
"Elvan nya mana Tante?" tanya Misella dengan tak tau malunya saat mami Dianti keluar dari kamar.
"Badannya masih remuk katanya, mau istirahat dulu!" sahut mami Dianti saat menduduki bokongnya di sofa bergabung dengan Misella dan maminya.
"Ya sudah lebih baik kita tidur dulu saja, nanti baru kita bangun mencari makan dan jalan-jalan, sekalian ke kampus anak-anak!" ujar mami Karen.
Dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur, beristirahat. Misella merengek pada sang mami agar dirinya tinggal satu apartemen dengan Elvan. Dengan alasan merasa takut tinggal sendiri. Dan mami Karen berjanji kepada sang anak untuk membicarakan hal ini dulu kepada mami Dianti, karna pasti Elvan menolaknya.
"Semangat Alana, kamu pasti bisa!" ucap Alana.
Alana langsung bangkit dari ranjang dan bersiap-siap untuk ke kampus, mengumpulkan berkas-berkas yang di butuhkan. Kali ini Alana tidak satu kampus dengan Wita. Karna Wita tak lulus untuk kuliah di sini. Dan akhirnya Wita memutuskan untuk kuliah di Universitas Negeri Jakarta dan untungnya berkat kerja keras Andre pun lulus. Sehingga mereka bisa kuliah bareng meskipun berbeda jurusan. Andre mengambil jurusan Teknik Sipil dan Wita mengambil jurusan administrasi perkantoran.
__ADS_1
Alana terus saja menyemangati dirinya sendiri, bahwa dirinya harus menjadi orang sukses. Agar dirinya bisa merubah nasib keluarganya. Setelah pamit dengan sang ibu Alana pergi dengan menaiki ojek online menuju stasiun. Karna akses ke kampus itu lebih enak menggunakan transportasi kereta.
"Udah siang banget ini, semoga aku ga terlambat!" ucap Alana saat jam sudah menunjukkan pukul 14.00. Sebenarnya masih bisa di lakukan besok, tapi saat Alana tadi tersadar dirinya langsung memutuskan ke kampus untuk mendaftar hari ini
Alana langsung berjalan terburu-buru hingga tanpa sadar diri tak melihat ada dua orang pria yang berjalan melintas di hadapannya. Dan Alana menabraknya pria yang terdekat.
"Upss maaf!" ucap Alana sambil mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang dia tabrak.
"Kalau jalan makanya pakai mata! Masa orang segede ini ga terlihat!" ucap pria yang lebih muda. Pria itu seumuran dengan Alana dan pria satunya kira-kira berusia 25 tahun. Padahal yang terkena Alana pria usia 25 tahun itu, tapi yang mengotot justru pria yang seusianya. Dan anehnya pria dewasa itu justru tersenyum melihat sikap Alana yang gugup seperti orang ketakutan. Baginya wajah Alana sangat menggemaskan.
"It's ok, silahkan!" ucap pria 25 tahun dengan senyum yang menawan membuat Alana menjadi salah tingkah dan memilih langsung pergi dan merutuki kelakuan bodohnya.
__ADS_1
"Kakak gimana sih? Bukannya di marahin, malah di biarkan pergi gitu aja? Pantas saja kakak selalu di kerjain wanita! Karna terlalu baik sih!" gerutu Handi kepada sang kakak. Pria seumuran Alana bernama Handi dan sang kakak bernama Reynaldi. Dan saat ini Reynaldi baru saja mendaftarkan sang adik untuk kuliah di situ.
Handi dan Reynaldi adalah kakak beradik. Meskipun Reynaldi sibuk, dia selalu menyempatkan waktunya untuk mengurus sekolah sang adik. Karna sang bunda dan ayahnya telah meninggal 3 tahun lalu karna kecelakaan, hingga akhirnya setelah lulus kuliah Reynaldi terpaksa harus mengurus perusahaan ayahnya. Sifat Reynaldi dan Handi sangatlah berbeda, Handi adalah cowok playboy yang menganggap semua wanita gampangan. Sedangkan Reynaldi justru terlalu setia dan menghargai seorang wanita hingga akhirnya dirinya hanya di jadikan mainan.
"Alhamdulillah sudah selesai. Akhirnya aku resmi bisa kuliah di sini. Terima kasih ya Allah, engkau selalu baik padaku. Meskipun aku bukan terlahir dari keluarga kaya raya, tapi aku selalu bisa menduduki posisi yang sama dengan orang yang di atas dari aku. Semoga engkau akan mengangkat derajat keluarga aku! Amin." ucap Alana. Alana melihat sekeliling kampus yang begitu banyak di inginkan orang di luaran, namun hanya segelintir orang yang beruntung seperti Alana. Mungkin jika dirinya memiliki uang lebih, dia akan bisa bebas memilih kuliah di mana pun. Biaya di Universitas Indonesia sangatlah mahal, kalau secara umum tentu saja Alana tidak mampu untuk membayarnya. Tapi untungnya Alana masuk berdasarkan dari hasil tes kelulusan dan dia juga mendapatkan beasiswa.
Setelah urusan sang adik selesai, Reynaldi kembali ke kantor. Letak kantor Reynaldi tidak terlalu jauh dari kampus sang adik, hanya membutuhkan waktu 1 jam dan jika macet hanya 1,5 jam.
"Kakak selesaikan pekerjaan dulu ya! Kamu tunggu dulu!" ucap Reynaldi lembut. Reynaldi memiliki sifat yang lembut, tak sekalipun dirinya pun membentak sang adik. Dia lebih memilih untuk menasehati sang adik, dan justru hal itu membuat hati Handi tergerak dan menuruti ucapan sang kakak. Bagi Reynaldi menyuruh orang untuk sadar itu, tidak harus menggunakan kekerasan.
Reynaldi langsung melanjutkan pekerjaannya, untuk sementara waktu dia memutuskan untuk hidup sendiri. Masa lalu karna pengkhianatan sang mantan kekasih tercintanya membuat dirinya menutup hati. Berbeda halnya dengan Reynaldi yang berkutat dengan pekerjaannya, Handi justru sibuk bermain game online. Jika sudah bermain game, Handi rela untuk begadang.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah mulai kuliah, kakak minta tolong kamu batasi ya main game onlinenya! Ingat kesuksesan butuh usaha, ga ada hasil yang instan! Kelak kamu akan menjadi kepala keluarga, yang harus bertanggung jawab untuk keluarga kamu nanti! Dan pesan kakak, jangan terlalu jauh sama pacar-pacar kamu! Nanti dia hamil, repot kamu!" ungkap Reynaldi. Dia sangat tahu jika kelakuan sang adik sering kali berganti-ganti pacar dan bahkan saat ini Handi menjalin hubungan dengan tiga cewek sekaligus. Dan salah satunya dengan anak kuliah yang usianya lebih tua 2 tahun dari Handi. Memang dari segi penampilan Handi lebih keren dari sang kakak. Postur tubuhnya lebih atletis dan gaya cool playboy nya sangat terlihat. Berbeda dengan Reynaldi yang memang sudah dewasa. Penampilannya terlihat dewasa dan sederhana.
"Kakak jangan nyalahin aku lah kalau dia hamil, orang mereka ya suka rela memberikan padaku! Lah aku terima aja di kasih gratis. Lagi pula cewek seumuran aku udah banyak yang ga virgin kak. Teman-teman cewek aku malahan banyak yang jadi sugar Daddy. Cewek-cewek aku aja yang sekarang sudah ga virgin, mereka melakukan sejak sebelum mengenal aku bahkan si Cindy sejak SMP sama pacarnya sebelum aku. Pokoknya kakak tenang aja, aku main aman kok kak!" sahut Handi panjang lebar membuat Reynaldi geleng-geleng dengan pergaulan anak zaman sekarang. Yach meskipun teman-temannya dulu berbuat seperti itu. Dan sepertinya se** sudah tidak tabu lagi. Tapi Reynaldi tetap memegang teguh hal itu. Jika sudah merasa sudah tidak sanggup menahan dan merasa sudah siap, lebih baik menikah agar tidak berbuat zina.