
Ujian kenaikan semester dua telah selesai, dan hari ini adalah hari pengambilan rapot. Alana datang bersama sang ibu. Untuk kali ini Elvan dan Alana sudah berjanji akan bertemu. Elvan berniat akan mengenalkan mami nya dengan ibu nya Alana. Dia ingin mami nya dekat dengan ibunya Alana.
Elvan sudah datang lebih dulu, dia menunggu Alana di luar kelas dan hanya mami nya yang masuk ke dalam kelas, untuk mengambil rapot nya.
"Bu, ada mami aku di dalam. Nanti aku mau kenalin ibu sama mami ya!" ucap Elvan sambil mencium tangan ibu nya Alana.
"Ya. Ya udah ibu masuk dulu ya! Mami kamu yang mana?" tanya ibunya Alana sebelum masuk dan Elvan menunjukkan tangannya ke arah sang mami yang sedang duduk menunggunya giliran. Bukan hanya ibunya, Alana pun ikut melirik ke maminya Elvan.
Hanya ibunya Alana dan Wita yang berpenampilan sederhana, terlihat sekali perbedaannya dengan mami nya Elvan dan lainnya. Karna memang yang bersekolah di sana adalah anak orang kaya. Dan hanya Alana dan Wita saja yang masuk ke sana karna beasiswa.
Mami nya Elvan duduk di barisan depan mengobrol dengan mama nya Andre. Sedangkan ibu nya Alana memilih untuk mengobrol dengan mama nya Wita. Dua pasangan yang berbeda kasta. Elvan dan Alana. Wita dan Andre.
"Mi, tunggu ibu nya Alana dulu! Biar mami kenal sama ibu nya Alana!" ucap Elvan kepada maminya. Melihat mami nya Elvan keluar, Alana langsung mencium tangan mami nya Elvan.
Mungkin jika di banding hubungan Alana dan Elvan, hubungan Wita dengan Andre lebih berjalan lurus. Karna tak ada perjodohan di hubungan Andre dan Wita. Mama nya Andre sudah mengenal dekat Wita, karna Andre sering kali mengajak Wita main ke rumahnya. Meskipun Wita belum mengenal papa nya Andre.
"Apa aku yakin bisa menjadi bagian di hidup mereka? Kenapa aku jadi bimbang seperti ini ya? Aku menjadi tak percaya diri. Elvan dari keluarga berada." gumam Alana dalam hati.
__ADS_1
10 menit berlalu, membuat mami Dianti merasa gelisah. Karna harus duduk di bangku yang berada di depan kelas.
"Ibu kamu yang mana?" tanya mami Dianti kepada Alana. Mami Dianti bangkit dan menunjuk keberadaan ibu nya. Dan respon mami Dianti hanya ber oh ria.
15 menit berlalu. Namun ibu nya Alana belum juga kebagian. Semakin gelisah saja mami Dianti. Bolak balik dirinya memainkan ponselnya.
"Jeng Dianti." teriak maminya Misella dari seberang. Membuat mami Dianti mencari siapa yang memanggilnya. Misella dan mami nya langsung menghampiri Elvan, Alana, dan juga mami Dianti yang berada di depan kelas Alana. Andre, Wita, dan kedua orang tua nya sudah pulang lebih dulu.
"Gimana udah ngambil rapot Elvan?" tanya maminya Misella. Saat bertemu Misella langsung mencium tangan maminya Elvan. Dan menunjukkan kedekatan dirinya dan juga maminya dengan maminya Elvan di hadapan Alana.
Mami Dianti memberi tahu jika dirinya sudah mengambil rapot Elvan, dan saat ini dia sedang menunggu ibunya Alana yang berada di dalam. Dirinya berniat akan berkenalan dengan ibunya Alana. Semester ini Elvan meraih peringkat ketiga, benar-benar suatu kemajuan yang bertambah pesat. Semester satu peringkat keempat dan sekarang peringkat ketiga. Semua ini berkat Alana, yang selama ini selalu support Elvan dalam belajar.
"Maaf ya Tante! Meskipun kami bukan dari keluarga orang berada, tapi kami lebih terhormat dari Tante! Tidak mengemis cinta seperti Tante, untuk anak Tante yang tak tau diri itu! Elvan pacar saya ini, tak pernah menyukai anak Tante! Meskipun anda lebih kaya dari saya! Dan satu hal yang pasti, harga diri saya lebih tinggi dari saya!" ujar Alana. Alana merasa geram melihat sikap maminya Misella.
Dan tentu saja membuat sedikit keributan. Mami Misella merasa tak terima dengan ucapan Alana, yang baginya menghinanya.
"Udah Van, kita pulang aja duluan! Lain kali aja kenalnya! Alana Tante pulang duluan ya! Maaf soalnya ibu kamu lama banget, Tante masih ada urusan lain!" ucap mami Dianti. Dan tentu saja membuat Alana tersinggung. Alana mempersilahkan mami nya Elva pulang duluan, Alana langsung mencium tangan maminya Elvan. Dia tetap menghormati.
__ADS_1
" Mami pulang duluan aja! Aku nanti naik gojek aja! Ga enak aku sudah janji sama ibunya Alana." sahut Elvan, dan membuat Misella merasa panas. Karna Elvan masih saja membela Alana, padahal papinya Elvan sudah menjodohkan Elvan dengan dirinya. Mami Dianti memaksa Elvan untuk bareng dengannya, tapi Elvan menolaknya. Dan akhirnya mami Elvan mengalah, menyuruh Elvan yang membawanya dan dia yang numpang dengan mami nya Misella.
"Awas jeng rabies, di cium tangannya sama orang susah! Cepat cuci tangannya! Kok jeng Dianti ngasih mobilnya ke Elvan? Pasti dia akan ngajak cewek miskin itu sama ibunya! Mobil jeng yang ada kotor!" sindir maminya Misella, membuat Misella tersenyum puas. Maminya memang luar biasa.
Elvan menggenggam tangan Alana dan menggelengkan kepalanya, memberikan kekuatan dan pengertian agar tak meladeni omongan maminya Misella, dan Alana mengerti.
"Sepertinya hubungan kita berat untuk di lanjutin. Kedua orang kamu tak menginginkan aku menjadi pendamping kamu. Karna aku bukan orang kaya seperti kamu!" ucap Alana. Namun percakapan itu terhenti, karna ibunya Alana sudah keluar dari dalam kelas.
"Gimana Bu? Aku dapat rangking berapa?" tanya Alana dengan tak sabar. Dan seperti biasanya Alana meraih peringkat ke satu di kelasnya. Karna tak ada lagi yang bisa mengalahkannya, termasuk Wita.
"Selamat ya! Sukses selalu buat kamu!" ucap Elvan memberi selamat kepada pacarnya, dan tak lupa mengucapkan doa yang terbaik untuk pacarnya.
Ibunya Alana menanyakan kepada Elvan, tentang keberadaan maminya. Dan Elvan meminta maaf kepada ibunya Alana, karna maminya terpaksa harus pulang duluan. Karna sudah ada janji dengan orang lain, dan harus segera pulang.
Elvan mengajak Alana dan ibunya untuk bareng dengannya. Awalnya Alana berusaha menolaknya, Alana merasa tersinggung dengan ucapan maminya Misella. Terlebih maminya Elvan hanya diam saja, tak membela dirinya.
Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Entah mengapa ibunya Alana memiliki firasat yang tak enak dengan hubungan anaknya dengan Elvan.
__ADS_1
"Kamu sudah kenal dengan kedua orang tua Elvan?" tanya ibunya dan Alana menjelaskan kalau dirinya sudah pernah bertemu dengan kedua orang tua Elvan. Namun Alana tidak menceritakan, jika papinya tak menyukai dirinya. Dan maminya pun tidak terlalu dekat dengannya, hanya sekedar bertemu.