Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Berharap cinta bisa menyatukan kita


__ADS_3

Elvan mencoba menghubungi Alana, tapi Alana tak meresponnya. Alana butuh waktu untuk memikirkan tentang hubungannya. Karna ini semua untuk masa depannya. Meskipun cinta nya hanya untuk Elvan. Namun dirinya tadi sempat melibatkan Dion dalam hal ini. Padahal tujuannya hanya untuk mengantarkan dirinya pulang, dan dia mengobrol hanya untuk mengatur kesedihannya.


Sudah 10 pesan yang Elvan kirim ke Alamat, namun Alana tak juga satu pun membalasnya. Membaca pun tidak. Hingga akhirnya Alana memutuskan untuk memblokir nomor Elvan. Dan tentu saja membuat Elvan semakin panik. Dia yakin Alana sangat marah padanya.


"Jika sampai Alana benar-benar meninggalkan aku, aku tak akan pernah bisa memaafkan diri aku sendiri karna berbuat bodoh seperti ini." ucap Elvan lirih.


Papi Adrian sudah sampai, dan dia langsung berteriak memanggil Elvan. Teriaknya semakin keras, karna Elvan tak kunjung turun.


"Sudah Pi, jangan begitu! Ga baik berkata kasar sama anak! Lagi pula ini sudah malam, malu sama tetangga teriak-teriak begitu! Mungkin Elvan sudah tidur, biar besok saja kita bicarakan!" ucap mami Dianti menenangkan suaminya.


Padahal saat itu dia belum tidur, namun Elvan memilih untuk diam. Dia hanya mendengarkan saja percakapan kedua orang tuanya dari kamar.


"Hiks...kenapa nasib aku seperti ini? Kenapa papi ga pernah memberikan aku kebebasan untuk memilih jalan hidupku, papi selalu saja bersikap otoriter." ucap Elvan lirih.


" Orang bilang, menjadi anak satu-satunya itu menyenangkan. Tapi hal itu tidak terjadi padaku. Aku justru merasa tertekan pi, karna hanya aku yang akan di jadikan penerus kerajaan bisnis papi. Memang papi selalu memberikan fasilitas mewah untuk aku, aku pun tak pernah merasa kekurangan dalam hal keuangan. Aku butuh perhatian dari kami, aku butuh kasih sayang kamu, dan aku butuh dukungan kamu untuk melanjutkan hidupku." ucap Elvan lirih.


Elvan hanya memendam perasaannya sendiri. Meskipun dirinya dekat dengan Andre, tapi Elvan berusaha menutupi hal ini dari Andre. Baginya ini adalah sebuah aib di keluarga, ga pantas baginya untuk menceritakan apa yang dia rasakan. Terlihat bahagia dan kuat, namun siapa sangka jika hatinya Elvan hanya sekuat karang yang lama kelamaan akan terkikis. Dia hanya manusia biasa yang bisa saja merasa rapuh. Terlebih persoalannya dengan Alana.

__ADS_1


" Lebih baik aku tidur, dan besok aku temui Alana ke rumahnya. Aku yakin Alana butuh waktu untuk berpikir. Aku berharap cinta bisa menyatukan hati kita!" gumam Elvan. Dan akhirnya lama kelamaan Elvan tertidur pulas.


Berbeda halnya dengan Elvan, Alana justru masih terjaga. Mata nya belum bisa terpejam. Dirinya teringat akan pembicaraan dirinya dengan Elvan sebelum mereka menghadiri acara ulang tahun Misella. Apapun yang terjadi dia harus kuat untuk mempertahankan cintanya. Bukankah dulu Alana yang mengejar cinta Elvan, masa dia harus terkalahkan dengan Misella. Alana juga tahu jika cintanya Elvan kepadanya sangat besar. Harusnya dia tak egois seperti ini. Karna Elvan ga salah dalam hal ini, dia melakukannya karna terpaksa.


"Maafkan aku yang, aku tadi terlalu emosi kepada kamu! Padahal kamu sudah mengingatkan aku, menyakinkan aku. Jika kita harus kuat dan kompak. Berharap cinta akan menyatukan kita." ucap Alana lirih. Dirinya merasa menyesal. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Elvan. Alana yakin dirinya akan merasa tenang, setelah dirinya menghubungi Elvan dan meminta maaf.


Sudah 3x panggilan namun Elvan tak kunjung mengangkat telpon darinya. Karna memang Elvan sudah tertidur pulas.


"Bisa-bisanya kamu tidur pulas, di saat aku masih terjaga memikirkan hubungan kita." gerutu Alana.


\=\=\=\=


Elvan meraih ponselnya yang dia letakkan di atas sofa yang berada di kamarnya. Pantas saja Elvan tak mendengar Alana menghubungi dirinya. Karna posisi ponselnya dia silent dan di taro di atas sofa. Dia tak ingin papinya mengetahui jika dirinya tadi belum tidur saat sang papi berteriak memanggil namanya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk silent ponselnya.


" Alana? Ya Allah aku berarti tidur nyenyak banget, sampai-sampai dia telepon aku tak mendengar nya. Kenapa dia telepon jam segitu? Apa dia belum tidur? Huhft pantas saja aku tak mendengarnya, orang ponselku di silent." ucap Elvan saat melihat beberapa panggilan masuk dari Alana.


Hatinya merasa bahagia, karna Alana menghubungi dirinya. Elvan yakin jika Alana tak lagi marah padanya. Elvan langsung secepat mungkin menghubungi pacarnya itu. Namun sayangnya Alana tak mengangkat telpon darinya. Dan baru panggilan ketiga, Alana perlahan membuka matanya. Meskipun masih terasa berat. Matanya langsung membulat sempurna sama melihat di layar ponselnya, Elvan pacarnya yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


" Halo..." sahut Alana dengan suara khas bangun tidur.


" Assalamualaikum." ucap Elvan dan akhirnya Alana menjawab walaikumsallam.


" Kamu kok masih tidur? Ga sholat shubuh donk?" tanya Elvan. Dan Alana mengatakan jika dirinya sedang datang bulan, makanya tidak sholat shubuh. Dan akhirnya Elvan hanya ber oh ria.


" Semalam kamu telepon aku? Ada apa? Memangnya kamu belum tidur, kok telepon aku jam segitu?" ujar Elvan. Membuat Alana merasa malu. Tak bisa menutupi perasaannya kepada pacarnya. Bahwa dia masih menyayangi pacarnya dan tak bisa melupakan pacarnya. Semalaman suntuk Alana di Bayangi dengan penyesalan.


" Emmm..A-anu. Aku merasa ga enak hati saja karna kamu menghubungi aku hingga berkali-kali." ucap Alana mengeles.


" Owh...dikira karna kangen, makanya kamu menghubungi aku." sindir Elvan sambil terkekeh.


Jika Elvan melihat ekspresi wajah Alana langsung, dia pasti akan melihat wajah Alana berubah memerah menahan rasa malunya karna ketawan berbohong.


" Udah ga usah ngeledek gitu! Aku matiin ni teleponnya!" ancam Alana. Padahal ini untuk menutupi rasa malunya. Malu-malu kucing, malu tapi mau. Alana masih mencintai Elvan, kenangan bersama Elvan sangatlah banyak, tak semudah itu dia terpisah. Harusnya mereka selalu kompak mempertahankan hubungannya, bukan bersiteru seperti semalam.


" Ih ngambek! Iya deh aku ga meledek kamu lagi! Karna aku ga mau kamu marah lagi! Tau ga semalam aku sedih banget, aku sampe ga bisa tidur mikirin kamu. Aku takut banget jika ucapan kamu itu benar." sahut Elvan. Membuat Alana tertawa terbahak-bahak. Bohong banget pacarnya tak bisa tidur, orang dia telepon berkali-kali aja dirinya ga mengangkatnya. Dan akhirnya mereka tertawa bersama seperti sedia kala.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan ya 🙏😍😄😘


__ADS_2