Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Olimpiade matematika


__ADS_3

" Sayang...besok aku berangkat ya! Doakan aku semoga aku bisa menang, membawa nama baik sekolah ini! Jangan nakal ya selama aku tinggal!" ucap Alana sambil menyenderkan kepalanya di pundak kekasihnya.


" Huhft, entah mengapa aku rasanya berat sekali mengizinkan kamu pergi meskipun hanya dua hari saja! Bagaimana aku bisa nakal, jika hati aku sudah terpatri dengan namamu. Kangen dan merasa kehilangan, itulah yang benar!" ucap Elvan lesu.


Elvan menepikan mobilnya di pinggir sebuah danau yang berada di sebuah perumahan yang jaraknya tak jauh dari perumahan tempat Alana tinggal.


Alana kini menatap wajah pacarnya itu secara lekat, sungguh dirinya merasa terpesona dengan ucapan pacarnya untuknya.


" I Love you..." ucap Alana membuat Elvan tersenyum dan membalasnya, I Love You too. Cinta mereka sangat manis, seperti rasa es cream kesukaan mereka.


" Kita makan es cream dulu yuk, biar kamu selalu ingat aku saat di sana!" ucap Elvan dan Alana mengatakan ok.


Kini mereka sudah berada di sebuah cafe yang menjual es cream, dan hari ini pilihan mereka jatuh pada es cream rasa durian yang di berikan toping keju.


Kedai es cream ini sangat ramai di kunjungi kawula muda bersama kekasih dan juga para sahabatnya.


" Selamat makan, semoga cinta kita selalu manis seperti rasa es cream ini!" itulah doa dan harapan yang selalu mereka ucapkan saat memakan es cream.


Tak terasa sambil mengobrol, mereka berdua sudah menghabiskan es cream nya.


" Mau tambah lagi? Biar aku pesankan." ucap Elvan lembut, namun Alana menolaknya karna besok dia harus berangkat olimpiade matematika. Dia tak ingin tiba-tiba saja sakit, yang akan membuat dirinya kurang konsentrasi.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


" Ada yang ingin kamu beli untuk besok? Oh ya ayah sama ibu lagi mau apa? Sekalian kita mampir beli dulu yuk untuk mereka!" ujar Elvan. Untuk besok, Alana sudah menyiapkan semuanya. Dia tak banyak bawa barang bawaan, hanya beberapa cemilan saja. Dan untuk keluarganya, Alana memilih martabak telor dan martabak keju. Elvan memang contoh calon menantu idaman yang sering kali ingat kepada orang tua pacarnya.


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang, namun dirinya menepikan terlebih dahulu mobilnya untuk menyerahkan uang pegangan untuk pacarnya.


" Han, besok aku antar ke Bandara ya! Sekalian kita ajak juga Mis Eva sama Mis. Yeni! Sebelum aku jemput mereka, aku jemput kamu dulu ya! Oh ya ini uang jajan buat kamu di sana, takutnya kamu di sana ingin beli sesuatu!" ucap Elvan sambil memberikan satu buah amplop putih berisi Dollar Singapura jika di rupiahkan senilai 5 juta.


" Ya Allah yang, ini banyak banget! Aku ga mau menerimanya, aku ga mau di sebut cewek matre! Aku minta untuk pegangan aja dikit! Kan di sana juga aku di tanggung semua oleh sekolah!" ujar Alana. Namun Elvan memang sudah berniat ingin memberikan sedikit tabungannya untuk pacarnya.


" Terimalah, jangan menolak! Aku ikhlas memberi ini untuk kamu! Kenapa bisa di cap cewek matre, orang kamu ga minta kok ke aku? Kan aku sendiri yang mau kasih kamu ini! Ini juga kan dari uang tabungan aku, bukan minta ke orang tua aku! Semenjak aku pacaran sama kamu, Alhamdulillah aku jadi banyak punya tabungan. Lalu apa salahnya jika aku berniat memberikan sedikit tabungan aku untuk kamu! Ya hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih aku kepadamu, karna kamu telah membuat aku menjadi lebih baik seperti sekarang! Mungkin jika di hitung, jumlah segitu sangatlah kurang untuk membayar jasa kamu ke aku!" ungkap Elvan membuat Alana merasa tersanjung.


Dan akhirnya Alana dengan terpaksa menerimanya untuk pegangan dirinya di sana.


Setelah mengantar Alana sampai rumah, Elvan langsung melajukan kembali mobilnya. Karna jam juga sudah menunjukkan pukul 20.00, dia ingin pacarnya beristirahat untuk persiapan besok.


Perhatian Elvan kepada Alana dan juga keluarganya membuat kedua orang tua Alana sudah menyetujui hubungan mereka.


Setelah mandi, Alana memilih mengobrol dulu dengan kedua orang tua nya mengenai kepergian besok. Tak lupa dirinya memberi kabar kepada kedua guru yang besok ikut. Bahwa besok dirinya dengan di antar Elvan akan menjemput kedua gurunya tersebut.


Rencananya Alana akan naik pesawat yang jam 08.25. Dan dirinya berencana akan berangkat dari rumah jam 05.30, karna dirinya harus menjemput kedua gurunya terlebih dahulu.

__ADS_1


" Hai cantik...Boleh ga sih kalau aku batalin kamu ikut lomba olimpiade matematika itu?" ucap Elvan serasa tak rela melepas kepergian pacarnya.


" Udah deh ga usah lebay! Emang aku ke mana sih sayang? Ingat hanya dua hari aja kok! Lagi pula ini salah satu cita-cita aku bisa menjadi orang yang berarti untuk masyarakat umum." sahut Alana, tak lupa dirinya memberikan Capitan di pinggang pacarnya. Alana terkekeh melihat sikap bar-bar pacarnya.


Elvan menepikan mobilnya dulu di sebuah jalanan sepi.


" Kenapa berhenti?" tanya Alana yang merasa bingung dengan apa yang di lakukan pacarnya itu.


" Kasih aku bekal dulu, sebelum kamu pergi!" sahut Elvan membuat Alana mengerutkan keningnya. Dirinya semakin bertambah bingung dengan apa yang di maksud pacarnya.


Elvan langsung mendekati wajah pacarnya dan langsung meraih tengkuk pacarnya dan langsung memberikan serangan tiba-tiba. Tentu saja hal itu membuat Alana membulatkan matanya merasa kaget dengan yang di lakukan pacarnya itu.


Elvan mencumbu mesra pacarnya. Awalnya Alana tak merespon, namun Elvan mencoba menggigit bibir bawah Alana agar Alana membuka mulutnya memudahkan dirinya untuk mengeksplore nya, memainkan lidahnya. Hingga lidah mereka kini saling membelit.


Ciu*man itu tak bertahan lama, karna Alana mendorong tubuh pacarnya merasa hampir kehabisan oksigen.


" Stop, ini ga baik! Ayo lanjutkan, ga enak sama guru-guru kalau kita telat menjemput mereka!" ucap Alana mengingatkan pacarnya. Dan akhirnya Elvan melajukan kembali mobilnya untuk menjemput kedua gurunya sebelum mereka ke bandara.


Kini kedua gurunya sudah berada di dalam mobil mereka. Dan Elvan melajukan kembali mobilnya menuju Bandara.


" Wuih...Elvan. Setia banget kamu sama Alana ya, sampai-sampai relakan mengantar Alana pagi-pagi ke Bandara. Semoga kalian pacarannya awet ya!" doa kedua gurunya dan di aminkan oleh Alana dan juga Elvan.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan ya kakak 😁😘😄🙏


__ADS_2