
"Bismillah. Semoga langkah aku di mudahkan. Maafkan saya Alana, karna dulu telah menghina kamu dan sekarang saya membutuhkan bantuan kamu untuk menyelamatkan keluarga saya dan karyawan-karyawan saya." gumam Papi Adrian. Permasalahan hidup yang di alami saat ini, mengajarkan berbagai hal untuknya. Bahwa semua yang di miliki olehnya hanyalah sebuah titipan, tak pantas untuk dia sombongkan. Jika Allah berkehendak, Allah akan mengambil darinya.
Kini Papi Adrian sudah sampai di depan rumah Alana. Dia mencoba menguatkan langkahnya, yaitu sesuai dengan tujuan awalnya untuk mengemis meminta pertolongan demi keluarga dan para karyawannya.
Papi Adrian telah menunggu Alana di ruang tamu. Dan sang art memberi tahu tentang kedatangan papi Adrian kepada Alana.
"Ada apa lagi papi nya Elvan ke sini? Apa ada hal yang penting lagi?" gumam Alana. Reynaldi sudah berangkat bekerja. Karna saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
Alana menuruni anak tangga untuk menemui papinya Elvan. Dia langsung mencium tangan papinya Elvan sebagai bentuk rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Dan kini dirinya sudah duduk di sofa yang berhadapan dengan papi Adrian.
"Maaf om, ada apa ya?" ucap Alana to the point. Matanya mengarah langsung ke papi Adrian.
"Maaf sebelumnya jika kedatangan saya mengganggu kamu." ujar Papi Adrian. Untungnya dia berhadapan dengan Alana, seorang pemaaf. Meskipun dulu dia telah menghina, menyakiti hati, dan memisahkan dirinya dengan Elvan tapi Alana masih terketuk hatinya untuk memaafkan semua kesalahan yang telah di perbuat papi Adrian.
Papi Adrian menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya kepada Alana, tentu saja hal itu membuat Alana tersentak kaget. Di satu sisi hatinya merasa iba, tapi hal ini perlu di bicarakan dulu kepada suaminya dan keputusan ada di tangan suaminya. Alana merasa tak enak hati, karna Reynaldi sudah sangat pengertian dan banyak berkorban perasaan untuknya.
__ADS_1
"Gimana ya om. Jujur Alana turut prihatin dengan kondisi om dan keluarga om saat ini. Alana akan mencoba membicarakan hal ini kepada suami Alana, namun Alana tak bisa banyak janji karna semua keputusan Alana serahkan kepada dia. Alana sekarang sudah menjadi istrinya, Alana harap om bisa mengerti. Alana berharap semoga om dan keluarga bisa melewati cobaan ini. Tetap semangat, Alana yakin om pasti bisa melewatinya. Alana juga berdoa agar Elvan bisa sembuh kembali. Ngomong-ngomong kondisi Elvan sekarang gimana? Apa sudah ada perkembangan?" Alana berbicara panjang lebar.
"Terima kasih atas kebaikan kamu Alana. Om sadar jika dulu om sangat jahat pada kamu, menganggap kamu rendah! Dan sekarang om justru datang untuk meminta bantuan kepada kamu. Om terpaksa melakukan hal ini. Om ingin sekali Elvan bisa sembuh lagi. Om sungguh sangat menyesal telah memisahkan kamu sama Elvan. Dan kini anak satu-satunya om harus menanggung karna kesalahan om." ucap papi Adrian. Tak terasa air matanya menetes satu persatu. Alana ikut merasakan kesedihan papi Adrian saat ini. Ingin sekali dirinya memeluk papi Adrian, mencoba menguatkan tapi dia tak mungkin melakukan hal itu, karna dia merasa sungkan.
"Ya sudah berlalu biarlah berlalu om, tak patut kita sesali! Karna semua itu tak ada gunanya, semua tak akan kembali lagi! Justru sekarang kita harus memikirkan untuk ke depannya. Dan mungkin Allah sudah mempunyai rencana lain untuk hubungan kami, kami memang tidak berjodoh. Sekuat apapun kita mempertahankan, tapi takdir yang menentukan. Manusia hanya bisa berencana dalam hidupnya, tapi Allah lah yang mengatur hidup kita akan seperti apa.
"Sudah ya om jangan sedih lagi, ini adalah sebuah cobaan hidup agar om bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi!" ucap Alana. Papi Adrian merasa terharu dengan penuturan Alana, dia menjadi sedikit tenang. Papi Adrian menghapus air matanya. Benar apa yang di katakan dirinya harus kuat, karna dia adalah tulang punggungnya. Jika dia lemah maka pengikutnya akan hancur.
Alana mempersilahkan papi Adrian untuk meminum teh hangat yang sudah di buatkan oleh Art nya. Dulu papi Adrian menganggap Alana sebagai sumber masalah, dan sekarang Alana seperti Dewi penolong untuk kehidupannya.
Setelah puas berbincang, papi Adrian pamit untuk pulang. Alana mengantarkan papi Adrian sampai depan teras. Setelah kepergian papi Adrian, Alana kembali naik ke kamarnya. Dia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang.
❤️❤️❤️❤️
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Reynaldi baru saja pulang dari kantor. Alana sudah menyambutnya. Membawakan tas kerjanya dan menemani dirinya ke kamar untuk mandi. Alana langsung menyiapkan pakaian untuk Reynaldi.
__ADS_1
"Hari ini kamu masak apa sayang? Gimana tugas skripsi kamu? Apa sudah selesai? Kapan kamu ke kampus lagi?" tanya Reynaldi sambil memakai pakaian satu-satu.
"Hari ini aku buat ayam kecap dan capcay. Maaf aku ga sempat masak macam-macam, soalnya aku sibuk mengetik skripsi karna besok aku ada bimbingan mas. Besok aku harus ke kampus jam 10 pagi." sahut Alana.
Kini mereka sedang makan malam bersama, seperti biasa Alana selalu menyiapkan makanan untuk suaminya tercinta. Mulai dari menyendokkan nasi, sayur mayur, dan lauk pauk. Tak lupa dia juga menyiapkan air putih untuk sang suami. Alana selalu mencoba menjadi istri yang baik. Karna hanya dengan cara ini dia bisa membalas semua kebaikan suaminya. Reynaldi adalah tipe suami yang sabar dan penyayang. Tak sekalipun dia membentak atau berkata kasar kepada Alana. Kehidupan rumah tangga mereka selalu harmonis, sayangnya sampai saat ini belum ada makhluk kecil untuk menambah kebahagiaan mereka.
Setelah selesai makan, kini mereka sudah berada di ruang tv. Ini adalah rutinitas mereka saat memiliki waktu untuk bersama, menonton tv bersama dan bertukar cerita.
"Mas, aku mau bicara boleh?" ucap Alana ragu-ragu dia benar-benar ingin menjaga perasaan suaminya.
"Katakanlah apa yang kau bicarakan!" sahut Reynaldi. Kini pandangannya fokus mengarah ke sang istri mencari jawaban atas pertanyaan sang istri. Alana terlihat ragu-ragu.
"Katakan saja! Aku tak akan marah!" ujar Reynaldi kembali. Dia memang tipe seorang pemimpin yang demokratis yang selalu mendengarkan pendapat ataupun pembicaraan orang lain.
Alana akhirnya menceritakan tentang kedatangan papinya Elvan tadi pagi yang meminta bantuan. Kondisi perusahaan colapse dan membutuhkan suntikan dana. Dia meminta pertolongan agar Reynaldi bisa membantunya.
__ADS_1
"Maaf ya mas, aku ga bermaksud apa-apa! Aku serahkan semuanya sama mas! Jika mas merasa keberatan, mas bisa kok menolaknya! Aku hanya menyampaikan amanat saja. Jujur kalau aku sih merasa iba, terlebih dirinya bilang semua ini demi keluarga dan para karyawan di perusahaan itu." ungkap Alana.
Jangan lupa ya kakak dukungannya. Selamat hari Senin, semoga kakak mau menyumbangkan vote nya untuk karya ini! Terima kasih atas dukungan kalian selama ini🙏😄😍