
"Terima kasih ya kak sudah mengantarkan aku dan terima kasih untuk hari ini, karna kakak sudah menemani aku dan mentraktir aku makan." ucap Alana dan Reynaldi membalas dengan senyuman. Untungnya Reynaldi saat ini sedang memakai mobil Toyota Agya. Jika Reynaldi memakai Toyota Camry, Alphard, atau mobil sportnya pasti Alana tak akan percaya jika dirinya hanya seorang staf biasa.
Meninggalkan Alana dan Reynaldi. Pesawat yang membawa Elvan beserta rombongan telah mendarat sempurna di Bandara. Papi Emir sudah menunggu di Bandara, sedangkan papi Adrian masih sibuk di kantor. Dan untuk kedua kalinya Elvan dan Mami Dianti terpaksa harus ikut dengan Misella. Padahal Elvan sudah sempat menolak, dia lebih memilih untuk naik taksi online. Tapi maminya Misella memaksanya, hingga akhirnya mami Dianti tak bisa menolaknya.
Selama perjalanan Elvan memilih untuk diam. Sebenarnya dia sudah merasa gatal ingin menghubungi Alana untuk memberi tahu jika dirinya sudah sampai di Indonesia. Namun demi misi yang ingin dia lakukan. Elvan mengurungkan niatnya. Rencananya Elvan besok akan mengajak Alana pergi ke puncak. Dia ingin melepas rasa rindu yang sempat tertahan.
"Kasihan Elvan, dia jadi terbebani dengan perjodohan ini. Maafin om ya Van! Sebenarnya om si ga mau maksa kamu untuk menikah dengan anak om." ucap Papi Emir yang melihat Elvan dari spion kecil dalam mobil.
"Terima kasih ya jeng sama mas Emir atas tumpangannya." ucap Mami Dianti. Elvan pun mengucapkan terima kasih, tak lupa dia mencium tangan papi Emir dan maminya Misella sebelum turun sebagai bentuk menghormati yang lebih tua. Elvan juga berpamitan dengan Misella, hanya sekedar basa basi.
❤️❤️❤️
" Kemana ya Elvan? Kenapa sampai sekarang ga menghubungi aku? Aku chat juga di baca apalagi di balas. Aku telepon ga di angkat. Apa dia sudah melupakan aku?" ucap Alana yang kini sedang membaringkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Alana mencoba memejamkan matanya. Dari pada dia harus merasa galau, dia memilih untuk tidur. Namun sayangnya Alana tak bisa tidur, bayangan Reynaldi saat tersenyum muncul begitu saja.
"Baik, ganteng." gumam Alana. Tanpa sadar dia memuji Reynaldi. Bayangan saat kebersamaan dirinya tadi di mall muncul begitu saja, membuat Alana senyum-senyum sendiri seperti orang yang sedang jatuh cinta. Bukan hanya Alana , Reynaldi pun merasakan hal itu. Dia seperti merasakan jatuh cinta kembali setelah 3 tahun hatinya tertutup untuk wanita.
"Cie...yang senyum-senyum sendiri. Siapa kak orangnya? Kenalin ke aku donk!" ucap Handi yang tiba-tiba saja masuk ke kamar sang kakak. Sebenarnya Handi sudah mencoba mengetuk pintu kamar sang kakak, namun sang kakak tidak membukanya hingga akhirnya Handi memutuskan untuk langsung masuk.
"Eh kamu. Bikin kaget kakak aja. Ga usah kepo deh! Ada apa?" ujar Reynaldi. Dia memilih merahasiakan hal ini dari sang adik, lagi pula memang dirinya belum ada hubungan apapun dengan Alana.
Dan ternyata Handi meminta uang lagi ke si kakak. Karna besok dia ada acara perpisahan di puncak selama dua hari.
Ini bukan pertama kali Reynaldi memberi wejangan untuk sang adik untuk menghentikan kebiasaan buruknya itu. Sampai-sampai Reynaldi sering di marahi orang tua cewek pacarnya Handi dan pernah satu kejadian Handi membawa kabur cewek karna orang tua cewek itu ga merestui hubungan mereka. Dan selama tujuh hari Handi menggauli cewek tersebut. Parahnya cewek itu lebih tua dari Handi. Tapi masalahnya selesai, karna mereka melakukan batas dasar suka sama suka dan cewek itu tak ingin menikah dengan Handi. Karna selama ini hanya sekedar having fun saja. Sang cewek juga sudah mengkonsumsi obat KB agar dirinya tak hamil. Kejadian seperti ini membuat Reynaldi geleng-geleng kepala. Karna dirinya saja tak pernah terpikir untuk melakukan hal segila itu, meskipun dirinya mampu melakukan hal bejad seperti itu.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga di rumah. Aku kangen sama kamu Han." Elvan memejamkan matanya, pikirannya melayang saat dirinya mencumbu mesra dan melihat tubuh indah pacarnya. Rasanya sangat luar biasa. Meskipun dirinya hanya mencicipi bibir dan bukit kembar milik pacarnya.
Besok pagi Elvan berniat untuk mendatangi rumah Alana untuk mengantarkan oleh-oleh untuk Alana dan keluarganya. Tak lupa oleh-oleh untuk Wita dan juga Andre. Elvan membelikan Andre jam tangan dan untuk tas untuk Wita.
"Huhft rasanya aku sudah tidak sabar bertemu Alana. Lebih baik aku sekarang istirahat dulu, agar besok bangun pagi." ujar Elvan. Dan tanpa waktu panjang Elvan sudah memejamkan matanya. Sama dengan Alana yang sudah memejamkan matanya.
Bunyi alarm ponselnya telah berbunyi, menandakan dirinya harus bangun dan menjalankan ibadah sholat shubuh. Setelah menunaikan ibadah sholat Elvan memilih untuk tidur kembali. Badannya masih terasa remuk. Rencananya baru jam 8 nanti dirinya akan bersiap-siap ke rumah Alana.
"Kemana sih kamu yang, kok sampai sekarang ga ada kabar berita? Kamu ga kangen ya sama aku? Aku kangen sama kamu." gumam Alana. Bicara sendiri.
Sama halnya dengan Elvan, selesai sholat subuh dirinya memutuskan untuk tidur lagi. Alana ingin puas-puasin dulu waktu liburnya. Lagi pula Elvan tak juga menghubungi dirinya. Berkali-kali dirinya mengirimkan pesan chat dan mencoba menghubungi Elvan, tapi Elvan tak juga meresponnya. Hingga membuat Alana menjadi kesal dan memilih untuk cuek. Rindu itu memang sangat menyakitkan bagi segelintir orang yang sedang merasakan jatuh cinta. Terlebih kalau bertepuk sebelah tangan. Berkali-kali dia melihat ponselnya, tapi tak ada satupun pesan chat dari Elvan.
Sama halnya dengan pasangan yang sedang menahan rindu. Reynaldi merasakan hal yang sama, sepertinya dia mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Alana. Senyum manis dan sikap polos Alana selalu membayangi dirinya.
__ADS_1
"Masa sih aku jatuh cinta sama cewek itu? Mengenal baik saja aku belum. Kenapa aku merasa yakin kalau dia wanita baik ya? Apa dia mau sama aku yang usianya terpaut cukup jauh, secara usia dia lebih cocok sama Handi. Tapi aku sangat menyukai karakter dia, dia cewek yang pintar dan penuh semangat. Aku suka tipe cewek seperti itu." ucap Reynaldi dalam hati sambil membayangkan wajah manis Alana.
Beri dukungan terus untuk karya ini. Author minta hadiah bunga atau vote donk.🙏😘😍😃😄