Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Cinta tak mungkin berhenti


__ADS_3

Untuk menghilangkan perasaan suntuknya. Elvan mengajak Alana untuk makan es cream. Dia akan menjemput pacarnya jam 10 pagi. Pertengkaran dengan papinya membuat mood Elvan menjadi buruk. Dia butuh ketenangan untuk meredakan perasaan emosinya. Dan baginya Alana lah tempat dia untuk merasa tenang. Rasa sedih akan berganti dengan kebahagiaan saat melihat senyum manis pacarnya.


Kini Elvan sudah bersiap-siap untuk berangkat, dua tak peduli jika nanti papi nya akan melarang dirinya untuk pergi.


"Mi, Elvan pergi dulu ya! Cari hiburan dulu!" pamit Elvan kepada maminya yang saat ini sedang duduk santai menonton tv. Untungnya papi Adrian sedang berada di kamar mandi, jadi dia tak tau jika anaknya akan pergi keluar. Dan mami Dianti tentu saja mengizinkan anaknya untuk pergi. Dia sangat tahu apa yang di rasa anaknya saat ini, pasti anaknya sangat kecewa dengan papinya.


Setelah berpamitan dengan sang mami, Elvan langsung keluar luar dengan mengendarai motor sportnya menuju rumah pacarnya. Elvan memilih untuk menutup rapat persoalan ini dari pacarnya, dia tak sanggup dengan apa yanga akan terjadi jika dia memberitahukan hal ini kepada pacarnya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya Elvan sampai di rumah Alana. Elvan langsung turun dan mengucap salam. Dan mendengar pacarnya sudah datang, Alana langsung pamit untuk pergi.


"Jangan malam-malam ya pulangnya!" ucap ibunya dan Alana memberikan kode dengan jempolnya yang tandanya ok.


"Aku belum pamit sama ibu!" ujar Elvan.


"Udah ga usah! Aku udah bilang kok! Ayo jalan sekarang aja!" sahut Alana dan akhirnya Elvan mengikutinya.


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju kedai yang menjual es cream tempat biasa dia nongkrong. Tempat di sana enak, full musik dan banyak aneka makanan bukan hanya es cream saja.


Mereka harus menempuh perjalanan selama 30 menit ke tempat itu. Alana melingkari tangannya di pinggang pacarnya dan menjatuhkan kepalanya di punggung pacarnya. Tak ada jarak antara mereka, mereka terlihat sangat mesra.

__ADS_1


Hati Elvan terasa sesak, kala mengingat pertengkaran dirinya tadi dengan papinya. Papi Adrian menentang hubungannya dengan Alana, dan bahkan papi Adrian sudah menjodohkan dirinya dengan Misella. Kini mereka telah sampai di kedai tujuannya.


"Aku mau es cream strawberry. Itu aja, aku masih kenyang soalnya." ujar Alana. Namun Elvan tetap membeli kentang, takoyaki, dan dua gelas es teh manis. Dan tak lupa Elvan juga memesan es cream coklat untuk dirinya.


Elvan sengaja tak ingin menceritakan hal ini kepada pacarnya, dia tak ingin Alana meninggalkan dirinya. Elvan akan terus mempertahankan cintanya dengan Alana.


"Semoga cinta kita akan selalu terasa manis seperti rasa es cream ini! Doa terbaik dari mereka penuh harap.


" Kemarin kamu jadinya langsung pulang apa balik lagi ke pesta Misella?" tanya Alana membuka percakapan.


Elvan menjelaskan jika dirinya langsung pulang setelah bertemu Alana di taman. Moodnya sudah buruk, hatinya sangat kesal. Dan untuk apa dia ke sana.


Alana tersenyum bahagia, dia begitu bersyukur karna pacarnya sangat mencintai dirinya. Bahkan rela meninggalkan pesta Misella saat pestanya belum selesai.


"Mau tambah lagi ga es cream nya atau cemilannya?" tanya Elvan.


"Ga, udah kenyang aku. Tadi aku kan makan kentang juga sama minum es teh manis." sahut Alana.


Setelah selesai makan, Alana dan Elvan memilih ke danau tempat biasa mereka nongkrong untuk mengobrol. Tempat di sana sangat adem karna banyak pohon-pohon yang rindang. Elvan juga masih Inging mengobrol, karna malas pulang. Pasti papi nya nanti akan menegur dirinya.

__ADS_1


"Gimana ya rasanya Long distance relationship? Hubungan kita bisa bertahan ga ya?" ucap Alana lesu. Alana kira hanya dirinya yang seperti itu, tapi sebenarnya Elvan pun merasa takut saat mereka harus terpisah.


"Kita harus bisa! Lagi pula nantikan kita sama-sama sibuk dengan kuliah. Jadi saat kita kangen, luapkan saja untuk belajar. Yang terpenting kita harus saling mengerti dan menjaga kepercayaan pasangan! Oh ya kamu jadi mau kuliah di Singapura, Keren itu kampusnya. Kesempatan besar." ujar Elvan menguatkan pacarnya, memberi pengertian.


"Entahlah! Sepertinya ayah aku ga mampu untuk membiayai aku selama di sana. Meskipun gratis, tapi kan perlu biaya untuk sehari-hari di sana dan biayanya ga cukup sedikit. Aku harus ada uang buat makan selama 4-5 tahun, untuk menyewa tempat tinggal, dan lainnya. Makanya kemungkinan aku kuliah yang dekat aja, biar ayah biayanya ga besar. Aku sih berharap bisa lulus tes di Universitas Indonesia, jadi aku bisa dekat orang tua aku. Aku bisa pulang pergi ga perlu kos." ujar Alana.


" Gimana kalau aku yang biayai kamu kuliah di Singapura? Sayang banget ini kesempatan emas, ga semua orang beruntung seperti kamu! Aku rasa tabungan aku cukup untuk menyewa apartemen untuk kamu selama di sana dan biaya hari-hari. Aku akan menyisihkan uang saku aku untuk kamu. Jadi kita nanti sama-sama sukses!" ucap Elvan. Elvan berharap nantinya papi Adrian akan menerima kehadiran Alana di hidupnya. Elvan akan berjuang agar Alana bisa kuliah di Singapura.


"Ga yank! Aku ga mau banyak hutang budi dengan kamu!" sahut Alana.


"Aku ikhlas, lagi pula wajar donk aku melakukan hal ini! Kamu kan bukan sekedar pacar aku, tapi calon istri aku! Aku ingin kamu bisa meraih cita-cita kamu untuk menjadi orang yang sukses." ucap Elvan. Dan Alana akan mencoba memikirkan hal ini dulu.


Elvan tak ingin cintanya akan berakhir begitu saja, dirinya akan terus berjuang untuk membuat papinya akan menerima Alana sebagai calon istrinya. Karna Elvan sudah merasa serius menjalani hubungan dengan Alana.


Setelah puas mengobrol. Mereka memutuskan untuk makan baso mercon, karna perutnya sudah mulai merasa lapar.


" Aku mau baso mercon pakai mie kuning sana es jeruk!" ujar Alana. Elvan memesan dua porsi baso mercon dan juga dua gelas es jeruk untuk dirinya dan juga Alana.


Siang ini mereka menikmati makan baso mercon bersama. Setelah selesai, mereka memutuskan untuk pulang. Dan kini mereka telah sampai di rumah Alana. Elvan sengaja turun untuk sekedar mengobrol dengan keluarga Alana. Bagi Elvan, ini lebih baik dari pada dirinya harus berhadapan dengan papinya yang larinya justru akan bertengkar.

__ADS_1


Justru Elvan merasa lebih tenang saat mengobrol dengan keluarga Alana. Elvan sudah merasa cocok dengan Alana dan keluarganya di bandingkan dengan keluarga Misella yang hanya melihat semuanya dari sudut harta.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😍😘🙏😍


__ADS_2