Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Perpisahan


__ADS_3

Sambil menunggu hasil dari ujian kemarin, pihak sekolah akan merayakan perpisahan murid kelas tiga yang di adakan di hotel bintang lima yang berada di kota itu. Setiap kelas di wajibkan menyumbangkan apresiasinya. Elvan di nobatkan sebagai ketua pelaksana dalam acara tersebut.


Tanpa terasa acara perpisahan akan terlaksana hari ini. Elvan pergi lebih awal dalam acara ini, karna dia harus mengurus semuanya sebelum acara di mulai. Alana sudah berdandan cantik secara natural, dia memakai kain yang sudah di jahit menjadi rok dan kebaya berwarna pink warna kesukaannya. Untuk tatanan rambutnya dia memilih di gulung ke atas. Sedangkan Raihan terlihat sangat gagah dan tampan dengan stelan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna biru laut.


"Kamu udah jalan? Maaf ya, aku ga bisa jemput kamu. Kamu naik taksi online aja ya, jangan ojek motor!" ucap Elvan. Sebelum para undangan datang, Elvan menyempatkan waktu untuk menghubungi Alana.


"Ini baru mau jalan. Iya ga apa aku ngerti, kamu kan harus mengurus semuanya." sahut Alana.


Alana telah sampai di hotel tempat akan di adakan acara perpisahan. Dia hanya bisa melihat wajah pacarnya dari jauh. Alana sengaja tak menghampiri Elvan, dia lebih memilih mencari keberadaan Andre dan Wita. Di sekolah itu, hanya Wita dan Andre yang dekat dengannya.


Semua murid dan guru sudah berkumpul. Acara akan di mulai oleh pembawa acara. Tiba saat nya Elvan untuk memberikan sambutan sebagai ketua pelaksana acara perpisahan. Semua mata memandang bangga terhadap Elvan. Wajar banyak wanita yang terpikat terhadapnya. Namun Elvan tidak pernah tergoda dengan wanita lain, hanya nama Alana di hati nya.


"Keren kamu yang. I Love You." gumam Alana dalam hati saat memandang wajah Elvan dari jauh. Tanpa sadar dirinya tersenyum.


"Cie...yang lihat akang Elvan lagi ngomong, senyum-senyum sendiri." goda Andre membuat Alana tersipu malu.


Semua tamu undangan sangat menikmati acara berlangsung. Satu persatu pertunjukan mulai di tampilkan. Guru-guru sangat bangga kepada siswa-siswi yang menampilkan pertunjukan. Elvan, Alana, dan Andre ikut dalam drama musikal dari kelasnya.


Acara di selingi dengan makan siang, tamu undangan di persilakan menikmati hidangan yang sudah di siapkan. Elvan tampak sibuk memantau acara berlangsung, dan Alana harus mengerti posisi Elvan saat ini yang tidak sempat menemani Alana untuk makan bersama.


"Maafin aku yang Han, ga bisa mendampingi kamu." ucap Elvan lirih saat melihat pacarnya dari jauh yang sedang asyik mengobrol bersama Andre dan juga Wita

__ADS_1


Setelah acara selesai, mereka melanjutkan dengan sesi foto bersama wali kelas dan teman-teman satu kelas.


" Cantik banget si kamu Han?" puji Elvan membuat Alana tersipu malu. Dia juga memuji Elvan kembali.


Setelah itu di lanjutkan dengan acara puncak yang sangat menyedihkan, semua mendengarkan renungan tentang perpisahan. Siswa-siswi terlihat sedih, termasuk Alana yang tidak terasa air matanya menetes di pipinya. Ini adalah akhir dari kisah di smu, mereka akan melanjutkan kehidupan selanjutnya. Wita dan Alana saling berpelukan, meskipun mereka masih bisa bertemu. Alana juga merasa sedih karna akan berpisah dengan Elvan selama bertahun-tahun. Tetapi dia berusaha untuk menepis perasaan itu, untuk saat ini dia tidak mau membayangkan apa yang terjadi nanti. Dia hanya ingin menjalani apa yang ada di depan mata.


Seluruh acara sudah selesai, tamu undangan di perbolehkan pulang. Tugas Elvan di acara perpisahan sudah selesai, hanya mengurus sisa-sisa acara. Elvan menghampiri Alana untuk berfoto bersama.


"Maaf ya aku ga bisa nemani kamu selama acara berlangsung!" ucap Elvan.


"Aku ngerti kok. Selamat ya atas kesuksesan kmu menjadi ketua pelaksana." sahut Alana dan Elvan membalas dengan senyuman.


"Kamu pulang duluan aja ya! Soalnya masih ada yang aku harus urus. Takutnya lama." ujar Elvan dan Alana mengangguk mengerti.


"Van, foto yuk sama kita-kita! Buat kenang-kenangan!" ucap salah seorang Elvan Lovers. Bahkan keberadaan Alana di samping Elvan tak di anggap. Mereka semua bersikap centil ke Elvan membuat Alana terlihat sangat cemburu.


Bukan hanya Elvan, Alana pun di hampiri tiga orang cowok dan salah satunya Dion sang Playboy sekolah. Dia berniat untuk mengantar Alana pulang. Melihat sikap ramah Alana tentu saja membuat Elvan yang sekarang terbakar cemburu. Elvan langsung menarik tangan Alana, tapi Alana menepisnya.


"Ya....Elvan ga asyik ni. Udah sih biarin aja si Alana pulang sendiri! Manja banget!" celetuk Sisil. Namun Elvan tetap tak menghiraukan mereka, terlebih Alana pergi meninggalkan dirinya membuat Elvan merasa takut. Elvan langsung mengejar Alana dan menarik tangan Alana agar berhenti.


"Aku mau pulang! Bukannya kamu tadi nyuruh aku pulang? Biar bisa dekat sama mereka kan?" sindir Alana, namun Elvan justru malah terkekeh. Dia suka dengan sikap cemburu Alana.

__ADS_1


" Udah ga usah cemberut gitu nanti cantiknya hilang. Dari dulu sampai sekarang cuma kamu yang ada di hati aku." goda Elvan sambil merangkul Alana.


Elvan menemani Alana sampai taksi online datang. Dan seperti biasa Elvan selalu menciptakan suasana yang menyenangkan untuk membuat Alana tersenyum kembali. Akhirnya taksi online yang di pesan Alana datang. Alana berpamitan pulang kepada Elvan. Setelah Alana pergi, Elvan masuk kembali ke dalam hotel untuk menyelesaikan semua agar dirinya bisa cepat pulang.


Para wanita di sana masih menunggu dengan setia, hal ini kesempatan buat mendekati Elvan. Tetapi Elvan termasuk pria yang setia, dia tidak merasa tergoda sedikit pun karna dirinya tetap bertahan dengan Alana, hanya Alana yang selalu ada di hatinya.


"Sorry gw mau lanjut dulu ya!" ujar Elvan. Dia ingin mengurus semuanya agar bisa cepat pulang. Elvan merasa sangat puas karna acara tadi berjalan lancar sesuai harapan semuanya.


Setelah selesai dan beres semua, Elvan bergegas untuk pulang. Dia sudah sangat merasa lelah ingin segera sampai rumah. Karna harus mengurus perpisahan dari sebelum acara hingga selesai acara.


Kini Elvan sudah sampai di rumah, sebelum dia beristirahat Elvan menyempatkan waktu untuk menghubungi Alana terlebih dulu. Memberi tahu jika dirinya sudah sampai di rumah.


"Assalamualaikum. Han, aku baru saja sampai rumah. Kamu tadi langsung pulang kan?" tanya Elvan.


"Ga. Tadi aku janjian dulu sama Dion. Dia ngejar mobil aku dan menyuruh aku berhenti. Dan akhirnya aku pergi dulu sama Dion deh." goda Alana. Dan membuat Elvan merasa kesal. Padahal Alana hanya menggoda cowoknya itu.


Jangan lupa dukungannya 🙏🙏


Like


Vote

__ADS_1


comment


Hadiah


__ADS_2