Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Luka yang mendalam


__ADS_3

"Aaahh...Kenapa kamu tega melakukan hal ini padaku?" ucap Elvan lirih.


Dia menyetir tanpa konsentrasi. Pikirannya melayang entah kemana. Separuh nafasnya seakan hilang bertukar dengan luka yang mendalam. Dia tak pernah menyangka Alana akan menyakiti dirinya.


"Semua ini karna papi. Papi yang telah menghancurkan hidupku. Sekarang Papi puas akhirnya aku berpisah dengan Alana selamanya, seperti yang papi inginkan." ucap Elvan geram.


Jeger


Elvan tak bisa menghindari mobil yang datang tiba-tiba dari berlawanan arah. Hingga akhirnya kecelakaan pun tak terelakan. Elvan langsung tak sadarkan diri. Orang-orang yang melihat kejadian langsung berlari untuk menolongnya. Tubuh Elvan terjepit, hingga mereka sangat sulit melakukan evakuasi. Darah mengalir dari kepala dan Elvan.


"Masih bernyawa. Cepat hubungi keluarganya. Kamu akan membawa korban ke rumah sakit. Elvan langsung mendapatkan pertolongan, namun Elvan di nyatakan kritis. Dia juga banyak mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


"Apa? Anak saya kecelakaan?" ucap mami Dianti. Mendengar sang anak mengalami kecelakaan tentu saja hal itu membuat mami Dianti merasa shock. Dia berteriak memanggil nama sang anak hingga membuat papi Adrian yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa bingung. Air mata mami Dianti tak bisa tertahankan lagi. Dan kini sudah mengalir deras.


"Pi, Elvan. Hiks...hiks..." teriak mami Dianti histeris di iringi Isak tangis.


"Kenapa? Elvan kenapa mi?" tanya papi Adrian sambil mengguncang pundak sang istri. Dan akhirnya dengan suara berat, mami Dianti mengungkapkan jika Elvan mengalami kecelakaan dan kini sudah berada di rumah sakit dan dalam keadaan kritis.


Mendengar sang anak dalam keadaan kritis, kedua orang tua Elvan segera ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang anak saat ini.


Mendengar hal itu papi Adrian mengalami serangan jantung karna tak kuat mendengar kondisi sang anak dalam sadar atau akhirnya meninggal.


Hilang sudah harapannya untuk memiliki anak yang sukses yang akan menjadi penerusnya. Kini anak semata wayangnya hanya bisa terbaring lemah karna kesombongannya. Dirinya baru tersadar jika harta dan anak hanyalah sebuah titipan yang kuasa yang sewaktu-waktu akan di ambil. Semua manusia di dunia ini kedudukannya sama di mata Allah, hanya keimanan dan ketaqwaan yang membedakannya. Harta bukanlah segalanya untuk kita berbuat sombong. Kapanpun Allah mau, dia akan mengambilnya.

__ADS_1


Hanya penyesalan yang kini di rasa papi Adrian. Penyesalan yang tak akan pernah kembali lagi seperti dulu. Jika sudah begini siapa yang harus di salahkan? Elvan yang menjadi korban dari kesombongannya. Dirinya telah menghina Alana, dan ternyata anaknya yang mendapat balasan.


"Pi, jangan bangun dulu kalau belum kuat!" ucap mami Dianti. Namun papi Adrian tetap ingin bangun menghampiri sang anak yang kini terbaring lemah. Dirinya merasa sangat menyesal, karna dialah yang membuat anaknya seperti ini. Karna dia yang telah merenggut kebahagiaan sang anak.


Berita ini telah sampai ke Keluarga Misella. Jika sudah begini, mana mau Misella menikah dengan Elvan. Cintanya kepada Elvan berarti tidak tulus. Dia hanya ingin di saat Elvan berdiri gagah dan sehat. Tak mungkin dirinya ingin mengabdikan masa mudanya untuk mengurus suami yang cacat. Keluarga Misella membatalkan pernikahan anaknya dengan Elvan. Tentu saja mereka tak ingin mempunyai menantu yang cacat. Sekuat apapun kita mempertahankan, jika dia bukan jodoh kita maka tak akan pernah bersatu. Seperti yang di rasa Misella. Manusia boleh berencana, tapi Allah lah yang menentukan.


Mendengar berita dari mami nya Elvan tentu saja membuat Andre tak percaya. Baru beberapa jam dirinya bersama dengan sahabatnya, dan sekarang sang sahabat sudah terbaring koma. Mendengar berita itu, Andre dengan di dampingi Wita langsung mendatangi rumah sakit tempat Elvan di rawat. Andre langsung meminta agar dirinya bisa masuk ke dalam bertemu langsung dengan sahabatnya.


"Van, bangun! Lo jangan buat gw seperti ini donk! Lo harus kuat, kita sukses bareng-bareng. Mana oleh-oleh buat gw. Lo parah banget sih, pulang ke sini malah ngasih kejutan seperti ini buat gw. Gw kangen pengen ngobrol sama Lo!" ucap Andre. Tak terasa air matanya sudah mengalir deras. Dia tak menyangka jika sahabatnya akan seperti ini.


Andre dan Wita memilih untuk merahasiakan hal ini dari Alana. Dia tak ingin kebahagiaan Alana menjadi ternoda karna harus bercampur kesedihan. Mereka yakin Alana akan merasa sedih jika dirinya tahu Elvan seperti ini. Hanya bisa terbaring lemah di brankar rumah sakit. Tak ada lagi yang bisa di banggakan papi Adrian. Harapannya telah musnah.

__ADS_1


__ADS_2