
"Baiklah om, saya akan bantu om! Om bilang saja berapa nominal untuk membeli perusahaan om? Jika saya mampu, saya akan membantu om!" ujar Reynaldi menambah Papi Adrian tak mampu membendung perasaannya saat itu. Dia sampe bersujud di kaki Reynaldi. Tentu saja Reynaldi langsung menyuruh Papi Adrian untuk bangkit, karna dia bukanlah seorang yang gila hormat. Dia tulus menolong.
"Om tak perlu seperti itu! Tanpa om bersujud, aku bisa mewujudkan keinginan om! Katakanlah om!" sahut Reynaldi.
"Kamu memang seperti Dewa penolong Rey." ucap Papi Adrian membuat Reynaldi tersenyum dan mengatakan jangan memujinya terlalu berlebihan.
Papi Adrian mengatakan harga perusahaannya, dan Reynaldi menyetujuinya. Dia sepakat akan membeli perusahaan tersebut.
"Terima kasih Reynaldi, kamu sudah menolongku! Semoga Allah membalas kebaikanmu!" ucap papi Adrian. Mami Dianti pun tak mampu berkata-kata, Reynaldi bisa membantunya dalam masa sulit seperti ini.
"Oh ya, satu lagi! Saya akan membiayai pengobatan Elvan! Tolong Tante dan om urus Elvan ke Singapura! Jika pengobatan Elvan perlu stay sementara di sana, kalian bisa menempati apartemen saya!" ujar Reynaldi membuat yang berada di sana melongo.
"Mas, apa mas yakin? Itu biayanya ga akan kecil mas! Coba mas pikirkan kembali!" ucap Alana sambil menggenggam tangan suaminya dan menatap wajahnya.
Lagi-lagi Reynaldi hanya membalas dengan tersenyum, dia hanya ingin menolong sesama manusia. Menjadikan hartanya bermanfaat untuk banyak orang. Reynaldi tulus menolong Elvan, karna dia yakin Elvan akan sembuh kembali.
"Mas sudah pikirkan! Jangan pernah lihat dari nominalnya kalau kita niat menolong orang, tapi dari tujuannya! Mas yakin Elvan akan sembuh jika dengan pengobatan yang intensif!" sahut Reynaldi.
❤️❤️❤️
Sesuai rencana mereka, hari ini mereka bertiga akan pergi ke Singapura. Mereka akan mengurus anak semata wayangnya dan berharap bisa sembuh dan normal seperti dulu lagi.
__ADS_1
"Semangat Van! Kamu pasti bisa! Maaf kami tidak bisa ikut ke sana!" ujar Reynaldi kepada Elvan. Elvan hanya mampu mengucapkan terima kasih, meskipun dirinya masih merasa ragu jika dirinya akan sembuh kembali.
"Mas, mas luar biasa banget sih! Mau menolong, meskipun mas tak dekat dengannya." sahut Alana.
❤️❤️❤️
Reynaldi sudah mengambil alih perusahaan milik Papi Adrian. Kini Papi Adrian hanya memiliki perusahaan yang bersama papi Emir, papi nya Misella. Perusahaan ini hanya perusahaan dagang, tak sebesar perusahaan milik Papi Adrian yang di jual ke Reynaldi. Semenjak pemutusan hubungannya, berakhir juga kerja sama mereka. Papi Emir menarik semua sahamnya dan setelah itu resmi menjadi perusahaan papi Adrian. Kelak perusahaan inilah yang akan di bangun kembali oleh papi Adrian.
Sama halnya dengan papi Adrian. Reynaldi pun sedang merapihkan perusahaan yang baru saja dia beli. Dia yakin akan bangkit kembali. Mencoba mempelajari apa permasalahan yang terjadi sampai menyebabkan kebangkrutan.
Tiga bulan sudah. Perusahaan ex papi Adrian sudah rampung di tata, dan hari ini akan peresmian. Reynaldi mengadakan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang keluarga Alana dan juga anak yatim piatu di panti asuhan tempat dia biasa menyumbangkan hartanya. Alana pun baru mengetahui jika suaminya adalah seorang donatur tetap di panti asuhan tersebut.
"Terima kasih sayang. Semua ini aku lakukan demi calon buah hati kita kelak dan kamu! Aku ingin anak-anak ku nantinya akan bangga pada ayahnya! Kalau perusahaan lama kan milik papa aku, dan ini benar-benar hasil dari kerja keras aku!" ucap Reynaldi membuat Alana merasa terharu.
Kedua orang tua Alana ikut bahagia melihat anak dan menantunya bahagia. Kedua orang tua Alana berharap mereka akan segera mendapatkan momongan di pernikahan mereka.
Reynaldi selalu memperlakukan keluarga Alana dengan baik. Dia tak pernah pelit, bahkan dia merenovasi rumah orang tua Alana. Reynaldi sudah menganggap kedua orang tua Alana menjadi orang tuanya sendiri.
"Selamat ya Rey! Kamu memang luar biasa! Di usia kamu yang masih sangat muda, kamu sudah meraih kesuksesan! Ayah tak salah menyetujui kamu menikah dengan anak ayah. Kamu selalu menunjukkan menjadi suami yang baik." ucap ayahnya Alana.
Bagi Reynaldi, hartanya hanya sebuah titipan dan perlu di keluarkan zakatnya untuk membersihkan hartanya. Jangan pernah berpikir harta kita akan berkurang jika kita bersedekah, justru harta tersebut akan menjadi berkah. Hal itu yang sering Reynaldi tanamkan dalam hidupnya. Allah akan membalas dengan berlipat ganda. Menambah nikmatnya jika kita selalu bersyukur.
__ADS_1
Acara peresmian sudah selesai. Perusahaan itu di hibahkan Reynaldi untuk Alana calon ibu anak-anaknya kelak. Reynaldi memang calon seorang ayah dan suami luar biasa.
"Sayang...kamu sudah menginginkan sekali ya memiliki anak? Maaf ya sampe saat ini aku belum mewujudkannya." ucap Alana merasa bersalah.
"Tak perlu merasa bersalah seperti itu, mungkin Allah belum mengizinkan kita memiliki anak. Dia menyuruh kita untuk menikmati kebersamaan dulu. Memang aku menginginkan, tapi aku tak ingin terlalu memaksakan kehendak. Lagi pula kamu kan baru saja selesai kuliah. Sudah ya jangan kamu jadikan beban hal ini!" ujar Reynaldi dan Alana menganggukkan kepalanya.
❤️❤️❤️
Reynaldi menggandeng mesra tangan Alana masuk ke perusahaan barunya. Dia ingin menunjukkannya kepada sang istri. Karna dia selama ini memang ingin memberikan kejutan. Reynaldi menyulap perusahaan ini menjadi lebih ekslusif. Lebih tertata rapi. Hadir Dengan nuansa baru.
"Bagus ga? Desain Interiornya aku loch!" ujar Reynaldi dengan terkekeh.
"Kamu keren banget ya, bisa semuanya. Aku salut banget sama kamu. Pasti nanti anak kita pintar, ayahnya genius banget! Semoga menular!" ucap Alana dan di Amini Reynaldi.
Reynaldi langsung merangkul tubuh istrinya dan mengatakan kalau dia sangat mencintai Alana. Alana pun merasakan hal seperti itu. Karna memang tak pernah ada alasan untuk dirinya tak mencintai suaminya. Dia yakin di luaran sana pasti banyak yang mengharapkan pria seperti ini.
"Gimana kalau kamu yang manajemen perusahaan ini? Ini perusahaan untuk kamu! Nanti aku akan membantu dari belakang. Hitung-hitung latihan, mengembangkan ilmu kamu! Aku sepertinya tak sanggup jika harus mengurus dua-duanya. Tapi ga usah takut, di awal-awal aku tak akan lepas begitu saja. Gimana? ujar Reynaldi.
"Mas, apa mas ga berlebihan? Ini kan perusahaan mas, lagi pula aku belum ada pengalaman untuk memimpin. Aku takut bangkrut. Aku mau mengurusnya, tapi tak mau jadi pemimpin. Karna aku takut ga mampu." ucap Alana.
"Tentu tidak donk sayang! Kamu itu istri aku, calon ibu dari anak-anakku. Kamu pantas mendapatkannya. Dan jika kita ingin sukses, kita harus merubah mindset kita sayang! Jangan sampai sebelum bertanding sudah berpikir akan kalah, itu akan mengganggu pikiran kita, membuat kita tidak nyaman dan merasa terbebani. Jalanin saja sesuai alurnya! Dan satu hal lagi semua orang itu mampu memimpin hanya saja orang itu mau belajar atau tidak!" ungkap Reynaldi.
__ADS_1