Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Wanita tak tahu malu


__ADS_3

Elvan bangun lebih dulu. Dia teringat jika dirinya harus menunaikan ibadah sholat shubuh. Mungkin ini ada hal yang baru baginya berada di negara orang yang masih minim tentang Islam. Tapi dia sudah berjanji pada dirinya dan Alana, jika dirinya akan berusaha menunaikan ibadah sholat lima waktu.


"Di saat orang tua aku tak mengajarkan aku agama dan aku hidup bersama keluarga yang minim agama, kamu hadir sebagai penyelamat dan menuntun aku dalam kebaikan. Jasa kamu luar bisa Han. Aku sangat beruntung memiliki kamu!" gumam Elvan sambil matanya melirik ke arah sang mami yang masih tertidur pulas. Elvan terlahir dari keluarga Islam, tapi dia tak pernah di ajarkan apa itu sholat dan bagaimana cara mengaji. Dan selama ini Elvan selalu di sekolahkan di sekolah non Islam. Tapi pertemuannya dengan Alana, yang merubah jalan hidupnya kini.


Hari ini Elvan akan ke kampus tempat dirinya akan menuntut ilmu. Elvan terpaksa mengikuti keinginan papinya, karna demi masa depannya kelak untuk keluarga kecilnya. Elvan masih sangat berharap jika kelak dirinya akan membuat sebuah keluarga dengan Alana.


"Huhft laper, jadi pengen bikin pop mie. Untung kemarin aku bawa dari Indonesia. Kasihan mami, lebih baik aku bikin sendiri!" gumam Elvan dalam hati. Elvan keluar dari kamarnya. Dirinya baru keluar saat ini dari kamar, karna sejak semalam Elvan memilih untuk beristirahat di kamar dari pada mengobrol yang tak jelas. Meskipun Elvan selalu di fasilitasi pembantu di rumah, tapi untuk membuat pop mie atau memasak mie dia bisa. Karna tak sekalipun sang mami membuatkan untuknya. Mami Dianti lebih memilih memberikan sang anak untuk jajan di luar atau memesan online jika sang pembantu sedang pulang kampung.


Elvan sibuk membuat teh manis hangat dan juga menyeduh pop mie. Mendengar ada pergerakan di dapur Misella merasa kepo. Lagi pula dia juga ingin sekalian ke toilet. Hanya kamar utama yang ada toilet dan Misella harus ke toilet di luar. Misella keluar dengan tidak malunya. Hanya menggunakan tank top dan celana hotpants, padahal ada Elvan. Tak sepantasnya dia mengumbar tubuhnya meskipun seksi. Bisa di katakan Misella lebih cantik dan sexy dari Alana, tapi sayangnya hati Elvan sudah terpatri nama Alana. Sama halnya dengan Misella, meskipun banyak yang menyukainya tapi hatinya sudah terpatri dengan nama Elvan.


"Hai...masak apa? Aku mau juga donk!" sapa Misella kepada Elvan.


"Pop mie. Lo mau? Sebentar gw ambilin!" ucap Elvan. Misella langsung menganggukan kepalanya. Elvan masuk ke dalam kamar dan mengambil pop mie di dalam kopernya untuk Misella.


Elvan menyerahkan pop mie itu ke Misella, dan tidak malunya Misella meminta Elvan membuatkan untuknya. Hatinya merasa bahagia saat Elvan dengan baiknya membuatkan pop mie untuknya. Dan kini mereka makan bersama.

__ADS_1


"Makasih ya udah di buatin pop mie! Aku janji, nanti kalau kita sudah menikah aku akan berusaha untuk belajar masak." ucap Misella dengan percaya diri.


"Kita? Sampai kapanpun kita ga akan pernah menikah. Jadi jangan bermimpi. Aku ga bisa Sel, please jangan paksa aku!" ucap Elvan.


"Aku pastikan, kita akan menikah! Aku ga akan pernah mengizinkan wanita manapun yang akan merebut kamu dari aku! Takdir kamu itu aku!" ucap Misella membuat Elvan tersenyum kecut. Dan mengumpat Misella. "Dasar wanita tak tahu malu."


Dan dengan tak tahu apa-apa mereka bisa makan bersama, maminya Misella malah memuji kedekatan mereka.


"Gitu donk, akhirnya bisa saling dekat kan? Pagi-pagi udah berduaan aja, romantis banget makan pop mie bareng. Tante yakin lama kelamaan kalian akan saling dekat. Jadi ingat pepatah, cinta akan hadir karna saling bertemu dan terbiasa bersama." ucap maminya Misella membuat Elvan tambah geram. Ternyata apa yang di lakukan dirinya salah. Seharusnya dia berbuat cuek aja, mendiamkan Misella biar tak menjadi salah paham seperti ini.


"Maaf baru ke bangun!" ucap mami Dianti saat keluar kamar


"Iya ga apa jeng. Aku juga baru bangun kok. Yang sudah bangun dari tadi anak-anak kita. Mungkin malu kali kalau ada kita bermesraan, makanya mereka bangun pagi-pagi. Gimana kalau mereka satu apartemen jeng, aku jadi kepikiran kasihan kalau Misella di apartemen sendiri. Pasti dia merasa takut." ucap maminya Misella.


"Elvan ga setuju Tante! Elvan sama Misella bukan muhrim, ga pantas tinggal satu apartemen meskipun gaya hidup di sini, bukan suatu ya aneh. Tapi kita berasal dari Indonesia yang mempunyai budaya timur. Pokoknya Elvan tidak setuju! Kalau Misella harus tinggal sendiri di apartemen, itu sudah menjadi konsekuensi dia karna sudah berani memutuskan untuk kuliah di luar. Kalau Tante jadi kepikiran, saran Elvan sebelum Tante mendaftar lebih baik batalkan saja! Misella cari kampus di Jakarta biar tak perlu jauh dari Tante!" ungkap Elvan. Dan mami Dianti merasa setuju. Karna dia merasa khawatir jika Misella menggoda sang anak, bisa-bisa Elvan terjerumus ke pergaulan bebas. Terlebih gaya pakaian Misella yang terbilang berani.

__ADS_1


Dan akhirnya Misella menjawab jika dirinya sudah siap untuk kuliah di Inggris. Bagi Misella tak masalah dirinya akan tinggal terpisah dengan Elvan, yang penting bagi Misella dirinya masih bisa bersama Elvan. Cepat atau lambat Elvan akan jatuh kepelukannya.


Kini mereka berempat sudah siap. Dengan menggunakan taksi mereka pergi menuju kampus untuk mengurus kuliah Elvan dan Misella. Namun sebelumnya mereka berempat memilih untuk makan mengisi kekosongan perut mereka. Setelah itu, baru mereka ke kampus.


"Jeng, kita jalan-jalan dulu yuk! Jangan langsung pulang ke apartemen!" ajak maminya Misella, dan di setujui mami Dianti.


"Mi, Elvan langsung pulang aja ya ke apartemen? Elvan malas muter-muter." gerutu Elvan. Namun mami Dianti tak mengizinkan. Dia meminta sang anak tetap untuk ikut, dan akhirnya Elvan menurutinya.


Selama di sana, Misella terus saja mendekati. Tapi Elvan berusaha untuk berjaga jarak. Mata Elvan terpanah saat melihat jam tangan yang sangat bagus, dia terpikir untuk memberikan itu untuk Alana pacarnya. Elvan juga ingin memberikan tas untuk calon kakak iparnya dan calon ibu mertuanya. Tak lupa dia juga ingin memberikan jam tangan untuk calon bapak mertuanya.


"Mi, Elvan transfer uang saku donk! Elvan mau belikan oleh-oleh untuk Alana dan keluarganya sama buat Wita dan Andre." ujar Elvan dan tentu saja membuat Misella merasa cemburu. Karna harusnya uang itu buat dirinya, dirinya tak Sudi jika Elvan membelikan oleh-oleh untuk Alana.


"Jangan biasakan seperti itu Jeng! Keenakan Alana, bisa tambah matre kalau Elvan kebiasaan manjain dia! Lagi pula kan Elvan ga bakal jadi sama cewek itu." sindir maminya Misella.


Namun mami Dianti tak merasa keberatan, karna bagi dia oleh-oleh ini sebagai ucapan terima kasih karna dukungan Alana selama ini untuk kesuksesan sang anak.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya supaya author semangat😘😍🙏☺️


__ADS_2