Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Kemarahan Alana


__ADS_3

"Iya... maafkan aku! Aku janji akan menahan syahwat aku! Dan ga akan merusak kamu sampai kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Please jangan marah sama aku lagi!" ucap Elvan memohon kepada Alana. Aura kemarahan terlihat sekali bahwa Alana sangat marah saat itu, hal itu membuat Elvan merasa takut jika sampai Alana meninggalkan dirinya lagi.


"Baiklah, untuk kali ini aku maafkan! Tapi jika kamu mengulang kembali, aku ga akan segan-segan untuk meninggalkan kamu! Persetan dengan yang namanya cinta, jika hanya di jadikan sebuah kedok belaka! Aku mau pulang sekarang! Nonton kali ini aku batalkan, karna aku sudah tidak mood lagi!" ucap Alana ketus.


Jujur Elvan merasa kaget dengan sikap pacarnya saat ini, tatapannya sangat tajam. Meskipun dia sudah sering melihat Alana marah dengan Misella atau wanita lainnya, tapi kali ini sangat menyeramkan. Dan akhirnya Elvan memilih mengikuti pacarnya, dari pada harus terancam di putuskan kembali.


"Mau makan es cream dulu ga?" ucap Elvan menawarkan Alana. Elvan berharap sang pacar bisa memaafkan dirinya. Alana menggelengkan kepalanya. Suasana terasa kaku, Alana lebih memilih bicara seperlunya saja. Dan Elvan berusaha untuk mengembalikan mood baik pacarnya dengan berbagai macam mulai dari es cream, coklat, baso, mie ayam pinggiran, ayam kriuk semua di tolak Alana. Dan tentu saja membuat Elvan merasa bingung. Jika Elvan di suruh memilih, mungkin dia lebih memilih sang pacar menampar, menonjok, dan mengoceh di bandingkan diam seribu bahasa.

__ADS_1


Kini mereka telah sampai di depan rumah Alana. Alana turun begitu saja, tanpa pamit. Membuat Elvan merasa sangat menyesal. Dan akhirnya dia mencoba menghubungi Andre dan menanyakan keberadaan dirinya, karna Elvan ingin curhat dengan sahabatnya. Dan akhirnya mereka berjanjian di cafe yang letaknya sebelum masuk ke dalam perumahan mereka tinggal. Dan saat ini Andre baru mau pulang dari rumah Wita.


"Kenapa lo? Muka udah kaya cucian, lecek banget." sindir Andre saat melihat sahabatnya datang. Karna Andre datang lebih dulu ke cafe itu.


"Pusing gw, Dre! Alana marah besar sama gw!" ujar Elvan. Dan Andre hanya geleng-geleng kepala. Merasa heran dengan percintaan sahabatnya itu, seperti jalanan yang penuh lika liku. Ada aja masalahnya. Baru aja baikan, sekarang sudah bertengkar lagi.


"Ya udah kita pesan minum dulu, biar Lo bisa rileks bro!" ucap Andre. Dan akhirnya Elvan memesan satu gelas orange jus dan juga spaghetti. Karna tadi dirinya belum sempat makan. Karna keburu ada tragedi.

__ADS_1


"Elvan sayang, Alana itu bukan tipe cewek gampangan. Wajar aja dia semarah itu sama lo. Kalau lo mau nyoba, sama cewek model si Sella dan Misella yang kerjaannya mau nyosor lo! Gw jamin dia langsung ngangkang dan pasrah. Dengan senang hati mereka menerima perjaka lo! Tapi kalau gw jadi Lo sih pasti gw nyesel banget, karna lo belum tentu dapet perawan dia. Mungkin udah dol kali tuh lubang." sahut Andre.


"Iya emang gw bodoh banget, Alana juga bilang sama gw kalau gw sayang sama dia, gw ga bakal merusak dia. Apalagi kalau sampe buat dia hamil, bisa rusak masa depan gw sama Alana. Habis gw bingung Dre gimana caranya agar papi gw ga jodohin gw sama Misella? Gw ga mau kehilangan Alana, Dre! Makanya mau gw dp-in tuh si Alana. biar gw di nikahin. Nanti gw juga kan bisa sambil kerja di kantor bokap, nah si Alana sementara ga usah kuliah sampe anak gw lahir dulu!" Andre benar-benar di buat melongo dengan imajinasi sahabat nya itu. Saking stresnya, karna tak mendapat restu.


"Kalau begini, lo namanya bukan bodoh lagi tapi be*go! Alana bakal benci banget sama lo! Sayang Van, Alana itu cewek genius. Masa depannya cerah banget." ujar Andre membuka pola pikir sahabatnya itu.


Elvan mengucapkan terima kasih atas masukan Andre untuknya, membuka pola pikirnya yang sempat ga karuan. Setelah puas mengobrol akhirnya Elvan dan Andre berpisah untuk pulang. Karna Andre takut jika Wita mengecek dirinya. Wita sangat protektif dengan Andre, setelah satu jam Andre mengantarkan Wita pasti dia akan mengecek keberadaan pacarnya itu.

__ADS_1


Andre sengaja merahasiakan hal ini dari Wita, dia tak ingin pacarnya mengetahui tentang masalah laki-laki. Andre merasa bersyukur karna sampai saat ini dia masih bisa menahan syahwat nya. Andre tak cerita jika dirinya baru saja bertemu Elvan.


"Si Elvan benar-benar gila tuh anak, pikiran bisa cetek begitu karna ketakutan ga nikah sama si Alana. Kasihan Alana kalau begini, jadi ga aman sama si Elvan." gumam Andre saat sudah sampai di rumah. Dia merasa khawatir jika Sahabatnya itu akan berbuat nekat hingga membuat semuanya menjadi kacau. Meskipun Elvan Sahabatnya, tapi Andre tak mendukung perbuatan sahabatnya itu. Terlebih dia juga dekat dengan Alana.


__ADS_2