
Tak terasa satu minggu lagi Elvan akan terbang ke Inggris untuk memulai perkuliahannya. Saat ini dua insan yang saling mencintai sedang terisak tangis sambil berpelukan.
"Hiks...hiks...kenapa harus ada perpisahan seperti ini sih?" ucap Alana. Jika pada akhirnya akan seperti ini mungkin Alana memilih untuk tidak pernah mencintai Elvan dan menjalin hubungan serius dengan Elvan.
"Kamu kira aku suka dengan perpisahan ini? Bagiku perpisahan sangat menyakitkan. Tapi inilah hidup, ada pertemuan dan pastinya akan ada perpisahan. Aku mohon kamu bisa bersabar, menunggu saatnya aku kembali lagi ke sini! Aku akan menikahi kamu!" ucap Elvan.
Elvan menghapus air mata yang sudah membasahi wajah pacarnya itu. Hatinya terasa sakit karna telah membuat pacarnya bersedih karna ulahnya. Elvan berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga hatinya untuk Alana seorang.
Berbeda halnya dengan Alana dan Elvan yang sedang merasakan kesedihan. Misella justru tertawa puas karna akhirnya dia bisa melihat Elvan dan Alana terpisah. Dan sebentar lagi dia pastikan, Elvan pasti akan melupakan Alana dan jatuh ke dalam pelukannya.
❤️❤️❤️
Sebelum pergi, Elvan mengajak Alana, Wita, dan Andre menginap di puncak. Ini adalah hal pertama kalinya mereka menginap selama berpacaran. Elvan menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka. Mereka saling berpelukan di bawah langit yang sangat indah. Malam ini langit terlihat terang dan di taburi bintang-bintang yang berkelip.
"Bagus ga?" ucap Elvan sambil menunjukkan video di ponselnya yang berisi foto-foto kebersamaan dirinya dengan Alana selama ini.
"Bagus. I Love you." ucap Alana sambil memberikan hadiah kecupan di kedua pipi pacarnya.
Saat itu bukan hanya Alana saja yang terlihat mesra. Andre pun Wita terlihat mesra. Andre menghidupkan api untuk membuat jagung bakar. Melihat hal itu, Elvan pun ikut serta. Pihak cewek sibuk menyiapkannya. Momen malam ini sangatlah indah, dan mungkin saja tak akan pernah terulang lagi. Dalam hal ini, Elvan lah yang merasa sangat berat. Karna Wita, Andre, dan Wita masih bisa bertemu. Meskipun kuliah di beda kampus, tapi Andre dan Alana sama-sama kuliah di Jakarta.
"Dre, gw titip belahan hati gw ya! Jangan sampai ada yang nyolong!" pesan Elvan sambil tangannya sibuk mengipasi jagung.
__ADS_1
"Siap! Gw yakin Alana bakal setia kok sama Lo! Nah yang di ragukan itu Lo, secara Lo kan bareng sama ulat keket itu!" sahut Andre.
"Iya emang bener gw bareng, tapi hati gw cuma untuk Alana." ujar Elvan.
Tak terasa kini sudah tersedia 1 piring berisi jagung dan 1 piring berisi sosis. Pihak cowok mengambilkan makanan itu untuk masing-masing ceweknya.
"Kamu temani aku begadang ya! Pokoknya malam ini aku ingin melewati waktu bersama kamu!" ucap Elvan dan Alana menganggukkan setuju. Dia tak ingin menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang sebentar lagi akan menghilang dan mungkin tak akan terulang kembali.
"Anak kecil tidur sana! Jangan ganggu!" goda Elvan dan membuat Alana memberi Capitan di perut dirinya.
"Biarin di bilang anak kecil, tapi udah bisa bikin anak kecil." sindir Andre balik dan akhirnya mereka berempat tertawa bahagia.
"Lucu kali ya kalau kita nikah barengan nanti." ucap Andre.
Elvan terus menggenggam tangan Alana, rasanya dia tak mau melepaskan genggaman itu. Alana meletakkan kepalanya di bahu pacarnya. Mereka terlihat sangat mesra.
"Gimana persiapan kuliah kamu? Cukup ga uang dari aku? Kamu harus buka tabungan, biar nanti aku bisa transfer kamu! Setiap bulan aku akan menyisihkan uang jajan aku untuk kamu. Agar kamu ga kekurangan di sini!" ujar Elvan.
Alana menceritakan tentang Persiapan dirinya kuliah. Entah mengapa Elvan merasa tak rela Alana kuliah, dia ingin mengurung Alana di rumah saja.
"Syukurlah. Semoga di mudahkan semuanya. Aku minta sama kamu, jangan terlalu dekat sama cowok! Tak ada persahabatan yang sebenarnya di antara cewek dengan cowok. Pada akhirnya mereka akan saling mencinta.
__ADS_1
"Nanti kalau kamu ikut aku ke Inggris, aku janji akan mengajak kamu main mengelilingi kota di sana." ujar Elvan dan tentu saja membuat Alana merasa bahagia.
❤️❤️❤️❤️
Malam ini benar-benar menjadi malam kebersamaan mereka.
"Jika nanti kita saling merindukan, kita ingat saja malam ini! Ingat masa-masa kebersamaan kita!" ucap Elvan yang mendekap tubuh pacarnya erat seakan tak ingin melepaskannya.
Elvan mengecup pucuk rambut Alana, mencium kening Alana, dan mengucapkan bahwa dirinya sangat menyayangi Alana. Mereka berharap cinta mereka akan abadi hingga ke jenjang pernikahan dan menjalani kehidupan berumah tangga.
"Jangan nakal di sana ya! Jaga selalu kepercayaan aku!" ucap Alana sambil menatap wajah pacarnya. Netra mereka kini saling bertemu. Elvan menganggukkan kepalanya. Dia berjanji akan menjaga kepercayaan yang telah di berikan Alana untuknya.
Elvan menempelkan bibirnya dengan bibir Alana dan memainkannya. Alana pun membalasnya dan menarik sedikit tengkuk pacarnya agar semakin dalam. Ciuman mereka terhenti saat pasokan oksigen sudah mulai habis.
"Apa aku boleh memiliki kamu seutuhnya? Aku janji akan menikahi kamu dan bertanggungjawab." ucap Elvan yang sudah mulai terdengar berat. Alana menolaknya. Dia tak ingin melakukannya sebelum menikah. Meskipun Elvan berjanji akan menikahinya. Sangat rugi jika di lakukan sekarang. Dan akhirnya Elvan mengerti keputusan pacarnya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.09 pagi, Elvan dan Alana memutuskan untuk masuk ke dalam. Karna udara di luar terasa sangat dini hingga menusuk ke tulang. Mereka melihat Wita dan Andre yang sudah tertidur pulas di ranjang yang sama.
"Kita tidur di kamar yang satu saja!" ujar Elvan.
"Ga ah, nanti kamu ambil kesempatan lagi. Aku tidur sendiri aja, kamu tidur di sofa. Pelukan sama ciu*man aja udah dosa apalagi tidur satu ranjang. Nanti yang ada kamu ga tahan lagi." cerocos Alana. Dan benar saja Elvan langsung mendorong tubuh Alana hingga terjatuh di ranjang.
__ADS_1
"Aku ga akan terlalu jauh kok. Ga akan merusak kamu! Aku hanya ingin fitting sama nyusu. Boleh ya?" ucap Elvan dengan wajah mengiba. Elvan laki-laki normal yang memiliki naf*su. Tanpa basa basi dia langsung meraup bibir Alana dan mencumbunya mesra. Tangannya mencoba membuka kain penutup bukit kembar pacarnya yang masih terlihat segar. Kini tubuh Elvan sudah berada di atas tubuh Alana. Elvan menggesek-gesek miliknya sambil menghi*sap bukit kembar milik Alana secara bergantian. Gerakan itu semakin di percepat hingga akhirnya dia berhasil mengeluarkan racun miliknya yang masih terbungkus.