
Hari ini adalah jadwalnya Alana untuk ke kampus, untuk sekarang ini jadwal kuliahnya sudah tidak terlalu padat seperti semester-semester awal. Hanya menyisakan mata kuliah yang belum terselesaikan. Terlebih sebentar lagi dirinya akan menyusun skripsi. Reynaldi menyuruh Alana untuk magang di kantornya, agar dirinya bisa sering berdekatan dengan sang istri. Namun setelah lulus kuliah, rencananya Alana dan Reynaldi akan melakukan program hamil. Reynaldi sudah tidak sabar untuk memiliki keturunan.
Kini mereka baru saja sampai di kampus Alana, bertepatan Handi yang juga baru sampai di parkiran kampus.
"Biar deh kak, aku ngalah. Kakak bahagia, aku akan berusaha ikut bahagia. Ini sebagai bentuk terima kasih aku sama kakak, karna kakak selalu mengorbankan waktu kakak untuk mengurus aku semenjak papa dan mama ga ada." ucap Handi lirih. Handi baru saja sampai di parkiran yang letaknya di ujung, dan saat itu dirinya baru akan berjalan ke dalam kampus. Tapi ternyata harus melihat keromantisan sang kakak dengan Alana.
Setelah mengantar Alana, Reynaldi langsung pergi ke kantornya. Alana sudah masuk menyusuri koridor kampus. Melihat sang kakak yang telah pergi, Handi langsung bergegas untuk mengejar Alana.
"Alana..." teriak Handi. Alana menghentikan langkahnya dan menengok mencari sumber suara.
"Lan, boleh aku bicara sama kamu sebentar?" ucap Handi sopan. Bagaimanapun Alana adalah kakak iparnya meskipun usia mereka sama.
Alana menganggukkan kepalanya dan menerima permintaan Handi untuk berbicara, dan kini mereka sedang duduk berdua di sebuah bangku panjang yang berada di dalam kampus.
"Boleh aku menanyakan perasaan kamu ke kakak aku? Apa kamu sudah mencintai dirinya? Aku tak mau kalau kakak aku hanya di jadikan mainan untuk kamu." ujar Handi to the point. Mendengar ucapan Handi, Alana langsung menengok ke arah Handi. Dan kini mereka saling menatap.
__ADS_1
"Kenapa kamu bicara seperti itu padaku? Apa kamu meragukan cinta aku ke kakak kamu? Aku tak akan setega itu, terlebih kakak kamu sudah banyak berjuang untuk aku. Dia juga sangat mencintai aku. Aku yakin jika cinta hadir karna selalu bersama. Kehidupan kita yang selalu bersama membuat perasaan cinta hadir di antara kita." ungkap Alana.
Handi tersenyum puas, meskipun dirinya merasa sakit karna wanita incarannya ternyata lebih mencintai kakaknya di banding dia. Tapi itulah jodoh, tak memandang usia. Dalam hal ini, sang kakak yang lebih beruntung.
"Terima kasih kalau kamu mencintai dirinya, aku tak ingin dia merasakan kecewa lagi atas sebuah percintaan. Masa lalu atas pengkhianatan mantan pacarnya, ku rasa sudah sangat cukup untuk menyiksanya. Aku ingin dirinya merasa bahagia meskipun di atas penderitaan aku." ujar Handi. Membuat Alana merasa tak enak hati. Tapi cinta tak bisa di paksakan, sang kakak lebih dulu hadir di hidupnya dan lebih dulu memberi cinta di hidupnya.
Alana dan Handi sama-sama sudah merasa tenang, karna pada akhirnya mereka sudah sama-sama mengerti posisi mereka masing-masing.
❤️❤️❤️
Reynaldi kini sudah berada di kantornya, dan sudah mulai sibuk dengan rutinitas. Namun pekerjaannya harus terhenti karna kehadiran Rossa di kantornya. Rossa langsung masuk begitu saja, meskipun sang security dan resepsionis berusaha melarangnya untuk menerobos masuk ke dalam.
"Rey, tolong aku! Aku ingin menemui kamu!" teriak Rossa yang kini sudah berada di depan ruangan Reynaldi.
Mendengar suara keributan di luar ruangannya, terlebih terdengar suara wanita berteriak memanggilnya, akhirnya Reynaldi bangkit dari kursi kerajaannya dan menghampiri keluar.
__ADS_1
"Rey, aku yakin kamu pasti tak akan melakukan hal ini padaku? Aku merindukan kamu, tapi pegawai kamu melarang aku untuk menemui kamu." ujar Rossa manja. Dia yakin Reynaldi akan membela nya, memarahi sang security yang mencoba melarang dirinya untuk masuk. Rossa melangkahkan kakinya untuk mendekati Reynaldi, namun langkahnya terhenti saat mendengar Reynaldi menolaknya.
"Berhenti di situ! Jangan coba-coba mendekat ke sini! Hubungan kita telah selesai saat itu juga! Dan aku sudah menikah, jangan pernah mendekati aku lagi! Bukankah kamu telah memilih dia di bandingkan aku? Lantas untuk apalagi? Aku minta sama kamu, jangan pernah lagi menginjakkan kaki kamu di kantor aku, aku sudah hidup bahagia dengannya!" ucap Reynaldi ketus.
"Kamu usir wanita ini keluar, dan jangan pernah membiarkan dia untuk menginjakkan kakinya di sini lagi!" titah Reynaldi. Dan Reynaldi memilih untuk langsung meninggalkan Rossa dan masuk kembali ke ruangannya.
"Aku yakin kamu pasti berbohong padaku! Karna aku yakin jika di hati kamu hanya ada nama aku! Pasti kamu berbohong kan, mengaku telah menikah?" teriak Rossa. Dia tak terima dengan penolakan Reynaldi.
Rossa di tarik paksa untuk keluar, tak ada lagi rasa hormatnya dulu saat dirinya masih menjadi kekasihnya Reynaldi. Yang bisa keluar masuk sesuka hatinya. Dan kini dirinya seperti sampah yang sudah tak ada harganya, bahkan dirinya sampai terjatuh di lantai.
"Breng*sek kamu membuang aku seperti sampah! Aku akan buat pembalasan untuk kamu!" teriak Rossa merasa tak terima. Setelah di campakkan Hendrik, Rossa berharap bisa kembali lagi dengan Reynaldi. Sungguh dirinya sangat menyesal telah menyakiti hati Reynaldi, pria yang dulu sangat tulus mencintainya. Reynaldi dan Rossa berasal dari kampus yang sama, mereka menjalani hubungan selama dua tahun. Reynaldi merupakan tipe pria yang setia, dan selalu mengikuti kemauan kekasihnya. Tapi dia tak bisa menerima pengkhianatan yang di lakukan Rossa dulu, bahkan dirinya melihat Rossa yang membawa cowok ke apartemen yang Reynaldi sewakan.
Reynaldi menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran sambil memijat keningnya yang tiba-tiba saja terasa pusing, karna kehadiran Rossa kembali. Sudah tiga tahun lamanya Reynaldi menutup lembaran cintanya bersama Rossa. Dan kini dirinya sudah bersama masa depannya. Dia telah bahagia bersama Alana. Wanita sederhana yang sudah meluluhkan benteng pertahanan untuk mencinta wanita kembali.
"Bukankah kamu yang telah memilih kita seperti ini? Mengapa kamu harus hadir kembali di saat aku telah menjadi milik orang lain? Aku tak mungkin menyakiti hatinya, sudah cukup dirinya merasakan penderitaan karna sebuah cinta." gumam Reynaldi dalam hati.
__ADS_1
Hubungan Reynaldi dengan Alana bisa di katakan harmonis, tak pernah ada pertengkaran meskipun terkadang masih suka ada salah paham di antara mereka. Tapi Reynaldi sudah sangat mencintai Alana, baginya Alana adalah wanita yang sangat Spesial tidak seperti wanita lain yang hanya melihatnya dari segi materi. Setelah pengalaman buruk yang dia rasakan, Reynaldi memilih untuk menyamar sebagai orang biasa. Dia membeli mobil Agya dan mengaku jika dirinya hanyalah seorang staf biasa. Dan ternyata Alana lah yang memenangkan hal ini, menyakinkan Reynaldi jika Alana telah sesuai dengan kriterianya. Mencintai dan menerimanya bukan karna sebuah harta.
Jangan lupa tinggalkanlah jejaknya ya, beri dukungan karna author membutuhkan dukungan dari kalian!😍😃😄🙏