
" Van, Sabtu ini datang ya ke ulang tahun aku! Papi aku juga udah mengundang om Adrian dan Tante Dianti ke acara ulang tahun aku. Kata papi sih, kedua orang tua kamu akan datang. Anak-anak di sini juga banyak yang aku undang." ucap Misella dengan gaya manjanya.
" Tapi Alana ga lo undang? Sorry gw ga bisa datang kalau tanpa Alana!" ucap Elvan ketus.
" Alana..selalu saja Alana!" umpat Misella.
Melihat Misella yang hanya diam, akhirnya Elvan memilih berjalan meninggalkan Misella. Hari ini Alana tidak masuk sekolah, karna sakit.
" Elvan, tunggu! Aku belum selesai bicara!" Teriak Misella.
" Ya sudah cepat katakan! Aku harus masuk ke kelas!" ujar Elvan dengan wajah datarnya.
" Van, maaf Alana ga sama seperti kita! Aku takut dia ga bisa mengimbangi kita! Nanti kan kamu ada mami papi kamu di sana dan ada anak-anak lainnya!" sahut Misella yang tentu saja membuat Elvan langsung menatap Misella tajam
" Jadi lo mau manggil gw hanya karna jawaban ini! Gw ga terima menjelekkan pacar gw! Gw pastikan kalau gw ga akan datang ke pesta ulang tahun lo! Karna pesta khusus borju dan Alana hanya orang biasa? Ternyata lo ga berubah ya!" bentak Elvan bahkan sampai membuat Misella bergetar, ketakutan.
Elvan langsung meninggalkan Misella. Dia tidak peduli dengan perasaan Misella saat ini. Yang terpenting baginya, Alana pacarnya.
" Miskin dan kaya itu hanya sebuah status kan? Kenapa masih ada orang seperti Misella yang menganggap orang rendah, karna faktor ekonomi." ucap Elvan geram. Padahal dia pun dulu seperti itu. Tapi cinta yang membuat benteng pertahanan runtuh. Dia menerima Alana apa adanya. Tak ada perbedaan antara aku dan kamu.
Pelajaran sudah di mulai. Elvan berusaha fokus memperhatikan. Meskipun sesekali dirinya melirik ke arah meja tempat Alana duduk. Baru sehari saja melihat bangku pacarnya kosong, hatinya terasa hampa.
Setelah jam pelajaran berakhir, Elvan langsung cepat-cepat ingin pulang! Hari ini dia akan menengok pacarnya yang sedang sakit.
__ADS_1
" Woy... buru-buru amat lo! Amat aja ga buru-buru!" sindir Andre yang melihat sahabatnya seperti kesetanan.
" Sorry bro, gw mau nengok Alana soalnya. Kalian mau ikut ga?" ujar Elvan dan Andre dan Wita mengatakan kalau mereka nanti akan menyusul.
Elvan berjalan tergesa-gesa untuk segera keluar dari sekolah dan langsung cus ke rumah Alana.
" Elvan..." Teriak Misella. Membuat Elvan menghentikan langkahnya.
" Mau ngapain lagi sih nih cewek? Heran ganggu gw terus, seperti ga ada kerjaan lain aj." gerutu Elvan yang melihat Misella berlari menghampiri dirinya.
" Kenapa lagi sih Sel? Kan gw udah bilang, gw ga akan datang tanpa Alana! Udah donk jangan ganggu gw terus! Lagi pula gw buru-buru harus ke rumah Alana!" cerocos Elvan.
" Owh Alana sakit? Pantas kamu sendiri terus dari tadi, ga ada si benalu!" sahut Misella membuat Elvan bertambah geram.
Dan akhirnya Misella mengalah. Dia meminta maaf kepada Elvan. Dan dia mengungkapkan jika dirinya sudah memutuskan untuk mengundang Alana juga, agar Elvan mau datang di momen acara spesial untuk Misella.
Elvan berjanji akan datang dan pastinya akan membawa serta Alana. Setelah menjawabnya, Elvan langsung pergi meninggalkan Misella. Yang sedang tersenyum licik. Karna undangan untuk Alana tidak lah tulus. Dia berniat akan mempermalukan Alana di depan kedua orang tua Elvan. Biar Alana sadar jika status mereka itu berbeda. Dia harus sadar diri, jika Elvan tak pantas bersanding dengannya.
Kini Elvan sudah sampai di depan rumah Alana. Namun sebelum menengok. Elvan mampir dulu untuk membelikan Alana parcel buah dan cemilan-cemilan.
" Assalamualaikum." Elvan mengucapkan salam. Tak lama kemudian ibu nya Alana keluar, membukakan pintu pagar agar Elvan bisa masuk.
" Silahkan masuk nak Elvan! Silahkan duduk dulu! Ibu panggilkan Alana dulu ya!" ucap ibu nya Alana, dan Elvan menganggukkan kepalanya. Siap menunggu. Kini Elvan sudah menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
Alana keluar dengan wajah yang masih terlihat pucat. Dengan membawa satu nampan berisi teh manis hangat.
" Kamu ngapain sih repot-repot begitu? Segala bikinin aku teh. Ini cemilan dan buah untuk kamu, maaf cuma bawa ini! Wita sama Andre nanti juga mau ke sini nyusul! Gimana keadaan kamu sekarang? Udah ke dokter?" ucap Elvan.
" Ga apa aku masih bisa kok kalau cuma bikinin teh. Lagi pula biar latihan, di pakai gerak! Nanti yang ada kalau tidur terus, pusing. Makasih ya buah sama cemilannya! Kamu juga ngapain repot-repot begini sih? Kalau aku udah enakan, besok aku juga udah bisa masuk kok. Wita sama Andre ga perlu lah nengok segala, kaya aku sakit parah aja. Aku paling cuma kecapean aj, kemarin-kemarin soalnya kurang istirahat sibuk belajar persiapan olimpiade. Aku malas ke dokter, udah minum obat warung kok! " jawab Alana.
Tak lama kemudian ibu nya Alana datang dan ikut mengobrol dengan keduanya. Ibu nya Alana sudah dekat dengan Elvan.
" Tuh Andre kayanya sama Wita." ucap Elvan saat mendengar suara Andre.
Elvan bangkit dan keluar menghampiri Andre dan Wita. Dan membukakan pintu pagar agar motor Andre bisa masuk. Wita masuk lebih dulu ke dalam menemui Alana dan Elvan memilih menemani Andre memarkirkan motornya. Wita datang membawa 1 kantong berisi cemilan.
Wita langsung mengucap salam dan mencium tangan ibu nya Alana dan baru duduk di sebelah Alana.
" Wita pacarnya anak satu sekolah juga?" tanya ibu nya Alana.
" Bukan satu sekolah doank bu, tapi satu kelas juga dan Andre pacar Wita sahabatnya Elvan dari SMP." sahut Alana menjelaskan.
" Oalah...jadi mereka Sahabat seperti kalian. Semoga berjodoh ya kalian semua!" doa ibu nya Alana dan langsung di aminkan oleh keempatnya. Ucapan ibu nya Alana bersamaan dengan Elvan dan Andre masuk.
" Doakan saja ya bu! Jadi nanti kan seru tuh nikahnya barengan." ucap Elvan sampai terkekeh membuat Wita dan Alana tersipu malu, membicarakan tentang pernikahan.
Dan akhirnya mereka berempat mengobrol bersama. Menikmati momen masa-masa remaja, masa yang paling indah bagi sebagian orang. Bisa melakukan canda dan tawa dengan sahabat bukan hanya pacar. Sedangkan ibu nya Alana memilih untuk masuk. Memberikan kesempatan keempat anak Abege untuk bersenda gurau.
__ADS_1