
Melihat kemesraan Alana dan Elvan tentu saja membuat para jomblo meratapi nasibnya dan juga membuat para fans nya merasakan patah hati berkali-kali.
" Sebagai ucapan terima kasih aku atas doa dan dukungan kamu. Hari ini aku akan mentraktir kamu es cream. Wit, Dre Lo mau ikut ga ke kedai es cream ? " Ucap Elvan pada Alana dan juga Wita Andre.
Andre dan Wita langsung menolaknya. Dia tak ingin merusak momen berdua mereka di tambah memang Wita dan Andre ingin cepat pulang. Dan akhirnya Alana hanya pergi berduaan saja dengan Elvan.
Elvan menggandeng tangan Alana mesra, tentu saja pemandangan itu membuat Misella merasa geram. Sepertinya dirinya masih merasa penasaran dengan Elvan.
" Elvan..." Teriak Misella membuat langkah keduanya terhenti dan menengok kebelakang.
Misella langsung berlari menghampiri Elvan.
" Kenapa ? " Tanya Elvan singkat. Dan Alana hanya memperhatikan Misella yang menatap kekasihnya.
" Tolong ya mata Lo di kondisikan ! Dilarang menatap lebih dari 5 menit kekasih orang ! Dia itu milik gw ! " Ujar Alana membuat Misella mengepalkan tangannya.
" Cepat katakan apa yang mau Lo omongin ke gw ? Jangan buang waktu gw ! Gw mau pergi sama pacar gw ! " Sahut Elvan membuat Misella melirik ke Alana, namun Alana memutar bola matanya, tak ingin saling tatap dengan Misella. Sungguh Misella merasa benci berada di posisi ini. Selama ini keinginan nya selalu terwujud.
Misella hanya dia, rasanya dia sudah tak mampu mengungkapkan apa yang dia inginkan.
" Sorry kalau Lo cuma mau jadi patung aja, gw pergi ! " Ucap Elvan dan langsung menarik tangan Alana.
Dan kini hanya menyisakan Misella yang diam tak berdaya. Lagi-lagi dirinya mendapatkan penolakan.
" Elvan...brengse* Lo ! " Teriak Misella meluapkan perasaan nya.
Elvan langsung mengendarai motor sportnya keluar dari sekolah. Dan Alana melingkarkan tangannya di pinggang kekasihnya, memeluk dari belakang. Menuju kedai es cream tempat biasa mereka menikmati es cream.
Kini mereka telah sampai di kedai es cream yang di tuju. Elvan memesan 2 porsi es cream. Rasa coklat untuk dirinya dan rasa strawberry untuk kekasih nya.
__ADS_1
" Cium** nya mana ? " Goda Elvan. Padahal dia ga benar-benar mengharapkan.
Alana celingak-celinguk melihat sekeliling. Dan ternyata keadaan kedai terlihat rame.
" Maaf aku ga bisa ngasih. Malu tempatnya rame. " Ujar Alana dengan polosnya. Elvan tertawa terbahak-bahak melihat sikap kekasihnya. Hal itu membuat Alana mengerucutkan bibirnya.
" Aku tuh cuma bercanda Honey, ga benar-benar minta. Oh jadi, kamu udah kepengen ya ngerasain bibir aku ? " Goda Elvan membuat wajah Alana merah seketika dan mencubit hidung mancung kekasihnya.
Becanda mereka terhenti, saat pesanan es cream nya datang.
" Ini es cream rasa cinta dari aku untuk orang yang tercinta. Semoga cinta kita selalu manis seperti rasa nya es cream. " Ucap dan doa Elvan untuk hubungan percintaan mereka. Dan Alana mengamini ucapan kekasihnya.
" Aaaa...." Ucap Elvan saat dirinya menyuapi es cream miliknya untuk kekasihnya. Hal yang sama di lakukan Alana kepada Elvan.
Dan tak butuh waktu lama, es cream mereka sudah tandas.
" Aku cinta banget sama kamu, maafin aku yang dulu sempat menyakiti hati kamu. " Ujar Elvan sambil mengelus pipi halus kekasihnya.
Inilah yang di namakan takdir, kita tak akan pernah tau rencana Allah untuk kita. Menurut manusia tidak mungkin, namun menurut nya semua mungkin terjadi. Berawal hanya untuk memanfaatkan, namun perlahan Elvan benar-benar mencintai Alana Liora Gantari.
" Terus dari sini kita langsung pulang apa mampu ke tempat lain lagi ? " Tanya Elvan. Kalau Elvan di suruh memilih, dia masih ingin bersama kekasihnya. Namun dia tak ingin orang tua Alana mencarinya.
Sebelum pulang, Elvan memesan dua buah cup es cream untuk ibu dan juga kekasihnya di rumah.
" Sayang...kok segala di bungkusin segala sih buat mama dan aku di rumah ? " Ujar Alana. Jika dirinya cewek matre mungkin dia adalah orang yang sangat beruntung mendapatkan Elvan. Elvan tak pernah pelit dengan dirinya dan juga keluarganya.
" Sebenarnya aku masih belum rela mengantarkan kamu pulang. Kalau setelah lulus kita nikah aja gimana ? Seperti nya nikah muda seru tuh. " Ujar Elvan saat berjalan ke parkiran, hendak pulang.
" Emangnya kamu yakin siap berhadapan dengan kedua orang tua kamu dan kedua orang tua aku. Lagian aku masih belum siap menikah. Aku masih ingin mengejar cita-cita ku sampai tingkat paling tinggi. " Sahut Alana . Tapi memang ada benarnya ucapan Alana, kedua orang tua nya pasti akan menolaknya. Terlebih Elvan adalah anak satu-satunya, pastinya semuanya bertumpu padanya. Kedua orang tua nya pasti ingin Elvan sekolah setinggi mungkin agar bisa menggantikan posisi sang papi.
__ADS_1
Kini mereka dalam perjalanan pulang, Alana menyenderkan kepalanya di punggung kekasihnya dan tangannya melingkar di pinggang kekasihnya. Sungguh terlihat sangat romantis.
" Salam sama ibu ya, maaf aku ga mampir dulu ! Aku langsung pulang ya ! Nanti kalau aku udah sampe, aku kabarin kamu ya ! " Pamit Elvan dan Alana mengerti.
Alana baru masuk ke dalam rumah saat kekasihnya sudah tak terlihat lagi.
" Assalamualaikum. " Ucap Alana sambil mengetuk pintu rumahnya. Tak lama kemudian sang ibu membuka pintu tersebut.
" Bu, ini di beliin es cream sama Elvan. Satu buat ibu dan satu lagi buat aku. Elvan nitip salam buat ibu dan minta maaf tadi langsung pulang. Soalnya dia cape, kan tadi habis lomba basket dengan sekolah lain. " Ujar Alana. Tadi Alana sempat mengirim pesan chat ke sang ibu, memberi tahu perihal dirinya akan pulang telat karna ingin melihat pertandingan basket. Tentu saja sang ibu tak merasa khawatir, dia yakin Alana dan Elvan tak akan berpacaran melebihi batas.
Alana pamit kepada sang ibu untuk mandi, karna tubuhnya yang merasa lengket.
Kring....Kring...Kring
Suara ponsel Alana terus berdering. Alana segera berlari masuk ke dalam kamarnya untuk mengangkat panggilan masuk.
" Laen yang lagi jatuh cinta, mendengar suara ponselnya bunyi langsung antusias. " Gumam sang ibu.
Ternyata Elvan kekasihnya, Alana langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat nya.
" Honey...kok lama sih angkat telepon nya ? Kamu emang lagi apa ? " Ujar Elvan mengawali pembicaraan di telepon.
" Maaf tadi aku habis mandi, langsung makan. " Sahut Alana.
Elvan baru tersadar jika dirinya tadi tak mengajak kekasihnya makan, mereka hanya makan es cream aja. Pantas aja jika perut Elvan terasa lapar.
" Oh ya, ibu bilang makasih es cream nya. " Sahut Alana.
Percakapan mereka seperti biasa hanya membahas hal yang tak terlalu penting, hanya percakapan biasa. Namun buat mereka bahagia. Bisa mendengar suara kekasihnya.
__ADS_1