
Hubungan Alana dan Elvan kembali seperti biasa lagi. Mereka terlihat romantis kembali. Dan seperti biasanya mereka pulang dan pergi ke sekolah bersama. Terlebih kini sudah mulai ada kelas tambahan untuk persiapan ujian kelulusan.
Ada rasa bahagia di atas kesedihan yang di rasakan sekelompok orang yang memiliki kisah kasih di sekolah. Karna sebentar lagi mereka akan terpisah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan hal ini bukan hanya di rasakan Alana dan Elvan, tetapi juga dengan di rasakan siswa siswi yang memiliki pacar semasa SMA. Dunia putih abu-abu merupakan masa di mana remaja mencari jati diri mereka. Mengerti arti cinta sebenarnya.
"Ga terasa ya sebentar lagi kita lulus? Lo mau masuk bimbel di mana, Van?" tanya Andre kepada Elvan.
"Huhft rasanya gw mau waktu terhenti sampai sini, tapi gw mau segera lulus kuliah dan menikah sama Alana. Membangun rumah tangga bersamanya. Pasti nanti anak-anak gw tampan dan cantik seperti mami papi nya." ucap Elvan sambil pikiran melayang berkhayal.
"Menghayal aja! Kuliah dulu! Udah mikir mau nikah bikin anak aja Lo!" sindir Andre.
Hari ini kebetulan Elvan dan Andre sedang berkumpul di rumah Elvan. Setelah mengantarkan permaisuri masing-masing, Andre dan Elvan baru bertemu. Mereka ingin mengenang masa-masa kebersamaannya dulu sebelum memiliki pacar.
"Van, tapi kan lo di jodohin sama si Mis centil itu sama orang tua lo! Untung bokap nyokap gw baik, ga melarang gw untuk berhubungan sama si Wita." ujar Andre.
"Iya...doain gw ya! Semoga hal itu tak pernah terjadi! Gw ga cinta sama si Misella. Gw sama Alana sudah berjanji untuk mempertahankan hubungan ini!" sahut Elvan lesu.
"Sabar! Berdoa terus semoga Alana jodoh lo! Meskipun sekuat apapun bokap lo misahin lo sama Alana, lo akan tetap bersatu! Tapi kalau lo ga berjodoh sama Alana, ya mau gimana lagi." sahut Andre dan Elvan mengangguk mengerti.
❤️❤️❤️
__ADS_1
"Kamu mau ngajak aku ke mana sih?" ucap Alana saat Elvan menarik tangan Alana.
"Udah diam aja! Ikutin aja ke mana kaki kita melangkah, nanti kamu juga akan tau sendiri!" ujar Elvan, dan akhirnya Alana menuruti ucapan pacarnya. Dan ternyata Elvan membawa Alana ke sebuah taman yang berada di halaman belakang sekolah. Taman ini terdapat pohon-pohon besar yang rindang, sehingga sangat adem untuk duduk bersantai dan banyak di jadikan tempat mojok siswa siswi yang berpacaran. Tapi tidak untuk Alana, Andre, Wita, dan Elvan. Mereka lebih suka berpacaran di luar sekolah.
"Ya ampun, aku kira mau ke mana? Tumben kamu ngajak aku ke sini?" ucap Alana.
Elvan menarik tangan Alana ke sebuah pohon besar yang di perkirakan usianya sudah sangat tua, mungkin pohon itu ada sejak sekolah itu berdiri. Alana masih terus memperhatikan pacarnya. Apa yang di inginkan pacarnya itu. Dan ternyata Elvan mengukir nama dirinya dengan Alana dan menuliskan tanggal jadian mereka.
"Aku ingin pohon ini menjadi sebuah saksi, kisah kasih kita di sekolah ini. Dan kelak saat kita terpisah dan kembali lagi, kita akan melihat ke sini lagi! Kita akan mengenang kisah cinta kisah semasa SMA. Dan aku juga ingin memberitahu kepada anak-anak kita kelak, bahwa kisah cinta kedua orang tuanya yang begitu indah." ungkap Elvan membuat Alana meneteskan air matanya karna terharu, karna Elvan begitu mencintai dirinya.
Dan ternyata hal ini bukan hanya di lakukan oleh Alana dan Elvan. Setelah di perhatikan, ternyata banyak juga yang mengukir nama di pohon seperti mereka.
"Ternyata yang lebay bukan kita berdua aja ya? Kasihan ni pohon jadi tempat coretan siswa siswi yang lagi kasmaran." ucap Alana sambil terkekeh. Karna ada sebagian orang yang menganggap mengukir nama dengan pasangan lebih abadi di bandingkan nulis di pasir di pinggir laut. Lama kelamaan ombaknya akan semakin besar dan bisa menghapus tulisan itu.
"Dulu kan ga pernah merasakan jatuh cinta, kalau sekarang kan sudah mengenal cinta. Jadi bucin deh." sahut Elvan. Dan akhirnya mereka tertawa bersama.
Ya itulah hidup, kadang kita tak pernah tau kehidupan ke depannya. Yang awalnya indah bisa saja berakhir sedih, atau bisa juga sebaliknya. Berawal sedih, namun akhirnya indah. Atau mungkin tetap sama. Semua uda menjadi rahasia Allah.
Setelah pulang dari sekolah, mereka memutuskan untuk menonton bioskop. Tapi mereka akan pulang dulu ke rumah. Elvan mengantarkan dulu ke rumah Alana dan baru ke rumahnya. Karna letak bioskop lebih dekat dari rumah Elvan.
__ADS_1
"Alana pergi ya Bu!" Alana berpamitan kepada ibunya. Dia selalu izin kepada ibunya jika mau main bersama Elvan.
Setelah Alana sudah berganti pakaian, kini mereka melanjutkan ke rumah Elvan.
"Aku tunggu di sini aja! Ga enak nanti kalau pembantu kamu lihat, aku ke kamar kamu." ucap Alana. Dirinya pun merasa canggung jika harus masuk ke kamar cowoknya, meskipun dirinya sudah merasa dekat dengan pacarnya.
"Udah ga apa, santai aja! Lagi pula pembantu aku jam segini lagi sibuk nyetrika sama istirahat. Dari pada kamu bengong di bawa, nanti yang ada di gondol sapi ompong." goda Elvan. Dan akhirnya dengan langkah ragu Alana mengikuti langkah cowoknya. Dia juga ingin melihat kamar Elvan.
Alana terpanah melihat kamar Elvan yang luas dan terdapat fasilitas lengkap. Dan dengan dekorasi hitam putih.
"Apa kita bikin film di kamar ga usah nonton?" goda Elvan sambil menaik turunkan alisnya. Tentu saja menolak, dia sangat takut hal ini.
Namun setan telah merasuk hati Elvan, Elvan langsung menggendong tubuh Alana dan membaringkan tubuh kekasihnya di ranjang dan mengukungnya.
"Van, ingat! Lepasin a..." ucapan Akan terhenti karna mulutnya sudah di bungkam dengan bibir Elvan. Elvan Meluma* bibir pacarnya. Alana berusaha mendorongnya. Dia tak ingin melakukan terlalu jauh. Dia pun takut ikut terhanyut. Terlebih dengan beraninya Elvan mengangkat kaos yang di pakai Alana dan membuka pengait penutup yang di pakai Alana dan menampilkan bentuk indah milik kekasihnya. Elvan melahap nya dengan rakus. Rasanya begitu nikmat. Untungnya Alana masih sadar, dengan kekuatan yang dia miliki Elvan tersungkur.
Alana menangis, dia tak menyangka pacarnya seperti itu. Sampai-sampai tubuhnya gemetar ketakutan. Bahkan saat Elvan hendak memeluknya, Alana menolaknya. Dia merasa sangat kecewa dan marah.
"Maaf, aku hanya ingin memiliki kamu seutuhnya! Agar kedua orang tua aku menikahi aku! Mungkin dengan cara ini yang membuat aku tak akan terpisah dengan mu!" ucap Elvan lirih. Elvan bersujud di kaki Alana.
__ADS_1
"Kamu sayang kan sama aku? Tapi kenapa kamu mau merusak aku? Kamu salah menunjukkan kasih sayang kamu seperti ini ke aku! Kamu yakin jika aku hamil, kamu akan menikahi aku? Bisa saja papi kamu justru menyuruh aku aborsi atau menghancurkan masa depan aku dengan hamil di luar nikah!" ucap Alana geram. Dia tak mengerti kenapa pacarnya itu bisa berpikiran sempit seperti itu.
Jangan lupa dukungannya. Berikan like, vote, dan hadiahnya donk biar semangat nulisnya!🙏😃