
"Mi, urusan di sini kan sudah selesai. Gimana kalau kita pulang aja? Bosen aku kerjaannya tiap hari cuma nganter kalian shopping aja! Lebih baik aku menikmati kebersamaan aku sama Alana sebelum aku mulai kuliah!" gerutu Elvan.
Dan akhirnya mami Dianti menyetujui keinginan anaknya. Karna urusan di sana memang sudah selesai. Dan dua hari ini kegiatan mereka hanya untuk shopping. Lagi pula perjalanan pulang ke Jakarta harus memakan waktu 19 jam. Hampir seharian. Jadi nantinya dia masih ada waktu untuk bersantai di rumah setelah masa cutinya selesai. Rencananya Elvan akan merahasiakan kepulangan kepada Alana. Dia ingin memberikan surprise untuk pacarnya itu.
"Apa pulang? Kan rencananya kita pulang dua hari lagi, mengapa dadakan?" ucap Misella.
Tak ada sesuatu yang spesial antara Elvan dan Misella selama di sana. Elvan selalu berusaha menjaga jarak. Dia tak peduli kalau sikapnya membuat Misella sakit hati. Bukankah itu urusan Misella? Karna Elvan tak pernah menyuruhnya untuk mencintai dirinya dan berulang kali dirinya sudah menegaskan kepada Misella kalau dia hanya mencintai Alana hingga kapanpun.
Rona bahagia terpancar dari wajah Elvan, karna sebentar lagi dia sudah bisa bertemu Alana melepas kerinduan yang sejak 5 hari dia tahan. Bukan hanya Elvan, Alana pun sudah sangat merindukan Elvan. Bahkan dirinya terlihat gelisah karna sang pacar tak kunjung memberi kabar untungnya. Perasaan cemburu sempat terlintas di benaknya, dia berpikir jika Elvan sedang bersama Misella hingga melupakan dirinya. Rindu memang menyakitkan.
Semenjak lulus, Alana lebih sering menghabiskan waktunya di rumah. Mempersiapkan semuanya untuk kuliah, baik perlengkapan maupun fisik dan pikiran. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Pacar bisa berganti namun penyesalan tak akan bisa terulang. Oleh karena itu, saat Elvan mengajaknya nikah mudah merajut rumah tangga Alana memilih menolak. Kehidupan rumah tangga tak seperti orang pacaran yang terlihat manis. Terlebih mereka menikah tanpa restu papinya Elvan. Sangat di sayangkan banget pastinya. Biar waktu yang menjawab tentang hubungan ini.
"Sepertinya ke toko buku seru juga? Lumayan bisa baca buku gratis dan sedikit melupakan ayang yang tak ada kabar. Coba ajak Wita ah."gumam Alana. Akhirnya Alana mencoba menghubungi Wita untuk mengajaknya main ke mall, membaca buku. Alana suka sekali membaca buku cerita tentang remaja dan juga tentang pengetahuan umum. Karna dia ingin sekali menjadi seorang Diplomat.
__ADS_1
"Sorry Lan, gw ga bisa! Soalnya gw udah janji sama Andre mau nengok dia. Dia sakit. Gimana kalau besok aja?" ujar Wita.
"Owh Andre sakit? Sakit apa? Salam sama Andre ya, semoga lekas sembuh. Gw mau nengok dia, takutnya ganggu Lo berdua lagi. Takutnya Lo mau ehem ehem." goda Alana. Membuat Wita terkekeh. Sahabatnya itu memang ngerti banget, pastinya Andre ingin sekali berduaan sama Wita. Lagi sehat aja nempel terus kaya perangko lebih-lebih dari Elvan dan Alana, tapi apa yang di perbuat mereka tidak melebih norma-norma yang ada. Hanya sekedar berpegangan tangan dan mengelus rambut, untuk urusan ci*uman mereka belum pernah. Tak seperti Elvan yang ingin nyosor terus seperti soang.
"Ga apa Wit, gw sendiri aja ke mall nya. Gw lagi suntuk banget, kalau di rumah gw jadi ingat Elvan terus. Cuci mata sekali-kali." sahut Alana sambil terkekeh dan Wita mengiyakan.
Kini Alana sudah bersiap-siap. Dia hanya memakai kaos ketat di lapisi switer, celana jeans, dan memakai sepatu kets. Memang ada untungnya juga, selama pacaran dengan Elvan. Tak sekalipun Alana memakai uang jajannya. Uang jajan dari orang tuanya di masukkan ke tabungan. Namun Alana selalu mempergunakan uang pemberian Elvan untuk yang bermanfaat, tak sekalipun dirinya menghambur-hamburkan uang Elvan untuk hal yang tak penting.
Alana pergi dengan menaiki ojek online. Dia memilih mall yang biasa dia datangi, yang selalu menjadi tempat favorit untuk dirinya membaca secara gratis. Dulu sebelum Wita dan dirinya belum memiliki pacar, mereka berdua hampir tiap hari Minggu datang ke sini hanya sekedar beli minuman dan membaca buku. Tapi semua sudah berubah. Wita sudah sibuk sama Andre, Alana pun kalau pergi selalu di temani Elvan. Dan hari ini adalah hari pertama buat Alana berjalan sendiri saat menyandang status pacar Elvan Aska Bagaskara.
"Huhft jadi melayang ga jelas gini pikiran gw. Kamu pasti bisa Alana, melewati kehidupan kamu selanjutnya!" ucap Alana dalam hati, memberi semangat hatinya.
"Ga jelas banget si kamu Lan! Dari pada ga jelas, mendingan kamu baca buku ke toko buku sekarang!" ucap Alana, bicara sendiri dalam hati.
__ADS_1
Dan lagi-lagi dirinya harus bertabrakan dengan seorang pria. Bahkan kini tubuh mereka sangat dekat. Alana mendongakkan wajahnya dan melihat wajah pria yang dia tabrak.
"OMG kenapa gw jadi ga fokus gini sih? Jadi nabrak orang terus, mana orang yang waktu itu yang gw tabrak di kampus. Bikin malu aja Lo Lan! Jalan tuh pake mata, Alana! Untung dia sendiri, kalau sama cowok yang itu bisa habis-habisan gw di permalukan di sini! Lagian dunia sempit banget sih, harus ketemu cowok ini lagi!" ucap Alana, merutuki dirinya sendiri.
"Hello, kamu kenapa?" tanya Reynaldi melihat sikap Alana yang diam saja seperti patung. Reynaldi mencoba menyadari lamunan Alana.
"Hehehe, iya maaf kak! Maaf ya untuk kedua kalinya aku nabrak kakak!" ucap Alana meminta maaf. Sekilas netra mereka saling bertemu. Reynaldi membalas Alana dengan senyuman.
"Ya ampun, ni cowok senyumnya cute banget. Tahan diri Lo Alana! Ingat Lo udah punya Elvan!" ucap Alana pada hatinya.
Setelah meminta maaf, Alana pamit pergi. Namun tanpa sadar Reynaldi menarik tangan Alana. Dan saat Alana menatapnya, Reynaldi menjadi salah tingkah dan melepaskan tangannya.
"Maaf. Boleh kita berkenalan? Jadi nanti kalau ketiga kalinya kita ketemu, kamu nanti ga menabrak aku lagi. Tapi kita saling tegur sapa." ucap Reynaldi dan akhirnya mereka terkekeh. Dan hal itu membuat wajah Alana memerah karna merasa malu telah melakukan hal bodoh dua kali pada orang yang sama.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏😍