Wita.


"Biarin aja Wit, mau gimana lagi. Lo lihat ke arah sana, kedua orang tua mereka sangat akrab..Mungkin lebih baik gw mengikhlaskan Elvan aja!" ucap Alana lirih. Alana tak bisa memungkiri perasaannya saat ini, kalau hatinya terasa sakit melihat cowoknya duduk dengan saingannya.

__ADS_1


Acara akan segera di mulai. Pembawa acara akan mengumumkan.


" Perhatian semuanya! Jam sudah menunjukan pukul 16.00, itu artinya acara akan di mulai. Di mohon untuk bapak Adrian dan ibu Dianti beserta Elvan untuk hadir berkumpul di sini, karna acara akan di mulai." ucap pembawa acara memanggil lewat pengeras suara.


Papi mami Elvan dan juga papi mami Misella berjalan menuju ke tempat acara. Begitu juga dengan Elvan dan Misella yang berjalan berdampingan. Setelah melihat keberadaan Alana, Elvan baru tersadar kalau dirinya tadi malah duduk bicara dengan Misella bukan menunggu Alana datang. Melihat wajah Alana yang kecewa, tentu saja membuat Elvan merasa bersalah. Ingin sekali dirinya meminta maaf dan langsung menghampiri Alana, tapi sayangnya Elvan tidak bisa melakukan hal itu karna maminya menarik tangan Elvan untuk ke tempat acara.


" Baiklah. Karna Elvan dan kedua orang tuanya sudah berkumpul di sini. Mari kita mulai acaranya sekarang!" ucap pembawa acara membuka acara.


Berbagai macam acara telah di lakukan dari pembukaan, pembacaan doa, sambutan dari papinya Elvan dan kini acara inti yaitu meniup lilin, menyanyikan lagu ulang tahun dan pemotongan kue. Saatnya pemberian kue kepada orang yang tersayang. Elvan memberikan kepada mami dan papinya. Setelah itu, pembawa acara menanyakan kepada Elvan apakah Elvan sudah mempunyai pacar atau belum, dan kalau sudah pacar sang pembawa acara meminta pacar Elvan untuk maju ke depan mendampingi Elvan.


"Aku punya pacar kak. Dia wanita yang sangat spesial buat aku, namanya Alana Liora Gantari dan saat ini dia hadir di sini." ucap Elvan dengan percaya diri kepada pembawa acara di depan semua orang.


Semua teman-teman Elvan bersorak gembira karna Elvan sangat percaya diri menyebutkan hal seperti itu di depan semua orang. Tentu saja hal itu membuat Misella merasa sangat kesal melihat Elvan memperlakukan Alana sangat istimewa. Elvan langsung menemui Alana dan menarik tangannya untuk mengajak maju ke depan bersamanya. Kemudian Elvan langsung menyuapi Alana kue. Mami Elvan sangat senang melihat kedekatan mereka, berbanding terbalik dengan papinya Elvan yang memandang tidak suka ke arah Alana.


Elvan terus menampilkan wajah senyum bahagia, sedangkan Alana saat itu justru lebih banyak diam.


Namun senyum bahagia itu hilang begitu saja, saat papinya Elvan mengumumkan masalah perjodohan Elvan dengan Misella. Hati keduanya terasa hancur dan sakit. Tapi Alana berusaha untuk tegar. Terlebih saat melihat Misella tersenyum puas karna pada akhirnya dia lah yang memenangkan pertandingan ini. Wajah mendung terlihat di wajah Elvan. Dia tak menyangka papinya akan senekat ini membicarakan hal ini. Alana langsung pergi meninggalkan Elvan. Elvan hendak menyusul, namun tangan sang papi yang lebih dulu menariknya.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa menyusulnya! Jangan buat malu orang tua! Kamu harus terima perjodohan ini!" bisik papi Adrian.


Setelah selesai acara pemberian kue, kemudian di lanjutkan dengan acara bebas. Para tamu di persilahkan bebas untuk menyicipi semua makanan yang tersedia. Tapi Alana memilih untuk pergi dari acara itu. Bahkan tak sempat mengucapkan selamat ulang tahun untuk Elvan. Melihat sahabatnya terpuruk, Wita pamit kepada Andre untuk menyusul Alana.


__ADS_2